Bab 14. Kecurigaan Lily

"Saya yang melakukannya, Kak." Juno mengangkat tangan seraya melangkah maju dari barisan.

"Benar kamu yang menghancurkan peralatan make up ini, Juno?"

Juno tampak melirik kedua rekan kerjanya. Sedetik kemudian dia kembali menatap Lily sekilas lalu menunduk. Lelaki tampan itu tampak mengangguk lemah.

"Baiklah, aku tidak tahu kamu sengaja atau tidak melakukan hal ini. Yang terpenting sekarang, mari kita kerjakan semuanya tepat waktu! Kita pakai peralatan make up milikku pribadi dan Elijah."

"Ah, baik! Kebetulan aku selalu membawa make up lengkap di dalam tasku." Mata Elijah berbinar dan senyum mengembang di bibir tipisnya.

Mereka pun segera mengerjakan tugas masing-masing. Mereka berempat dapat menyelesaikan semua dengan baik. Keputusan Lily untuk mengajak Elijah, Susy, dan Juno merupakan keputusan yang tepat.

Meski terkadang ceroboh, keahlian mereka patut dipertimbangkan. Beberapa dari pemain film bahkan mengakui kesigapan serta kemampuan tim yang mewakili salon Sara tersebut.

Jam menunjukkan pukul enam sore ketika proses pengambilan film berakhir. Lily dan timnya segera pulang. Mereka berhenti di salon Sara sebelum akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

"Juno, bisa temani aku makan ramyun?" Lilymenghentikan langkah Juno ketika lelaki itu hendak masuk ke dalam mobilnya.

Juno tampak berpikir sejenak. Tak lama kemudian dia mengangguk seraya tersenyum canggung. Lily pun membuka pintu mobil Juno, lantas masuk ke dalam tanpa permisi.

Mereka berdua hanya membisu ketika ada di dalam mobil. Dua kepala itu sedang memikirkan hal yang sama. Sama-sama memikirkan kejadian rusaknya peralatan make up tadi pagi.

Setelah mengendarai mobil selama 15 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah kedai ramyun. Keduanya keluar dari mobil, dan masuk ke dalam kedai tersebut. Setelah memesan dua mangkok ramyun, Lily pun membuka pembicaraan.

"Mengenai tadi pagi, apa benar kamu yang membuat peralatan make up itu hancur?" tanya Lily seraya menatap intens bola mata lelaki di hadapannya itu.

"Iya," jawab Juno singkat seraya mengalihkan pandangannya dari Lily.

Juno membuka tutup botol air mineral kemudian meneguknya perlahan. Lily tersenyum miring. Dia curiga bahwa Juno telah berbohong.

"Tatap mata lawan bicaramu jika sedang mengobrol. Aku sedang bicara dengan manusia, bukan dengan udara!"

Mau tak mau, Juno pun menatap Lily. Lelaki itu menelan ludah kasar kemudian mengusap tengkuknya. Lily pun kembali menyandarkan punggung pada sandaran kursi.

"Bisa jelaskan bagaimana peralatan itu bisa rusak sampai sekacau itu?"

"Sebelumnya aku minta maaf, Kak. Aku tidak memeriksanya lagi kemarin sore." Juno tertunduk lesu menatap ujung sepatunya.

"Aku tidak sengaja menjatuhkannya. Setelah itu aku langsung memasukkannya ke dalam bagasi karena tidak berpikir kalau kondisi di dalamnya akan sekacau itu." Juno menatap sayu Lily yang sedang melipat lengan di depan dada.

"Ya, kamu benar. Tapi ...." Luna mencondongkan tubuh ke arah Juno.

Sebuah senyum miring terukir di bibir perempuan cantik itu. Melihat tatapan tajam dari Lily sontak membuat Juno gugup. Tangan lelaki itu mulai berkeringat.

"Kamu sudah berbohong, Juno. Kamu memang benar kalau seharusnya peralatan itu tidak akan hancur begitu saja hanya karena boksnya terjatuh. Yaaa ... paling hanya berantakan. Tidak sampai hancur seperti itu." Lily terus tersenyum miring dan tatapannya tidak lepas dari Juno.

"Bahan kotak itu sangat kokoh. Jadi bisa melindungi perlengkapan tempurku dengan baik. Kecuali ...." Lily kini bertopang dagu dan senyumnya mulai lenyap.

"Jika ada orang yang sengaja merusak produk yang ada di dalamnya."

Mendengar ucapan Lily, sontak membuat Juno kembali menelan ludah kasar. Dia tertangkap basah karena sudah berbohong. Juno yakin setelah ini pasti akan kehilangan pekerjaan yang sangat dia sukai itu.

