Chapter : 17 – Tertangkap

Di ruangan yang luas itu, terdapat kursi-kursi yang ada di sebelah pinggir, menempel pada tembok.

Mendengar perintah guru mereka, Gu Ren, Pat Kue dan Bao Leng menggerakkan tangan dan tahu-tahu kursi itu sudah berada di tangan mereka. Seolah-oleh mereka baru saja melakukan daya sedot untuk menarik kursi itu dari kejauhan.

Saat mendudukkan diri, ketiganya melirik Sung Han seakan menunggu aksi yang serupa. Pemuda ini sadar jika tiga orang itu ingin mengujinya. Diam-diam dia merasa mendongkol sekali kepada ketiganya, padahal malam itu mereka sudah lihat sendiri bagaimana kepandaiannya.

Sung Han menghela nafas dan mengangkat tangan, mengarahkan telapaknya pada salah satu kursi. Tangan itu bergerak sedikit seperti berkedut, lalu kursi yang ada di sudut ruangan terangkat dan "terbang" menuju ke arahnya.

"Bruk!"

Lebih hebat daripada tiga orang lainnya. Jika mereka tadi begitu kursi sampai, harus segera ditangkap, kali ini Sung Han tanpa menangkapnya kursi itu seolah sudah mempersilahkan Sung Han untuk duduk. Segera pemuda ini duduk di sana dan membiarkan tatapan tiga orang itu yang kagum sekali.

"Ketua Naga Hitam, hendaknya lekas bicara apa yang harus kita bicarakan?" tanya Sung Han tanpa basa-basi lagi.

Tiga orang ini melotot, ucapan Sung Han terlalu tidak sopan dan blak-blakan. Namun Giok Shi hanya tersenyum dan menjawab halus. "Tentu saja, ini tentang keberlangsungan Naga Hitam dan Rajawali Putih. Ah, sebelum itu, perkenalkan namaku Giok Shi."

"Rajawali Putih sudah menyembunyikan diri sejak bertahun-tahun lalu bukan? Lalu apa maksudnya?" tanya Sung Han.

"Bukankah engkau ini dahulunya merupakan kacung dari Rajawali Putih? Nah, tentu saja masih berhubungan."

Sung Han memandang tajam penuh selidik. Mencoba menyelami mata sipit yang seakan tak bisa marah itu. "Apa maksudmu?" bertanyalah ia.

Giok Shi menghela nafas dan mulai menjelaskan. Dahulu, lebih tepatnya lima tahun lalu, saat bentrokan dua perkumpulan terjadi, sebenarnya Giok Shi sudah merasakan firasat buruk akan hal ini.

Dia berpikir pastilah ada seseorang atau sekelompok lain yang sengaja mengadu domba Rajawali Putih dengan Naga Hitam. Dia pun sejatinya merasa kecewa sekali kepada para anak buahnya yang serta merta menurunkan tangan maut kepada para pengantar barang Rajawali Putih.

"Ucapan anda tidak berdasar dan membingungkan. Untuk apa seseorang atau sekelompok orang ini mengadu domba kita?" ucapan Sung Han menjadi lebih halus karena dia sendiri merasa sungkan kepada Giok Shi yang selalu sabar menghadapinya.

"Kitab-kitab dan pusaka warisan Raja Dunia Silat. Kau tahu itu anak muda. Baik engkau maupun kami sama-sama memiliki tujuan yang sama, bukankah Rajawali Putih juga ingin mengumpulkan kitab-kitab itu? Tentu pihak ketiga ini ingin memanfaatkan keuntungan selagi kita bertempur dan menjadi lemah, mereka akan bergerak."

"Untuk tidak menghalangi mereka mencari kitab-kitab itu?" sambung Sung Han.

"Benar."

Sung Han menatap Bao Leng yang juga sedang menatapnya. Lalu pandangan Sung Han berkilat dan segera ia tunjuk hidung Bao Leng yang menjadi kembang kempis.

"Kalau gurunya berkata seperti itu, kenapa muridnya ini bertindak lain? Dia yang membantai orang-orang Rajawali Putih tepat di depan mataku!!" teringat akan Tang Qian, kemarahannya bangkit.

Anehnya, Bao Leng yang berangasan dan berwatak kasar itu kali ini hanya diam.

"Anak muda, waktu itu....maafkanlah kami yang bodoh ini. Muridku–"

"Brakk!!"

Kursi yang diduduki Sung Han hancur seketika. Pemuda itu sudah bangkit berdiri bahkan tangan kirinya sudah menggenggam batang pedang gerhananya. Matanya berkilat-kilat memancarkan aura bengis yang kuat.

"Pembunuhan banyak nyawa, pertumpahan darah dan tangisan keluarga mereka, hanya kau bayar dengan satu kata maaf? Bercandamu tidak lucu!!!"

Bertepatan dengan ini, suhu ruangan menjadi panas sekali dan tempat pijakan Sung Han sebelumnya pecah tak karuan.

Bao Leng, Gu Ren dan Pat Kue cepat berdiri dan menyiapkan senjata mereka. Bao Leng dengan golok, Gu Ren dengan pedang dan Pat Kue dengan perutnya yang ampuh.

"Anak muda, kendalikan dirimu. Dengarkan dulu–Uaghhh!"

