Ingin melemahkan kekuatan Rajawali Putih dan Naga Hitam agar mereka tidak menghambat pencarian harta peninggalan Raja Dunia Silat? Tidak sesederhana itu pemikiran salah satu perkumpulan besar yang telah menjadi dalang dibalik semuanya.
Di pesisir salah satu sungai besar yang bermuara di laut sebelah Timur wilayah Utara, di antara himpitan Pegunungan Persik yang subur, berdiri beberapa bangunan megah, menara-menara tinggi dan sekomplek perumahan.
Sungai itu bernama sungai Ekor Ular. Entah siapa yang memberi nama seaneh itu tapi memang jika diperhatikan, sungai ini berkelok-kelok seperti ular.
Kumpulan bangunan itu adalah sebuah markas utama dari salah satu perkumpulan besar di rimba persilatan. Orang akan langsung bergidik begitu mendengar namanya disebut. Perkumpulan Hati Iblis.
Jika bertanya mengenai perkumpulan ini, jawaban paling mudah dan ringkas adalah bahwa perkumpulan inilah yang telah mengadu domba antara Rajawali Putih dan Naga Hitam. Tak ada orang yang tahu akan hal ini kecuali mereka sendiri tentunya.
Pria tinggi seperti raksasa, dengan brewok di sana-sini dan rambutnya panjang menjuntai sampai ke pinggang, matanya yang hitam legam itu jika dipandang terlalu lama, seperti bukan mata manusia.
Dia duduk di kursi kebesarannya. Di hadapannya terdapat satu meja bundar yang dikelilingi oleh empat orang lain. Di sebelah raksasa itu, berdiri dengan anggun seorang gadis muda yang cantik. Sikapnya halus dan selama pertemuan ini berlangsung, dara ini selalu memejamkan mata dengan nafas panjang-panjang.
Jika orang tak tahu kalau ini kebiasaannya, mungkin mereka akan berpikir bahwasannya dara ini sedang tidur sambil berdiri.
"Rajawali Putih sudah bertahun-tahun lenyap. Setelah kita membuat berita-berita palsu yang menyudutkan mereka, dan dikepung dari berbagai macam tokoh persilatan, mereka lenyap. Apakah takut?" ujar si raksasa. Namanya Jin Yu, pemimpin dari perkumpulan Hati Iblis.
Kakek tua bertubuh jangkung dan berkepala botak licin, mempunyai jenggot panjang dan lancip, berkata untuk menanggapi ucapan ketuanya. "Bukan seperti itu agaknya tuan, si tua Sie Kang itu orang yang berhati-hati dan jujur saja menurutku dia berbahaya."
"Maksudnya?"
"Dia dan kelompoknya lenyap bukan karena takut, melainkan terus mengawasi pergerakan kita. Setidaknya menurutku dan dugaanku, mereka melenyapkan diri untuk menghindari bentrokan antara Rajawali Putih dan Naga Hitam. Karena bagaimana pun juga, bentrokan keduanya akan merugikan dua belah pihak. Sedangkan situasi saat ini, mereka untung banyak karena bisa memperkuat kekuatan masing-masing."
Jin Yu mengangguk-angguk, cukup puas dengan pandangan pembantunya itu. "Phiang Bi Sun, bagaimana menurut pendapatmu? Apakah ungkapan Ki Yuan tadi cukup berkesan dan masuk akal buatmu?" tanyanya kemudian kepada nenek tua berambut putih yang disanggul tinggi.
Tapi walaupun nenek-nenek, wanita bernama Phiang Bi Sun ini memiliki bibir merah sekali dan senyum genit. Agaknya di masa mudanya dia cukup "ahli" dalam suatu hal yang berhubungan dengan lelaki.
"Heheh...cukup masuk akal dan seperti biasa, otak Ki Yuan memang patut diandalkan. Tapi bukankah seharusnya kita memikirkan kemungkinan lain?" kekehnya. Dia melirik ke sana-sini dan mengetahui semua orang diam untuk menunggu kelanjutan ucapannya.
"Bagaimana jika mereka bersembunyi dan menunggu kita untuk menyerbu markas Naga Hitam? Bagaimana pun juga, siapa yang tidak tahu kalau kita memang masih lebih kuat dari Naga Hitam? Namun gabungan dua perkumpulan itu, tentu kita bakal keok."
"Jadi, aku simpulkan pendapatmu dan Ki Yuan sama." ucap Jin Yu kemudian dan mengalihkan pandangannya kepada kakek lainnya. Yang daritadi hanya diam.
"Siauw Goan, bagaimana menurutmu?"
Siaw Goan merupakan kakek-kakek dengan tampang paling menyebalkan di antara mereka. Gigi depannya yang gingsul dan seperti gigi kelinci itu keluar dari bibirnya, matanya lebar namun selalu sipit seperti orang mengantuk. Rambutnya pendek ringkas, tapi kumal seperti rumah burung.
Jika diperhatikan pakaiannya juga amat aneh, terutama pada celananya yang berwarna hitam. Pasalnya celana pada kaki kiri hanya sebatas lutut, namun celana pada kaki kanan panjangnya jauh lebih panjang dari kaki itu sendiri.
"Hah?" dia terperanjat seperti orang tidur yang dikejutkan oleh sesuatu.
"Ah....aku mengikut." semua orang di sana curiga kalau jawaban itu hanya perwujudan dari pembelaan diri akibat ketiduran sejak awal pertemuan.
