BAB 16. MEMASTIKAN

Seperti perkiraan Keenan, Kanaya tidak akan bisa menolak jika mamanya yang membujuk.

Tepat pukul tujuh malam, Kanaya sudah tampil cantik dengan gaun putih yang berwarna senada dengan jas yang dikenakan oleh Keenan, mereka berdua sudah terlihat seperti pasangan pengantin yang akan menaiki pelaminan, padahal hanya akan menghadiri acara makan malam bersama para rekan bisnis Keenan.

"Cantik banget menantu Mama," Tania mencubit kedua pipi Kanaya dengan gemas, sejenak ia melupakan kegundahan hatinya tentang rumah tangga putranya.

"Anak Mama juga tampan sekali." Tania berpindah mencubit kedua pipi putranya.

"Siapa dulu dong Papanya." Sahut Vino yang duduk dengan santainya di sofa.

"Semoga gak ketularan mesumnya." Ucap Tania dengan pelan, namun masih dapat didengar oleh suaminya itu.

"Ya gak apa-apa dong mesum sama istri sendiri. Malah halal dan terjamin." Kekeh Vino. "Ya gak, Keenan?"

Keenan hanya menanggapi dengan senyuman kecut.

'Jangankan buat mesum, Pa. Dekat-dekat aja gak bisa.' Ucapnya dalam hati.

"Ya udah Ma, Pa. Kami berangkat dulu, Kami pasti sudah ditunggu." Ujar Keenan mengalihkan pembicaraan.

"Hati-hati dijalan, Mama sama Papa juga mau langsung pulang. Kalian jangan malam-malam pulangnya, kasihan menantu Mama nanti kelelahan." Ujar Tania, ia menatap menantu dan putranya bergantian. Berharap apa yang ia cemaskan tidaklah benar.

.

.

.

Tiba ditempat yang sudah dijanjikan, sebuah restoran berbintang lima. Kanaya dan Keenan disambut dengan hangat oleh para rekan bisnisnya. Mereka juga memuji Kanaya yang ternyata sangat cantik dan juga masih muda.

"Gak nyangka, Pak Keenan suka yang daun muda rupanya." Canda salah satu rekannya. Bagaimana tidak, usia Keenan mendekati kepala tiga sementara Kanaya sendiri berusia sembilan belas tahun.

Makan malam itu berjalan khidmat, sesekali mereka bercanda mengolok sepasang pengantin baru itu. Membuat Keenan tersipu sementara Kanaya mendengus kesal dalam hati dan duduknya sudah merasa tidak nyaman. Bagaimana tidak, rekan suaminya itu dengan blak-blakan membahas masalah anak yang sama sekali tidak diinginkan oleh Kanaya hadir diantara dirinya dan Keenan. Yah, Kanaya sangat berharap jika kejadian malam itu tak meninggalkan jejak dalam dirinya.

Tiga jam terlewat, Keenan pun berpamitan pada para rekannya yang membuat Kanaya langsung menghembuskan nafas lega.

Saat akan keluar dari restoran, pandangan Keenan tertuju pada seorang wanita yang cukup familiar dimatanya. Namun, Keenan masih mencoba mengingat dimana ia pernah melihat wanita itu.

"Dia ...." Kedua mata Keenan seketika terbelalak saat mengingat siapa wanita itu.

Yah, dialah wanita yang ingin menjebaknya malam itu.

'Sekarang juga Kamu harus memberi penjelasan.'

Keenan menarik tangan Kanaya, membawanya menuju dimana wanita itu berada.

Deg...

Wanita yang dihampiri Keenan itu terkejut melihat kedatangan Keenan, dia masih ingat betul dengan laki-laki yang sudah berdiri dihadapannya ini. Laki-laki yang hampir masuk kedalam perangkapnya atas perintah ibu sambungannya.

'Sial! Sepertinya dia mengenali ku. Aku harus segera pergi dari sini.' Dengan cepat ia mengambil tasnya kemudian berdiri.

Namun, sebelum ia melangkah tangannya sudah dicekal oleh Keenan.

"Jangan berpikir untuk melarikan diri, Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu malam itu. Gara-gara kamu, seorang gadis menjadi korbannya." Keenan berucap dengan begitu emosinya sehingga mengundang perhatian orang sekitar, ia pun tidak sadar mencengkeram erat tangan wanita itu sehingga si pemilik tangan merintih kesakitan.

"Maaf, sepertinya Anda salah orang." Wanita itu mencoba berkilah, namun Keenan tidak bodoh dan akan melepaskan begitu saja.

