BAB 17. PINGSAN

"Kanaya, tidak bisakah Kau menerima kehadiranku? Sebenarnya Aku tidak ingin pernikahan kita hanya berjalan selama tiga bulan saja, Aku ingin pernikahan ini selama nya. Kanaya, kita juga bisa saling mencintai. Aku juga bisa memberikanmu cinta dan Aku yakin Kau juga pasti akan bisa mencintaiku."

Mendengar ucapan suaminya, Kanaya langsung menarik tangannya namun tidak mengucapkan apapun. Rasanya sudah begitu lelah mengeluarkan semua amarah yang tidak akan ada akhirnya melihat sikap Keenan yang hanya diam saja atas perlakuannya. Kanaya hanya menggeleng pelan kepalanya sebagai jawaban.

"Kanaya, tidakkah Kau berpikir atas apa yang terjadi pada kita berdua tidak hanya sebuah kebetulan ataupun kesialan. Melainkan atas kehendak Tuhan untuk mempertemukan dan menyatukan kita."

"Tidak! Bagiku, kejadian malam itu hal paling terkutuk yang pernah aku alami. Kau bukan hanya merenggut masa depanku, tapi kau juga sudah merenggut kebahagiaan ku bersama Bang Damar!" Tukas Kanaya.

"Maafkan Aku, Kanaya. Maafkan atas perbuatan ku malam itu. Seharusnya Aku bisa mengontrol diriku, tapi Aku begitu tidak berdaya dan...

"Sudah, jangan katakan apapun lagi. Sebaiknya Kau keluar dari kamarku dan jangan ganggu Aku lagi! Jalani tiga bulan ini tanpa saling mengusik, aku mohon Keenan Erlangga!" Kanaya sampai mengatupkan kedua tangannya didepan suaminya.

Membuat Keenan langsung menunduk, dan pada akhirnya hanya bisa mengalah dan tidak ingin membuat Kanaya semakin marah dan membenci dirinya.

Keenan keluar dari kamar Kanaya dengan perasaan yang berkecamuk, ia ingin sekali mempertahankan rumah tangga ini. Namun, disisi lain akan ada hati yang tersakiti bila nekat menuruti ego. Bukan hanya Kanaya, tetapi Damar juga akan tersakiti. Lihatlah beberapa hari ini, sang adik yang begitu mengayomi dirinya kini telah melempar permusuhan padanya. Tak ada lagi sikap ramah yang Damar tunjukkan padanya.

Dengan langkah gontai, Keenan berjalan menuju ruang tamu. Keenan hanya bisa pasrah menjalani ini semua hingga waktu terus berjalan.

Satu Minggu...

Dua Minggu...

Tiga Minggu...

Empat Minggu...

Satu bulan....

Dua bulan....

Dan kini tiga bulan pun telah berlalu.

Meskipun sudah mengetahui dimana tempat tinggal wanita yang ingin menjebaknya itu, namun hingga saat ini Keenan masih belum menemuinya karena sejak dua bulan terakhir kondisi kesehatannya tidak stabil.

.

.

.

.

.

"Keenan, Aku perhatikan sudah dua bulan Kau selalu terlihat lesu dan wajahmu juga terlihat sedikit pucat, apa sebaiknya kau periksa kerumah sakit saja? Aku khawatir Kau menderita sakit yang cukup serius, apalagi Kau juga sering mengalami pusing dan mual bahkan muntah." Ujar Arland. Yah selama dua bulan ini ia tak lepas memperhatikan gelagat Keenan yang seperti orang sakit namun tetap melakukan semua pekerjaannya dengan baik.

"Tidak perlu, Arland. Mungkin hanya sedikit bermasalah di lambung ku. Minum minuman yang hangat Aku sudah merasa baikan." Jawab Keenan, laki-laki yang telah menyandang status suami itu tampak fokus pada layar laptopnya meski keluhan kembali ia rasakan.

"Tapi itu hanya meredakan, bukan menghilangkan sakit mu." Ujar Arland lagi.

Keenan tersenyum, ia menutup laptopnya kemudian menatap Arland dengan serius.

"Mungkin Aku hanya stres memikirkan waktu yang terus berjalan, ini sudah tiga bulan dan tidak akan lama lagi Damar dan Kanaya akan menagih janji." Keenan mendesah panjang memikirkan hal itu, terlebih beberapa hari ini Istri dan Adiknya sudah sering bertemu dan pernah sekali ia mendengar mereka membicarakan perceraian itu. Hatinya sangat sakit namun ia tidak bisa berbuat apapun.

