BAB 20. SEPAKAT BERPISAH

Sesampainya di kediaman Erlangga, mereka semua langsung disambut oleh Anin dan Aryan.

Sejenak Kanaya melupakan kesedihannya melihat sang adik, ia menenggelamkan tubuh mungil Aryan kedalam pelukannya. Meluapkan rasa rindu yang sudah jarang bertemu.

"Kak Kanaya dan Bang Keenan akan tinggal disini lagi? Tanya Aryan sembari melepas pelukannya.

Kanaya mengangguk yang membuat Aryan bersorak senang.

Mereka semua pun masuk kedalam rumah, Tania meminta Kanaya untuk membawa Keenan beristirahat di kamar dan Kanaya pun juga harus banyak beristirahat untuk menjaga kehamilannya.

.

.

.

Di dalam kamar...

"Terima kasih ya, karena sudah bersedia tinggal disini lagi." Ujar Keenan.

"Terima kasih juga karena kau akan mempertahankan bayi kita, aku tahu kau tidak akan tega membunuh darah daging mu sendiri." Lanjutnya.

"Kita lihat saja nanti!" Tukas Kanaya.

Keenan tersenyum getir, ucapan Kanaya barusan terdengar seperti kalimat ancaman.

"Aku ingin bertemu Bang Damar." Ucap Kanaya lagi yang membuat Keenan tersentak.

"Kenapa?"

"Aku ingin meluruskan permasalahan ku dengannya." Jawab Kanaya.

"Baiklah, nanti malam Aku akan menemanimu dengan alasan ingin membeli makanan, karena Mama tidak akan mengizinkanmu pergi sendiri." Ujar Keenan pada akhirnya. Ia pun ingin permasalahan diantara Istri dan adiknya segera terselesaikan.

Dan Kanaya pun mengangguk, ia membawa dirinya duduk di tepi tempat tidur. Tanpa sadar ia mengusap perutnya yang masih terlihat rata, entah kenapa ia sama sekali tidak merasakan adanya sebuah kehidupan didalam rahimnya. Apakah bayinya itu tidak ingin menyusahkan dirinya karena tahu akan tidak diinginkan? Kanaya menghela nafas dengan panjang seolah membebaskan segala beban yang tercekat.

Semua itu tak lepas dari perhatian Keenan, calon ayah itu membawa dirinya duduk di samping sang istri.

"Jika dipikir, bayi kita ini sangat menyayangimu, Kanaya. Lihatlah, dia tidak membuatmu merasakan kehadirannya, akulah yang merasakannya dan rasanya benar-benar menyiksa. Kepalaku selalu terasa pusing dan mual, bahkan setiap pagi aku sampai muntah-muntah." Keenan terkekeh.

Kanaya pun sebenarnya merasa iba melihat apa yang dialami oleh Keenan dua bulan ini, namun karena ia tidak menginginkan keberadaan Keenan membuatnya mengabaikan dan berusaha tidak perduli. Dan iapun tidak tahu jika yang dialami oleh Keenan berasal dari dirinya.

.

.

.

Malam hari...

Di sebuah taman yang selalu didatangi oleh Damar dan Kanaya. Disitulah mereka berada saat ini.

Duduk berdampingan dengan sang kekasih, namun air mata Kanaya terus mengalir membanjiri pipinya. Ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Damar.

Padahal, baru tadi siang ia merasa sangat senang karena Keenan sudah akan mendaftar perceraian mereka dan kini malah kekasihnya sendiri yang menghancurkan harapannya.

"Kenapa Bang Damar? Padahal waktu itu Bang Damar pernah bilang akan menerima keadaanku, tapi kenapa sekarang Bang Damar berubah pikiran? Apa karena bayi ini, iya!'' Teriak Kanaya dengan emosi.

Damar menggeleng sembari mengusap air mata Kanaya. "Maafkan aku Kanaya, aku pun sakit kita harus berpisah. Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak ingin egois dan mengorbankan bayi yang tak berdosa itu. Aku bisa saja menjadi Ayah pengganti untuknya, tetapi bayi itu lebih membutuhkan kedua orangtuanya."

"Tapi aku lebih membutuhkanmu, Bang Damar."

"Kalahkan lah rasa ego demi bayimu, Kanaya."

Mendengar ucapan Damar membuat Kanaya semakin terisak, ia sudah tidak sanggup mendengar apapun lagi dan beberapa kali ia menggeleng berharap jika semua ini hanyalah mimpi.

Damar menarik Kanaya kedalam pelukannya, dan Kanaya pun membalas tak kalah erat. Mereka berdua berpelukan sambil menangis, menangisi perpisahan yang tidak pernah mereka harapkan.

