Boby memijat kepalanya yang kini tengah berdenyut. Dia tidak bisa berkata-kata lagi. Baru saja Jackson menghubunginya untuk mengganti peran Hari dengan Mika.
Jackson mengatakan jika Hari keberatan, dia bisa mengambil salah satu peran antagonis atau pendukung yang masih membutuhkan aktris cadangan. Tentu saja Hari akan menolaknya mentah-mentah. Boby tengah berpikir keras bagaimana caranya menyampaikan kabar itu kepada Hari.
Boby tahu betul bagaimana sikap Hati. Bisa-bisa dia diamuk di tempat syuting. Boby pun memutuskan untuk memanggil Hari dan berbicara empat mata dengannya setelah syuting berakhir.
"Hari, kemarilah!" panggil Boby seraya melambaikan tangan.
Hari pun berlari kecil menghampiri sang sutradara. Dia tersenyum lebar seraya menanyakan keperluan Boby memanggilnya. Awalnya Boby tampak ragu ketika hendak menyampaikan kabar buruk dari Jackson.
Namun, Boby tidak bisa berbuat banyak. Dia harus mengatakan semuanya kepada Hari. Lelaki itu menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan.
"Hari, Produsen Han memintaku untuk mengganti pemeran utama wanita dengan Mika. Dia menyetujui permintaan Amy," ungkap Boby kepada Hari.
"Apa!" seru Hari dengan mata terbelalak.
Peremouan itu tidak menyangka bahwa Jackson dengan mudahnya mengabulkan permintaan Amy. Bahkan Hari berpikir bahwa Amy melakukan hal kotor seperti yang dia lakukan untuk mendapat peran utama dalam setiap film yang dibintangi.
"Tidak mungkin Produser Han membatalkan kontrak ini secara sepihak! Pasti ada yang salah!"
"Aku hanya menyampaikan apa yang dia katakan kepadaku melalui sambungan telepon. Selebihnya, kamu bisa menanyakan langsung hal ini kepada Produser Han."
Hari yang sedang diselimuti emosi pun bergegas meninggalkan lokasi syuting. Dia mengendarai mobil sendiri tanpa sopir dan manajernya. Mereka berdua sudah meneriaki Hari, tetapi dia tidak mau mendengarkan.
Hari terus melajukan mobil secepat angin. Bahkan perempuan itu menerobos lampu merah beberapa kali. Teriakan dan umpatan dari pengguna jalan lain kini saling bersahutan karena ulah ceroboh Hari saat mengendarai mobil.
Begitu sampai di kantor rumah produksi Han Multimedia, Hari langsung menemui Jackson. Dia menendang pintu ruangan sang produser secara kasar. Setelah masuk ruang kerja Jackson, Hari pun membanting kembali pintu itu sekuat tenaga.
"Bisa pelan-pelan tidak?" tanya Jackson dengan nada bicara dan tatapan dingin.
"Pak, kamu sudah berjanji untuk memberikan peran itu kepadaku setelah aku menghabiskan tiga malam denganmu! Tapi apa ini? Kamu mengingkarinya!" protes Hari dengan sorot mata penuh amarah.
Jackson menekan puntung rokok pada asbak, sehingga bara apinya padam. Dia berjalan ke mendekati Hari dan berdiri tepat di belakang perempuan itu. Dia memegang kedua lengan atas perempuan itu sambil tersenyum miring.
"Amy memintaku untuk mengganti peran utama. Aku bisa apa? Dia akan membatalkan kontrak, jika aku tidak menuruti keinginannya," ucap Jackson sembari tersenyum licik.
"Bahkan dia berani membayar tiga kali lipat dari uang kontrak yang aku berikan kepada Ara dulu." Jackson kini memutar tubuh Hari sehingga tatapan keduanya bertemu.
"Tentu saja aku menolaknya. Aku tahu film ini nantinya akan sukses. Uang yang ditawarkan Amy tidak seberapa jika dibandingkan dengan kesuksesan yang akan diraih film ini!"
Jemari Hari mengepal kuat. Rahangnya mengeras dengan tatapan tajam seakan ingin menguliti tubuh lelaki tua di hadapannya itu. Sebuah tamparan keras pun kini mendarat tepat di pipi Jackson.
"Kembalikan peran utama kepadaku, atau aku akan mendatangi Nyonya Han dan memberitahu tentang hubungan tiga malam kita kepadanya!" ancam Hari seraya menunjuk wajah Jackson.