Perkataan Pat Kue belum selesai saat dia melihat bayangan berkelebat dan tahu-tahu perutnya sudah kena cium sepatu orang. Kiranya Sung Han bergerak cepat untuk menendang perut bagian bawahnya dan melemparkan Pat Kue sampai kepalanya menembus dinding.

"Tahan bocah!" Gu Ren berseru. Namun Bao Leng yang juga sudah marah malah menerjang maju dengan goloknya.

Golok itu berputar-putar hebat sekali, tubuh Bao Leng yang besar ternyata mampu bergerak sangat cepat. Ketika golok menyambar membelah angin, terdengar suara berdesing tajam yang menuju ke leher Sung Han.

"Rebah!!"

Pekik Sung Han nyaring sekali sampai membuat seluruh ruangan bergetar. Sedetik kemudian, tangan kanan Bao Leng sudah terpelintir dan tubuhnya terbanting ke lantai dengan wajah yang mendarat lebih dulu.

"Mati!!" Sung Han mengangkat tangan, ingin memberi pukulan maut kepada Bao Leng. Namun sedetik kemudian, seolah seperti ada tenaga gaib yang mendorong tangannya, tubuhnya terseret dan ia terhuyung sampai jauh.

Sung Han terbelalak, kagum sekaligus kaget dengan tindakan itu. Sampai kini selama dalam masa petualangannya, bahkan Tongkat Emas Pencabut Sukma dibarengi Tiga Iblis Muka Satu belum mampu mendesaknya sama sekali. Lalu kini tiba-tiba ada tenaga yang begitu dahsyat mendorongnya, siapa yang tak terkejut.

Saat dia memandang, kiranya Giok Shi, ketua perkumpulan Naga Hitam itu sudah berdiri dengan satu kipas yang telah terbuka di tangan kanan.

"Kau....." geram Sung Han.

Saat itu, berturut-turut sebanyak dua puluh lima orang sudah datang ke ruangan besar ini untuk melihat apa yang terjadi. Mereka tadi begitu terkejut mendengar suara ribut-ribut dari sini, sehingga lekas datang untuk melihat.

Namun dapat dibayangkan betapa terkejut hati mereka saat menyadari begitu sampai di ambang pintu, pemandangan yang dilihat adalah sosok Pat Kue dan Bao Leng, murid-murid utama Naga Hitam yang tergeletak pingsan. Mereka juga terkejut sekali atas kehadiran ketua mereka yang selama ini telah menyembunyikan diri.

"Anak muda, tenang dan jangan terbakar api dendam...." ucap Giok Shi perlahan.

"Jadilah diriku untuk merasakan apa yang kurasakan! Jangan hanya berkata omong kosong!"

Kembali perasaan familiar merasuki dada Sung Han. Perasaan marah yang tiba-tiba saja timbul entah dari mana. Sung Han tidak paham akan perasaan ini, namun sama seperti waktu di hutan itu, dia tidak merasa bersalah atas tindakannya!

Setelah membentak, Sung Han maju dan mengirimkan sebuah serangan tapak berhawa panas. Ilmu yang ia gunakan ini merupakan ilmu silat tingkat tinggi pertama yang diajarkan oleh gurunya. Sebuah ilmu silat tangan kosong bernama Tangan Panas Inti Matahari.

Sesuai namanya, hawa panas yang keluar dari ilmu ini sangatlah luar biasa. Apalagi ditambah latihan terakhir Sung Han yang bertapa di bawah sinar matahari dan bulan selama berhari-hari. Tentu jika lawannya tidak memiliki kepandaian tinggi, sudah pasti tubuhnya akan gosong.

Namun yang dilawannya kali ini adalah tokoh kosen yang telah pula mendapatkan satu dari tiga kitab pusaka Raja Dunia Silat. Bahkan kipas di tangan Giok Shi itu merupakan pasangan dari kitab ilmu warisannya yang bernama Gulungan Ombak Samudra. Sebuah ilmu yang dahulu dimiliki Raja Dunia Silat yang berjuluk Topeng Putih.

Giok Shi mengibaskan kipasnya, suara deru badai terdengar dan segera hawa panas yang timbul dari tangan Sung Han itu ditindih oleh angin badai ini. Sedetik kemudian, tak memberi kesempatan Sung Han untuk terkejut, Giok Shi mengeluarkan satu kipas lainnya dan melakukan gerakan yang sama.

"Swooshh–Swoosshh!!"

Sung Han terdorong bahkan terbang sejauh beberapa tombak. Namun dengan bersalto beberapa kali di udara, dia mampu menetralkan efek serangan dan mendarat dengan sempurna.

Akan tetapi saat memandang, kiranya Giok Shi sudah tidak berada di tempatnya. Membuat Sung Han bingung bukan main.

"Dimana dia?"

Belum juga rasa terkejutnya hilang, dia sudah mendengar angin tajam dari arah tengkuknya. Saat hendak membalikkan tubuh dan mengirim serangan balasan, ternyata tengkuknya sudah lebih dulu kena totok oleh ujung kipas Giok Shi.

Tubuh Sung Han melemah, lalu lambat laun pandangannya mulai kabur dan akhirnya gelap total. Pingsan.

