Peristiwa di Restoran

Rey kembali menemui Zea, dia tercengang melihat hidangan di depan Zea yang hampir semuanya habis dilahap gadis itu.

Tapi sepertinya Zea tidak memperdulikan kedatangan Rey yang telah duduk di hadapannya, dia terus melanjutkan makannya hingga suapan terakhir. Rey hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis itu.

"Aku udah selesai! Kalau kamu juga udah selesai, ayo kita pulang!" ujar Zea dan langsung beranjak.

"Tunggu!"

"Apa lagi?"

Rey memanggil seorang waiters dan meminta struk makanan yang dipesan Zea.

"Dibayar!" pinta Rey sembari memberikan kertas struk itu kepada Zea, lalu mengambil ponselnya yang bergetar di saku celana.

"Apa ...?" pekik Zea heboh saat melihat nominal yang harus dia bayar.

Rp.1.250.000,-

"Kenapa aku yang bayar?" protes Zea tak terima.

"Karena kamu yang makan." Rey menjawab tanpa menoleh ke arah Zea, dia masih fokus membaca pesan dari Karina.

"Tapi kan kamu yang ajak aku kesini, terus nyuruh aku pesan apapun yang aku mau, kenapa sekarang aku yang harus bayar?"

"Apa aku bilang akan membayarnya?"

Zea benar-benar kesal sekaligus bingung dengan semua kejadian ini.

"Buruan bayar!"

"Nggak akan!" sungut Zea dan berlalu pergi.

Melihat tingkah Zea, Rey tertawa ceria, membuat karyawan-karyawan yang melihatnya menjadi heran, baru kali ini bos dingin mereka tertawa seperti itu.

Membuat mereka bertanya-tanya, siapa sebenarnya gadis yang bersamanya itu?

Rey pun bergegas menyusul Zea yang sudah menunggunya diparkiran.

"Buruan, panas tahu!"

Rey segera membuka pintu mobil tanpa menjawab gadis itu.

Tapi belum sempat Rey dan Zea masuk ke dalam mobil, mereka dikagetkan dengan kedatangan Karina yang tiba-tiba menarik kuat lengan Zea lalu menamparnya.

Plaaaakk ...

"Dasar wanita murahan! Beraninya kau menggoda Rey!" ujar Karina.

"Karina...!! Apa-apaan kau?" Rey menatap tajam Karina dan menarik lengan gadis itu agar menjauh dari Zea.

"Belum cukup kau mengganggu Keanu? Sekarang kau menggoda Rey. Dasar wanita penggoda!" teriakan Karina membuat karyawan dan pengunjung restoran berhambur keluar.

"Cukup, Karina!" bentak Rey.

Air mata Zea mulai jatuh, dia merasa terhina dan dipermalukan di depan umum.

"Aku nggak pernah menggoda siapa pun! Dan dia, ambil kalau kau mau!" Zea menunjuk ke arah Rey dan kemudian berlalu pergi meninggalkan parkiran restoran.

"Ze .... Zea!" Rey mencoba menahan Zea.

"Jangan ganggu aku! Aku mau sendiri!" Zea berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman Rey, tapi tenaganya kalah kuat dengan pria itu.

"Ayo kita pulang!" Rey menarik lengan Zea, membuat Karina semakin meradang karena cemburu.

Seketika gadis sombong itu berjalan mendekati Zea dan ingin menamparnya lagi, tapi dengan cepat Rey berdiri di depan Zea untuk melindunginya, hingga membuat tamparan Karina itu mendarat tepat di wajah Rey.

"Ma-maafkan aku, Rey?" ucap Karina menyesal.

"Sudah puas kau sekarang?" tanya Rey dengan tatapan yang tajam.

"Aku cuma nggak suka kalau dia menggoda mu."

"Dia nggak pernah menggodaku seperti kau! Aku yang mengejarnya! Dan kau harus tahu, dia adalah calon istriku, sebentar lagi kami akan menikah, jadi berhenti mengganggu kami ...!" ucap Rey tegas.

Rey menarik Zea masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi dari parkiran restoran, meninggalkan Karina yang mendapat tatapan sinis dari semua orang yang menonton aksinya itu.

***

Didalam mobil Zea tak berhenti menangis, baru kali ini dia dipermalukan begini. Rey merasa bersalah, ini semua terjadi karenanya.

"Ze, maaf ...."

"Jangan bicara padaku lagi! Semua ini gara-gara kamu!" sungut Zea.

Melihat sikap Zea ini, Rey menjadi semakin kesal pada Karina. Dia menyesal mengatakan pada gadis itu, kalau dia sedang berada di restoran tadi.

**

Saat masih berdebat dengan Zea di restoran tadi, pesan Karina masuk ke ponsel Rey.

Karina : "Kamu lagi di restoran ya?"

Rey : "Iya, kenapa?"

Karina : "Tadi aku kebetulan lewat, aku lihat mobil kamu di parkiran restoran."

Rey tak membalas pesan terakhir dari Karina, membuat gadis itu kesal jadinya.

Tanpa sepengetahuan Rey, ternyata Karina sudah berada di depan restoran miliknya.

Kikan telah menceritakan kejadian di parkiran kampus tadi kepada Karina melalui telepon, Karina langsung mencari keberadaan Rey, dan dugaannya benar jika lelaki pujaan hatinya itu ada di restorannya.

**

"Ze, aku benar-benar minta maaf." ucap Rey lagi.

"Udah diam! Aku nggak mau dengar lagi!" bentak Zea.

Rey mengembuskan nafas, dia benar-benar kehabisan akal untuk membujuk Zea, dan akhirnya memilih untuk diam.

***

Terpopuler

Comments

Risa Risa

Risa Risa

kasian ama rey udh 2x kena tampar...dari zea dan kikan😃

2023-07-19

1

HIATUS

HIATUS

cumungut kk

2020-06-13

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!