Chapter : 16 – Menemui Guru Besar Naga Hitam

"Siing–siing!"

Orang-orang Naga Hitam yang melihat kelakuan Sung Han menjadi berang dan marah. Menganggap bocah itu hanya sombong dan besar mulut saja. Mereka sudah mencabut senjata masing-masing dan menyiapkan posisi.

Bahkan pria tinggi besar juga gendut, yang bernama Pat Kue, sudah maju dan menepuk-nepuk perutnya.

"Bocah, perutku ini sekeras batu dan sekokoh gunung. Selama ini baru dua orang ini dan guru besar saja yang mampu mengalahkannya." ujarnya menunjuk Gu Ren dan Bao Leng. Kemudian melanjutkan, "Kau buat aku mundur satu langkah dengan seranganmu, maka aku kalah."

Tantangan terbuka semacam ini pantang untuk ditolak, apalagi sebagai sesama pendekar. Karena jika Sung Han menolak, maka dia akan dicap sebagai pria pengecut.

Gu Ren yang melihat ini diam-diam merasa penasaran. Ingin dia lihat bagaimana kemampuan bocah yang ada di hadapannya ini. Maka dari itulah dia sama sekali tidak berusaha menghentikan.

"Kau takut?" Bao Leng memanas-manasi, lalu disusul oleh kekehan penuh ejekan dari Pat Kue.

"Kau kami undang sebagai tamu, bukan sebagai tawanan. Tapi agaknya kau berkehendak sebaliknya, bocah arogan!" Pat Kue berkata. Masih terus menepuk-nepuk perutnya.

Sung Han dapat melihat tatapan remeh dan merendahkan dari orang-orang Naga Hitam. Mereka berbisik-bisik yang intinya merendahkan kemampuan Sung Han.

Sung Han menjadi panas hati, dia mengepalkan tangan erat dan menatap tajam.

"Jika itu mau mu, baiklah! Jangankan satu langkah, satu nyawamu pun bisa kumundurkan sampai keluar dari tubuh bolamu!"

Berkata demikian, Sung Han maju perlahan dan menggerak-gerakkan tangan kanannya. Begitu sampai di hadapan Pat Kue, terkejutlah ia dengan tinggi pria itu yang sungguh besar.

"Siluman? Besar sekali!!"

"Bersiaplah!!"

Sung Han mengangkat tangan dan tanpa basa-basi, ia layangkan kepalan tangan kanan ke arah pusar si gendut.

"Bughh–blubb!"

Tangan Sung Han rasanya seperti tenggelam dalam cairan tak berdasar. Tak berselang lama, terdengar suara seperti gelembung-gelembung udara dari dalam perut Pat Kue.

Celakanya, orang-orang malah salah sangka dan berpikir Sung Han tidak sekuat itu sampai Pat Kue pun tidak bergerak. Namun mereka langsung terdiam ketika dari kerongkongan Pat Kue, terdengar suara seperti air mendidih dan keluar buih-buih melalui mulutnya.

Beberapa detik setelah itu, Pat Kue roboh pingsan dengan mata mendelik dan mulut berbusa.

Sung Han berkacak pinggang dan kembali berkata dengan sedikit congkak, "Siapa lagi?"

Tak ada yang berani menjawab pertanyaan itu, begitu pula dengan Gu Ren dan Bao Leng. Keduanya sama-sama terkejut dan syok menyaksikan kepandaian bocah itu yang cukup hebat.

Untuk membuat Pat Kue mundur atau bahkan terpental, bagi keduanya tidak terlalu sulit. Namun untuk mengaduk-aduk perut tebal itu seperti yang dilakukan Sung Han tadi, mereka masih ragu dapat melakukannya.

"Ehm..." Gu Ren terbatuk mencoba menenangkan suasana. "Anak muda, guru besar memanggilmu dengan terhormat." lanjutnya seolah melupakan Pat Kue yang tergeletak hampir seperti tewas.

"Beginikah cara Naga Hitam mengundang tamu terhormat. Wah....wah...sangat menghormati sekali, aku kagum."

Pujian Sung Han ini jelas dimaksudkan untuk mengejek. Namun Gu Ren mencoba lebih sabar dan menceritakannya. Soal kejadian di hutan kala itu, bentrokan dengan Hati Iblis dan kemunculannya yang tiba-tiba.

"Dua orang juniorku inilah yang datang melapor. Aku sudah menceritakan kepada guru besar dan sudah mendiskusikannya pula. Beliau ingin bertemu denganmu, harap kau sudi datang untuk bicara."

Sung Han memandang penuh selidik, kedua tangannya terkepal erat dan mulutnya bergemelutuk. Ia memandang Bao Leng, ingin sekali ia sobek-sobek mukanya itu yang telah membunuh Tang Qian di depan matanya.

Namun tiba-tiba, pandangannya tertutup oleh tubuh tegap seseorang. Kiranya orang itu adalah Gu Ren yang sudah berdiri di hadapannya.

