"Cari!! Cari sampai dapat!"
"Baik tuan!"
Tujuh orang itu segera berbalik dan pergi meninggalkan ruang utama. Mereka terlalu takut untuk menghadapi Jin Yu yang sedang marah-marah seperti itu.
Memang Jin Yu baru saja menerima laporan dari beberapa anak buahnya, bahwasannya beberapa hari yang lalu, telah ditemukan mayat-mayat Tiga Iblis Muka Satu bersama anggotanya. Keadaan mereka sudah kering mengenaskan.
Betapa jengkel hatinya, ketika mengetahui kalau musuhnya, Naga Hitam juga dibantai habis di sana. Dia tidak tahu apakah ada anggota dari Naga Hitam yang berhasil lolos, namun entah bagaimana dia merasakan firasat buruk soal ini. Yang menjengkelkan hatinya adalah, mengetahui kalau si pembunuh membunuh kedua belah pihak, boleh jadi dia adalah musuh keduanya. Dan tentu pembunuh itu bukan sembarang orang.
"Jika Naga Hitam terbantai oleh pasukan tiga kakek sinting itu, aku justru girang sekali. Tapi kalau ada faktor lain...."
"Kenapa ayah berpikir demikian?"
Tiba-tiba muncul gadis cantik berambut panjang berwarna hitam legam. Rambut panjangnya itu dikepang sampai ke pinggang, lalu rambut di tengkuknya, diikat dengan pita berwarna merah. Matanya nampak tajam, namun tarikan bibirnya membayangkan kekejaman.
Jin Yu melihat bocah itu sekilas sebelum kembali merenung, "Entahlah, aku tidak tahu kenapa aku berpikir demikian...."
...****************...
Di sepanjang perjalanannya, Sung Han terus bertanya-tanya tentang letak lokasi Rajawali Putih. Dia benar-benar tersesat saat ini dan sama sekali asing dengan daerah sekitar.
Setiap desa atau kota yang ia lalui, dia selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Maaf paman dan bibi, apakah kalian mengetahui dimana letak jasa pengiriman barang Rajawali Putih?"
Dua orang itu saling menatap dengan bingung sebelum menjawab, "Anak muda, aku tidak tahu dimana letak mereka. Tapi apakah kau tak pernah mendengar kabar, soal hilangnya jasa pengiriman itu beberapa tahun silam?"
Wajah Sung Han sedikit berubah, tapi sedetik kemudian dia memaksakan senyum, "Terima kasih atas informasinya paman."
Selalu saja mendapat jawaban yang sama. Agaknya daerah ini memang cukup jauh dari markas Rajawali Putih sehingga mereka semua tidak ada yang tahu.
Memang demikianlah adanya, karena letak Rajwali Putih dahulu berada sedikit ke arah Barat Pegunungan Tembok Surga. Namun kali ini Sung Han berada di ujung Timur, tentu saja orang-orang awam tidak tahu.
Dan hingga suatu ketika, dia bertemu dengan seorang pedagang keliling yang membawa berbagai macam barang. Sung Han berpikir kalau mungkin orang itu sudah berkelana ke berbagai tempat, maka ia mendatangi orang itu dan menanyakan hal yang sama.
Orang itu menjawab, "Ah...mereka ada di sebelah Barat sana, jauh dari sini. Tapi kalau kau ingin ke sana, itu percuma. Di sana yang ada hanya gedung kosong lumutan tak berpenghuni."
Sung Han menjadi tertarik dan lanjut bertanya, "Kapan terakhir kali mereka terlihat tuan?"
Orang itu nampak berpikir sebelum menjawab, "Lima tahun lalu, kalau tidak salah. Aku mendengar ucapan seseorang yang berkata kalau Rajawali Putih menghilang setelah didatangi utusan-utusan dari berbagai partai besar."
"Kalau boleh tahu, partai apa sajakah itu tuan?"
"Hm....ini bukan pendapatku dan aku hanya mendengar rumor. Namun saat itu katanya ada perkumpulan Putri Elang, lalu Naga Hitam. Ada pula yang memgatakan kalau kumpulan biksu dari perkumpulan Tapak Putih juga datang. Agaknya perguruan itu sudah melebarkan sayapnya sampai ke Utara sini."
Sung Han terkejut sekali, kiranya ada banyak partai besar yang mengancam Rajawali Putih Dia mengangguk singkat dan mengucapkan terima kasih, kemudian pergi dari sana.
Dia menuju ke sebuah rumah makan dan menghabiskan setengah hari di sana untuk makan minum sekaligus bersantai. Memasuki tengah hari, saat ia hendak keluar dari pintu kedai, ia dikejutkan oleh kedatangan tiga orang pria bercadar hitam.
Melihat dari gambar sulaman di dada mereka, Sung Han segera mengenal siapa yang datang.
"Naga Hitam, ada apa ini?" ucapannya dingin. Teringat akan kejadian beberapa hari lalu, Sung Han berpikir ada seseorang yang melapor ke partai Naga Hitam.
