Setelah cukup lama mengantarkan Adam ke kamar, akhirnya Sandra dan Roni pun keluar juga dari kamar itu dengan raut wajah yang lebih tenang.
"Bagaimana kondisi Papa, Ma?" tanya Zea cemas.
"Papa sudah lebih baik, sekarang sedang istirahat." jawab Sandra.
"Syukurlah." Zea mengembuskan nafas lega. Begitu juga dengan Rey dan Mona. Sementara Vano hanya memandang Sandra dengan tatapan selidik.
"Ze, pesan Papa, malam ini kamu balik ke rumah Om Roni dan lanjut kuliah lagi ya? Jangan kecewakan Papa! Kalau masalah pernikahan, nanti kita bicarakan lagi." Sandra menatap putrinya penuh harap.
"Tapi, Ma ...." Zea keberatan.
"Tolong turuti keinginan Papa kamu."
Zea menghela nafas pasrah, lagi-lagi dia harus menuruti keinginan Papanya. Rasanya sungguh tak adil.
"Ayo, Sayang. Kamu siap-siap." pinta Sandra.
Zea berjalan lemah ke kamarnya, dia sungguh tak punya pilihan. Mau tak mau, harus menurut. Sementara Vano semakin yakin ada yang tidak beres.
***
Keesokan paginya, meja makan di kediaman Roni kembali ramai. Ada Mona, Rey, Zea dan tentu saja dirinya. Sedangkan Zea masih merasa canggung berada di rumah ini lagi, setelah kejadian semalam.
"Mulai hari ini Zea akan berangkat ke kampus bareng Rey." ujar Roni tanpa tedeng aling-aling.
"Haaa ...?" Zea melotot kaget.
"Kenapa, Ze?" tanya Mona.
"Tapi kan aku perginya sama Keanu?"
"Nanti Tante yang bilang ke Keanu." balas Mona.
"Apalagi ini?" batin Zea kesal.
Selama diperjalanan, Zea diam membisu, dia hanya menatap nanar keluar jendela, tak berniat untuk memandang Rey apalagi berbicara dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu. Sesekali Rey melirik Zea dengan perasaan gugup sekaligus senang.
"Hmmm ... Ze!" Rey memberanikan diri memanggil gadis itu.
"Heemmm ...."
"Aku minta maaf." ucap Rey. Tapi Zea tak menggubrisnya.
"Maaf karena udah membuatmu nggak nyaman dengan kehadiranku." lanjut Rey.
"Bagus deh kalau sadar!"
Rey mengembuskan nafas melihat sikap cuek Zea itu.
"Tapi aku nggak ada niat buruk, aku ...." Rey tak sempat menuntaskan kata-kata karena Zea menyela.
"Alah! Jadi apa maksudmu ingin menikahi ku kalau bukan karena niat buruk, haa ...?"
Rey menggeleng. "Kau salah paham, Ze."
"Sudahlah, aku malas bicara denganmu. Jangan mentang-mentang kau itu dosenku, jadi kau bisa seenaknya saja." tukas Zea.
Rey kembali mengembuskan nafas mendengar kata-kata dari gadis yang dia cintai itu.
***
Di parkiran kampus, mobil Rey tiba bersamaan dengan mobil Keanu, setelah mengetahui jika Zea pergi bersama Rey, bocah imut itu langsung tancap gas menyusul mereka.
Keanu bermaksud menghampiri Zea, tapi saat melihat Rey yang menatap tajam kearahnya, nyali Keanu menciut.
"Pagi, Pak." Keanu menyapa Rey dengan sopan. Lalu berlalu pergi begitu saja.
Zea tahu kenapa Keanu seolah mengabaikannya, semua ini pasti karena Rey.
"Berhenti menakuti orang-orang dengan wajah dingin mu itu! Lama-lama tak ada yang mau dekat denganku." sungut Zea kemudian ikut melenggang pergi.
Rey hanya menggelengkan kepala melihat sikap kasar Zea kepadanya, kenapa semuanya terasa rumit begini?
Mendadak dia kesal dengan dirinya sendiri karena tak bisa bersikap normal seperti orang lain yang pedekate dengan gadis pujaan hatinya.
"Aku harus merubah sikapku agar lebih menyenangkan. Aku nggak mau dia terus-terusan membenciku. Tapi aku harus bagaimana?" Rey mengoceh sendiri diparkiran.
"Ah, sudahlah. Aku akan pikirkan nanti." ujar Rey dan berjalan menuju ruangannya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
semangat bang rey
2023-02-09
2
Wafa Herni
mencair sedkit lah rey
2022-02-18
2
Ayunina Sharlyn
.
2020-07-19
2