"Anak Muda...aku tahu siapa adanya engkau. Akulah yang menyelamatkanmu dahulu–"

"Kalau begitu terima kasih, karena budi baik paman, aku saat ini masih hidup dan bisa mematikan dia!" katanya sinis seraya menunjuk Bao Leng yang sudah melotot.

Gu Ren menghela nafas dan menurunkan tangan Sung Han perlahan. "Ini kesalah pahaman, jelas kesalah pahaman. Datanglah ke markas kami dan kita diskusikan. Dendam lama tidak membawa manfaat." katanya sabar.

Sung Han menatap sepasang mata Gu Ren. Ia benci tatapan itu. Ia amat membencinya!! Tatapan penuh rasa kasihan seperti itu, seolah dia adalah anak kecil yang tak mampu melakukan apa-apa!

"Apa-apaan tatapanmu itu?" ucap Sung Han dingin, "Aku tak butuh rasa kasihan darimu!" lanjutnya seraya mencengkeram tangan Gu Ren yang sebelumnya berada di pundaknya.

Gu Ren lantas mundur selangkah dan tersenyum masam, "Benar kata guru...api di hati akan sulit untuk dipadamkan." gumamnya perlahan.

Sung Han benar-benar jengah dengan tatapan penuh iba dari Gu Ren itu. Dia tidak ingin dikasihani!! Menurutnya mendapat rasa iba dan kasihan dari orang lain itu adalah suatu kelemahan. Entah berasal darimana pemikiran ini, padahal gurunya sama sekali tidak pernah berpendapat demikian. Namun tidak tahu bagaimana, dari lubuk hati Sung Han, pendirian seperti ini seolah sudah tertanam.

Tidak ingin terus mendapat tatapan seperti itu, dia kemudian berkata.

"Baik aku akan ikut!"

Ucapan ini mengejutkan Gu Ren dan membuatnya tersenyum sumringah. Namun kembali senyum pahit tercipta saat mendengar kelanjutan dari kalimatnya.

"Kau dulu sudah menyelamatkanku, maka aku berterima kasih. Tapi kau adalah pemimpin mereka, apalagi dia!" ucapnya kembali melirik Bao Leng. "Kau pemimpin musuhku dan ingat, aku ikut denganmu kali ini hanya untuk membuktikan kalau aku bukan pengecut! Aku tetap musuh kalian jika kalian mau memusuhiku. Dan aku tetap menjadi musuh kalian kalau pun kalian menginginkan sebaliknya."

"Anak muda, kenapa kau begitu...."

"Jangan mengguruiku!" Sung Han mencengkeram dadanya, "Luka yang ada di sini, sudah hampir mengering. Tapi setelah bertemu dengan gerombolan kalian di desa itu, perlahan mulai terbuka dan rasa sakit itu kembali....."

Sung Han menatap tajam, penuh ancaman membunuh, "Hari itu....lima tahun lalu.....akan selalu kuingat!"

Gu Ren hanya mampu memandang dengan kening berkerut.

...****************...

Kursi kebesaran itu kosong, dan ruangan besar ini pun juga kosong. Barulah terisi oleh manusia saat Sung Han, Gu Ren, Bao Leng dan Pat Kue memasuki ruangan.

Sung Han selalu berjalan di sisi Gu Ren, sedangkan Bao Leng berada di belakang bersama Pat Kue. Jika saja tidak dalam posisi seperti ini, bisa-bisa Sung Han dan Bao Leng akan geger.

Sampai di tangga yang menghubungkan dengan kursi kebesaran, ketiga anggota Naga Hitam itu berlutut. Kemudian Gu Ren, mewakili rekan-rekannya berkata.

"Guru, kami sudah membawanya."

Hanya kesunyian yang menjadi jawaban dari perkataan Gu Ren ini. Tak ada jawaban, atau apapun yang bisa dijadikan sebagai tanggapan daripada ucapan lelaki paruh baya itu.

Sung Han yang mulai bingung, segera terperanjat saat tahu-tahu di kursi kebesaran itu sudah duduk seseorang.

Seorang pria botak yang berpakaian hitam-hitam. Di dadanya ada sulaman naga emas. Sekali pandang, jika saja jubah itu berwarna merah atau emas, tentu orang mengira kalau kakek ini adalah kaisar.

"Terima kasih Gu Ren, dan selamat datang untukmu, anak muda."

Ucapan ini terdengar seperti dari alam lain. Entah Giok Shi ingin mengetes kemampuan Sung Han atau bagaimana, namun pemuda ini mengerti kalau orang itu mengerahkan tenaga dalam di setiap kalimatnya.

Sung Han menerima tantangan ini. Dia menjuara hormat dan menjawab tak kalah seram.

"Terima kasih atas undangan dari anda." suara yang lebih kuat dari Giok Shi terdengar. Bahkan suara Sung Han, seolah datangnya dari langit dan hebatnya, mulut pemuda itu sama sekali tidak bergerak.

