Masalah Pertama Di Kampus

Mencari udara yang segar di taman kampus adalah ide bagus setelah sejam lebih berada satu ruangan dengan dosen yang sedingin es itu. Angin sepoi-sepoi berhembus menerpa rambut lurus Zea yang tergerai, membuatnya sedikit berantakan. Gadis itu merapikan rambutnya, menyelipkan kebelakang kuping agar terlihat rapi.

Keanu yang melihat Zea duduk sendiri langsung berjalan mendekatinya.

"Hai, aku boleh duduk?" tanya Keanu sembari mendaratkan bokongnya di samping Zea.

"Untuk apa minta izin, kalau sebelum ku izinkan, kau sudah duduk?" sindir Zea.

"Basa-basi."

Zea memutar bola matanya demi mendengar jawaban Keanu.

"Kau belum jawab siapa namamu?" Keanu mengulurkan tangan dan berharap Zea menjabatnya.

"Zea." Zea menjabat tangan Keanu dan tersenyum manis.

Keanu terpana menatap wajah cantik Zea sambil terus menjabat tangannya.

"Sebaiknya kau lepaskan tanganku, sebelum benar-benar menempel di tanganmu." Zea menarik tangannya, membuat Keanu tersentak.

"Eh ... maaf-maaf. Aku lupa!"

Zea hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Keanu.

Krruuukk ....

Tiba-tiba perut Zea berbunyi akibat kelaparan, tadi pagi dia memang tak banyak sarapan karena terlalu nervous.

"Kamu lapar, ya, Ze?"

Zea hanya mengangguk pelan, sambil memegangi perutnya yang keroncongan, seketika wajahnya memerah menahan malu.

"Ayo ke kantin, hari ini aku yang traktir."

"Ng-nggak usah!"

"Udah jangan malu-malu!" tanpa basa-basi Keanu menarik tangan Zea dan menyeretnya seperti anak kecil.

Zea kaget melihat sikap Keanu yang begitu berani menarik tangannya, padahal mereka baru saja berkenalan. Tapi detik itu juga Zea yakin bahwa Keanu anak yang baik, karena bocah itu sangat perduli kepadanya.

Pertama, dia menawarkan bangku kosong saat Zea sedang kebingungan mencari tempat duduk. Kedua, dia bertindak spontan mengajak Zea makan saat mengetahui gadis itu lapar.

Nilai plus untuk seseorang yang baru dikenal.

Tanpa mereka sadari, ada dua pasang mata yang sedari tadi melihat mereka dari kejauhan. Dari tatapannya, terlihat pancaran kecemburuan dan amarah.

Iya, Kikan dan Jessi ternyata diam-diam mengikuti Keanu saat dia mendekati Zea tadi.

"Dasar sialan! Berani sekali gadis itu mengganggu Keanu ku." sungut Kikan kesal.

Dia yang sudah dari SMA mencari perhatian Keanu, bahkan sampai bela-belain kuliah disini demi bisa dekat dengan sang pujaan hati, tapi selalu dicuekin.

Malah Zea yang anak baru sudah bisa bergandeng tangan dengan pria incarannya itu.

"Jadi apa yang akan kau lakukan?" tanya Jessi penasaran, dia tahu Kikan tak akan tinggal diam jika ada gadis yang dekat dengan Keanu.

"Lihat saja nanti!" Kikan mengibaskan rambutnya dan berjalan dengan gaya angkuh.

Jessi hanya mengikutinya seperti kacung.

***

Di kantin yang cukup ramai, Keanu mengedarkan pandangan nya mencari di mana ada meja dan kursi yang masih kosong untuk dia dan Zea.

Matanya tertuju pada meja di pojok kantin, yang cuma diduduki oleh seorang gadis, sementara ada dua kursi di hadapannya kosong.

Keanu langsung menarik tangan Zea menuju kursi itu.

Lagi-lagi Zea tercengang melihat aksi spontan Keanu, tapi anehnya dia menurut dan tak keberatan. Dasar aneh!

"Kami boleh duduk disini?" tanya Keanu, dan seperti biasa, tanpa persetujuan orang yang ditanya, Keanu langsung mendaratkan bokongnya dan menyuruh Zea duduk di sampingnya.

Gadis yang duduk sendiri itu mengangguk tanpa berniat membalas pertanyaan Keanu, lagipula percuma dijawab, orang dia sudah duduk.

