Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tak ada pembicaraan diantara mereka, begitu hening.
Tapi sesuatu di kaca spion menarik perhatian Rey, dia tahu Keanu sedang mengikutinya.
Rey berbelok arah, membuat Keanu heran dan semakin penasaran. Bukannya pulang ke rumah, Rey malah membawa Zea ke restoran miliknya.
Rey memarkirkan mobilnya dan mematikan mesin, tapi dia tak langsung turun. Rey kembali melirik kaca spion mobilnya, lalu menyeringai saat melihat Keanu memarkirkan mobilnya di seberang restoran.
"Ngapain kesini? Aku mau pulang!" sungut Zea dengan wajah yang masam.
"Aku ada urusan disini, ayo turun!" jawab Rey.
"Nggak mau! Kamu aja yang turun sendiri." bantah Zea.
"Apa susahnya sih nurut?"
"Emang ada undang-undangnya, aku tuh harus nurut sama kamu, haaa....?" tanya Zea.
Rey mengembuskan nafas demi menahan kesal. Dia mendekatkan dirinya ke Zea membuat gadis itu mendadak takut.
"Kau mau apa?" Zea mendelik takut.
Ceklek ....
Rey melepaskan safety belt yang masih melekat di tubuh Zea lalu membukakan pintu mobil di sebelah gadis itu.
"Ayo keluar ...!" pinta Rey tegas.
Zea merasa malu sendiri karena sudah berpikiran macam-macam terhadap Rey.
"Cckk. Iya, deh, iya!" Zea pun bergegas keluar dari mobil Rey.
Rey pun segera menyusul Zea keluar dari mobil lalu mengajak gadis itu masuk ke dalam restoran.
Keanu yang melihat dari jauh langsung bergegas melangkahkan kakinya mendekati restoran dan tetap memarkirkan mobilnya ditempat itu, mencari tahu apa yg mereka lakukan di dalam sana.
***
Zea duduk di salah satu kursi dalam restoran itu dengan wajah yang masam.
"Tunggu disini, aku mau ke dalam dulu! Pesan saja apa yang kamu mau." ujar Rey dan segera melenggang pergi.
Zea tak membalas ucapan Rey itu, tapi tiba-tiba ide jahil gentayangan di kepalanya. Zea pun memanggil seorang waiters.
"Selamat siang, Mbak. Mau pesan apa?" tanya waiters itu.
"Saya pesan semua makanan yang paling mahal dan enak disini, cepat ya!" Zea tersenyum licik.
"Ba-baik, Mbak." waiters itu segera ke dapur meskipun dengan berat hati karena permintaan Zea.
Tak beberapa lama kemudian, pesanan Zea datang dan sudah terhidang di atas meja. Tanpa basa-basi, gadis itu melahap makanannya dengan rakus.
Sementara itu di luar restoran, tampak Keanu sedang mengintip dari balik dinding.
"Sudah selesai jadi detektifnya? Sekarang pergilah!" ledek Rey, membuat Keanu terkejut dengan kemunculannya.
Ternyata Rey keluar dari pintu samping restoran dan sengaja ingin melabrak Keanu.
"Ma-maaf, Pak." Keanu tertunduk takut.
"Apa yang ingin kamu ketahui, haa ...?" tanya Rey dengan sorot mata membunuh.
"Sa-saya hanya ...." lidah Keanu mendadak kelu dan sulit berucap.
"Mulai sekarang jauhi dia, jangan coba-coba untuk mendekatinya lagi. Atau kamu akan berurusan dengan saya, mengerti?"
Keanu hanya mengangguk dan berlalu dari tempat itu. Rey tersenyum penuh kemenangan menatap kepergian bocah itu.
Lalu dia kembali masuk ke restorannya melalui pintu samping lagi.
Zea yang tengah menghabiskan santapan dihadapannya tidak tahu menahu apa telah terjadi.
Rey sengaja mengajaknya kesini agar bisa berbicara dengan Keanu, karena dia tahu bocah itu pasti mengikutinya terus. Kalau dia langsung membawa Zea pulang, pasti dia tak ada kesempatan seperti tadi.
Dan dia juga nggak ingin membahas ini di lingkungan kampus, dia berusaha bersikap profesional terhadap mahasiswanya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
pak dos ngancem hehehe
2023-02-10
2
kia
hai kak, aku mampir bawa bintang 5 sama 20 like nih
baca, mampir, dan feedback ke ceritaku "PERNIKAHAN WASIAT" yaa (langsung klik profilku aja)
makasiii dan semangat selalu
2020-08-16
3