"Bahaya benar....jika aku tak menggunakan ilmu warisan ini, meragukan sekali rasanya aku bisa menang. Anak muda, siapa gurumu?" gumam Giok Shi dengan wajah cemas.

Saat itu Bao Leng dan Pat Kue sudah bangun dan melihat Sung Han yang tergeletak lemas.

"Ah....bocah sialan!" Bao Leng menerjang dengan goloknya. Namun tubuhnya terpelanting saat terkena sambaran kipas gurunya.

"Jangan lancang! Dia bukan musuh tapi berbahaya sekali! Gu Ren, bawa ke ruang tahanan, kalian semua juga ikut!" katanya kepada Gu Ren dan dua puluhan orang di ambang pintu.

"Baik guru!"

"Ingat, perlakukan dia dengan baik! Dia bukan musuh kita dan juga menjadi korban, hanya saja jika dibiarkan di luar, tentu tempat ini sudah dibuat kacau olehnya." lanjut Giok Shi memperingatkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

azizan zizan

azizan zizan

mau bilang goblok nanti kena hujat pulak.. mc nya terlalu bodoh menggunakan emosi Tampa berfikir.. sepatutnya gunalah akal sihat untuk berfikir apa yg gurunya ajar tidak d guna langsing.. menggunakan emosi padah nya berat gunakan akal fikiran yg jernih jika ingin membunuh bukan emosi..

2024-03-26

0

pendekar angin barat

pendekar angin barat

terlalu naif MC nya marah marah nga keruan..