Sementara tak jauh dari mereka, tanpa sadar Keenan meneteskan air matanya. Tangannya terkepal erat melihat sepasang kekasih itu berpelukan dengan kesedihan yang mendalam diwajah keduanya.

Melihat sepasang kekasih yang hancur karena dirinya membuat dada Keenan berdenyut nyeri.

Keenan merutuki dirinya dan mengutuk perbuatannya malam itu, andai saja kejadian itu tidak pernah terjadi, pasti saat ini Damar dan Kanaya sedang berbahagia tidak menangis seperti yang ia lihat sekarang.

Dengan segera Keenan mengusap air matanya ketika melihat Damar dan Kanaya yang berjalan kearahnya.

Damar menggenggam tangan Kanaya dan melepasnya saat sudah berada dihadapan Keenan. Meski berat, namun mereka sudah sepakat untuk berpisah demi bayi yang sedang dikandung Kanaya.

Seandainya saja Kanaya tidak hamil, Damar akan memperjuangkan kekasihnya meskipun Kanaya sudah tak memiliki mahkotanya. Namun, sekarang keadaannya berbeda, ada anak diantara Kanaya dan Keenan yang membutuhkan orangtuanya.

Sejenak hening masih mengambil alih, hingga Keenan sedikit terkejut saat Damar menyatukan tangannya dengan tangan Kanaya. Ia menatap tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh adiknya itu.

"Selama denganku, tidak pernah sekalipun aku membuat Kanaya menangis ataupun bersedih. Dan Aku mau, Bang Keenan juga melakukan itu. Membuat Kanaya selalu bahagia."

Keenan hampir tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ia masih terdiam mencoba mencerna ucapan Damar barusan.

"Damar...

Hanya itu yang mampu Keenan ucapkan, rasanya masih benar-benar tak percaya.

"Bang Keenan, aku merelakan Kanaya untuk Abang. Tapi Bang Keenan harus berjanji akan selalu membuat Kanaya bahagia, jangan pernah membuatnya bersedih apalagi sampai menangis." Ucap Damar dengan tulus. Namun, tak bisa dipungkiri hatinya benar-benar sakit harus merelakan sang kekasih untuk kakaknya sendiri.

Keenan benar-benar bahagia mendengarnya, ia langsung memeluk adiknya itu dengan erat. Kata terima kasih saja tak akan cukup membalas keikhlasan Damar.

"Iya, Bang Keenan berjanji akan selalu membuat Kanaya bahagia. Terima kasih Damar, terima kasih atas kebesaran hati mu. Bang Keenan akan selalu mendoakan kebahagiaanmu."

Keenan memeluk adiknya dengan sangat erat, Damar yang semulanya hanya diam saja perlahan mengangkat kedua tangannya membalas pelukan Keenan.

.

.

.

Pulang dengan wajah yang berseri-seri, Keenan tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, sepanjang perjalanan ia terus mengembangkan senyum meski Kanaya terus memasang wajah datar. Entah apa yang dipikirkannya.

Sesampainya di rumah, Keenan langsung mengajak Kanaya menuju kamar, tak menghiraukan keberadaan keluarganya yang berada di ruang keluarga.

Sebelum mencapai kamar, langkah mereka terhenti karena panggilan Aryan.

Keenan dan Kanaya serentak berbalik dan keduanya pun bersamaan merentangkan tangan hendak menangkap tubuh Aryan yang berlari kearah mereka.

Dan Kanaya hanya bisa tersenyum kecut karena ternyata Aryan lebih memilih membenamkan diri kedalam pelukan Keenan.

"Ada apa, hum? Kenapa belum tidur? Besok kan harus sekolah." Keenan mencubit hidung adik iparnya itu dengan gemas.

"Aku sedang menunggu kalian berdua, kata Kak Anin, didalam perut Kak Kanaya ada dedek bayinya. Apa itu benar?"

Keenan menganggukkan kepalanya, "Apa Kau senang? Sebentar lagi akan ada yang memanggilmu dengan sebutan Om Aryan."

Aryan mengangguk dengan antusias, tak perduli akan di panggil apa nantinya. Yang ada dalam benaknya saat ini, ia akan memiliki teman bermain yang baru.

"Aryan, sekarang tidurlah. Besok sekolah jangan sampai bangun kesiangan." Ujar Kanaya.

Aryan pun meminta diturunkan dari gendongan Keenan, dan segera berlari menuju kamarnya.

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

jangan khwatir damar.. kanaya akan sellu bahagia klw kanaya mau menerima takdir ini

2025-03-17

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Setelah ini aku harap kenan menepati janji nya utk tidak menyakiti Kanaya,Ingat Kenan perjuangan mu utk mendapatkan Kanaya itu susah,Jangan sia2 kan pengorbanan Damar..