"Jangan berpura-pura tidak tahu apapun, sekarang Kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu."

Sebelum Keenan menarik tangan wanita itu untuk membawanya, wanita itu dengan cepat menginjak kaki Keenan sehingga cengkeraman Keenan terlepas dan wanita itu segera berlari sekencang mungkin.

"Hei jangan pergi!" Teriak Keenan sambil merintih kesakitan.

Kanaya yang berdiri di samping suaminya hanya diam saja, dari pembicaraan Keenan ia pun mengerti jika wanita itulah yang mencoba menjebak Keenan dan dirinya yang menjadi korban pelampiasan. Namun, Kanaya tak perduli apapun lagi karena tindakan apapun yang akan dilakukan Keenan pada wanita itu tak akan mengubah apapun. Yang sudah terenggut darinya tidak akan bisa kembali lagi.

Keenan hendak mengejar, namun melihat Kanaya yang hanya diam saja membuat ia mengurungkan niatnya.

"Kanaya, wanita itu dialah yang...

"Tidak perlu menjelaskan apapun," potong Kanaya. "Maupun wanita itu kau bunuh dihadapan ku tak akan bisa mengembalikan apa yang sudah kau renggut dariku." Tukasnya.

Keenan menundukkan kepalanya, Kanaya benar. Hukuman apapun yang ia berikan pada wanita itu tidak akan mengubah apapun. Hanya saja Keenan ingin tahu alasan wanita itu ingin menjebaknya.

Keenan pun memutuskan untuk mengajak Kanaya pulang, untuk wanita itu akan ia urus nanti .

Sesampainya di rumah, Keenan langsung menarik tangan Kanaya yang hendak masuk. Keenan dengan cepat mencegah karena jika istrinya itu sudah masuk ke kamar maka ia akan kesulitan untuk berbicara.

Tatapan Keenan tertuju pada kartu kredit yang ia letakkan didepan kamar Kanaya tadi pagi. Dengan masih memegang tangan Kanaya, ia menunduk mengambil kartu itu.

"Kenapa kartu ini masih ada disini?" Tanya Keenan dengan lirih. Ia merasa kecewa karena Kanaya tak mengambil pemberiannya.

"Itu bukan milikku jadi untuk apa Aku mengambilnya." Tukas Kanaya.

"Tapi ini adalah hakmu, Kanaya." Perlahan ia melonggarkan genggaman tangan Kanaya.

"Aku sudah bilang, aku tidak akan mau mengambil apapun pemberianmu!" Kanaya langsung menarik tangannya dari genggaman Keenan. Ia berbalik hendak masuk ke kamar, dan sebelum pintu kamarnya tertutup dengan cepat Keenan menyusul masuk.

Membuat Kanaya berteriak marah.

"Keluar dari kamarku!"

"Aku akan keluar asalkan Kau berjanji akan menerima semua pemberianku. Kanaya, setidaknya izinkan Aku tetap menafkahi mu meskipun pernikahan ini sama sekali tidak kau inginkan."

"Sudah kubilang aku tidak membutuhkan apapun darimu, kenapa tidak kau sudahi saja pernikahan ini? Aku sudah muak melihatmu!" Teriak Kanaya.

"Aku tidak akan mengakhiri pernikahan ini sebelum Aku memastikan sesuatu." Balas Keenan namun dengan nada yang pelan. Ia sekuat tenaga berusaha agar tidak tersulut emosi seperti Kanaya.

"Memastikan apa, huh?"

"Memastikan jika kejadian malam itu tidak akan membuatmu mengandung anakku."

Ucapan Keenan bagaikan sambaran petir bagi Kanaya, ia langsung terduduk lemas di tepi tempat tidur.

Keenan pun merendahkan tubuhnya bersimpuh di hadapan Kanaya.

"Tidak, aku yakin tidak akan hamil anakmu." Ucap Kanaya dengan lirih, ia sudah merasa lelah mengeluarkan semua emosinya.

Keenan pun memberanikan diri menggenggam tangan Kanaya, entah sadar atau tidak Kanaya hanya diam saja seolah tidak merasakan genggaman suaminya.

"Hanya tiga bulan, Kanaya. Untuk memastikan itu semua, maka dari itu aku mohon tolong jangan tolak apapun pemberianku selagi kita masih berstatus suami Istri. Aku tidak akan menuntut apapun darimu, aku hanya ingin menafkahi mu sebagaimana kewajiban ku sebagai suami, karena aku tidak ingin menjadi suami yang tak bertanggung jawab."

