Di luar ruang perawatan Zea, Rey menceritakan bagaimana kronologis kejadian yang menimpa Zea. Adam benar-benar tak percaya dengan apa yang terjadi, dia cukup tahu kemampuan putrinya itu dalam hal berenang, tapi kenapa hari ini dia collapse?
"Pneumothorax itu bisa datang tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya, ini sering dialami orang-orang yang banyak beraktifitas di air seperti menyelam dan berenang. Kerja paru-parunya menjadi berat. Pasti saat berenang tadi, Zea merasa lemas dan sesak hingga akhirnya collapse." Sandra menjelaskan dengan gamblang.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang untuk kesembuhan Zea?" tanya Roni, raut cemas masih tercetak jelas di wajahnya.
"Menjaganya agar nggak terlalu lelah dan melarangnya menyelam atau pun berenang, kalau nggak dia bisa collapse lagi dan kalau tindakan seperti tadi nggak berhasil, harus segera dioperasi, atau ...." Sandra menjeda ucapannya dan tertunduk sedih.
"Atau apa, Tante?" Rey bertanya dengan tak sabar.
Mona hanya menatap wajah putranya yang terlihat khawatir.
"Atau kita akan kehilangan dia." lanjut Sandra.
Mereka yang mendengar kata-kata Sandra merasa ngeri kalau harus membayangkannya.
"Mulai saat ini Zea harus melupakan hobi dan impiannya itu, pasti dia sangat sedih mengetahui hal ini." sela Adam prihatin.
"Bukankah dia sudah kehilangan impiannya itu saat kita memaksanya untuk kuliah dan menjadi pengacara?" sahut Sandra.
Mereka hanya terdiam mendengar semua itu, rasa bersalah di hati Adam semakin besar karena telah memaksakan kehendaknya dan mengabaikan impian Zea, bahkan untuk mewujudkan keinginannya itu, dia sampai membohongi putri semata wayangnya.
"Aku mungkin egois, tapi aku hanya menginginkan yang terbaik untuk anakku, aku hanya ingin dia berhasil." ucap Adam.
"Sebagai orang tua, kau sudah melakukan yang terbaik." Roni menepuk pelan pundak Adam dan berusaha memberi dukungan.
Sandra hanya mengelus pundak Adam, berusaha menenangkan suaminya itu.
Sementara didalam sana, Zea tengah tertidur dengan pulasnya, hampir saja nyawanya melayang kalau Rey tidak cepat memberi pertolongan.
Anggaplah hari ini Zea berhutang nyawa terhadap Rey, atau memang sudah seharusnya Rey menjaga gadis pujaan hatinya itu.
Rey dan keluarga nya pun pulang ke rumah, sebenarnya dia masih ingin menemani Zea di rumah sakit, tapi Mona memaksanya untuk pulang dan ganti pakaian.
***
Siang telah berganti malam, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
Rey sedari tadi hanya berbaring menatap langit-langit kamar, tak ada rasa kantuk sedikit pun di matanya.
Pikirannya terus tertuju pada Zea.
Memori masa-masa kecilnya bersama Zea, seolah berseliweran di kepala, bahkan momen pertama kali dia menyentuh dan mencium Zea tadi membuat jantungnya berdebar tak karuan.
Rey menghela nafas demi mengingat semua itu, bertahun-tahun dia memendam rasa pada Zea, namun baru kali ini dia merasakan hatinya ingin meledak karena gadis itu. Ternyata sekuat apapun dia menghindar dengan bersikap dingin terhadap Zea, tetap tak bisa mengikis perasaan cintanya.
Seketika Ray bangkit dari pembaringan, mengambil ponsel dan kunci mobil nya kemudian melangkah keluar rumah.
Dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, tempat dimana Zea dirawat.
***
Rey memberanikan diri membuka sedikit pintu ruangan Zea, tampak Sandra tengah tertidur di sofa, sementara Zea belum sadarkan diri karena pengaruh obat.
Rey menatap lekat wajah cantik itu dari balik pintu.
"Maaf, aku nggak bisa menjagamu. Aku harap kau segera pulih dan bisa tertawa lagi."
"Aku mencintaimu. Harusnya aku katakan ini dari dulu, sebelum si berengsek itu merebut mu dariku." batin Rey dengan rahang yang mengeras.
Rey pun menutup kembali pintu ruangan itu setelah dia puas memandangi wajah Zea, dan sebelum Zea ataupun Sandra menyadari kehadirannya, lalu bergegas meninggalkan rumah sakit.
Tapi tanpa Rey sadari, Adam melihatnya di parkiran. Saat Adam hendak menghampirinya, Rey sudah masuk ke dalam mobil dan melesat pergi.
Adam pun kembali ke ruangan Zea, saat membuka pintu ruang perawatan, Adam sedikit kaget karena melihat Sandra dan Zea masih tertidur pulas.
"Lalu sedang apa Rey disini?" gumam Adam bingung.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
nobita
menatap dalam diam putri tunggal mu...
2024-09-09
0
Katlyin Ilona
Sepuluh jempol untuk karya hebatmu. Tetap semangat selalu.
Salam Lewat Ta'aruf Kita Bertemu 🙏
2020-08-20
2
Ayunina Sharlyn
like like like
2020-07-17
1