Melihat ini, Giok Shi tersenyum. "Kalian duduklah dimana saja."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

adhy nofx

adhy nofx

oklah

2025-03-29

0

Christian Sondakh

Christian Sondakh

👍👍

2023-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter : 1 – Awal
2 Chapter : 2 – Hati yang Berdarah
3 Chapter : 3 – Konflik
4 Chapter : 4 – Pertemuan Dengan Guru
5 Chapter : 5 – Tugas Ringan yang Sangat Berat
6 Chapter : 6 – Sudah Waktunya
7 Chapter : 7 – Jadilah Orang Baik
8 Chapter : 8 – Sang Pewaris
9 Chapter : 9 – Keributan di Desa
10 Chapter : 10 – Kibasan Pengusir Nyamuk
11 Chapter : 11 – Hati Iblis
12 Chapter : 12 – Kemarahan Tak Berdasar
13 Chapter : 13 – Penebar Maut
14 Chapter : 14 – Api di Hati
15 Chapter : 15 – Undangan
16 Chapter : 16 – Menemui Guru Besar Naga Hitam
17 Chapter : 17 – Tertangkap
18 Chapter : 18 – Yu Ping
19 Chapter : 19 – Penjelasan
20 Chapter : 20 – Aku Ingin Bicara
21 Chapter : 21 – Diskusi
22 Chapter : 22 – Senyum untuk Sung Han
23 Chapter : 23 – Pertunjukan Silat
24 Chapter : 24 – Pengepungan
25 Chapter : 25 – Satu Lawan Banyak
26 Chapter : 26 – Si Nenek Bibir Merah
27 Chapter : 27 – Malapetaka
28 Chapter : 28 – Perpisahan
29 Chapter : 29 – Sebatang Kara
30 Chapter : 30 – Kegemparan
31 Chapter : 31 – Penyerangan
32 Chapter : 32 – Cari Ribut
33 Chapter : 33 – Bisikan
34 Chapter : 34 – Penyerbuan [Bagian : 1]
35 Chapter : 35 – Perguruan Awan
36 Chapter : 36 – Orang Aneh
37 Chapter : 37 – Si Botak
38 Chapter : 38 – Mencari Jejak
39 Chapter : 39 – Keganjilan
40 Chapter : 40 – Darah
41 Chapter : 41 – Perpustakaan dan Prasangka
42 Chapter : 42 – Titik Terang
43 Chapter : 43 – Mengenaskan
44 Chapter : 44 – Wanita di Balik Kegelapan
45 Chapter : 45 – Tak Bisa Lolos Lagi
46 Chapter : 46 – Bu Cai
47 Chapter : 47 – Kau Orang Baik
48 Chapter : 48 – Kisah Masa Silam
49 Chapter : 49 – Sastrawan Pinggir Jalan
50 Chapter : 50 – Jurang Sungai
51 Chapter : 51 – Lembah Setan
52 Chapter : 52 – Cahaya di Dasar Jurang
53 Chapter : 53 – Kekacauan di Dasar Jurang
54 Chapter : 54 – Lelaki Berbaju Hitam
55 Chapter : 55 – Jebakan
56 Chapter 56 – Hujan Panah dan Batu
57 Chapter : 57 – Kekasih
58 Chapter : 58 – Hidup
59 Chapter : 59 – Goa
60 Chapter : 60 – Celaka, Pantas dan Untung
61 Chapter : 61 – Perempatan
62 Chapter : 62 – Pemilik Goa
63 Chapter : 63 – Seratus Hari [Bagian : 2]
64 Chapter : 64 – Putri Hati Iblis
65 Chapter : 65 – Pemuda Lapar
66 Chapter : 66 – Petaka Para Pendekar
67 Chapter : 67 – Pangeran Chang Song Ci
68 Chapter : 68 – Pendekar Gagal
69 Chapter : 69 – Satu Tujuan
70 Chapter : 70 – Mampir Sejenak
71 Chapter : 71 – Menyelidik
72 Chapter : 72 – Babi Galak
73 Chapter : 73 – Dua Lawan Banyak
74 Chapter : 74 – Melemah
75 Chapter : 75 – Bertemu
76 Chapter : 76 – Korban Pertama Gerhana Bulan
77 Chapter : 77 – Timbul Dendam
78 Chapter : 78 – Hilang
79 Chapter : 79 – Gadis Pencuri
80 Chapter : 80 – Serigala Tengah Malam
81 Chapter : 81 – Perang Kecil di Desa
82 Chapter : 82 – Seorang Pemuda
83 Chapter : 83 – Kambing Hitam
84 Chapter : 84 – Badai Salju Pembeku Darah
85 Chapter : 85 – Pengeroyokan
86 Chapter : 86 – Kedatangan Sung Han
87 Chapter : 87 – Siasat Topeng Emas
88 Chapter : 88 – Guru dan Murid
89 Chapter 89 – Jalan Terjal
90 Chapter : 90 – Mencurigakan
91 Chapter : 91 – Formasi Serigala Tengah Malam
92 Chapter : 92 – Kabur
93 Chapter : 93 – Kebetulan
94 Chapter : 94 – Pertukaran