Terpopuler

Comments

Rafly Rafly

Rafly Rafly

Anda terlalu sabar pak Keenan...jgn jadi laki laki lemah

2025-03-31

0

febby fadila

febby fadila

ini kanaya nggak punya akhlak apa gimana siii...

2025-03-17

0

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

akhlaknya gimana gitu

2025-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERNODA
2 BAB 2. MENGHILANGKAN NODA
3 BAB 3. AKAN MENCARI
4 BAB 4. MEMERIKSA CCTV
5 BAB 5. BAGAIMANA JIKA DIA HAMIL?
6 BAB 6. IZIN MENIKAHI
7 BAB 7. PERMINTAAN KANAYA
8 BAB 8. PERNIKAHAN
9 BAB 9. PERMOHONAN ANIN
10 BAB 10. BUKAN RANJANG KU
11 BAB 11. MINTA PINDAH
12 BAB 12. PERSIAPAN PINDAH
13 BAB 13. SERBA BARU
14 BAB 14. AKU BUKAN PEMBANTUMU!
15 BAB 15. MINTA TOLONG MAMA
16 BAB 16. MEMASTIKAN
17 BAB 17. PINGSAN
18 BAB 18. SINDROM CAUVADE
19 BAB 19. PERTAHANKAN BAYI ITU!
20 BAB 20. SEPAKAT BERPISAH
21 BAB 21. MENCARI TAHU
22 BAB 22. AKAN MENJAGA KALIAN
23 BAB 23. SEBENARNYA
24 BAB 24. MENCURI C!UMAN
25 BAB 25. AW?
26 BAB 26. APA DIA LAKI-LAKI NORMAL?
27 BAB 27. BERTEMU
28 BAB 28. OGAH!
29 BAB 29. JANGAN PAKSA AKU!
30 BAB 30. MERASA KEHILANGAN
31 BAB 31. JANGAN MENDIAMI AKU
32 BAB 32. ZARA
33 BAB 33. TERUNGKAP
34 BAB 34. MAAF
35 BAB 35. TENTANG VINO, TANIA DAN ELZA
36 BAB 36. KHILAF
37 BAB 37. HANYA BERTEMAN.
38 BAB 38. VERA
39 BAB 39. MAU KULIAH?
40 BAB 40. AJARI AKU MENCINTAIMU
41 BAB 41. MAU LAHIRAN
42 BAB 42. MELAHIRKAN
43 BAB 43. BAYI CANTIK
44 BAB 44. PULANG
45 BAB 45. BUAT NYA GAK SENGAJA
46 BAB 46. VANIA HILANG?
47 BAB 47. KE KANTOR POLISI
48 BAB 48. MERASA DEKAT
49 BAB 49. DI SEKAP
50 BAB 50. SUARA ITU
51 BAB 51. UNGKAPAN VANIA
52 BAB 52. LEPASKAN AKU!
53 BAB 53. KANAYA...
54 BAB 54. DONOR DARAH
55 BAB 55. SAYANG, DOAKAN MAMA
56 BAB 56. I LOVE YOU, ISTRIKU
57 BAB 57. I LOVE YOU TOO, SUAMIKU
58 BAB 58. PEMANDANGAN MENYEJUKKAN MATA
59 BAB 59. MALU
60 BAB 60. PEMAKAMAN ZARA
61 BAB 61. PULANG
62 BAB 62. SIAPA ALISYA?
63 BAB 63. ALISYA ERLANGGA
64 BAB 64. AKAN MENCOBA LAGI
65 BAB 65. MENEMUI KANAYA
66 BAB 66. INGIN TES DNA
67 BAB 67. TES DNA
68 BAB 68. HASIL DNA
69 BAB 69. MENOLAK PERCAYA
70 BAB 70. BUKAN ANAK AYAH IBU
71 BAB 71. PAPA
72 BAB 72. KORBAN CINTA BUTA
73 BAB 73. PADAHAL ENAK LOH
74 BAB 74. SUKA BUKAN BERARTI NAKSIR
75 BAB 75. PENGAKUAN
76 BAB 76. MAU MAKANAN PEMBUKA
77 BAB 77. KABAR BAHAGIA
78 BAB 78. LAMARAN
79 BAB 79. PERASAAN YANG SAMA
80 BAB 80. PERNIKAHAN
81 BAB 81. MALAM PANJANG
82 KARYA BARU!
83 PROMOSI= REVENGE MARRIAGE
84 UPDATE KARYA BARU
85 DIKHIANATI SUAMI, DICINTAI BOS
86 KARYA BARU [ MUTIARA HITAM]
87 KARYA BARU
88 RAHASIA HATI
