Bab 12. Berhasil Masuk

Di kediaman rumah Produser Jackson Han, Suji dan sang suami sedang bersantai di ruang tengah seraya menikmati teh dan beraneka kudapan. Senyum Suji terus merekah lebar. Dia sedang menatap layar ponsel seraya berbalas pesan dengan Lily.

Jackson yang menyadari kelakuan aneh sang istri pun mengerutkan dahi. Dia meletakkan kembali cangkir yang digenggam ke atas meja. Lelaki itu menatap penuh tanda tanya ke arah sang istri karena menaruh curiga.

Jackson menyangka Suji tengah berbalas pesan dengan lelaki lain. Dia pun akhirnya merebut paksa ponsel sang istri. Tak elak sebuah tatapan tajam pun dia terima dari Suji.

"Sayang, apa maksudmu merebut ponselku?" protes Suji seraya mengerucutkan bibir.

"Aku penasaran kenapa sedari tadi kamu terus tersenyum seraya menatap benda ini!" Jackson menggoyang-goyangkan benda pipih dalam genggamannya itu.

Tak lama kemudian sebuah pesan masuk ke ponsel Suji. Kini Jackson membuka pesan yang masuk ke ponsel sang istri. Dia terbelalak ketika melihat sebuah pesan dari seorang perempuan cantik.

Lelaki yang sebenarnya mata keranjang itu pun menelan ludah kasar karena terpesona dengan kecantikan Lily. Ketika tengah memandang buas foto profil Lily, Suji pun merebut kembali benda pipih tersebut. Dia menatap sinis sang suami yang kini tengah melongo.

"Bagaimanapun juga, aku memiliki privasi yang tidak boleh kamu langgar, Sayang!" Suji menatap tajam sang suami.

Jackson hanya bisa menggaruk kepala yang mulai botak di bagian depan. Suji merupakan perempuan yang selalu menerima bagaimanapun keadaannya. Suji selalu ada ketika dirinya terjatuh.

Sang istri tidak pernah meninggalkannya sama sekali. Dia selalu memberi dukungan kepada Jackson, sehingga lelaki itu kembali bangkit dan bisa menjadi sukses seperti sekarang.

Jackson kembali meraih cangkir teh dan menyesapnya perlahan. Tak lama kemudian terdengar denting bel rumah.Suji langsung beranjak dari sofa dan setengah berlari menuju pintu rumah. Setelah pintu terbuka, Lily sudah berdiri di depan pintu seraya tersenyum manis.

"Siang, Nyonya Han. Maaf, aku baru sempat mampir. Belakangan ini pekerjaanku semakin sibuk."

"Hei, tidak masalah! Terima kasih, sudah meluangkan waktu untuk mampir. Ayo masuk!" Suji bergegas menarik lengan perempuan itu dan mengajaknya masuk untuk bertemu sang suami.

"Sayang, kenalkan. Dia adalah Lily Kim, orang yang mendandaniku ketika kita datang ke pesta pertunangan putri Presdir Kim." Suji memperkenalkan Lily kepada sang suami yang sedang menatap layar televisi.

"Lily Kim?" Jackson mengerutkan dahi ketika mendengar nama itu, ingatannya langsung melayang ke arah keluarga pengusaha produk kecantikan terkenal di Korea.

"Ya, saya Lily Kim, Pak Produser. Salam kenal!" Lily menunduk penuh hormat kemudian kembali berdiri tegap.

"Ah, ya. Saya Jackson Han, kamu tahu siapa aku, 'kan?" Sebuah senyum miring kini terukir di bibir Jackson.

"Tentu saja, Tuan Han. Saya rasa seluruh warga Korea Selatan bahkan mancanegara mengenal Anda."

Mendapat pujian dari Lily, tentu saja membuat Jackson tersenyum lebar. Suji pun mengajak Lily untuk duduk di sampingnya. Dia meminta sang asisten rumah tangga untuk membuatkan Lily secangkir teh serta mengeluarkan kudapan lain.

"Sayang, kemampuan gadis ini sangat luar biasa. Aku dengar kamu masih belum memutuskan siapa yang akan menjadi tim penata rias dan rambut. Aku benar-benar merekomendasikan salon Sara kepadamu!" seru Suji sembari mengacungkan kedua jempolnya.

"Aku berencana menjalin kerja sama dengan Yuna seperti biasa," sahut Jackson singkat tanpa menoleh ke arah Lily.