2024-09-03

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ini lah yg sebaiknya,Aku salut dgn kebesaran hati Damar melepaskan Naya utk Kenan,Salah satu dari mereka harus ada yg mengalah,Biar semuanya berjalan semesti nya..

2024-09-03

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERNODA
2 BAB 2. MENGHILANGKAN NODA
3 BAB 3. AKAN MENCARI
4 BAB 4. MEMERIKSA CCTV
5 BAB 5. BAGAIMANA JIKA DIA HAMIL?
6 BAB 6. IZIN MENIKAHI
7 BAB 7. PERMINTAAN KANAYA
8 BAB 8. PERNIKAHAN
9 BAB 9. PERMOHONAN ANIN
10 BAB 10. BUKAN RANJANG KU
11 BAB 11. MINTA PINDAH
12 BAB 12. PERSIAPAN PINDAH
13 BAB 13. SERBA BARU
14 BAB 14. AKU BUKAN PEMBANTUMU!
15 BAB 15. MINTA TOLONG MAMA
16 BAB 16. MEMASTIKAN
17 BAB 17. PINGSAN
18 BAB 18. SINDROM CAUVADE
19 BAB 19. PERTAHANKAN BAYI ITU!
20 BAB 20. SEPAKAT BERPISAH
21 BAB 21. MENCARI TAHU
22 BAB 22. AKAN MENJAGA KALIAN
23 BAB 23. SEBENARNYA
24 BAB 24. MENCURI C!UMAN
25 BAB 25. AW?
26 BAB 26. APA DIA LAKI-LAKI NORMAL?
27 BAB 27. BERTEMU
28 BAB 28. OGAH!
29 BAB 29. JANGAN PAKSA AKU!
30 BAB 30. MERASA KEHILANGAN
31 BAB 31. JANGAN MENDIAMI AKU
32 BAB 32. ZARA
33 BAB 33. TERUNGKAP
34 BAB 34. MAAF
35 BAB 35. TENTANG VINO, TANIA DAN ELZA
36 BAB 36. KHILAF
37 BAB 37. HANYA BERTEMAN.
38 BAB 38. VERA
39 BAB 39. MAU KULIAH?
40 BAB 40. AJARI AKU MENCINTAIMU
41 BAB 41. MAU LAHIRAN
42 BAB 42. MELAHIRKAN
43 BAB 43. BAYI CANTIK
44 BAB 44. PULANG
45 BAB 45. BUAT NYA GAK SENGAJA
46 BAB 46. VANIA HILANG?
47 BAB 47. KE KANTOR POLISI
48 BAB 48. MERASA DEKAT
49 BAB 49. DI SEKAP
50 BAB 50. SUARA ITU
51 BAB 51. UNGKAPAN VANIA
52 BAB 52. LEPASKAN AKU!
53 BAB 53. KANAYA...
54 BAB 54. DONOR DARAH
55 BAB 55. SAYANG, DOAKAN MAMA
56 BAB 56. I LOVE YOU, ISTRIKU
57 BAB 57. I LOVE YOU TOO, SUAMIKU
58 BAB 58. PEMANDANGAN MENYEJUKKAN MATA
59 BAB 59. MALU
60 BAB 60. PEMAKAMAN ZARA
61 BAB 61. PULANG
62 BAB 62. SIAPA ALISYA?
63 BAB 63. ALISYA ERLANGGA
64 BAB 64. AKAN MENCOBA LAGI
65 BAB 65. MENEMUI KANAYA
66 BAB 66. INGIN TES DNA
67 BAB 67. TES DNA
68 BAB 68. HASIL DNA
69 BAB 69. MENOLAK PERCAYA
70 BAB 70. BUKAN ANAK AYAH IBU
71 BAB 71. PAPA
72 BAB 72. KORBAN CINTA BUTA
73 BAB 73. PADAHAL ENAK LOH
74 BAB 74. SUKA BUKAN BERARTI NAKSIR
75 BAB 75. PENGAKUAN
76 BAB 76. MAU MAKANAN PEMBUKA
77 BAB 77. KABAR BAHAGIA
78 BAB 78. LAMARAN
79 BAB 79. PERASAAN YANG SAMA
80 BAB 80. PERNIKAHAN
81 BAB 81. MALAM PANJANG
82 KARYA BARU!
83 PROMOSI= REVENGE MARRIAGE
84 UPDATE KARYA BARU
85 DIKHIANATI SUAMI, DICINTAI BOS
86 KARYA BARU [ MUTIARA HITAM]
87 KARYA BARU
88 RAHASIA HATI
89 KARYA BARU==>[Bukan] Muhalil
