Langit mulai gelap pertanda sang malam telah menggantikan senja yang berlalu pergi, rembulan dan bintang pun mulai hadir menghiasi langit malam.
Zea turun untuk makan makam, tapi di meja makan sudah ada sosok Rey, ragu-ragu Zea melangkah mendekat ke meja makan lalu duduk dengan manis di kursi yang jaraknya cukup aman dari lelaki dingin itu.
Roni dan Mona yang baru datang pun di buat kaget dengan sosok dingin yang masih fokus pada makanannya.
"Wah ... tumben jam segini kamu udah di rumah dan ikut makan malam, Rey?" ledek Roni sembari duduk di hadapan sang putra.
Mona sontak menatap tajam ke arah Roni sambil menyenggol lengan suaminya itu sebagai tanda peringatan, dia tak ingin ledekan Roni itu membuat mood putranya jadi buruk. Karena bisa makan malam bersama Rey itu kejadian langka.
"Bagaimana hari ini, Ze?" Roni mengalihkan pertanyaannya ke Zea.
"Baik, Om." jawab Zea.
"Baguslah, nanti kamu bisa pulang dan pergi dengan Rey. Itu akan lebih baik, karena sepertinya Om dan Tante nggak sempat menjemputmu." ujar Roni sembari melirik Rey.
"Dia bisa pulang dengan temannya!" Rey menyahut tanpa menoleh Roni dan terus melahap makanan di hadapannya. Dia kembali teringat kejadian siang tadi.
**
Baru beberapa menit meninggalkan parkiran kampus, ponsel Rey bergetar. Dia buru-buru membuka pesan dari sang Mama itu.
"REY, KAMU PULANG BARENG ZEA YA. MAMA DAN PAPA NGGAK SEMPAT JEMPUT."
"Kalau mereka nggak bisa jemput, terus dia kemana? Apa dia sudah pulang duluan? Tapi naik apa?" Rey bertanya-tanya. Hatinya mendadak cemas.
Rey langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah.
Tak butuh waktu lama, Rey sudah tiba di dekat rumahnya, namun pemandangan di depan matanya membuat lelaki tampan itu mengeraskan rahang.
"Sial! Aku sudah cemas setengah mati, dia malah sedang asyik-asyik kan dengan bocah itu." sungut Rey kesal demi melihat Zea dan Keanu tertawa-tawa di depan rumahnya.
Setelah memastikan Zea masuk ke dalam rumah, Keanu pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya memasuki perkarangan rumah mewah yang tepat bersebelahan dengan rumah Roni.
"Ternyata bocah itu tetanggaku? Aku baru tahu."
Rey memang jarang bergaul dengan tetangga sekitar karena sikap introvert nya, ditambah lagi setelah beranjak dewasa dia lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
**
"Temannya?" Roni memandang Rey dengan alis yang tertaut. Tapi sepertinya Ray nggak berniat menjelaskan apa-apa.
"Ze, teman kamu yang mana?" Tak mendapat jawaban dari Rey, Roni beralih ke Zea.
Zea terdiam, dia bingung dari mana Rey tahu jika dia pulang dengan temannya? Apa Rey melihatnya atau punya mata batin. Entahlah!
"Zea ...?" tegur Roni karena Zea tak kunjung menjawab.
"Oh, iya, Om. Aku bisa pergi dan pulang bareng Keanu. Dia tetangga sebelah." jawab Zea takut-takut.
"Ooohh ... iya-iya, Keanu anaknya Wira. Baiklah kalau begitu, kamu boleh pulang dengan dia, dia anak yang baik kok." sahut Roni. Dia tahu betul siapa Keanu.
"Kalau dengan Keanu, Tante percaya dan bisa tenang, Ze." sela Mona lega.
Bagaimana tidak, selain tetangga mereka, Keanu adalah anak dari teman main golf Roni dan ibunya adalah teman arisan Mona. Tentu saja mereka sangat mengenal baik Keanu dan keluarganya.
Zea pun tenang, karena ternyata Roni tidak marah. Dan yang lebih membuatnya bersyukur lagi adalah, dia tidak harus pulang dan pergi dengan si manusia kutub yang super dingin itu.
Zea nggak bisa membayangkan akan semencekam apa bila berada satu mobil dengan Rey.
Hanya wajah tampan dan dingin Rey yang kelihatan tidak bersahabat, dia mengeraskan rahangnya demi menahan geram.
Bagaimana tidak, tak seorang pun yang menyadari kecemburunya, bahkan kedua orang tuanya malah mendukung Keanu untuk mengantar jemput Zea.
Tanpa menunggu yang lain selesai makan, Rey langsung meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya dengan memasang wajah masam tanpa bicara sepatah katapun.
Membuat semua orang yang berada di meja makan bingung melihat sikapnya itu.
"Dia kenapa sih, Ma? Hari ini sikapnya aneh sekali. Tiba-tiba dia duduk disini dan makan malam bersama kita setelah bertahun tahun dia melewatkannya dan setelah itu dia bersikap seolah-olah ada yang nggak dia sukai disini." gerutu Roni kesal.
"Sudahlah, Pa. Mungkin Rey lagi banyak masalah." Mona mengelus pundak Roni berusaha menenangkan suaminya.
Tapi sepertinya Mona mengerti satu hal dari sikap putranya yang mendadak berubah berubah aneh itu.
"Mungkinkah dia masih menyukai Zea? Apa dia marah karena Papa dan aku mengizinkan Zea pulang bersama Keanu?Itu berarti Rey cemburu?" batin Mona. Dia coba menerka maksud sikap putranya itu.
Sementara Zea hanya mengembuskan nafasnya melihat sikap dingin Rey itu, sepertinya dia akan menjadi gila jika terus-terusan bertemu dengannya.
Sementara di dalam kamarnya, Rey hanya duduk termenung di sisi ranjang. Dia mencoba meredam amarah akibat rasa cemburu yang menggelayuti hatinya.
Rey mengusap kasar wajah tampannya, memandang nanar kesembarang arah, mencoba mengingat setiap kejadian di masa kecilnya bersama Zea.
*Mengapa setelah bertahun tahun, perasaan ini nggak juga hilang? Ada apa dengan hatiku?"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Neneng cinta
mama mona emg peka👍🏼
2023-03-01
1
Kenzi Kenzi
cinta sejati...hati yg setia bang)
2023-01-30
1
Kenzi Kenzi
perasaan mama.lebih peka drpd papa
2023-01-30
1