95 Chapter : 95 – Cerobong Asap
96 Chapter : 96 – Tujuan Masing-Masing
97 Chapter : 97 – Perjalanan Sung Hwa
98 Chapter : 98 – Perkenalan
99 Chapter : 99 – Si Jubah Merah
100 Chapter : 100 – Penyelamat Sung Hwa
101 Chapter : 101 – Kerajaan Manusia Gunung
102 Chapter : 102 – Tentang Manusia Gunung
103 Chapter : 103 – Kekuatan dari Dewa
104 Chapter : 104 – Calon Pasutri [Bagian : 3]
105 Chapter : 105 – Penyerbuan di Selatan [][][]
106 Chapter : 106 – Jenderal Hong Ciu [][][]
107 Chapter : 107 – Siasat Kekaisaran Jeiji [][][]
108 Chapter : 108 – Pertempuran [][][]
109 Chapter : 109 – Murid Chunglai [][][]
110 Chapter : 110 – Tradisi Lima Tahun Sekali [][][]
111 Chapter : 111 – Rahasia Chunglai [][][]
112 Chapter : 112 – Puncaknya [][][]
113 Chapter : 113 – Perang Saudara [][][]
114 Chapter : 114 – Rencana Terakhir [][][]
115 Chapter : 115 – Wanita di Tengah Hutan [][][]
116 Chapter : 116 – Sastrawan Pinggir Jalan 2
117 Chapter : 117 – Geger di Kota Sutra Putih
118 Chapter : 118 – Penguntit
119 Chapter : 119 – Peti Hitam
120 Chapter : 120 – Tok Ciauw
121 Chapter : 121 – Penjara
122 Chapter : 122 – Kekuatan Baru
123 Chapter : 123 – Wajah di Balik Topeng
124 Chapter : 124 – Penculikan
125 Chapter : 125 – Kambing Hitam Lagi?
126 Chapter : 126 – Situasi Sulit
127 Chapter : 127 – Petualangan Bersama
128 Chapter : 128 – Pura-Pura Tidur
129 Chapter : 129 – Dendam Yang Membutakan
130 Chapter : 130 – Tuduh Menuduh
131 Chapter : 131 – Pertemuan di Gunung Angsa
132 Chapter : 132 – Ketua Golongan Sesat
133 Chapter : 133 – Sebuah Kutukan, Takdir Kita
134 Chapter : 134 – Kau Orang Baik 2
135 Chapter : 135 – Para Pemberontak
136 Chapter : 136 – Keadaan Saat Ini
137 Chapter : 137 – Kisah Kelam Ratu Elang
138 Chapter : 138 – Teror Rajawali Merah
139 Chapter : 139 – Bercakap-Cakap
140 Chapter : 140 – Nona Han
141 Chapter : 141 – Rencana Mereka
142 Chapter : 142 – Kesaksian Nona Han
143 Chapter : 143 – Sung Han dan Rajawali Merah
144 Chapter : 144 – Dia Inilah Orang yang Kau Maksudkan
145 Chapter : 145 – Pesan Guru
146 Chapter : 146 – Aku Tak Akan Membunuhmu
147 Chapter : 147 – Naga Sakti Ujung Timur
148 Chapter : 148 – Sastrawan Pinggir Jalan 3
149 Chapter : 149 – Rajawali Merah Asli
150 Chapter : 150 – Kau Orang Baik 3
151 Chapter : 151 – Misteri Serigala Tengah Malam
152 Chapter : 152 – Peringatan Orang-Orang Sawah
153 Chapter : 153 – Terjebak
154 Chapter : 154 – Pewaris Pusaka Keramat
155 Chapter : 155 – Lumpur Hisap
156 Chapter : 156 – Gerak-Gerik Aneh
157 Chapter : 157 – Jebakan Penyergap
158 Chapter : 158 – Kalah
159 Chapter : 159 – Tertawan Bersama
160 Chapter : 160 – Siasat Putri Chang Song Zhu
161 Chapter : 161 – Penguntitan
162 Chapter : 162 – Perjalanan Bersama
163 Chapter : 163 – Pemberontak Tuduh Pemberontak
164 Chapter : 164 – Perang Tanding Depan Benteng
165 Chapter : 165 – Jatuhnya Kepala Topeng Emas
166 Chapter : 166 – Terbukanya Sosok di Balik Topeng
167 Chapter : 167 – Berutang Lagi
168 Chapter : 168 – Kau Bukanlah Orang Baik
169 Chapter : 169 – Elang dan Rajawali
170 Chapter : 170 – Keganasan Rajawali
171 Chapter : 171 – Aku Bukanlah Orang Baik
172 Chapter : 172 – Ingin Bertemu Keluargaku
173 Chapter : 173 – Iblis Peti Goa Emas
174 Chapter : 174 – Perpisahan
175 Chapter : 175 – Bersekutu
176 Chapter : 176 – Mengejutkan
177 Chapter : 177 – Naga Sakti
178 Chapter : 178 – Rombongan
179 Chapter : 179 – Rombongan 2
