Menolak

Adam memandang lekat kedua pria muda dihadapannya yang sedari tadi hanya diam membisu, tak satupun dari mereka mau membuka suara terlebih dahulu.

Guratan kekesalan masih terpancar di wajah keduanya, sepertinya mereka masih berusaha menahan emosinya.

"Sampai kapan kalian tetap diam begitu?" tanya Adam.

"Tadi kalian seperti jagoan yang bertarung, tapi kenapa sekarang malah seperti keledai yang ketakutan?" ujar Roni.

"Bisa kamu jelaskan, Van?" Adam bertanya pada Vano.

"Ini cuma salah paham, Om." jawab Vano.

"Haa ... salah paham seperti apa yang membuat kalian jadi babak belur begini?" ejek Roni.

Rey dan Vano kembali membisu, sepertinya memang tak berniat untuk menjawab.

"Baiklah kalau begitu, jadi sekarang apa mau kalian?" Adam bertanya dengan mimik wajah serius.

Tanpa diduga, Rey menyatakan keinginannya yang sudah lama dia pendam.

"Saya ingin menikahi Zea!" ucap Rey lantang.

Adam, Roni juga Vano terkejut mendengar pernyataan Rey itu. Mereka tak menyangka, lelaki dingin itu berani berkata demikian.

"Wah, kita kalah start, Ron." seloroh Adam.

"Kami memang ingin menjodohkan kalian, tapi belum sempat kami katakan, kau sudah memintanya duluan." sahut Roni.

Rey tak menjawab sama sekali, ekspresinya tetap datar. Sementara Vano hanya melirik sinis ke arah Rey sambil menahan kesal.

"Ternyata mereka mau dijodohkan." batin Vano.

"Kita akan segera menjadi besan." Adam dan Roni tertawa.

Vano hanya mendengus kesal, sungguh dia tak menyangka semua akan seperti ini.

***

Di ruang keluarga tampak Sandra, Mona dan Zea sedang cemas menunggu kabar dari para lelaki.

Saat Adam dan Roni keluar, mereka langsung menghampiri keduanya dan heran melihat dua sahabat itu tampak ceria.

"Ada apa? Kenapa sepertinya kalian senang sekali? Apa yang terjadi?" Sandra memberondong pertanyaan kepada keduanya dan memandang dengan tatapan selidik.

"Kita akan segera jadi besan. Karena Rey sendiri yang meminta untuk menikah Zea." sahut Roni.

Sandra dan Mona terkejut, apalagi Zea, bola matanya nyaris melompat keluar mendengar pernyataan Roni itu.

"Nggak!!! Aku nggak mau menikah dengan dia!!! Aku nggak cinta sama dia!!!" Zea menyalak marah.

Semua orang kaget melihat reaksi Zea, tak menyangka gadis itu akan menolak dengan kasar.

"Ze, tenanglah!" ujar Sandra, tapi Zea tak perduli.

Melihat kehadiran Rey, Zea sontak menghampirinya dengan penuh emosi. "Apa mau mu? Kenapa kau melakukan ini?"

Rey terlolong, dia hanya menelan ludah melihat kemarahan Zea itu.

"Aku nggak mau menikah denganmu! Kau dengar itu?" bentak Zea dengan sorot mata menyalang.

Vano yang melihat semua kejadian itu hanya tersenyum sinis, dia puas menyaksikan Rey itu ditolak mentah-mentah.

Melihat reaksi Zea itu, Adam langsung mengeluarkan jurus ngibulnya, dia berpura-pura terkena serangan jantung lagi dan terjatuh di sofa, semua orang yang melihat aksinya kaget dan panik, termasuk Zea.

"Papa!!!"

"Adam!!!"

"Papa ...!" Zea berlari mendekati Adam dan menggenggam erat tangannya.

Sandra yang duduk di samping Adam pun kaget saat suaminya itu menarik ujung bajunya, seketika dia paham jika Adam sedang bersandiwara.

"Sepertinya Papa terkena serangan jantung lagi, Ze. Makanya kamu jangan buat Papa sedih atau pun marah dong." ucap Sandra dramatis. Zea hanya tertunduk merasa bersalah.

"Ya, ampun, Dam." Roni dan Mona semakin panik.

Sebagai seorang dokter, Vano merasa ada yang aneh dengan semua ini.

"Aku baru tahu kalau Om Adam ada sakit jantung. Aneh sekali." batin Vano.

"Papa harus istirahat di kamar. Ayo Ron, bantu aku memapah Adam." Sandra sengaja mengajak Roni yang dari tadi panik melihat aksi sahabatnya itu.

Sementara yang lain tetap di ruang keluarga.

Vano yang melihat Zea menangis pun memanfaatkan situasi, dia mendekati Zea dan mendekapnya erat. Zea yang merasa nyaman di dekat Vano pun langsung membalas pelukkannya dan terisak di dada bidang lelaki itu.

Rey memalingkan wajahnya dari dua orang yang saling berpelukan itu, sebenarnya ada rasa marah dan cemburu di hatinya, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Karena Zea belum menjadi miliknya.

Dia berpikir dengan menikahi Zea, dia jadi punya hak untuk melarang Zea dekat dengan pria lain termasuk Vano.

Mona yang melihat semua itu pun segera menghampiri Rey dan mengelus pundak sang putra.

"Sabar ya, Sayang." bisik Mona.

***

Terpopuler

Comments

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

kasian vano...

2023-01-31

1

Wǃϱϑä 😘

Wǃϱϑä 😘

Jurus pamungkas papa 😂😂😂

2022-07-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!