"Kamu pesan apa ,Ze?" Keanu memberi daftar menu kepada Zea.

"Nasi soto dan es lemon aja." jawab Zea, dia tergoda dengan gambar nasi soto di daftar menu itu.

"Ok ... aku pesan dulu ya." Keanu berdiri dan memanggil si penjual.

Dia memesan dia porsi nasi soto dan dua gelas es lemon. Sementara itu Zea beralih memandang gadis yang duduk dihadapan mereka.

"Hai, kenalin aku Zea." Zea mengulurkan tangannya ke depan wajah gadis itu. Sedari tadi dia hanya tertunduk diam tanpa memperdulikan mereka.

"Ruby" gadis yang bernama Ruby itu mendongakkan kepala nya lalu tersenyum sambil menjabat uluran tangan Zea.

"Kita bisa jadi teman?" Zea menatap Ruby penuh harap.

"Iya, tentu." sahut Ruby.

Ruby senang karena ternyata masih ada yang mau menjadi temannya. Karena sejak dia masuk ke kampus ini, tak seorang pun mau berteman dengannya, mengingat gaya nya yang biasa saja dan bukan anak orang kaya seperti teman-teman nya yang lain.

Bahkan dia bisa masuk ke kampus ini juga karena bantuan seseorang.

Pesanan Zea dan Keanu pun datang, Keanu langsung membayarnya di tempat, tapi belum lagi Zea menyentuh makanan itu, Kikan sudah datang dan dengan sengaja menumpahkan minuman ke baju Zea.

Sontak membuat orang disekitar Zea kaget termasuk Keanu dan Ruby.

"Apa-apaan sih?" Keanu langsung berdiri dan menatap Kikan dengan tatapan yang tajam.

"Ups ... sorry, aku nggak sengaja." ujar Kikan angkuh.

"Jalanan di sini lebar, lagi pula ini dipojok dan nggak ada lagi kursi kosong di sini, untuk apa kau ke sini? Kamu pasti sengaja!" salak Keanu marah.

"Sudahlah, cuma air kok." Zea berusaha tetap tenang sembari berdiri dan beranjak pergi walaupun dalam hatinya dia sangat kesal.

Keanu berjalan mengikuti Zea sambil melirik sinis ke arah Kikan.

"Sok baik!!! Dasar murahan, nggak tahu diri." Kikan berteriak, dia tak terima dicueki oleh Zea dan Keanu

Mendengar kata kata Kikan, Zea langsung berbalik menghampiri Kikan dan menampar pipinya.

Plaaaakk ....

Tak terima diperlakukan begitu, Kikan ingin balas menampar Zea, tapi secepat kilat Keanu menahan tangannya dan mencengkeram tangan Kikan hingga berhasil membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Aawww ... lepasin! Sakit...!" Kikan berusaha melepaskan cengkeraman Keanu.

"Ini peringatan terakhir untukmu, jangan ganggu Zea lagi." Keanu menghempaskan tangan Kikan dan berlalu pergi bersama Zea.

Keanu tahu betul siapa Kikan kalau sudah tidak suka dengan seseorang, dia pasti terus mengganggunya.

Dari SMA sudah banyak teman-teman perempuan yang dekat dengan Keanu, harus mendapat masalah karena berurusan dengan Kikan. Gadis sombong yang manja itu selalu bertingkah seenaknya, lahir dari keluarga kaya raya membuat dia merasa seperti anak raja yang bisa sesuka hati memperlakukan orang lain dengan tidak baik.

Dan Keanu hapal betul tabiat gadis itu, sekali dia tidak suka, selamanya dia akan terus mengusiknya, dan itulah yang membuat Keanu tidak menyukainya walaupun gadis itu selalu mengejar cintanya.

***

Terpopuler

Comments

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

kikan tdk mambo

2023-01-30

2

Riska Wulandari

Riska Wulandari

lah si ikan aneh d depan Keanu sikapnya begitu mana ada orang yg suka..

2022-06-04

1

Sasa (fb. Sasa Sungkar)

Sasa (fb. Sasa Sungkar)

hi thor..
aq singgahi baca yaa...
judulnya aja udh bikin greget 😍😍👍
aq bawa boomlike

feedback donk 😊🙏

2020-08-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!