"Keenan, jika itu penyebabnya kurasa kau terlalu berlebihan, sejak awal kau sudah menyetujui persyaratan yang diberikan Damar. Dan jangan membuat dirimu sendiri tersiksa seperti ini." Arland menasehati.

Pintu ruangan Keenan terbuka, dadanya seketika sesak melihat siapa yang datang.

Damar berjalan masuk dengan menggandeng tangan Kanaya begitu mesra, tak bisa Keenan pungkiri ia merasa cemburu dan sakit melihat hal tersebut. Meski Kanaya sejak awal memang milik adiknya, tapi selama tiga bulan ini Keenan tidak bisa mengenyahkan jika ada sebuah rasa yang tumbuh di hatinya untuk Kanaya.

Keenan pun tahu jika kedatangan mereka hari ini pasti untuk menagih janji.

"Kalian sudah pasti tahu tujuan kedatangan kami hari ini?" Ucap Damar, menatap Keenan dan Arland bergantian.

Arland beranjak dari hadapan Keenan dan berpindah ke sebuah sofa.

"Silahkan duduk dulu," ujar Keenan, masih berusaha terlihat baik-baik saja meski ucapan dan hatinya tidak sejalan.

Damar dan Kanaya pun duduk tepat dihadapan Keenan.

"Ini sudah tiga bulan, dan Kanaya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda jika dirinya hamil. Jadi Bang Keenan tunggu apalagi? Hari ini juga Aku mau Bang Keenan daftarkan perceraian kalian!"

Mendadak kepala Keenan berdenyut sakit, sebisanya ia menahan. Ia mengangkat pandangan menatap Kanaya.

"Kanaya, apa kau yakin jika tidak hamil?" Tanya Keenan memastikan lagi.

Kanaya mengangguk dengan mantap meski sebenarnya ada kekhawatiran dihatinya, sebenarnya sejak dua bulan terakhir jadwal tamu bulanannya tidak normal seperti biasanya. Ada hanya sedikit dan hanya berupa flek yang terkadang ada terkadang tidak. Namun, Kanaya benar-benar yakin jika dirinya tidak hamil, karena ia tidak pernah mengalami keluhan yang dialami oleh wanita hamil pada umumnya.

"Bang Keenan lihat sendiri, semuanya sudah jelas. Aku meminta Kanaya ku kembali!" Ujar Damar dengan tegas.

"Dan aku tidak mau tahu, untuk menjelaskan pada orangtua kita itu menjadi urusan Bang Damar." ucapnya lagi menekankan.

"Iya Damar, kau tidak perlu khawatir untuk itu dan hari ini juga Bang Keenan akan daftarkan perceraian Kami." Dengan berat hati Keenan mengatakan, namun dihatinya terbesit kata andai. Andaikan saja Damar mau merelakan Kanaya untuknya, dan Kanaya mau menerima dirinya sepenuhnya sebagai Suami.

"Bagus." Damar kembali menggenggam tangan Kanaya, mengajak kekasihnya itu segera pergi.

Melihat pemandangan didepannya, membuat kepala Keenan semakin berdenyut sakit, ia sampai meremas rambutnya dengan kuat sembari memejamkan mata. Dan di detik berikutnya, ia ambruk dari kursi kebesarannya.

"Keenan...!" Teriak Arland kemudian bergegas menghampiri Keenan yang sudah tergeletak di atas lantai.

Damar dan Kanaya yang baru akan melangkah keluar dari ruangan segera berbalik melihat apa yang terjadi.

Mendadak, Damar juga terlihat khawatir melihat keadaan kakaknya. Tanpa sadar ia melepas genggaman Kanaya dan segera berlari menghampiri Arland yang sedang berusaha mengangkat Keenan dari lantai.

"Ayo aku bantu." Damar pun membantu Arland, mereka segera membawa Keenan keluar menuju mobil.

Kanaya membuntut dibelakang ketiga lelaki itu dengan pertanyaan dibenaknya. Bagaimana bisa Keenan tiba-tiba saja tidak sadarkan diri padahal sebelumnya terlihat baik-baik saja.

Beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka pun turut membantu membawa atasan mereka menuju mobil.

Setelah memasukkan Keenan kedalam mobil, Damar meminta Kanaya untuk duduk didepan bersama Arland, sementara Damar sendiri menemani Keenan dibelakang. Tak bisa ia pungkiri, rasa khawatir begitu besar melihat Keenan seperti ini, selama ini tidak pernah sekalipun ia melihat Keenan sampai tak sadarkan diri meskipun sedang sakit.