2023-09-06

0

Christian Sondakh

Christian Sondakh

👍

2023-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter : 1 – Awal
2 Chapter : 2 – Hati yang Berdarah
3 Chapter : 3 – Konflik
4 Chapter : 4 – Pertemuan Dengan Guru
5 Chapter : 5 – Tugas Ringan yang Sangat Berat
6 Chapter : 6 – Sudah Waktunya
7 Chapter : 7 – Jadilah Orang Baik
8 Chapter : 8 – Sang Pewaris
9 Chapter : 9 – Keributan di Desa
10 Chapter : 10 – Kibasan Pengusir Nyamuk
11 Chapter : 11 – Hati Iblis
12 Chapter : 12 – Kemarahan Tak Berdasar
13 Chapter : 13 – Penebar Maut
14 Chapter : 14 – Api di Hati
15 Chapter : 15 – Undangan
16 Chapter : 16 – Menemui Guru Besar Naga Hitam
17 Chapter : 17 – Tertangkap
18 Chapter : 18 – Yu Ping
19 Chapter : 19 – Penjelasan
20 Chapter : 20 – Aku Ingin Bicara
21 Chapter : 21 – Diskusi
22 Chapter : 22 – Senyum untuk Sung Han
23 Chapter : 23 – Pertunjukan Silat
24 Chapter : 24 – Pengepungan
25 Chapter : 25 – Satu Lawan Banyak
26 Chapter : 26 – Si Nenek Bibir Merah
27 Chapter : 27 – Malapetaka
28 Chapter : 28 – Perpisahan
29 Chapter : 29 – Sebatang Kara
30 Chapter : 30 – Kegemparan
31 Chapter : 31 – Penyerangan
32 Chapter : 32 – Cari Ribut
33 Chapter : 33 – Bisikan
34 Chapter : 34 – Penyerbuan [Bagian : 1]
35 Chapter : 35 – Perguruan Awan
36 Chapter : 36 – Orang Aneh
37 Chapter : 37 – Si Botak
38 Chapter : 38 – Mencari Jejak
39 Chapter : 39 – Keganjilan
40 Chapter : 40 – Darah
41 Chapter : 41 – Perpustakaan dan Prasangka
42 Chapter : 42 – Titik Terang
43 Chapter : 43 – Mengenaskan
44 Chapter : 44 – Wanita di Balik Kegelapan
45 Chapter : 45 – Tak Bisa Lolos Lagi
46 Chapter : 46 – Bu Cai
47 Chapter : 47 – Kau Orang Baik
48 Chapter : 48 – Kisah Masa Silam
49 Chapter : 49 – Sastrawan Pinggir Jalan
50 Chapter : 50 – Jurang Sungai
51 Chapter : 51 – Lembah Setan
52 Chapter : 52 – Cahaya di Dasar Jurang
53 Chapter : 53 – Kekacauan di Dasar Jurang
54 Chapter : 54 – Lelaki Berbaju Hitam
55 Chapter : 55 – Jebakan
56 Chapter 56 – Hujan Panah dan Batu
57 Chapter : 57 – Kekasih
58 Chapter : 58 – Hidup
59 Chapter : 59 – Goa
60 Chapter : 60 – Celaka, Pantas dan Untung
61 Chapter : 61 – Perempatan
62 Chapter : 62 – Pemilik Goa
63 Chapter : 63 – Seratus Hari [Bagian : 2]
64 Chapter : 64 – Putri Hati Iblis
65 Chapter : 65 – Pemuda Lapar
66 Chapter : 66 – Petaka Para Pendekar
67 Chapter : 67 – Pangeran Chang Song Ci
68 Chapter : 68 – Pendekar Gagal
69 Chapter : 69 – Satu Tujuan
70 Chapter : 70 – Mampir Sejenak
71 Chapter : 71 – Menyelidik
72 Chapter : 72 – Babi Galak
73 Chapter : 73 – Dua Lawan Banyak
74 Chapter : 74 – Melemah
75 Chapter : 75 – Bertemu
76 Chapter : 76 – Korban Pertama Gerhana Bulan
77 Chapter : 77 – Timbul Dendam
78 Chapter : 78 – Hilang
79 Chapter : 79 – Gadis Pencuri
80 Chapter : 80 – Serigala Tengah Malam
81 Chapter : 81 – Perang Kecil di Desa
82 Chapter : 82 – Seorang Pemuda
83 Chapter : 83 – Kambing Hitam
84 Chapter : 84 – Badai Salju Pembeku Darah
85 Chapter : 85 – Pengeroyokan
86 Chapter : 86 – Kedatangan Sung Han
87 Chapter : 87 – Siasat Topeng Emas
88 Chapter : 88 – Guru dan Murid
89 Chapter 89 – Jalan Terjal
90 Chapter : 90 – Mencurigakan
91 Chapter : 91 – Formasi Serigala Tengah Malam
92 Chapter : 92 – Kabur
93 Chapter : 93 – Kebetulan
94 Chapter : 94 – Pertukaran
95 Chapter : 95 – Cerobong Asap
96 Chapter : 96 – Tujuan Masing-Masing
97 Chapter : 97 – Perjalanan Sung Hwa