180 Chapter : 180 – Jejaknya
181 Chapter : 181 – Negosiasi
182 Chapter : 182 – Datang Memenuhi Undangan
183 Chapter : 183 – Keputusan Kay Su Tek
184 Chapter : 184 – Goa Emas
185 Chapter : 185 – Orang yang Dihormatinya
186 Chapter : 186 – Para Ronin
187 Chapter : 187 – Tiga Jembel
188 Chapter : 188 – Pendekar dan Ronin
189 Chapter : 189 – Jangan Bunuh
190 Chapter : 190 – Pengecut
191 Chapter : 191 – Jebakan Pertama
192 Chapter : 192 – Jebakan Kedua
193 Chapter : 193 – Pilihan
194 Chapter : 194 – Asap Hitam
195 Chapter : 195 – Gempa
196 Chapter : 196 – Tempat Rahasia [Bagian : 4]
197 Chapter : 197 – Sosok Misterius
198 Chapter : 198 – Xian Fa
199 Chapter : 199 – Para Biksuni
200 Chapter : 200 – Tasbih
201 Chapter : 201 – Dugaan Yu Ping
202 Chapter : 202 – Kakak Adik
203 Chapter : 203 – Kawan Lama
204 Chapter : 204 – Menuju ke Tempat Pertarungan
205 Chapter : 205 – Keramaian di Puncak
206 Chapter : 206 – Pertarungan Mati-Matian
207 Chapter : 207 – Pertarungan Antar Pewaris
208 Chapter : 208 – Takdir
209 Chapter : 209 – Kisah Mereka
210 Chapter : 210 – Tujuan Berikutnya
211 Chapter : 211 – Sahabat Kami
212 Chapter : 212 – Sejarah Goa Emas
213 Chapter : 213 – Keadaan di Timur
214 Chapter : 214 – Belajar Kenal
215 Chapter : 215 – Keputusan Jenderal
216 Chapter : 216 – Perang Berat Sebelah
217 Chapter : 217 – Kau Orang Baik 4
218 Chapter : 218 – Keputusasaan Sung Han
219 Chapter : 219 – Rencana Penyambutan Lawan
220 Chapter : 220 – Pertempuran Kedua
221 Chapter : 221 – Enam Bulan Setelahnya [Bagian : 5]
222 Chapter : 222 – Kehidupan Mereka
223 Chapter : 223 – Situasi yang Kacau
224 Chapter : 224 – Seleksi Pengawal
225 Chapter : 225 – Lolos Seleksi
226 Chapter : 226 – Hok Liu
227 Chapter : 227 – Usaha Merobek Topeng
228 Chapter : 228 – Identitas Para Penyamar
229 Chapter : 229 – Tiga Sahabat
230 Chapter : 230 – Bakar Gudang
231 Chapter : 231 – Rencana yang Tidak Mulus
232 Chapter : 232 – Empat Lawan Tiga
233 Chapter : 233 – Sahabat
234 Chapter : 234 – Salah Paham
235 Chapter : 235 – Kita Semua Sahabat
236 Chapter : 236 – Penyerbuan Sang Putri
237 Chapter : 237 – Kegelisahan
238 Chapter : 238 – Keadaan yang Memburuk
239 Chapter : 239 – Kakek Pembawa Peti
240 Chapter : 240 – Pertemuan Tokoh-Tokoh Pertapa
241 Chapter : 241 – Pasukan Manusia Gunung
242 Chapter : 242 – Keputusan Raja Chunglai
243 Chapter : 243 – Pernikahan yang Terburu-Buru
244 Chapter : 244 – Kenangan Manis
245 Chapter : 245 – Perhatian Seorang Istri
246 Chapter : 246 – Semoga Saja Benar
247 Chapter : 247 – Ini yang Terakhir
248 Chapter : 248 – Awal dari Kejadian Besar
249 Chapter : 249 – Keluar Goa
250 Chapter : 250 – Kenakalan Istri
251 Chapter : 251 – Kerisauan Sung Han
252 Chapter : 252 – Laporan Sung Han
253 Chapter : 253 – Percakapan Suami Istri
254 Chapter : 254 – Kalian Keluargaku
255 Chapter : 255 – Kabar Buruk yang Tersembunyi
256 Chapter : 256 – Titah Kaisar
257 Chapter : 257 – Usul Sung Han
258 Chapter : 258 – Pembagian Kelompok Pasukan
259 Chapter : 259 – Pimpinan Tunggal
260 Chapter : 260 – Pertentangan Paham
261 Chapter : 261 – Perseteruan Mereka
262 Chapter : 262 – Rencana Pemilihan Pemimpin
263 Chapter : 263 – Pertemuan di Bukit
264 Chapter : 263 – Pertarungan Raja Dunia Silat
265 Chapter : 264 – Tugas Pertama
266 Chapter : 265 – Pertempuran Batin
267 Chapter : 266 – Siasat Sung Han
268 Chapter : 267 – Puncaknya
269 Chapter : 268 – Tugas Berikutnya
Episodes