Terpopuler

Comments

Wirda Wati

Wirda Wati

rasain Kanaya sekarang kamu hamil

2023-09-24

3

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

itu gara-gara kamu sama naya mar, itu yang hamil naya tp yg mendapat gejala-gejala keenan

2023-06-21

1

Aas Azah

Aas Azah

sudah pasti Kanaya hamil dan Kenan yg mengalami gejala nya

2023-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERNODA
2 BAB 2. MENGHILANGKAN NODA
3 BAB 3. AKAN MENCARI
4 BAB 4. MEMERIKSA CCTV
5 BAB 5. BAGAIMANA JIKA DIA HAMIL?
6 BAB 6. IZIN MENIKAHI
7 BAB 7. PERMINTAAN KANAYA
8 BAB 8. PERNIKAHAN
9 BAB 9. PERMOHONAN ANIN
10 BAB 10. BUKAN RANJANG KU
11 BAB 11. MINTA PINDAH
12 BAB 12. PERSIAPAN PINDAH
13 BAB 13. SERBA BARU
14 BAB 14. AKU BUKAN PEMBANTUMU!
15 BAB 15. MINTA TOLONG MAMA
16 BAB 16. MEMASTIKAN
17 BAB 17. PINGSAN
18 BAB 18. SINDROM CAUVADE
19 BAB 19. PERTAHANKAN BAYI ITU!
20 BAB 20. SEPAKAT BERPISAH
21 BAB 21. MENCARI TAHU
22 BAB 22. AKAN MENJAGA KALIAN
23 BAB 23. SEBENARNYA
24 BAB 24. MENCURI C!UMAN
25 BAB 25. AW?
26 BAB 26. APA DIA LAKI-LAKI NORMAL?
27 BAB 27. BERTEMU
28 BAB 28. OGAH!
29 BAB 29. JANGAN PAKSA AKU!
30 BAB 30. MERASA KEHILANGAN
31 BAB 31. JANGAN MENDIAMI AKU
32 BAB 32. ZARA
33 BAB 33. TERUNGKAP
34 BAB 34. MAAF
35 BAB 35. TENTANG VINO, TANIA DAN ELZA
36 BAB 36. KHILAF
37 BAB 37. HANYA BERTEMAN.
38 BAB 38. VERA
39 BAB 39. MAU KULIAH?
40 BAB 40. AJARI AKU MENCINTAIMU
41 BAB 41. MAU LAHIRAN
42 BAB 42. MELAHIRKAN
43 BAB 43. BAYI CANTIK
44 BAB 44. PULANG
45 BAB 45. BUAT NYA GAK SENGAJA
46 BAB 46. VANIA HILANG?
47 BAB 47. KE KANTOR POLISI
48 BAB 48. MERASA DEKAT
49 BAB 49. DI SEKAP
50 BAB 50. SUARA ITU
51 BAB 51. UNGKAPAN VANIA
52 BAB 52. LEPASKAN AKU!
53 BAB 53. KANAYA...
54 BAB 54. DONOR DARAH
55 BAB 55. SAYANG, DOAKAN MAMA
56 BAB 56. I LOVE YOU, ISTRIKU
57 BAB 57. I LOVE YOU TOO, SUAMIKU
58 BAB 58. PEMANDANGAN MENYEJUKKAN MATA
59 BAB 59. MALU
60 BAB 60. PEMAKAMAN ZARA
61 BAB 61. PULANG
62 BAB 62. SIAPA ALISYA?
63 BAB 63. ALISYA ERLANGGA
64 BAB 64. AKAN MENCOBA LAGI
65 BAB 65. MENEMUI KANAYA
66 BAB 66. INGIN TES DNA
67 BAB 67. TES DNA
68 BAB 68. HASIL DNA
69 BAB 69. MENOLAK PERCAYA
70 BAB 70. BUKAN ANAK AYAH IBU
71 BAB 71. PAPA
72 BAB 72. KORBAN CINTA BUTA
73 BAB 73. PADAHAL ENAK LOH
74 BAB 74. SUKA BUKAN BERARTI NAKSIR
75 BAB 75. PENGAKUAN
76 BAB 76. MAU MAKANAN PEMBUKA
77 BAB 77. KABAR BAHAGIA
78 BAB 78. LAMARAN
79 BAB 79. PERASAAN YANG SAMA
80 BAB 80. PERNIKAHAN
81 BAB 81. MALAM PANJANG
82 KARYA BARU!