"Aigoo, Sayang! Yuna sangat sibuk akhir-akhir ini! Dia tidak akan bisa menanganinya kali ini karena aku dengar banyak karyawannya yang tiba-tiba mengundurkan diri!" Suji terus membujuk sang suami agar dia mau menjalin kerja sama dengan salon sara khususnya Lily.

Suji yakin Lily dapat diandalkan untuk proses pembuatan film rumah produksi sang suami. Kemampuan Lily sangat patut dipertimbangkan. Suji juga mengatakan kepada suaminya bahwa sejak Lily bekerja di salon Sara, langganan VVIP semakin banyak.

Jackson tampak berpikir. Dia memajukan bibir bawah seraya mengusap dagu. Beberapa kali lelaki itu membetulkan letak kacamatanya yang terus melorot.

"Baiklah! Aku akan bekerja sama dengan salon Sara. Lily, bisa kamu hubungi Sara sekarang? Aku ingin berbicara dengannya."

"Baik, Produser Han." Lily mengangguk sopan seraya tersenyum lembut.

Perempuan itu segera merogoh tas dan meraih benda pipih yang ada di dalamnya. Lily menghubungi Sara dan menyerahkan perbincangan selanjutnya kepada Jackson. Ketika Jackson dan Sara berbincang, Lily terus bersorak dalam hati.

Lily tidak menyangka semudah itu menjalankan misi untuk masuk dan terlibat dalam proses pembuatan film milik Amy. Ini merupakan salah satu langkah besar untuk membuat Hati tersingkir dari dunia hiburan. Lily sudah menyiapkan sebuah rencana untuk Hari.

Tinggal menunggu waktu yang tepat, maka karier cemerlang serta nama besar Hati akan hancur seketika. Lily tidak rela para perundung yang sudah menindasnya selama kuliah dapat hidup dengan bahagia, sementara dirinya harus berjuang untuk mengubah masih serta mengobati trauma akan mesin cukur rambut.

"Baiklah, shooting akan dilakukan pekan depan. Lokasinya ada di gedung lama SMA Sarang. Aku harap tim kalian tepat waktu. Aku akan memberikan nomor Sutradara Kang kepadamu agar bisa berkomunikasi dengan nyaman." Jackson tersenyum tipis seraya mengembalikan ponsel kepada Lily.

"Terima kasih, Produser. Anda sudah mempercayakan hal besar ini kepada salon kami. Kami akan lakukan yang terbaik demi mendukung kesuksesan film ini!"

Keesokan harinya ketika Lily sampai di salon, dia mendapatkan sebuah kejutan meriah dari Sara dan juga rekan kerjanya. Sebuah MMT besar di pasang di bagian depan salon yang menampilkan wajah Lily.

Ruang depan salon pun dihias sangat meriah. Seperti akan ada pesta di dalam salon tersebut. Lily yang kebingungan mencerna keadaan itu, hanya bisa melongo seraya menggaruk kepala yang tidak gatal.

"Ahhh! My Golden Finger sudah datang!" seru Sara seraya menyambut Lily dengan pelukan.

"A-apa ini?" tanya Lily kebingungan.

"Aigoo, kenapa kamu pura-pura tidak tahu? Berkat kamu, salon kita dipercaya untuk mengurus make up dan rambut para aktris dan aktor yang akan bermain di film Poor Girl! Gimana sih kamu? Bukannya kemarin kamu menemui langsung Produser Han untuk membicarakan hal ini?"

"Ah, ya ... anggap saja begitu." Lily tersenyum canggung lalu melangkah masuk ke kantor Sara.

Di dalam ruangan bernuansa merah muda itu, Sara mengatakan bahwa Lily akan menjadi ikon serta ambasador dari salon miliknya. Brosur cetak dan website resmi salon Sara akan menampilkan wajah cantik Lily.

Julukan The Golder Finger pun Sara sematkan untuk anak emasnya itu. Sara benar-benar merasa Lily membawa keberuntungan terhadap salonnya. Dia tidak tahu saja kalau tujuan utama Lily datang ke sana adalah demi melancarkan aksi balas dendam kepada komplotan Hari dan lainnya.

...****************...