Updated 269 Episodes

1
Chapter : 1 – Awal
2
Chapter : 2 – Hati yang Berdarah
3
Chapter : 3 – Konflik
4
Chapter : 4 – Pertemuan Dengan Guru
5
Chapter : 5 – Tugas Ringan yang Sangat Berat
6
Chapter : 6 – Sudah Waktunya
7
Chapter : 7 – Jadilah Orang Baik
8
Chapter : 8 – Sang Pewaris
9
Chapter : 9 – Keributan di Desa
10
Chapter : 10 – Kibasan Pengusir Nyamuk
11
Chapter : 11 – Hati Iblis
12
Chapter : 12 – Kemarahan Tak Berdasar
13
Chapter : 13 – Penebar Maut
14
Chapter : 14 – Api di Hati
15
Chapter : 15 – Undangan
16
Chapter : 16 – Menemui Guru Besar Naga Hitam
17
Chapter : 17 – Tertangkap
18
Chapter : 18 – Yu Ping
19
Chapter : 19 – Penjelasan
20
Chapter : 20 – Aku Ingin Bicara
21
Chapter : 21 – Diskusi
22
Chapter : 22 – Senyum untuk Sung Han
23
Chapter : 23 – Pertunjukan Silat
24
Chapter : 24 – Pengepungan
25
Chapter : 25 – Satu Lawan Banyak
26
Chapter : 26 – Si Nenek Bibir Merah
27
Chapter : 27 – Malapetaka
28
Chapter : 28 – Perpisahan
29
Chapter : 29 – Sebatang Kara
30
Chapter : 30 – Kegemparan
31
Chapter : 31 – Penyerangan
32
Chapter : 32 – Cari Ribut
33
Chapter : 33 – Bisikan
34
Chapter : 34 – Penyerbuan [Bagian : 1]
35
Chapter : 35 – Perguruan Awan
36
Chapter : 36 – Orang Aneh
37
Chapter : 37 – Si Botak
38
Chapter : 38 – Mencari Jejak
39
Chapter : 39 – Keganjilan
40
Chapter : 40 – Darah
41
Chapter : 41 – Perpustakaan dan Prasangka
42
Chapter : 42 – Titik Terang
43
Chapter : 43 – Mengenaskan
44
Chapter : 44 – Wanita di Balik Kegelapan
45
Chapter : 45 – Tak Bisa Lolos Lagi
46
Chapter : 46 – Bu Cai
47
Chapter : 47 – Kau Orang Baik
48
Chapter : 48 – Kisah Masa Silam
49
Chapter : 49 – Sastrawan Pinggir Jalan
50
Chapter : 50 – Jurang Sungai
51
Chapter : 51 – Lembah Setan
52
Chapter : 52 – Cahaya di Dasar Jurang
53
Chapter : 53 – Kekacauan di Dasar Jurang
54
Chapter : 54 – Lelaki Berbaju Hitam
55
Chapter : 55 – Jebakan
56
Chapter 56 – Hujan Panah dan Batu
57
Chapter : 57 – Kekasih
58
Chapter : 58 – Hidup
59
Chapter : 59 – Goa
60
Chapter : 60 – Celaka, Pantas dan Untung
61
Chapter : 61 – Perempatan
62
Chapter : 62 – Pemilik Goa
63
Chapter : 63 – Seratus Hari [Bagian : 2]
64
Chapter : 64 – Putri Hati Iblis
65
Chapter : 65 – Pemuda Lapar
66
Chapter : 66 – Petaka Para Pendekar
67
Chapter : 67 – Pangeran Chang Song Ci
68
Chapter : 68 – Pendekar Gagal
69
Chapter : 69 – Satu Tujuan
70
Chapter : 70 – Mampir Sejenak
71
Chapter : 71 – Menyelidik
72
Chapter : 72 – Babi Galak
73
Chapter : 73 – Dua Lawan Banyak
74
Chapter : 74 – Melemah
75
Chapter : 75 – Bertemu
76
Chapter : 76 – Korban Pertama Gerhana Bulan
77
Chapter : 77 – Timbul Dendam
78
Chapter : 78 – Hilang
79
Chapter : 79 – Gadis Pencuri
80
Chapter : 80 – Serigala Tengah Malam
81
Chapter : 81 – Perang Kecil di Desa
82
Chapter : 82 – Seorang Pemuda
83
Chapter : 83 – Kambing Hitam
84
Chapter : 84 – Badai Salju Pembeku Darah
85
Chapter : 85 – Pengeroyokan
86
Chapter : 86 – Kedatangan Sung Han
87
Chapter : 87 – Siasat Topeng Emas
88
Chapter : 88 – Guru dan Murid
89
Chapter 89 – Jalan Terjal
90
Chapter : 90 – Mencurigakan
91
Chapter : 91 – Formasi Serigala Tengah Malam
92
Chapter : 92 – Kabur
93
Chapter : 93 – Kebetulan
94
Chapter : 94 – Pertukaran
95
Chapter : 95 – Cerobong Asap
96
Chapter : 96 – Tujuan Masing-Masing
97
Chapter : 97 – Perjalanan Sung Hwa
98
Chapter : 98 – Perkenalan
99
Chapter : 99 – Si Jubah Merah
100