Tiga orang itu membungkuk hormat dan orang terdepan mewakili dua temannya berkata, "Mohon sudilah untuk ikut kami sebentar tuan. Tuan muda kami ingin bicara." Nadanya sopan, tapi melihat tatapan di kanan kiri pria itu, Sung Han mampu merasakan kebencian.
"Orang ini sopan sekali dan halus budi, tapi apa-apaan dengan dua yang lain itu!" Sung Han mencibir dalam hati.
"Apa mau kalian mencariku? Ingin mengungkit-ngungkit masalah beberapa hari lalu?" Sung Han memancing.
Yang terdepan kembali menjawab, "Itu urusan anda bersama tuan muda. Kami hanya diutus untuk memanggil anda. Tuan muda menunggu anda di sungai kecil dekat desa sampai malam hari. Kalau begitu kami pamit."
Setelah berkata demikian, tiga orang itu kembali membungkuk hormat dan pergi dari sana tanpa menoleh lagi.
"Apa itu tadi?"
...****************...
Pembantaian yang terjadi lima tahun lalu, kemudian disusul oleh serangkaian kejadian yang diceritakan si pedagang, dimana Rajawali Putih didatangi oleh berbagai macam partai besar. Lalu beberapa hari lalu, dia melakukan pembantaian terhadap orang-orang Naga Hitam dan Hati Iblis.
"Benar-benar memusingkan. Sebenarnya siapa musuh dan siapa kawan?"
Di bawah pohon besar, Sung Han tak henti-hentinya mengomel dengan nasibnya sekarang ini. Sampai malam hari tiba, dia tak kunjung menghadiri undangan dari tiga orang Naga Hitam itu. Bahkan dia ragu apakah akan datang atau tidak.
Sung Han mencoba berpikir, namun nihil, sama sekali tidak ada artinya. Akhirnya dia menghela nafas panjang dan mencoba untuk tidur.
Beberapa menit berlalu, Sung Han membuka matanya. Dia mendecih perlahan dan bangkit berdiri. "Sialan!"
...****************...
Gu Ren bersama Bao Leng dan dua orang saksi dalam pembantaian Sung Han, menunggu di sepanjang sungai kecil belakang desa itu.
Rombongan Naga Hitam kali ini berjumlah tujuh orang, dengan dipimpin langsung oleh Gu Ren.
"Hm....?"
Gumaman Gu Ren ini menandakan satu hal, dan hal itu juga disadari oleh enam orang lain. Serentak mereka bangkit dan bersikap waspada, namun Gu Ren menegur.
"Duduk, tamu kita sudah datang."
Dan benar saja, beberapa detik berselang, terdengar langkah kaki yang kian mendekat. Lalu lambat laun muncul seorang pemuda dari balik rimbunnya pepohonan. Pemuda bermata kuning cerah.
Gu Ren memandang Sung Han dan menelan ludah susah payah. Sungguh familiar wajah itu.
"Anak muda, kau akhirnya datang."
Pikiran yang sama juga merasuki kepala Sung Han. Pemuda itu sangat terkejut sekaligus heran melihat dua orang di antara mereka.
"Kau....kalian berdua!! Kalian yang melakukan pembantaian Rajawali Putih beberapa tahun lalu!" bentaknya dan menyiapkan kuda-kuda.
Gu Ren terperanjat, firasatnya ternyata benar. Ia lekas bangkit dan menahan Bao Leng yang sudah hendak menerjang.
"Tenanglah anak muda, kita di sini untuk bicara." Gu Ren berkata halus.
Lalu dia mengalihkan pandangannya kepada dua orang lainnya, "Benarkah pemuda ini yang ikut campur ketika bentrokan dengan Hati Iblis di hutan kala itu?"
Dua orang kakak dan adik seperguruan itu mengangguk. Sung Han mengamati baik-baik, kiranya dua orang itu yang dahulu terpelanting oleh serangan dua kakek Naga Hitam. Melihat dari matanya, agaknya dua orang ini pula yang tadi siang datang padanya dan menatapnya penuh kebencian.
"Kalian mau apa!?" seru Sung Han.
Hati Gu Ren panas juga. Tidak sabaran benar bocah ini, pikirnya. Maka dia ingin sedikit coba-coba. Ia membungkuk dan memberi hormat, namun sejatinya itu merupakan serangan sambaran angin yang langsung menuju dada Sung Han.
Sung Han melihat itu dengan jelas. Dengan wajah acuh, Sung Han bertepuk tangan dua kali di depan dadanya. Akibatnya, tepukan pertama menghalau serangan Gu Ren, tepukan kedua mengirim serangan balasan.
"Apa!?"
"Ugh!"
Gu Ren mundur setindak.
"Kau ingin menyerangku diam-diam?"
"Bocah! Apa yang kau lakukan!" Bao Leng naik pitam dan menyiapkan kuda-kuda. Diikuti oleh lima orang lainnya.
"Kalian mengundangku hanya ingin cari ribut? Baik, kuterima tantangan kalian!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
adhy nofx
lanjut
2025-03-29
0
Christian Sondakh
👍
2023-07-28
0