83 PROMOSI= REVENGE MARRIAGE
84 UPDATE KARYA BARU
85 DIKHIANATI SUAMI, DICINTAI BOS
86 KARYA BARU [ MUTIARA HITAM]
87 KARYA BARU
88 RAHASIA HATI
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1. TERNODA
2
BAB 2. MENGHILANGKAN NODA
3
BAB 3. AKAN MENCARI
4
BAB 4. MEMERIKSA CCTV
5
BAB 5. BAGAIMANA JIKA DIA HAMIL?
6
BAB 6. IZIN MENIKAHI
7
BAB 7. PERMINTAAN KANAYA
8
BAB 8. PERNIKAHAN
9
BAB 9. PERMOHONAN ANIN
10
BAB 10. BUKAN RANJANG KU
11
BAB 11. MINTA PINDAH
12
BAB 12. PERSIAPAN PINDAH
13
BAB 13. SERBA BARU
14
BAB 14. AKU BUKAN PEMBANTUMU!
15
BAB 15. MINTA TOLONG MAMA
16
BAB 16. MEMASTIKAN
17
BAB 17. PINGSAN
18
BAB 18. SINDROM CAUVADE
19
BAB 19. PERTAHANKAN BAYI ITU!
20
BAB 20. SEPAKAT BERPISAH
21
BAB 21. MENCARI TAHU
22
BAB 22. AKAN MENJAGA KALIAN
23
BAB 23. SEBENARNYA
24
BAB 24. MENCURI C!UMAN
25
BAB 25. AW?
26
BAB 26. APA DIA LAKI-LAKI NORMAL?
27
BAB 27. BERTEMU
28
BAB 28. OGAH!
29
BAB 29. JANGAN PAKSA AKU!
30
BAB 30. MERASA KEHILANGAN
31
BAB 31. JANGAN MENDIAMI AKU
32
BAB 32. ZARA
33
BAB 33. TERUNGKAP
34
BAB 34. MAAF
35
BAB 35. TENTANG VINO, TANIA DAN ELZA
36
BAB 36. KHILAF
37
BAB 37. HANYA BERTEMAN.
38
BAB 38. VERA
39
BAB 39. MAU KULIAH?
40
BAB 40. AJARI AKU MENCINTAIMU
41
BAB 41. MAU LAHIRAN
42
BAB 42. MELAHIRKAN
43
BAB 43. BAYI CANTIK
44
BAB 44. PULANG
45
BAB 45. BUAT NYA GAK SENGAJA
46
BAB 46. VANIA HILANG?
47
BAB 47. KE KANTOR POLISI
48
BAB 48. MERASA DEKAT
49
BAB 49. DI SEKAP
50
BAB 50. SUARA ITU
51
BAB 51. UNGKAPAN VANIA
52
BAB 52. LEPASKAN AKU!
53
BAB 53. KANAYA...
54
BAB 54. DONOR DARAH
55
BAB 55. SAYANG, DOAKAN MAMA
56
BAB 56. I LOVE YOU, ISTRIKU
57
BAB 57. I LOVE YOU TOO, SUAMIKU
58
BAB 58. PEMANDANGAN MENYEJUKKAN MATA
59
BAB 59. MALU
60
BAB 60. PEMAKAMAN ZARA
61
BAB 61. PULANG
62
BAB 62. SIAPA ALISYA?
63
BAB 63. ALISYA ERLANGGA
64
BAB 64. AKAN MENCOBA LAGI
65
BAB 65. MENEMUI KANAYA
66
BAB 66. INGIN TES DNA
67
BAB 67. TES DNA
68
BAB 68. HASIL DNA
69
BAB 69. MENOLAK PERCAYA
70
BAB 70. BUKAN ANAK AYAH IBU
71
BAB 71. PAPA
72
BAB 72. KORBAN CINTA BUTA
73
BAB 73. PADAHAL ENAK LOH
74
BAB 74. SUKA BUKAN BERARTI NAKSIR
75
BAB 75. PENGAKUAN
76
BAB 76. MAU MAKANAN PEMBUKA
77
BAB 77. KABAR BAHAGIA
78
BAB 78. LAMARAN
79
BAB 79. PERASAAN YANG SAMA
80
BAB 80. PERNIKAHAN
81
BAB 81. MALAM PANJANG
82
KARYA BARU!
83
PROMOSI= REVENGE MARRIAGE
84
UPDATE KARYA BARU
85
DIKHIANATI SUAMI, DICINTAI BOS
86
KARYA BARU [ MUTIARA HITAM]
87
KARYA BARU
88
RAHASIA HATI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!