Chapter : 100 – Penyelamat Sung Hwa
101
Chapter : 101 – Kerajaan Manusia Gunung
102
Chapter : 102 – Tentang Manusia Gunung
103
Chapter : 103 – Kekuatan dari Dewa
104
Chapter : 104 – Calon Pasutri [Bagian : 3]
105
Chapter : 105 – Penyerbuan di Selatan [][][]
106
Chapter : 106 – Jenderal Hong Ciu [][][]
107
Chapter : 107 – Siasat Kekaisaran Jeiji [][][]
108
Chapter : 108 – Pertempuran [][][]
109
Chapter : 109 – Murid Chunglai [][][]
110
Chapter : 110 – Tradisi Lima Tahun Sekali [][][]
111
Chapter : 111 – Rahasia Chunglai [][][]
112
Chapter : 112 – Puncaknya [][][]
113
Chapter : 113 – Perang Saudara [][][]
114
Chapter : 114 – Rencana Terakhir [][][]
115
Chapter : 115 – Wanita di Tengah Hutan [][][]
116
Chapter : 116 – Sastrawan Pinggir Jalan 2
117
Chapter : 117 – Geger di Kota Sutra Putih
118
Chapter : 118 – Penguntit
119
Chapter : 119 – Peti Hitam
120
Chapter : 120 – Tok Ciauw
121
Chapter : 121 – Penjara
122
Chapter : 122 – Kekuatan Baru
123
Chapter : 123 – Wajah di Balik Topeng
124
Chapter : 124 – Penculikan
125
Chapter : 125 – Kambing Hitam Lagi?
126
Chapter : 126 – Situasi Sulit
127
Chapter : 127 – Petualangan Bersama
128
Chapter : 128 – Pura-Pura Tidur
129
Chapter : 129 – Dendam Yang Membutakan
130
Chapter : 130 – Tuduh Menuduh
131
Chapter : 131 – Pertemuan di Gunung Angsa
132
Chapter : 132 – Ketua Golongan Sesat
133
Chapter : 133 – Sebuah Kutukan, Takdir Kita
134
Chapter : 134 – Kau Orang Baik 2
135
Chapter : 135 – Para Pemberontak
136
Chapter : 136 – Keadaan Saat Ini
137
Chapter : 137 – Kisah Kelam Ratu Elang
138
Chapter : 138 – Teror Rajawali Merah
139
Chapter : 139 – Bercakap-Cakap
140
Chapter : 140 – Nona Han
141
Chapter : 141 – Rencana Mereka
142
Chapter : 142 – Kesaksian Nona Han
143
Chapter : 143 – Sung Han dan Rajawali Merah
144
Chapter : 144 – Dia Inilah Orang yang Kau Maksudkan
145
Chapter : 145 – Pesan Guru
146
Chapter : 146 – Aku Tak Akan Membunuhmu
147
Chapter : 147 – Naga Sakti Ujung Timur
148
Chapter : 148 – Sastrawan Pinggir Jalan 3
149
Chapter : 149 – Rajawali Merah Asli
150
Chapter : 150 – Kau Orang Baik 3
151
Chapter : 151 – Misteri Serigala Tengah Malam
152
Chapter : 152 – Peringatan Orang-Orang Sawah
153
Chapter : 153 – Terjebak
154
Chapter : 154 – Pewaris Pusaka Keramat
155
Chapter : 155 – Lumpur Hisap
156
Chapter : 156 – Gerak-Gerik Aneh
157
Chapter : 157 – Jebakan Penyergap
158
Chapter : 158 – Kalah
159
Chapter : 159 – Tertawan Bersama
160
Chapter : 160 – Siasat Putri Chang Song Zhu
161
Chapter : 161 – Penguntitan
162
Chapter : 162 – Perjalanan Bersama
163
Chapter : 163 – Pemberontak Tuduh Pemberontak
164
Chapter : 164 – Perang Tanding Depan Benteng
165
Chapter : 165 – Jatuhnya Kepala Topeng Emas
166
Chapter : 166 – Terbukanya Sosok di Balik Topeng
167
Chapter : 167 – Berutang Lagi
168
Chapter : 168 – Kau Bukanlah Orang Baik
169
Chapter : 169 – Elang dan Rajawali
170
Chapter : 170 – Keganasan Rajawali
171
Chapter : 171 – Aku Bukanlah Orang Baik
172
Chapter : 172 – Ingin Bertemu Keluargaku
173
Chapter : 173 – Iblis Peti Goa Emas
174
Chapter : 174 – Perpisahan
175
Chapter : 175 – Bersekutu
176
Chapter : 176 – Mengejutkan
177
Chapter : 177 – Naga Sakti
178
Chapter : 178 – Rombongan
179
Chapter : 179 – Rombongan 2
180
Chapter : 180 – Jejaknya
181
Chapter : 181 – Negosiasi
182
Chapter : 182 – Datang Memenuhi Undangan
183
