Amy pun melangkah meninggalkan tempat syuting. Ketika sampai di dalam mobil, dia langsung mengirimkan pesan teks kepada Lily. Dia mengamati sekitar sembari menunggu balasan dari Lily.
"Aigoo ... jantungku hampir copot tadi! Lily benar-benar gila! Dia memintaku untuk melakukan hal seperti ini. Bukankah seharusnya dia yang melakukan ini semua? Kenapa harus aku yang melakukannya!" gerutu Amy.
Namun, sedetik kemudian Amy bungkam. Dia menyandarkan punggung pada sandaran kursi. Detik itu juga Amy sadar bahwa pasti ada alasan di balik Lily memintanya melakukan itu semua.
Ibarat bagian tubuh, Lily adalah otaknya. Amy dan Jay merupakan kaki tangan yang akan bergerak sesuai dengan perintah otak. Akan tetapi, mereka akan memberikan sinyal juga kepada otak agar menghindar ketika mendekati sesuatu yang tampak berbahaya.
Ya, kurang lebih seperti itulah kawanan itu bekerja. Saling bekerja sama agar selamat sampai tujuan. Sebenarnya mereka saling membantu sesuai dengan peran masing-masing.
[Langsung pergi ke kantor Han Multimedia. Jay ada di belakangmu untuk mengawasi. Keamananmu terjamin. Setelah tugas kali ini selesai, kamu bisa pergi bebas.]
Sebuah pesan membuat Amy mengembuskan napas lega. Dia sedikit lebih tenang ketika mendengar bahwa itu adalah tugas terakhir untuknya. Akan tetapi, di sisi lain perempuan itu sedih.
"Apa ini artinya aku tidak dibutuhkan lagi oleh Lily?"
Sedetik kemudian sebuah pesan masuk. Seakan mengetahui apa yang ada di hati dan pikiran Amy, Lily mengiriminya lagi sebuah pesan.
[Jangan berpikir bahwa aku sudah tidak membutuhkanmu. Tapi, peranmu untuk bagian ini sudah selesai. Aku sangat berterima kasih atas bantuan yang kamu berikan sampai sejauh ini. Jika aku butuh bantuanmu lagi, aku akan menghubungimu. Mengerti?]
"Cih, bantuan apa? Bukannya aku yang kamu bantu? Dasar!"
Amy tersenyum lebar ketika membaca pesan dari Lily. Dia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Perempuan itu pun langsung menginjak pedal gas setelah membalas lagi pesan dari Lily.
Dua puluh menit berlalu, kini Amy sudah ada di depan kantor Han Multimedia. Dia melangkah santai menuju meja resepsionis. Ketika hendak menemui Produser Han, pegawai resepsionis tidak mempercayainya.
"Aku ini penulis asli naskah novel Poor Girl! Kamu tidak mengenaliku? Wajah cantik ini?" Amy menunjuk sendiri wajahnya dengan jari telunjuk.
"Tapi, Anda harus membuat janji terlebih dahulu dengan Produser Han jika ingin bertemu. Anda tidak bisa seenaknya seperti ini. Beliau itu orang penting yang sibuk!" seru resepsionis perempuan itu ketus.
Amy yang kesal pun balik badan. Akan tetapi, dia tidak keluar dari bangunan itu, melainkan berlari ke arah lift. Kejadian kejar-kejaran dengan petugas keamanan pun tidak dapat dihindari.
"Berhenti! Berhenti kamu!" teriak para petugas keamanan sambil terus berusaha mengejar Amy.
Amy tidak memedulikan teriakan itu. Jay tampak berbaur dengan para petugas menggunakan pakaian yang sama dengan mereka. Jay memberi kode kepada Amy untuk terus berlari dan menemui sang produser.
Jay menahan petugas keamanan dengan caranya sendiri, sehingga Amy dapat lolos dari kejaran mereka. Napas Amy hampir putus ketika berhasil masuk ke dalam lift. Dia berusaha mengatur napas seraya mengusap peluh yang bercucuran membasahi dahi.
"Astaga, menegangkan sekali!" seru Amy seraya membuang napas kasar.
Sedetik kemudian, sebuah senyum lebah merekah di bibir perempuan cantik itu. Bahkan Amy tertawa terbahak-bahak karena teringat kejadian barusan. Seumur hidup, baru kali ini Amy merasa sangat bebas dan senang.
"Apakah begini rasanya menjadi anak bandel ketika sekolah? Melanggar semua aturan, lalu berlari untuk menghindar dari kejaran guru BK karena ketahuan melompat pagar karena bolos sekolah?" Amy terus tertawa sampai akhirnya pintu lift terbuka.
Perempuan itu menelan ludah kasar. Dia mengatur napas untuk meredakan rasa gugup. Kali ini tugas sebenarnya sedang menanti.
Setelah merasa jauh lebih tenang, Amy pun melangkah keluar dari lift. Langkah kaki yang beradu dengan lantai marmer terdengar nyaring, menggema memecah kesunyian di lantai paling atas dari gedung itu.