Namun Jin Yu yang sudah maklum akan gelagat tiga orang pembantu utamanya itu hanya mendengus singkat.
Hati Iblis sangat terobsesi dengan Naga Hitam dan Rajawali Putih bukan tanpa tujuan. Karena bertahun-tahun lalu, mereka mendengar kabar bahwasannya Giok Shi, ketua perkumpulan Naga Hitam berhasil mendapatkan satu dari tiga kitab pusaka Raja Dunia Silat.
Banyak sekali orang dari rimba persilatan yang mencoba membuktikan kebenaran itu dengan membikin kacau Naga Hitam. Namun sejak berita itu menyebar, Giok Shi selalu menyembunyikan diri dan tak ada satu pun orang mampu membenarkan berita itu.
Hati Iblis ingin membuktikannya! Karena itulah mereka mengadu domba Rajawali Putih dan Naga Hitam dengan membunuh salah satu petinggi Naga Hitam. Jika sampai kedua perkumpulan yang sama kuat itu bentrok, tentu Giok Shi akan keluar dan menunjukkan ilmunya. Karena bagaimana pun Giok Shi mungkin harus memainkan ilmu dari kitab pusakanya untuk mengalahkan Sie Kang yang konon kekuatannya tak pernah ada yang tahu.
"Jadi bagaimana, kita merusuh di Naga Hitam? Kalau begitu ayo berangkat!" Siauw Goan tiba-tiba bangkit dan hendak pergi dari sana sebelum seruan nyaring dari si gadis yang sejak tadi seperti tidur, mampu menghentikannya.
"Kakek idiot bertelinga lebar tak bisa mendengar, kau tidur sejak kapan sampai satu pun diskusi kami tak masuk di telingamu?"
Ucapan itu sungguh berlainan dari wajahnya yang cantik manis. Terlalu sadis dan sarkas jika semua kata itu berasal dari bibir mungil merah muda yang lembut nan halus.
Siauw Goan reflek membalikkan tubuh dan terasenyum lebar, menampilkan deretan gigi kuning berkilauan. "Hehe, nona muda benar-benar tak pernah memikirkan perasaan orang saat bicara."
"Duduk! Ayah belum selesai!" bentaknya keras.
Aneh sekali, Siauw Goan menjadi seperti anak kecil dan cepat-cepat duduk dengan keringat dingin. Matanya terbuka lebar dan tubuhnya kaku-kaku. Persis seperti anak kecil yang dimarahi ibunya.
"Jadi....apa yang harus kita lakukan?" tanya Siauw Goan setelah hampir satu jam Jin Yu menjelaskan rencana mereka.
...****************...
"Hah...pergi kemana dulu ya?"
Sung Han meniup-niup batang rumput kering sambil merebahkan diri di bawah pohon. Sinar matahari siang ini cukup terik dan memalaskan untuk melanjutkan perjalanan. Sehingga dia memilih menunggu senja datang.
Pemuda itu telah kehilangan rombongan Tongkat Emas Pencabut Sukma, padahal dia ingin membayangi mereka dan melihat kemana mereka akan pergi.
Namun karena dia terlalu lapar, dia melupakan hal itu dan lebih memilih untuk makan sampai kenyang di desa Batu Alam.
Tiba-tiba dia terlonjak kaget dan melompat berdiri. Matanya melotot dan nafasnya sedikit memburu. Kemudian setelah menenangkan diri, dia memejamkan mata untuk memfokuskan indera pendengarmya.
"Suara pertempuran..." gumamnya.
"Di arah Timur!"
Sung Han berkelebat dan menaiki kuda hitamnya. Pendengarannya yang tajam menangkap suara-suara berdentingnya pedang di arah Timur sana. Karena dia murid seorang pendekar besar, harga dirinya menuntut untuk datang mendekat dan melihat.
"Ini wilayah Hati Iblis, kalian orang-orang Naga Hitam datang selain mengacau hendak apa lagi!?"
"Bangsat! Siapa sudi datang ke tempat kotor kalian!? Kami hanya lewat dan mau pulang!" bentak seorang kakek bertongkat emas. Sung Han cukup terkejut mengetahui kalau itulah orang yang sedang dicari-carinya.
"Wah...tak kusangka keberuntungan berada di pihakku!" Sung Han bergumam menatap empat belas orang Naga Hitam yang bertempur melawan dua puluhan orang yang terlihat seperti bandit.
Hatinya tertarik sekali, dari sini dia hendak menilai apakah Naga Hitam memang orang-orang baik ataukah sebaliknya. Karena bagaimana pun juga tak bisa dianggap baik karena sifat mereka yang arogan, dan tak bisa dianggap buruk karena telah berusaha menyelamatkan desa dari Tiga Iblis Muka Satu.
"Hahaha, kalian datang mencari mati! Agaknya pertolongan pemuda itu tak kalian manfaatkan dengan baik!"
Terdengar suara menggema dan tahu-tahu Tongkat Emas Pencabut Sukma memekik ketika tubuhnya terhuyung ke belakang. Kiranya sebelum itu, ada tiga sosok yang telah mengirim pukulan dahsyat kearahnya.
"Tiga Iblis Muka Satu! Kenapa mereka ada di sini!?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
adhy nofx
lanjut
2025-03-29
0
Muh Nasrun
Cerutanya dangkal sekali, hanya berkutat di naga hitam dan rajawali puith, jadi ceritanya tdk berkembang, sangat monoton sekali.
2024-02-19
0
Yuki tanzeela
bingung
2023-07-22
2