Mendengar nama istrinya disebut, sontak membuat Jackson menelan ludah kasar. Meski dia lelaki mata keranjang, dia selalu setia dan hanya mencintai sang istri. Hubungan di luar batas dengan Hari adalah yang pertama kali Jackson lakukan.
Biasanya Jackson hanya menyimpan bayangan para aktris cantik atau perempuan menawan yang tidak sengaja dia temui di dalam pikiran saja. Setelah sampai di rumah, Jackson akan menggunakan ingatannya tentang perempuan-perempuan itu ketika berhubungan badan dengan Suji.
"Jangan lakukan itu! Atau ...." Ucapan Jackson menggantung di udara karena Hari menyelanya.
"Atau apa? Aku tidak akan takut! Aku tunggu keputusanmu dalam tiga detik. Kamu akan mengembalikan peran utama kepadaku atau tidak?" Hari menatap tajam Jackson.
Lelaki itu tampak melonggarkan dasi yang menggantung di lehernya. Jakun laki-laki tersebut naik turun karena berulang kali menelan ludah. Kali ini dia sedang berada di dua pilihan yang sulit.
Jika Jackson tetap mempertahankan Hari menjadi pemain utama, maka semua rekaman suara serta foto kebersamaannya dengan Hari akan tersebar luas di internet. Selain rumahtangga, karier, serta nama besarnya sebagai produser berprestasi akan hancur.
"Satu ... dua ... tiga ...."
Hingga hitungan ketiga, Jackson tetap bungkam. Hal itu membuat Hari geram. Akhirnya dia beringsut dari ruangan itu dan kembali ke tempat parkir. Hari berniat untuk benar-benar menemui Suji dan mengungkapkan semuanya.
Akan tetapi, ketika baru mengendarai mobil sepuluh menit, sebuah panggilan masuk ke ponsel Hari. Dia mengangkat panggilan itu. Sang manajer menghubungi Hari dengan nada bicara penuh amarah.
"Aku tidak mengerti apa yang Kakak maksud!"
"Kamu sudah gila, ya? Ternyata selama ini kamu menggunakan cara kotor untuk mendapatkan peran utama dengan menggoda para produser!"
Mendengar ucapan dari sang manajer, sontak membuat Hari menginjak pedal rem. Perempuan itu mengusap wajah kasar. Dia terus berdalih, tetapi ketika mendapatkan beberapa bukti rekaman dari sang manajer dia langsung bungkam.
Setelah mengakhiri sambungan telepon, manajer Hari mengirimkan video mesumnya dengan beberapa produser serta sutradara terkenal. Tak hanya sampai di situ, ternyata video skandal itu sudah tersebar luas di media sosial.
Melihat badai yang sedang menghantamnya secara mendadak itu tentu saja membuat perasaan Hari kacau. Dia berteriak kencang di dalam mobil dan berulang kali memukul roda kemudi penuh emosi. Tak lama kemudian sang manajer kembali mengiriminya pesan.
[Datang ke kantor manajemen sekarang!]
Sesaat setelah Hari keluar dari kantor Jackson, lelaki itu menyapu isi mejanya frustrasi. Dia berteriak keras hingga menggema di dalam ruangan tersebut. Tiba-tiba pintu terbuka.
Lily melangkah masuk ke mendekati meja kerja Jackson. Menyadari kehadiran orang lain di tempat kerjanya, membuat Jackson terkejut. Dia langsung menatap Lily penuh curiga.
"Kenapa kamu ada di sini?"
"Aku di sini untuk menolongmu karena sudah melakukan apa yang diminta Amy dengan baik, Tuan Jackson Han." Lily tersenyum lebar.
Lily melangkah mendekati Jackson kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Dia membuka galeri ponsel dan menunjukkan beberapa buah video kepada Jackson. Ya, itu adalah video tak senonoh yang direkam oleh beberapa orang yang pernah berhubungan badan dengan Hari untuk kenang-kenangan.
"Aku akan pastikan Hari tidak jadi datang ke rumah Anda untuk menemui Nyonya Han. Karena sebelum itu terjadi, video-video ini akan tersebar ke seluruh media sosial yang ada di Korea Selatan!"
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
ada gitu ya orang berbuat maksiat d video buat kenang²an...🤦🤦🤦
2023-03-11
1
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
terkadang pemikiran buruk kita terhadap orang lain, karena kita berkaca pada diri sendir dan pernah melakukan kesalahan itu.
jadi tuduhan spt itu karna sebenernya ketakutan kita terhadap sesuatu akan hilang ketika kita mendapatkan dengan cara yg kotor ..🙄
2023-03-11
1