"Silakan pesanannya!" ujar seorang pramusaji dengan nampan berisi dua mangkok ramyun dan bumbu pelengkap.

Mereka pun makan dengan diam. Menikmati setiap suapan demi suapan secara perlahan. Setelah selesai, Lily memulai kembali perbincangan panas yang membuat Juno mati kutu.

"Juno, jadi kamu tahu siapa orang yang telah merusaknya? Apa dia ada di tim kita?" cecar Lily.

Juno kali ini tidak bisa berbohong. Jika dia terus menutupi kebohongan dengan kebohongan lainnya, nanti semua akan menjadi semakin rumit. Lelaki itu menarik napas panjang kemudian mengembuskannya perlahan.

"Susy yang melakukannya. Aku melihat hal itu sesaat setelahĺ meletakkan kotak itu ke dalam mobil."

"Susy? Lalu ... kenapa dia melakukan hal itu?"

Juno tertunduk lesu. Jemarinya saling meremas satu sama lain. Lelaki itu kembali mendongak dan menatap Lily setelah perempuan itu menegurnya.

"A-aku tidak tahu kenapa Susy melakukannya, Kak. Untuk hal ini aku benar-benar jujur!" Juno mengangkat lengan dan membuka telapak tangan di samping wajah.

Lily mengembuskan napas kasar. Dia kembali menyandarkan punggung pada kursi. Perempuan itu melipat lengan dan menatap tajam Juno yang masih tampak gugup.

"Kenapa kamu menutupi kesalahannya?"

"Aku ... ingin melindunginya agar tidak terkena masalah."

"Pengorbanan, ya?" Lily mengerucutkan bibir seraya mengangguk-angguk.

"Tunggu!" seru Lily seraya menggebrak pelan meja di depannya.

"Apa kamu memiliki perasaan atau hubungan khusus dengan Susy?"

Setelah mendengar pertanyaan dari Lily, Juno beranjak dari kursi. Dia berjalan memutari meja, lalu berhenti tepat di samping Lily. Lelaki itu duduk bersimpuh seraya menangkupkan kedua telapak tangannya.

Mata Juno mulai basah. Lelaki itu berusaha menahan tangis seakan sedang ketakutan. Dia berulang kali menggoyangkan lengannya seakan sedang memohon kepada Lily.

"Tolong jangan beritahukan hal ini kepada Bu Sara, Noona. Sebenarnya kami sudah menjalin hubungan asmara sejak setahun belakangan."

Lily melongo mendengar pernyataan mengejutkan dari Juno. Dia tidak menyangka bahwa Juno melakukan hal itu untuk melindungi kekasihnya agar tidak dimarahi oleh Lily. Perempuan itu salut dengan sikap Juno yang berusaha melindungi sang kekasih.

Akan tetapi, Lily tidak membenarkan hal itu. Dia pun menarik napas dalam. Lily menatap intens mata Juno.

"Juno, aku tahu kamu melakukan ini untuk melindungi Susy. Tapi, tindakanmu ini salah. Tidak seharusnya kamu menutupi kesalahan orang lain. Jika hal ini terus kamu lakukan, maka akan menjadi kebiasaan buruk bagi Susy. Dia akan menjadi wanita yang tidak bertanggungjawab atas kesalahan yang dia perbuat."

"Aku memang salah. Maaf, lain kali aku tidak akan mengulanginya." Juno tertunduk penuh penyesalan.

"Tapi, tolong jangan tanyakan hal ini kepada Susy. Aku takut dia akan tertekan. Kehidupannya di rumah sudah sangat membuatnya tertekan."

"Baiklah, setelah ini bekerjalah dengan baik! Jangan lagi melindungi Susy jika dia melakukan kesalahan. Sebagai pasangan yang baik, kamu harus memberitahu bahwa apa yang dia lakukan tidak benar. Bukannya malah membiarkan bahkan sampai menutupi kesalahan yang dia perbuat." Lily tersenyum lembut kepada Juno.

Masalah peralatan rias yang rusak sudah terpecahkan. Namun, ada sebuah pertanyaan besar yang memenuhi kepala Lily. Dia masih berusaha memikirkan alasan utama kenapa Susy melakukan hal buruk itu kepadanya.

...****************...

Terpopuler

Comments

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

aku setuju...
ketika pasangan kita salah jangan malah menutupi kesalahannya tp d berikan pengertian kalo yg dia lakukan tidak baik..

2023-03-10

1

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Ternyata.....😱😱😱😱😱


kamu tidak tau sedang berurusan dengan siapa Juno....