Episodes
1 Bab 1. Kehidupan Baru
2 Bab 2. Pulang
3 Bab 3. Lahirnya Kecantikan
4 Bab 4. Pekerjaan Baru
5 Bab 5. Menjadi Langganan
6 Bab 6. Wawancara Pertama
7 Bab 7. Licik ala Lily
8 Bab 8. Perundung Itu Adalah Aku
9 Bab 9. Pembalasan Pertama (SUKSES)
10 Bab 10. Proses Pemilihan Pemain
11 Bab 11. Bekerja Sama dengan Salon Sara
12 Bab 12. Berhasil Masuk
13 Bab 13. Musuh Dalam Selimut
14 Bab 14. Kecurigaan Lily
15 Bab 15. Menekan Susy
16 Bab 16. Pergantian Pemain
17 Bab 17. Disetujui
18 Bab 18. Kekesalan Hari
19 Bab 19. Mulut Netizen itu Pedas
20 Bab 20. Merasa Aneh
21 Bab 21. Menguping
22 Bab 22. Mengambil Hati Calon Mertua Yura
23 Bab 23. Perselisihan
24 Bab 24. Merengek
25 Bab 25. Biarkan Karma Bekerja Sendiri
26 Bab 26. Kembali Terungkap
27 Bab 27. Hari Kehancuran Yura
28 Bab 28. Throw Back
29 Bab 29. Premier
30 Bab 30. Yuna Salon
31 Bab 31. Cerita dari Beby
32 Bab 32. Mencari Susy
33 Bab 33. Aneh
34 Bab 34. Menyerang Yuna
35 Bab 35. Friendzone
36 Bab 36. Sepi
37 Bab 37. Provokator Jenius
38 Bab 38. Kejutan di Tengah Konser
39 Bab 39. Kejutan di Tengah Konser Bagian 2
40 Bab 40. Aku Diculik
41 Bab 41. Jay Datang!
42 Bab 42. Bagaimana Menemukan Lily?
43 Bab 43. Berjumpa dengan Kakak
44 Bab 44. Kembali Membuka mata
45 Bab 45. Kencan Pertama
46 Bab 46. Lilac Kim
47 Bab 47. Kembali Ke Tubuh Iris
48 Gairah Masa SMA
Episodes

Updated 48 Episodes

1
Bab 1. Kehidupan Baru
2
Bab 2. Pulang
3
Bab 3. Lahirnya Kecantikan
4
Bab 4. Pekerjaan Baru
5
Bab 5. Menjadi Langganan
6
Bab 6. Wawancara Pertama
7
Bab 7. Licik ala Lily
8
Bab 8. Perundung Itu Adalah Aku
9
Bab 9. Pembalasan Pertama (SUKSES)
10
Bab 10. Proses Pemilihan Pemain
11
Bab 11. Bekerja Sama dengan Salon Sara
12
Bab 12. Berhasil Masuk
13
Bab 13. Musuh Dalam Selimut
14
Bab 14. Kecurigaan Lily
15
Bab 15. Menekan Susy
16
Bab 16. Pergantian Pemain
17
Bab 17. Disetujui
18
Bab 18. Kekesalan Hari
19
Bab 19. Mulut Netizen itu Pedas
20
Bab 20. Merasa Aneh
21
Bab 21. Menguping
22
Bab 22. Mengambil Hati Calon Mertua Yura
23
Bab 23. Perselisihan
24
Bab 24. Merengek
25
Bab 25. Biarkan Karma Bekerja Sendiri
26
Bab 26. Kembali Terungkap
27
Bab 27. Hari Kehancuran Yura
28
Bab 28. Throw Back
29
Bab 29. Premier
30
Bab 30. Yuna Salon
31
Bab 31. Cerita dari Beby
32
Bab 32. Mencari Susy
33
Bab 33. Aneh
34
Bab 34. Menyerang Yuna
35
Bab 35. Friendzone
36
Bab 36. Sepi
37
Bab 37. Provokator Jenius
38
Bab 38. Kejutan di Tengah Konser
39
Bab 39. Kejutan di Tengah Konser Bagian 2
40
Bab 40. Aku Diculik
41
Bab 41. Jay Datang!
42
Bab 42. Bagaimana Menemukan Lily?
43
Bab 43. Berjumpa dengan Kakak
44
Bab 44. Kembali Membuka mata
45
Bab 45. Kencan Pertama
46
Bab 46. Lilac Kim
47
Bab 47. Kembali Ke Tubuh Iris
48
Gairah Masa SMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!