98 Chapter : 98 – Perkenalan
99 Chapter : 99 – Si Jubah Merah
100 Chapter : 100 – Penyelamat Sung Hwa
101 Chapter : 101 – Kerajaan Manusia Gunung
102 Chapter : 102 – Tentang Manusia Gunung
103 Chapter : 103 – Kekuatan dari Dewa
104 Chapter : 104 – Calon Pasutri [Bagian : 3]
105 Chapter : 105 – Penyerbuan di Selatan [][][]
106 Chapter : 106 – Jenderal Hong Ciu [][][]
107 Chapter : 107 – Siasat Kekaisaran Jeiji [][][]
108 Chapter : 108 – Pertempuran [][][]
109 Chapter : 109 – Murid Chunglai [][][]
110 Chapter : 110 – Tradisi Lima Tahun Sekali [][][]
111 Chapter : 111 – Rahasia Chunglai [][][]
112 Chapter : 112 – Puncaknya [][][]
113 Chapter : 113 – Perang Saudara [][][]
114 Chapter : 114 – Rencana Terakhir [][][]
115 Chapter : 115 – Wanita di Tengah Hutan [][][]
116 Chapter : 116 – Sastrawan Pinggir Jalan 2
117 Chapter : 117 – Geger di Kota Sutra Putih
118 Chapter : 118 – Penguntit
119 Chapter : 119 – Peti Hitam
120 Chapter : 120 – Tok Ciauw
121 Chapter : 121 – Penjara
122 Chapter : 122 – Kekuatan Baru
123 Chapter : 123 – Wajah di Balik Topeng
124 Chapter : 124 – Penculikan
125 Chapter : 125 – Kambing Hitam Lagi?
126 Chapter : 126 – Situasi Sulit
127 Chapter : 127 – Petualangan Bersama
128 Chapter : 128 – Pura-Pura Tidur
129 Chapter : 129 – Dendam Yang Membutakan
130 Chapter : 130 – Tuduh Menuduh
131 Chapter : 131 – Pertemuan di Gunung Angsa
132 Chapter : 132 – Ketua Golongan Sesat
133 Chapter : 133 – Sebuah Kutukan, Takdir Kita
134 Chapter : 134 – Kau Orang Baik 2
135 Chapter : 135 – Para Pemberontak
136 Chapter : 136 – Keadaan Saat Ini
137 Chapter : 137 – Kisah Kelam Ratu Elang
138 Chapter : 138 – Teror Rajawali Merah
139 Chapter : 139 – Bercakap-Cakap
140 Chapter : 140 – Nona Han
141 Chapter : 141 – Rencana Mereka
142 Chapter : 142 – Kesaksian Nona Han
143 Chapter : 143 – Sung Han dan Rajawali Merah
144 Chapter : 144 – Dia Inilah Orang yang Kau Maksudkan
145 Chapter : 145 – Pesan Guru
146 Chapter : 146 – Aku Tak Akan Membunuhmu
147 Chapter : 147 – Naga Sakti Ujung Timur
148 Chapter : 148 – Sastrawan Pinggir Jalan 3
149 Chapter : 149 – Rajawali Merah Asli
150 Chapter : 150 – Kau Orang Baik 3
151 Chapter : 151 – Misteri Serigala Tengah Malam
152 Chapter : 152 – Peringatan Orang-Orang Sawah
153 Chapter : 153 – Terjebak
154 Chapter : 154 – Pewaris Pusaka Keramat
155 Chapter : 155 – Lumpur Hisap
156 Chapter : 156 – Gerak-Gerik Aneh
157 Chapter : 157 – Jebakan Penyergap
158 Chapter : 158 – Kalah
159 Chapter : 159 – Tertawan Bersama
160 Chapter : 160 – Siasat Putri Chang Song Zhu
161 Chapter : 161 – Penguntitan
162 Chapter : 162 – Perjalanan Bersama
163 Chapter : 163 – Pemberontak Tuduh Pemberontak
164 Chapter : 164 – Perang Tanding Depan Benteng
165 Chapter : 165 – Jatuhnya Kepala Topeng Emas
166 Chapter : 166 – Terbukanya Sosok di Balik Topeng
167 Chapter : 167 – Berutang Lagi
168 Chapter : 168 – Kau Bukanlah Orang Baik
169 Chapter : 169 – Elang dan Rajawali
170 Chapter : 170 – Keganasan Rajawali
171 Chapter : 171 – Aku Bukanlah Orang Baik
172 Chapter : 172 – Ingin Bertemu Keluargaku
173 Chapter : 173 – Iblis Peti Goa Emas
174 Chapter : 174 – Perpisahan
175 Chapter : 175 – Bersekutu
176 Chapter : 176 – Mengejutkan
177 Chapter : 177 – Naga Sakti
178 Chapter : 178 – Rombongan
179 Chapter : 179 – Rombongan 2
180 Chapter : 180 – Jejaknya
181 Chapter : 181 – Negosiasi