2023-03-10

1

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Aku kira Juno ,. ternyata Susy....

2023-03-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kehidupan Baru
2 Bab 2. Pulang
3 Bab 3. Lahirnya Kecantikan
4 Bab 4. Pekerjaan Baru
5 Bab 5. Menjadi Langganan
6 Bab 6. Wawancara Pertama
7 Bab 7. Licik ala Lily
8 Bab 8. Perundung Itu Adalah Aku
9 Bab 9. Pembalasan Pertama (SUKSES)
10 Bab 10. Proses Pemilihan Pemain
11 Bab 11. Bekerja Sama dengan Salon Sara
12 Bab 12. Berhasil Masuk
13 Bab 13. Musuh Dalam Selimut
14 Bab 14. Kecurigaan Lily
15 Bab 15. Menekan Susy
16 Bab 16. Pergantian Pemain
17 Bab 17. Disetujui
18 Bab 18. Kekesalan Hari
19 Bab 19. Mulut Netizen itu Pedas
20 Bab 20. Merasa Aneh
21 Bab 21. Menguping
22 Bab 22. Mengambil Hati Calon Mertua Yura
23 Bab 23. Perselisihan
24 Bab 24. Merengek
25 Bab 25. Biarkan Karma Bekerja Sendiri
26 Bab 26. Kembali Terungkap
27 Bab 27. Hari Kehancuran Yura
28 Bab 28. Throw Back
29 Bab 29. Premier
30 Bab 30. Yuna Salon
31 Bab 31. Cerita dari Beby
32 Bab 32. Mencari Susy
33 Bab 33. Aneh
34 Bab 34. Menyerang Yuna
35 Bab 35. Friendzone
36 Bab 36. Sepi
37 Bab 37. Provokator Jenius
38 Bab 38. Kejutan di Tengah Konser
39 Bab 39. Kejutan di Tengah Konser Bagian 2
40 Bab 40. Aku Diculik
41 Bab 41. Jay Datang!
42 Bab 42. Bagaimana Menemukan Lily?
43 Bab 43. Berjumpa dengan Kakak
44 Bab 44. Kembali Membuka mata
45 Bab 45. Kencan Pertama
46 Bab 46. Lilac Kim
47 Bab 47. Kembali Ke Tubuh Iris
48 Gairah Masa SMA
Episodes

Updated 48 Episodes

1
Bab 1. Kehidupan Baru
2
Bab 2. Pulang
3
Bab 3. Lahirnya Kecantikan
4
Bab 4. Pekerjaan Baru
5
Bab 5. Menjadi Langganan
6
Bab 6. Wawancara Pertama
7
Bab 7. Licik ala Lily
8
Bab 8. Perundung Itu Adalah Aku
9
Bab 9. Pembalasan Pertama (SUKSES)
10
Bab 10. Proses Pemilihan Pemain
11
Bab 11. Bekerja Sama dengan Salon Sara
12
Bab 12. Berhasil Masuk
13
Bab 13. Musuh Dalam Selimut
14
Bab 14. Kecurigaan Lily
15
Bab 15. Menekan Susy
16
Bab 16. Pergantian Pemain
17
Bab 17. Disetujui
18
Bab 18. Kekesalan Hari
19
Bab 19. Mulut Netizen itu Pedas
20
Bab 20. Merasa Aneh
21
Bab 21. Menguping
22
Bab 22. Mengambil Hati Calon Mertua Yura
23
Bab 23. Perselisihan
24
Bab 24. Merengek
25
Bab 25. Biarkan Karma Bekerja Sendiri
26
Bab 26. Kembali Terungkap
27
Bab 27. Hari Kehancuran Yura
28
Bab 28. Throw Back
29
Bab 29. Premier
30
Bab 30. Yuna Salon
31
Bab 31. Cerita dari Beby
32
Bab 32. Mencari Susy
33
Bab 33. Aneh
34
Bab 34. Menyerang Yuna
35
Bab 35. Friendzone
36
Bab 36. Sepi
37
Bab 37. Provokator Jenius
38
Bab 38. Kejutan di Tengah Konser
39
Bab 39. Kejutan di Tengah Konser Bagian 2
40
Bab 40. Aku Diculik
41
Bab 41. Jay Datang!
42
Bab 42. Bagaimana Menemukan Lily?
43
Bab 43. Berjumpa dengan Kakak
44
Bab 44. Kembali Membuka mata
45
Bab 45. Kencan Pertama
46
Bab 46. Lilac Kim
47
Bab 47. Kembali Ke Tubuh Iris
48
Gairah Masa SMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!