Ternyata Tetangga

Zea berjalan cepat menuju kamar mandi, dia ingin membersihkan pakaian nya yang basah karena disiram Kikan. Raut wajah kesalnya tak bisa dia tutupi, sial sekali rasanya di hari pertama dia kuliah, harus diperlakukan seperti ini.

"Bajumu basah, kau bisa masuk angin." Keanu merasa khawatir melihat baju bagian depan Zea yang kuyup.

"Nanti juga kering sendiri, aku hanya perlu memerasnya di kamar mandi." Zea terus berjalan menuju kamar mandi tanpa memandang Keanu yang berjalan disampingnya.

"Tunggu...!"Keanu menahan lengan Zea. "Aku ada bawa jaket di mobil, kau pakai itu aja, aku harap kau tidak menolak."

"Eh, nggak usah!" Zea merasa sungkan.

"Sudah kubilang jangan menolak." Keanu langsung menarik lengan Zea (lagi) dan menyeretnya ke parkiran.

Zea akhirnya pasrah mengikuti langkah Keanu, dia tahu pria ini selalu bertindak tanpa perlu persetujuan dari orang lain. Dan setelah dia pikir-pikir, itu ide yang bagus juga.

Karena Zea tahu, walaupun sudah diperas, bajunya akan membutuhkan waktu yang lama untuk kering karena bahannya sedikit tebal.

Terlebih yang basah bagian depannya, tentu saja samar samar bayangan bra nya terlihat.

"Pakai jaket ini. Akan menunggu di luar." ujar Keanu sembari mengangsurkan jaketnya ke Zea.

Keanu keluar dari mobil dan berdiri membelakangi Zea yang sedang berganti pakaian.

Pria tampan nan imut itu fokus memainkan ponselnya sambil menunggu Zea selesai.

Tak jauh dari mereka, Rey memperhatikan tingkah dua mahasiswanya itu. Dia penasaran dengan apa yang terjadi pada Zea.

Bagaimana pun juga Zea tanggung jawabnya selama di kampus, terlepas dari rasa cemburunya melihat kedekatan mereka berdua.

Dengan langkah yang lebar, Rey berjalan mendekati mobil Keanu.

"Sedang apa kalian?" tanya Rey, membuat Keanu tersentak kaget.

Dari dalam mobil, Zea dapat melihat kedatangan Rey. Dia mendadak panik dan cemas, jangan sampai Rey tahu apa yang terjadi.

"Kenapa si manusia salju bisa ada disini?

Bakal panjang ini urusan kalau dia tau apa yg sebenarnya terjadi." gerutu Zea pelan. Dia buru-buru keluar dari mobil setelah selesai memakai jaket milik Keanu.

"Saya tanya, sedang apa kalian?" Rey mengulangi pertanyaan karena Keanu tak kunjung menjawab.

"Ba-baju Zea basah, jadi saya meminjamkan jaket saya, Pak." jawab Keanu gugup.

"Basah ...?" Rey menautkan kedua alisnya, menunggu jawaban dari Keanu.

Keanu terdiam, dia bingung harus memberikan alasan apa?

Tak mungkin dia katakan jika Kikan yang menyiram Zea, bisa panjang urusan. Apalagi kalau dosen killer ini tahu alasan Kikan melakukannya. Sementara Zea yang berdiri di samping Keanu, hanya terdiam tak berani menjawab.

"Kenapa diam? Ayo katakan!" desak Rey.

"Terkena tumpahan minuman di kantin, Pak." sahut Keanu dan berharap Rey percaya dengan jawaban yang dia lontarkan.

"Sesulit itu kamu menjawab pertanyaan saya? Sampai saya harus menunggu untuk mendengarkan nya." Rey pun berlalu dari hadapan Zea dan Keanu dengan sikap dinginnya tanpa menatap Zea sama sekali.

Zea dan Keanu mengembuskan nafas lega setelah Rey berlalu dari hadapan mereka.