89 KARYA BARU==>[Bukan] Muhalil
90 KARYA BARU [RAHASIA HATI 2]
91 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
92 Janji CINTA
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. TERNODA
2
BAB 2. MENGHILANGKAN NODA
3
BAB 3. AKAN MENCARI
4
BAB 4. MEMERIKSA CCTV
5
BAB 5. BAGAIMANA JIKA DIA HAMIL?
6
BAB 6. IZIN MENIKAHI
7
BAB 7. PERMINTAAN KANAYA
8
BAB 8. PERNIKAHAN
9
BAB 9. PERMOHONAN ANIN
10
BAB 10. BUKAN RANJANG KU
11
BAB 11. MINTA PINDAH
12
BAB 12. PERSIAPAN PINDAH
13
BAB 13. SERBA BARU
14
BAB 14. AKU BUKAN PEMBANTUMU!
15
BAB 15. MINTA TOLONG MAMA
16
BAB 16. MEMASTIKAN
17
BAB 17. PINGSAN
18
BAB 18. SINDROM CAUVADE
19
BAB 19. PERTAHANKAN BAYI ITU!
20
BAB 20. SEPAKAT BERPISAH
21
BAB 21. MENCARI TAHU
22
BAB 22. AKAN MENJAGA KALIAN
23
BAB 23. SEBENARNYA
24
BAB 24. MENCURI C!UMAN
25
BAB 25. AW?
26
BAB 26. APA DIA LAKI-LAKI NORMAL?
27
BAB 27. BERTEMU
28
BAB 28. OGAH!
29
BAB 29. JANGAN PAKSA AKU!
30
BAB 30. MERASA KEHILANGAN
31
BAB 31. JANGAN MENDIAMI AKU
32
BAB 32. ZARA
33
BAB 33. TERUNGKAP
34
BAB 34. MAAF
35
BAB 35. TENTANG VINO, TANIA DAN ELZA
36
BAB 36. KHILAF
37
BAB 37. HANYA BERTEMAN.
38
BAB 38. VERA
39
BAB 39. MAU KULIAH?
40
BAB 40. AJARI AKU MENCINTAIMU
41
BAB 41. MAU LAHIRAN
42
BAB 42. MELAHIRKAN
43
BAB 43. BAYI CANTIK
44
BAB 44. PULANG
45
BAB 45. BUAT NYA GAK SENGAJA
46
BAB 46. VANIA HILANG?
47
BAB 47. KE KANTOR POLISI
48
BAB 48. MERASA DEKAT
49
BAB 49. DI SEKAP
50
BAB 50. SUARA ITU
51
BAB 51. UNGKAPAN VANIA
52
BAB 52. LEPASKAN AKU!
53
BAB 53. KANAYA...
54
BAB 54. DONOR DARAH
55
BAB 55. SAYANG, DOAKAN MAMA
56
BAB 56. I LOVE YOU, ISTRIKU
57
BAB 57. I LOVE YOU TOO, SUAMIKU
58
BAB 58. PEMANDANGAN MENYEJUKKAN MATA
59
BAB 59. MALU
60
BAB 60. PEMAKAMAN ZARA
61
BAB 61. PULANG
62
BAB 62. SIAPA ALISYA?
63
BAB 63. ALISYA ERLANGGA
64
BAB 64. AKAN MENCOBA LAGI
65
BAB 65. MENEMUI KANAYA
66
BAB 66. INGIN TES DNA
67
BAB 67. TES DNA
68
BAB 68. HASIL DNA
69
BAB 69. MENOLAK PERCAYA
70
BAB 70. BUKAN ANAK AYAH IBU
71
BAB 71. PAPA
72
BAB 72. KORBAN CINTA BUTA
73
BAB 73. PADAHAL ENAK LOH
74
BAB 74. SUKA BUKAN BERARTI NAKSIR
75
BAB 75. PENGAKUAN
76
BAB 76. MAU MAKANAN PEMBUKA
77
BAB 77. KABAR BAHAGIA
78
BAB 78. LAMARAN
79
BAB 79. PERASAAN YANG SAMA
80
BAB 80. PERNIKAHAN
81
BAB 81. MALAM PANJANG
82
KARYA BARU!
83
PROMOSI= REVENGE MARRIAGE
84
UPDATE KARYA BARU
85
DIKHIANATI SUAMI, DICINTAI BOS
86
KARYA BARU [ MUTIARA HITAM]
87
KARYA BARU
88
RAHASIA HATI
89
KARYA BARU==>[Bukan] Muhalil
90
KARYA BARU [RAHASIA HATI 2]
91
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
92
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!