182 Chapter : 182 – Datang Memenuhi Undangan
183 Chapter : 183 – Keputusan Kay Su Tek
184 Chapter : 184 – Goa Emas
185 Chapter : 185 – Orang yang Dihormatinya
186 Chapter : 186 – Para Ronin
187 Chapter : 187 – Tiga Jembel
188 Chapter : 188 – Pendekar dan Ronin
189 Chapter : 189 – Jangan Bunuh
190 Chapter : 190 – Pengecut
191 Chapter : 191 – Jebakan Pertama
192 Chapter : 192 – Jebakan Kedua
193 Chapter : 193 – Pilihan
194 Chapter : 194 – Asap Hitam
195 Chapter : 195 – Gempa
196 Chapter : 196 – Tempat Rahasia [Bagian : 4]
197 Chapter : 197 – Sosok Misterius
198 Chapter : 198 – Xian Fa
199 Chapter : 199 – Para Biksuni
200 Chapter : 200 – Tasbih
201 Chapter : 201 – Dugaan Yu Ping
202 Chapter : 202 – Kakak Adik
203 Chapter : 203 – Kawan Lama
204 Chapter : 204 – Menuju ke Tempat Pertarungan
205 Chapter : 205 – Keramaian di Puncak
206 Chapter : 206 – Pertarungan Mati-Matian
207 Chapter : 207 – Pertarungan Antar Pewaris
208 Chapter : 208 – Takdir
209 Chapter : 209 – Kisah Mereka
210 Chapter : 210 – Tujuan Berikutnya
211 Chapter : 211 – Sahabat Kami
212 Chapter : 212 – Sejarah Goa Emas
213 Chapter : 213 – Keadaan di Timur
214 Chapter : 214 – Belajar Kenal
215 Chapter : 215 – Keputusan Jenderal
216 Chapter : 216 – Perang Berat Sebelah
217 Chapter : 217 – Kau Orang Baik 4
218 Chapter : 218 – Keputusasaan Sung Han
219 Chapter : 219 – Rencana Penyambutan Lawan
220 Chapter : 220 – Pertempuran Kedua
221 Chapter : 221 – Enam Bulan Setelahnya [Bagian : 5]
222 Chapter : 222 – Kehidupan Mereka
223 Chapter : 223 – Situasi yang Kacau
224 Chapter : 224 – Seleksi Pengawal
225 Chapter : 225 – Lolos Seleksi
226 Chapter : 226 – Hok Liu
227 Chapter : 227 – Usaha Merobek Topeng
228 Chapter : 228 – Identitas Para Penyamar
229 Chapter : 229 – Tiga Sahabat
230 Chapter : 230 – Bakar Gudang
231 Chapter : 231 – Rencana yang Tidak Mulus
232 Chapter : 232 – Empat Lawan Tiga
233 Chapter : 233 – Sahabat
234 Chapter : 234 – Salah Paham
235 Chapter : 235 – Kita Semua Sahabat
236 Chapter : 236 – Penyerbuan Sang Putri
237 Chapter : 237 – Kegelisahan
238 Chapter : 238 – Keadaan yang Memburuk
239 Chapter : 239 – Kakek Pembawa Peti
240 Chapter : 240 – Pertemuan Tokoh-Tokoh Pertapa
241 Chapter : 241 – Pasukan Manusia Gunung
242 Chapter : 242 – Keputusan Raja Chunglai
243 Chapter : 243 – Pernikahan yang Terburu-Buru
244 Chapter : 244 – Kenangan Manis
245 Chapter : 245 – Perhatian Seorang Istri
246 Chapter : 246 – Semoga Saja Benar
247 Chapter : 247 – Ini yang Terakhir
248 Chapter : 248 – Awal dari Kejadian Besar
249 Chapter : 249 – Keluar Goa
250 Chapter : 250 – Kenakalan Istri
251 Chapter : 251 – Kerisauan Sung Han
252 Chapter : 252 – Laporan Sung Han
253 Chapter : 253 – Percakapan Suami Istri
254 Chapter : 254 – Kalian Keluargaku
255 Chapter : 255 – Kabar Buruk yang Tersembunyi
256 Chapter : 256 – Titah Kaisar
257 Chapter : 257 – Usul Sung Han
258 Chapter : 258 – Pembagian Kelompok Pasukan
259 Chapter : 259 – Pimpinan Tunggal
260 Chapter : 260 – Pertentangan Paham
261 Chapter : 261 – Perseteruan Mereka
262 Chapter : 262 – Rencana Pemilihan Pemimpin
263 Chapter : 263 – Pertemuan di Bukit
264 Chapter : 263 – Pertarungan Raja Dunia Silat
265 Chapter : 264 – Tugas Pertama
266 Chapter : 265 – Pertempuran Batin
267 Chapter : 266 – Siasat Sung Han
268 Chapter : 267 – Puncaknya
269 Chapter : 268 – Tugas Berikutnya
Episodes