"Gila ya! Sombong banget tuh orang! Baru juga jadi dosen, belum jadi iron man." Keanu mengomel dengan wajah yang kesal.

"Sudah ah! Kau mengomel disini juga percuma, orangnya udah pergi." ledek Zea yang ikut berlalu dari hadapan Keanu.

"Eh, Ze ... tunggu dong!" Keanu bergegas menyusul Zea.

***

Jam kuliah pun berakhir, Zea berjalan keluar ruangan, perutnya masih terasa lapar karena belum sempat makan saat di kantin tadi.

Zea mengambil ponselnya dan berniat memesan taksi online, tiba-tiba Keanu datang dengan berlari dan mengagetkannya.

"Ini untukmu." Keanu menyodorkan sebuah roti isi coklat kepada Zea.

"Untuk aku?" Zea memastikan.

"Iya, tadi kau kan nggak sempat makan saat di kantin. Pasti kau lapar banget."

Zea menerima roti itu dan tersenyum. "Terima kasih ya, Ken?"

"Kau pulang naik apa? Aku antar ya?"

"Hmm ... nggak usah! Aku naik taksi saja." jawab Zea sungkan.

"Nggak baik nolak rejeki. Kapan lagi bisa diantar pulang sama cowok sekeren aku?" seloroh Keanu.

"Dasar narsis." cibir Zea. Keduanya pun tertawa bersama-sama.

Dari kejauhan Kikan memandang sinis kedekatan Zea dan Keanu, hatinya benar-benar panas.

"Dasar gadis murahan! Akan ku balas kau!" geram Kikan.

"Kamu mau melakukan apa, Ki?" Jessi memandang sahabatnya itu dengan rasa penasaran.

"Lihat saja besok!" Kikan menyeringai licik.

Akhirnya karena Keanu memaksa, Zea pun bersedia diantar pulang olehnya.

"Alamatmu dimana?" tanya Keanu.

"Perumahan Cempaka Asri, blok A nomor 12." jawab Zea.

"Wah ... kita tetanggaan dong! Aku juga tinggal disana. Kok aku nggak pernah melihatmu?"

"Aku baru pindah kemarin."

"Oh ... pantas saja, ada bidadari secantik ini didekat rumah, tapi aku nggak tahu." Keanu terkekeh namun tetap fokus mengemudikan mobilnya membelah jalanan kota yang ramai.

Zea hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Keanu yang ramah dan super pemaksa.

Didalam mobil, Keanu terus bertanya semua tentang Zea, rasa ingin tahunya begitu besar terhadap gadis itu. Bahkan sesekali dia mengeluarkan lelucon-lelucon lagi hingga membuat Zea tertawa terbahak-bahak.

Sejenak Zea merasa senang, ternyata kuliah tak seburuk yang dia bayangkan jika ada teman seperti Keanu.

Sikap unik Keanu benar benar membuat Zea beruntung bisa mengenalnya.

Sementara itu diparkiran kampus, Rey mencari keberadaan Zea, tapi tidak dia temukan. Bahkan dia juga mengecek kelas dan kantin, tapi sosok yang dia cari tetap tak dia ketemukan.

"Kemana dia? Apa mereka sudah menjemputnya?" gumam Rey pelan.

Rey meraih ponselnya, membuka kontak telepon, tertera sebuah nomor yang sudah cukup lama dia simpan, ingin hatinya menghubungi nomor itu, tapi dia urungkan.

Nyalinya terlalu kecil untuk berbicara kepada pemilik nomor itu, dia pun menyimpan kembali ponselnya disaku celana dan kembali ke parkiran.

"Mungkin Mama atau Papa sudah menjemputnya." tebak Rey.

Rey pun masuk ke mobil dengan perasaan sedikit cemas dan melaju meninggalkan parkiran kampus.

***

Terpopuler

Comments

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

pak dosen melempem.mo.nelpon eneng,

2023-01-30

1

Ruswan Tanjung

Ruswan Tanjung

cemburu

2020-07-18

1

Icy tel

Icy tel

mangat lah :v

2020-06-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!