Chapter : 183 – Keputusan Kay Su Tek
184
Chapter : 184 – Goa Emas
185
Chapter : 185 – Orang yang Dihormatinya
186
Chapter : 186 – Para Ronin
187
Chapter : 187 – Tiga Jembel
188
Chapter : 188 – Pendekar dan Ronin
189
Chapter : 189 – Jangan Bunuh
190
Chapter : 190 – Pengecut
191
Chapter : 191 – Jebakan Pertama
192
Chapter : 192 – Jebakan Kedua
193
Chapter : 193 – Pilihan
194
Chapter : 194 – Asap Hitam
195
Chapter : 195 – Gempa
196
Chapter : 196 – Tempat Rahasia [Bagian : 4]
197
Chapter : 197 – Sosok Misterius
198
Chapter : 198 – Xian Fa
199
Chapter : 199 – Para Biksuni
200
Chapter : 200 – Tasbih
201
Chapter : 201 – Dugaan Yu Ping
202
Chapter : 202 – Kakak Adik
203
Chapter : 203 – Kawan Lama
204
Chapter : 204 – Menuju ke Tempat Pertarungan
205
Chapter : 205 – Keramaian di Puncak
206
Chapter : 206 – Pertarungan Mati-Matian
207
Chapter : 207 – Pertarungan Antar Pewaris
208
Chapter : 208 – Takdir
209
Chapter : 209 – Kisah Mereka
210
Chapter : 210 – Tujuan Berikutnya
211
Chapter : 211 – Sahabat Kami
212
Chapter : 212 – Sejarah Goa Emas
213
Chapter : 213 – Keadaan di Timur
214
Chapter : 214 – Belajar Kenal
215
Chapter : 215 – Keputusan Jenderal
216
Chapter : 216 – Perang Berat Sebelah
217
Chapter : 217 – Kau Orang Baik 4
218
Chapter : 218 – Keputusasaan Sung Han
219
Chapter : 219 – Rencana Penyambutan Lawan
220
Chapter : 220 – Pertempuran Kedua
221
Chapter : 221 – Enam Bulan Setelahnya [Bagian : 5]
222
Chapter : 222 – Kehidupan Mereka
223
Chapter : 223 – Situasi yang Kacau
224
Chapter : 224 – Seleksi Pengawal
225
Chapter : 225 – Lolos Seleksi
226
Chapter : 226 – Hok Liu
227
Chapter : 227 – Usaha Merobek Topeng
228
Chapter : 228 – Identitas Para Penyamar
229
Chapter : 229 – Tiga Sahabat
230
Chapter : 230 – Bakar Gudang
231
Chapter : 231 – Rencana yang Tidak Mulus
232
Chapter : 232 – Empat Lawan Tiga
233
Chapter : 233 – Sahabat
234
Chapter : 234 – Salah Paham
235
Chapter : 235 – Kita Semua Sahabat
236
Chapter : 236 – Penyerbuan Sang Putri
237
Chapter : 237 – Kegelisahan
238
Chapter : 238 – Keadaan yang Memburuk
239
Chapter : 239 – Kakek Pembawa Peti
240
Chapter : 240 – Pertemuan Tokoh-Tokoh Pertapa
241
Chapter : 241 – Pasukan Manusia Gunung
242
Chapter : 242 – Keputusan Raja Chunglai
243
Chapter : 243 – Pernikahan yang Terburu-Buru
244
Chapter : 244 – Kenangan Manis
245
Chapter : 245 – Perhatian Seorang Istri
246
Chapter : 246 – Semoga Saja Benar
247
Chapter : 247 – Ini yang Terakhir
248
Chapter : 248 – Awal dari Kejadian Besar
249
Chapter : 249 – Keluar Goa
250
Chapter : 250 – Kenakalan Istri
251
Chapter : 251 – Kerisauan Sung Han
252
Chapter : 252 – Laporan Sung Han
253
Chapter : 253 – Percakapan Suami Istri
254
Chapter : 254 – Kalian Keluargaku
255
Chapter : 255 – Kabar Buruk yang Tersembunyi
256
Chapter : 256 – Titah Kaisar
257
Chapter : 257 – Usul Sung Han
258
Chapter : 258 – Pembagian Kelompok Pasukan
259
Chapter : 259 – Pimpinan Tunggal
260
Chapter : 260 – Pertentangan Paham
261
Chapter : 261 – Perseteruan Mereka
262
Chapter : 262 – Rencana Pemilihan Pemimpin
263
Chapter : 263 – Pertemuan di Bukit
264
Chapter : 263 – Pertarungan Raja Dunia Silat
265
Chapter : 264 – Tugas Pertama
266
Chapter : 265 – Pertempuran Batin
267
Chapter : 266 – Siasat Sung Han
268
Chapter : 267 – Puncaknya
269
Chapter : 268 – Tugas Berikutnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!