Updated 269 Episodes

1
Chapter : 1 – Awal
2
Chapter : 2 – Hati yang Berdarah
3
Chapter : 3 – Konflik
4
Chapter : 4 – Pertemuan Dengan Guru
5
Chapter : 5 – Tugas Ringan yang Sangat Berat
6
Chapter : 6 – Sudah Waktunya
7
Chapter : 7 – Jadilah Orang Baik
8
Chapter : 8 – Sang Pewaris
9
Chapter : 9 – Keributan di Desa
10
Chapter : 10 – Kibasan Pengusir Nyamuk
11
Chapter : 11 – Hati Iblis
12
Chapter : 12 – Kemarahan Tak Berdasar
13
Chapter : 13 – Penebar Maut
14
Chapter : 14 – Api di Hati
15
Chapter : 15 – Undangan
16
Chapter : 16 – Menemui Guru Besar Naga Hitam
17
Chapter : 17 – Tertangkap
18
Chapter : 18 – Yu Ping
19
Chapter : 19 – Penjelasan
20
Chapter : 20 – Aku Ingin Bicara
21
Chapter : 21 – Diskusi
22
Chapter : 22 – Senyum untuk Sung Han
23
Chapter : 23 – Pertunjukan Silat
24
Chapter : 24 – Pengepungan
25
Chapter : 25 – Satu Lawan Banyak
26
Chapter : 26 – Si Nenek Bibir Merah
27
Chapter : 27 – Malapetaka
28
Chapter : 28 – Perpisahan
29
Chapter : 29 – Sebatang Kara
30
Chapter : 30 – Kegemparan
31
Chapter : 31 – Penyerangan
32
Chapter : 32 – Cari Ribut
33
Chapter : 33 – Bisikan
34
Chapter : 34 – Penyerbuan [Bagian : 1]
35
Chapter : 35 – Perguruan Awan
36
Chapter : 36 – Orang Aneh
37
Chapter : 37 – Si Botak
38
Chapter : 38 – Mencari Jejak
39
Chapter : 39 – Keganjilan
40
Chapter : 40 – Darah
41
Chapter : 41 – Perpustakaan dan Prasangka
42
Chapter : 42 – Titik Terang
43
Chapter : 43 – Mengenaskan
44
Chapter : 44 – Wanita di Balik Kegelapan
45
Chapter : 45 – Tak Bisa Lolos Lagi
46
Chapter : 46 – Bu Cai
47
Chapter : 47 – Kau Orang Baik
48
Chapter : 48 – Kisah Masa Silam
49
Chapter : 49 – Sastrawan Pinggir Jalan
50
Chapter : 50 – Jurang Sungai
51
Chapter : 51 – Lembah Setan
52
Chapter : 52 – Cahaya di Dasar Jurang
53
Chapter : 53 – Kekacauan di Dasar Jurang
54
Chapter : 54 – Lelaki Berbaju Hitam
55
Chapter : 55 – Jebakan
56
Chapter 56 – Hujan Panah dan Batu
57
Chapter : 57 – Kekasih
58
Chapter : 58 – Hidup
59
Chapter : 59 – Goa
60
Chapter : 60 – Celaka, Pantas dan Untung
61
Chapter : 61 – Perempatan
62
Chapter : 62 – Pemilik Goa
63
Chapter : 63 – Seratus Hari [Bagian : 2]
64
Chapter : 64 – Putri Hati Iblis
65
Chapter : 65 – Pemuda Lapar
66
Chapter : 66 – Petaka Para Pendekar
67
Chapter : 67 – Pangeran Chang Song Ci
68
Chapter : 68 – Pendekar Gagal
69
Chapter : 69 – Satu Tujuan
70
Chapter : 70 – Mampir Sejenak
71
Chapter : 71 – Menyelidik
72
Chapter : 72 – Babi Galak
73
Chapter : 73 – Dua Lawan Banyak
74
Chapter : 74 – Melemah
75
Chapter : 75 – Bertemu
76
Chapter : 76 – Korban Pertama Gerhana Bulan
77
Chapter : 77 – Timbul Dendam
78
Chapter : 78 – Hilang
79
Chapter : 79 – Gadis Pencuri
80
Chapter : 80 – Serigala Tengah Malam
81
Chapter : 81 – Perang Kecil di Desa
82
Chapter : 82 – Seorang Pemuda
83
Chapter : 83 – Kambing Hitam
84
Chapter : 84 – Badai Salju Pembeku Darah
85
Chapter : 85 – Pengeroyokan
86
Chapter : 86 – Kedatangan Sung Han
87
Chapter : 87 – Siasat Topeng Emas
88
Chapter : 88 – Guru dan Murid
89
Chapter 89 – Jalan Terjal
90
Chapter : 90 – Mencurigakan
91
Chapter : 91 – Formasi Serigala Tengah Malam
92
Chapter : 92 – Kabur
93
Chapter : 93 – Kebetulan
94
Chapter : 94 – Pertukaran
95
Chapter : 95 – Cerobong Asap
96
Chapter : 96 – Tujuan Masing-Masing
97
Chapter : 97 – Perjalanan Sung Hwa
98
Chapter : 98 – Perkenalan
99
Chapter : 99 – Si Jubah Merah
100
Chapter : 100 – Penyelamat Sung Hwa
101
Chapter : 101 – Kerajaan Manusia Gunung
102
Chapter : 102 – Tentang Manusia Gunung
103
Chapter : 103 – Kekuatan dari Dewa
104
Chapter : 104 – Calon Pasutri [Bagian : 3]
105
Chapter : 105 – Penyerbuan di Selatan [][][]
106
Chapter : 106 – Jenderal Hong Ciu [][][]
107
Chapter : 107 – Siasat Kekaisaran Jeiji [][][]
108
Chapter : 108 – Pertempuran [][][]
109
Chapter : 109 – Murid Chunglai [][][]
110
Chapter : 110 – Tradisi Lima Tahun Sekali [][][]
111
Chapter : 111 – Rahasia Chunglai [][][]
112
Chapter : 112 – Puncaknya [][][]
113
Chapter : 113 – Perang Saudara [][][]
114
Chapter : 114 – Rencana Terakhir [][][]
115
Chapter : 115 – Wanita di Tengah Hutan [][][]
116
Chapter : 116 – Sastrawan Pinggir Jalan 2
117
Chapter : 117 – Geger di Kota Sutra Putih
118
Chapter : 118 – Penguntit
119
Chapter : 119 – Peti Hitam
120
Chapter : 120 – Tok Ciauw
121
Chapter : 121 – Penjara
122
Chapter : 122 – Kekuatan Baru
123
Chapter : 123 – Wajah di Balik Topeng
124
Chapter : 124 – Penculikan
125
Chapter : 125 – Kambing Hitam Lagi?
126
Chapter : 126 – Situasi Sulit
127
Chapter : 127 – Petualangan Bersama
128
Chapter : 128 – Pura-Pura Tidur
129
Chapter : 129 – Dendam Yang Membutakan
130
Chapter : 130 – Tuduh Menuduh
131
Chapter : 131 – Pertemuan di Gunung Angsa
132
Chapter : 132 – Ketua Golongan Sesat
133
Chapter : 133 – Sebuah Kutukan, Takdir Kita
134
Chapter : 134 – Kau Orang Baik 2
135
Chapter : 135 – Para Pemberontak
136
Chapter : 136 – Keadaan Saat Ini
137
Chapter : 137 – Kisah Kelam Ratu Elang
138
Chapter : 138 – Teror Rajawali Merah
139
Chapter : 139 – Bercakap-Cakap
140
Chapter : 140 – Nona Han
141