90 KARYA BARU [RAHASIA HATI 2]
91 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
92 Janji CINTA
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. TERNODA
2
BAB 2. MENGHILANGKAN NODA
3
BAB 3. AKAN MENCARI
4
BAB 4. MEMERIKSA CCTV
5
BAB 5. BAGAIMANA JIKA DIA HAMIL?
6
BAB 6. IZIN MENIKAHI
7
BAB 7. PERMINTAAN KANAYA
8
BAB 8. PERNIKAHAN
9
BAB 9. PERMOHONAN ANIN
10
BAB 10. BUKAN RANJANG KU
11
BAB 11. MINTA PINDAH
12
BAB 12. PERSIAPAN PINDAH
13
BAB 13. SERBA BARU
14
BAB 14. AKU BUKAN PEMBANTUMU!
15
BAB 15. MINTA TOLONG MAMA
16
BAB 16. MEMASTIKAN
17
BAB 17. PINGSAN
18
BAB 18. SINDROM CAUVADE
19
BAB 19. PERTAHANKAN BAYI ITU!
20
BAB 20. SEPAKAT BERPISAH
21
BAB 21. MENCARI TAHU
22
BAB 22. AKAN MENJAGA KALIAN
23
BAB 23. SEBENARNYA
24
BAB 24. MENCURI C!UMAN
25
BAB 25. AW?
26
BAB 26. APA DIA LAKI-LAKI NORMAL?
27
BAB 27. BERTEMU
28
BAB 28. OGAH!
29
BAB 29. JANGAN PAKSA AKU!
30
BAB 30. MERASA KEHILANGAN
31
BAB 31. JANGAN MENDIAMI AKU
32
BAB 32. ZARA
33
BAB 33. TERUNGKAP
34
BAB 34. MAAF
35
BAB 35. TENTANG VINO, TANIA DAN ELZA
36
BAB 36. KHILAF
37
BAB 37. HANYA BERTEMAN.
38
BAB 38. VERA
39
BAB 39. MAU KULIAH?
40
BAB 40. AJARI AKU MENCINTAIMU
41
BAB 41. MAU LAHIRAN
42
BAB 42. MELAHIRKAN
43
BAB 43. BAYI CANTIK
44
BAB 44. PULANG
45
BAB 45. BUAT NYA GAK SENGAJA
46
BAB 46. VANIA HILANG?
47
BAB 47. KE KANTOR POLISI
48
BAB 48. MERASA DEKAT
49
BAB 49. DI SEKAP
50
BAB 50. SUARA ITU
51
BAB 51. UNGKAPAN VANIA
52
BAB 52. LEPASKAN AKU!
53
BAB 53. KANAYA...
54
BAB 54. DONOR DARAH
55
BAB 55. SAYANG, DOAKAN MAMA
56
BAB 56. I LOVE YOU, ISTRIKU
57
BAB 57. I LOVE YOU TOO, SUAMIKU
58
BAB 58. PEMANDANGAN MENYEJUKKAN MATA
59
BAB 59. MALU
60
BAB 60. PEMAKAMAN ZARA
61
BAB 61. PULANG
62
BAB 62. SIAPA ALISYA?
63
BAB 63. ALISYA ERLANGGA
64
BAB 64. AKAN MENCOBA LAGI
65
BAB 65. MENEMUI KANAYA
66
BAB 66. INGIN TES DNA
67
BAB 67. TES DNA
68
BAB 68. HASIL DNA
69
BAB 69. MENOLAK PERCAYA
70
BAB 70. BUKAN ANAK AYAH IBU
71
BAB 71. PAPA
72
BAB 72. KORBAN CINTA BUTA
73
BAB 73. PADAHAL ENAK LOH
74
BAB 74. SUKA BUKAN BERARTI NAKSIR
75
BAB 75. PENGAKUAN
76
BAB 76. MAU MAKANAN PEMBUKA
77
BAB 77. KABAR BAHAGIA
78
BAB 78. LAMARAN
79
BAB 79. PERASAAN YANG SAMA
80
BAB 80. PERNIKAHAN
81
BAB 81. MALAM PANJANG
82
KARYA BARU!
83
PROMOSI= REVENGE MARRIAGE
84
UPDATE KARYA BARU
85
DIKHIANATI SUAMI, DICINTAI BOS
86
KARYA BARU [ MUTIARA HITAM]
87
KARYA BARU
88
RAHASIA HATI
89
KARYA BARU==>[Bukan] Muhalil
90
KARYA BARU [RAHASIA HATI 2]
91
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
92
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!