Amy menghentikan langkah ketika sampai di depan pintu dengan ukiran nama Jackson Han. Dia menarik napas panjang kemudian mengembuskannya perlahan. Amy mengetuk pintu tiga kali, kemudian memutar tuasnya.
"Selamat siang, Produser Han," sapa Amy kepada Jackson yang kini sedang menyesap rokok seraya menatap ke luar jendela.
"Aku sudah tahu semuanya dari Boby. Apa maksudmu ingin mengganti pemeran utama wanita?" Jackson mulai memutar kursi, sehingga kini tatapan keduanya bertemu.
"Aku merasa Nona Lee kurang cocok memerankan tokoh Jasmin. Dia lebih cocok untuk memerankan salah satu tokoh antagonisnya." Amy tersenyum miring.
Perempuan itu perlahan melangkah mendekati Jackson. Sebuah tatapan sinis Amy layangkan kepada lelaki berumur lebih dari setengah abad itu. Dia menarik kursi yang ada di depan meja kerja sang produser, lalu mendaratkan bokong ke atasnya.
"Bisakah aku mulai membuka negosiasi ini?" Amy tersenyum miring kemudian mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dari tas ranselnya.
Jackson hanya meliriknya sekilas, kemudian tertawa terbahak-bahak. Dia mengira bahwa amplop itu berisi kertas cek. Namun, dugaannya salah karena di dalam amplop itu berisi kartu as yang dipegang oleh Lily untuk menghancurkan perusahaan Jackson.
"Tikus kecil sepertimu ingin menyuapku? Memangnya berapa angka yang kamu tulis di atas kertas ini?" Jackson meraih amplop itu lalu membukanya.
Seketika tawa Jackson berhenti. Dia terbelalak dan menatap Amy heran. Di dalam amplop itu berisi beberapa foto mesranya bersama Hari. Selain itu ada alat perekam suara.
Ketika alat itu diputar ulang, terdengar percakapan antara Hari dan Jackson. Percakapan itu berisi tentang kesepakatan antara mereka berdua. Hari menawarkan tubuhnya agar mendapatkan peran utama dalam pembuatan film kali ini.
"Jadi, bagaimana Produser Han? Anda pilih yang mana? Mengganti pemeran utama sesuai keinginanku, atau mau rekaman dan foto-foto ini tersebar luas di internet seperti yang dialami oleh Ara?" Amy tersenyum lebar penuh kemenangan.
"Brengsek! Jadi semua ini rencanamu? Dasar b*jingan kecil!" umpat Jackson.
Lelaki tua itu beranjak dari kursi kemudian mendekati Amy. Dia mencekik leher perempuan itu sekuat tenaga. Amy menahan rasa sakit dan sesak untuk menyulut emosi Jackson.
Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Jay melemparkan sebuah kelereng, sehingga tepat mengenai dahi Jackson. Lelaki itu sontak melepaskan cengkeramannya dari leher Amy dan mengaduh kesakitan.
"Astaga, kamu lama sekali! Aku hampir mati!" umpat Amy seraya mengatur napas sambil terbatuk-batuk.
"Maaf, aku harus mengunci semua petugas keamanan itu di dalam toilet agar bisa masuk ke sini dengan leluasa!"
"Siapa sebenarnya kalian!" teriak Jackson penuh amarah.
"Tidak penting Anda mengetahui kamu siapa, Pak. Anda memiliki dua pilihan untuk saat ini." Jay menunjukkan dua jarinya kepada Jackson.
"Mengganti pemeran utama wanita," ucap Jay sembari melipat jari telunjuknya.
"Atau ... semua kebusukan Anda tersebar ke media? Saya bisa memastikan jika itu terjadi, Anda akan kehilangan semuanya. Nama besar, kepercayaan masyarakat, bahkan keluarga Anda akan hancur!" ancam Jay seraya tersenyum miring.
Akhirnya Jackson memutuskan untuk mengganti Hari dengan Mika. Dia langsung menghubungi Boby, dan meminta mengulang proses syuting pada skene yang diperankan oleh Hari.
Setelah memastikan apa yang mereka inginkan terpenuhi, Jay dan Amy langsung keluar dari ruangan itu. Begitu pintu tertutup keduanya langsung bersorak puas. Menjalankan misi yang diberikan oleh Lily memang selalu menyenangkan.
Keduanya kembali menemukan gairah hidup setelah merasakan penindasan selama bertahun-tahun. Mereka menjadi jauh lebih kuat dan optimis. Semua berkat Lily. Ya, tujuannya mengajak mereka bekerja sama karena ingin membangun kembali mental Jay dan Amy yang rusak akibat penindasan yang mereka alami di masa lalu.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
stop Bullying seharusnya ...
tp ternyata masih banyak yg melakukan pembullyan....
Miris....
2023-03-11
1
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
Kepo....,😆😆😆😆
2023-03-11
0
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
Ya ampun...
aku tdk mendugong kalo Hari main gila sama produser Han...😱😱😱😱😱
2023-03-11
1