Chapter : 141 – Rencana Mereka
142
Chapter : 142 – Kesaksian Nona Han
143
Chapter : 143 – Sung Han dan Rajawali Merah
144
Chapter : 144 – Dia Inilah Orang yang Kau Maksudkan
145
Chapter : 145 – Pesan Guru
146
Chapter : 146 – Aku Tak Akan Membunuhmu
147
Chapter : 147 – Naga Sakti Ujung Timur
148
Chapter : 148 – Sastrawan Pinggir Jalan 3
149
Chapter : 149 – Rajawali Merah Asli
150
Chapter : 150 – Kau Orang Baik 3
151
Chapter : 151 – Misteri Serigala Tengah Malam
152
Chapter : 152 – Peringatan Orang-Orang Sawah
153
Chapter : 153 – Terjebak
154
Chapter : 154 – Pewaris Pusaka Keramat
155
Chapter : 155 – Lumpur Hisap
156
Chapter : 156 – Gerak-Gerik Aneh
157
Chapter : 157 – Jebakan Penyergap
158
Chapter : 158 – Kalah
159
Chapter : 159 – Tertawan Bersama
160
Chapter : 160 – Siasat Putri Chang Song Zhu
161
Chapter : 161 – Penguntitan
162
Chapter : 162 – Perjalanan Bersama
163
Chapter : 163 – Pemberontak Tuduh Pemberontak
164
Chapter : 164 – Perang Tanding Depan Benteng
165
Chapter : 165 – Jatuhnya Kepala Topeng Emas
166
Chapter : 166 – Terbukanya Sosok di Balik Topeng
167
Chapter : 167 – Berutang Lagi
168
Chapter : 168 – Kau Bukanlah Orang Baik
169
Chapter : 169 – Elang dan Rajawali
170
Chapter : 170 – Keganasan Rajawali
171
Chapter : 171 – Aku Bukanlah Orang Baik
172
Chapter : 172 – Ingin Bertemu Keluargaku
173
Chapter : 173 – Iblis Peti Goa Emas
174
Chapter : 174 – Perpisahan
175
Chapter : 175 – Bersekutu
176
Chapter : 176 – Mengejutkan
177
Chapter : 177 – Naga Sakti
178
Chapter : 178 – Rombongan
179
Chapter : 179 – Rombongan 2
180
Chapter : 180 – Jejaknya
181
Chapter : 181 – Negosiasi
182
Chapter : 182 – Datang Memenuhi Undangan
183
Chapter : 183 – Keputusan Kay Su Tek
184
Chapter : 184 – Goa Emas
185
Chapter : 185 – Orang yang Dihormatinya
186
Chapter : 186 – Para Ronin
187
Chapter : 187 – Tiga Jembel
188
Chapter : 188 – Pendekar dan Ronin
189
Chapter : 189 – Jangan Bunuh
190
Chapter : 190 – Pengecut
191
Chapter : 191 – Jebakan Pertama
192
Chapter : 192 – Jebakan Kedua
193
Chapter : 193 – Pilihan
194
Chapter : 194 – Asap Hitam
195
Chapter : 195 – Gempa
196
Chapter : 196 – Tempat Rahasia [Bagian : 4]
197
Chapter : 197 – Sosok Misterius
198
Chapter : 198 – Xian Fa
199
Chapter : 199 – Para Biksuni
200
Chapter : 200 – Tasbih
201
Chapter : 201 – Dugaan Yu Ping
202
Chapter : 202 – Kakak Adik
203
Chapter : 203 – Kawan Lama
204
Chapter : 204 – Menuju ke Tempat Pertarungan
205
Chapter : 205 – Keramaian di Puncak
206
Chapter : 206 – Pertarungan Mati-Matian
207
Chapter : 207 – Pertarungan Antar Pewaris
208
Chapter : 208 – Takdir
209
Chapter : 209 – Kisah Mereka
210
Chapter : 210 – Tujuan Berikutnya
211
Chapter : 211 – Sahabat Kami
212
Chapter : 212 – Sejarah Goa Emas
213
Chapter : 213 – Keadaan di Timur
214
Chapter : 214 – Belajar Kenal
215
Chapter : 215 – Keputusan Jenderal
216
Chapter : 216 – Perang Berat Sebelah
217
Chapter : 217 – Kau Orang Baik 4
218
Chapter : 218 – Keputusasaan Sung Han
219
Chapter : 219 – Rencana Penyambutan Lawan
220
Chapter : 220 – Pertempuran Kedua
221
Chapter : 221 – Enam Bulan Setelahnya [Bagian : 5]
222
Chapter : 222 – Kehidupan Mereka
223
Chapter : 223 – Situasi yang Kacau
224
Chapter : 224 – Seleksi Pengawal
225
Chapter : 225 – Lolos Seleksi
226
Chapter : 226 – Hok Liu
227
Chapter : 227 – Usaha Merobek Topeng
228
Chapter : 228 – Identitas Para Penyamar
229
Chapter : 229 – Tiga Sahabat
230
Chapter : 230 – Bakar Gudang
231
Chapter : 231 – Rencana yang Tidak Mulus
232
Chapter : 232 – Empat Lawan Tiga
233
Chapter : 233 – Sahabat
234
Chapter : 234 – Salah Paham
235
Chapter : 235 – Kita Semua Sahabat
236
Chapter : 236 – Penyerbuan Sang Putri
237
Chapter : 237 – Kegelisahan
238
Chapter : 238 – Keadaan yang Memburuk
239
Chapter : 239 – Kakek Pembawa Peti
240
Chapter : 240 – Pertemuan Tokoh-Tokoh Pertapa
241
Chapter : 241 – Pasukan Manusia Gunung
242
Chapter : 242 – Keputusan Raja Chunglai
243
Chapter : 243 – Pernikahan yang Terburu-Buru
244
Chapter : 244 – Kenangan Manis
245
Chapter : 245 – Perhatian Seorang Istri
246
Chapter : 246 – Semoga Saja Benar
247
Chapter : 247 – Ini yang Terakhir
248
Chapter : 248 – Awal dari Kejadian Besar
249
Chapter : 249 – Keluar Goa
250
Chapter : 250 – Kenakalan Istri
251
Chapter : 251 – Kerisauan Sung Han
252
Chapter : 252 – Laporan Sung Han
253
Chapter : 253 – Percakapan Suami Istri
254
Chapter : 254 – Kalian Keluargaku
255
Chapter : 255 – Kabar Buruk yang Tersembunyi
256
Chapter : 256 – Titah Kaisar
257
Chapter : 257 – Usul Sung Han
258
Chapter : 258 – Pembagian Kelompok Pasukan
259
Chapter : 259 – Pimpinan Tunggal
260
Chapter : 260 – Pertentangan Paham
261
Chapter : 261 – Perseteruan Mereka
262
Chapter : 262 – Rencana Pemilihan Pemimpin
263
Chapter : 263 – Pertemuan di Bukit
264
Chapter : 263 – Pertarungan Raja Dunia Silat
265
Chapter : 264 – Tugas Pertama
266
Chapter : 265 – Pertempuran Batin
267
Chapter : 266 – Siasat Sung Han
268
Chapter : 267 – Puncaknya
269
Chapter : 268 – Tugas Berikutnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!