Dasar Keanu

Di kantin kampus, Zea sedang duduk sendiri, meletakkan dagunya di atas tangan, dia sedang meratapi nasibnya yang harus selalu menuruti kemauan orang tuanya. Dia tak pernah diberi kesempatan untuk menolak.

Keanu yang melihat Zea dari jauh, segera menghampiri gadis cantik itu.

"Hai, Ze!" seperti biasa Keanu mendaratkan bokongnya di samping Zea tanpa permisi.

"Eh, kamu ngagetin aja!" Zara tersentak kaget karena ulah Keanu.

"Makanya jangan melamun aja! Mikirin apa sih?"

"Mikirin hidup."

"Mikirin hidup atau Pak Rey?" ledek Keanu.

"Apaan sih? Ngapain mikirin dia."

"Hmmm, aku mau tanya sesuatu."

"Pasti kamu mau tanya, kenapa tadi aku bisa bareng dosen killer itu kan? Kami cuma kebetulan aja jumpa dijalan." sahut Zea cepat.

"Memangnya kamu nggak diantar?" tanya Keanu.

"Hmmm ... anu ... tadi Om aku lagi ada urusan, jadi nggak bisa antar." jawab Zea gugup.

"Loh, kamu udah balik ke rumah Om Roni?Kenapa nggak bilang? Kan bisa aku jemput?"

"Hmmm ... aku takut ngerepotin kamu." Zea berdalih.

"Aku nggak merasa repot sama sekali kok. Justru aku senang bisa pergi bareng kamu." ucap Keanu dengan tatapan penuh arti, membuat Zea jadi gugup, begitu juga dengan Keanu sendiri.

Seketika suasana menjadi canggung, Keanu terdiam dan berusaha menormalkan detak jantungnya. Sementara Zea hanya tersipu malu.

"Ruby kok nggak masuk ya? Padahal aku kangen sama dia." Zea sengaja mengalihkan pembicaraan.

"Kata dia sih Bundanya sakit." jawab Keanu yang kemudian kembali terdiam canggung.

Dari kejauhan, Kikan memperhatikan tingkah mereka, dia selalu menguntit Keanu dimana pun bocah lelaki itu berada, ada perasaan marah dan benci kepada Zea karena selalu merebut perhatian Keanu.

"Kenapa sih dia masuk lagi? Aku berharap kemaren dia sakit dan mati aja, biar nggak ada yang mengganggu Keanu ku lagi." sungut Kikan kesal.

Jessi yang mendengar ocehan sahabatnya itu hanya manggut-manggut sambil mengunyah camilan di mulutnya.

***

Jam kuliah telah berakhir, Zea berjalan bersama Keanu menuju parkiran, tampak sesekali mereka tertawa berdua karena lelucon konyol yang dilontarkan bocah imut itu.

Rey yang sudah menunggu Zea di parkiran hanya memandang tajam ke arah mereka.

"Tuh dosen killer nungguin siapa?" bisik Keanu.

Zea mengangkat bahunya. "Entah."

Zea yang tahu Rey sedang menunggunya, sengaja pura-pura tidak melihat lelaki itu dan berjalan melewatinya menuju mobil Keanu.

Zea sengaja membuat Rey marah dan berharap dia membatalkan rencana pernikahan mereka.

Tapi Rey sepertinya mengerti rencana licik gadis itu, dengan cepat Rey berjalan menghampiri Zea dan Keanu, dia memasang wajah dingin dengan tatapan membunuhnya.

"Ze, ayo pulang!" Rey menahan lengan Zea.

"Apaan sih? Aku nggak mau!" bentak Zea sembari menarik lengannya dari cengkeraman Rey.

Keanu dan beberapa mahasiswa yang melihat adegan itu merasa kaget dengan sikap kasar Zea kepada dosen mereka.

"Ze, ayo!" Rey kembali menarik lengan Zea hingga membuat gadis itu memberontak.

Keanu yang melihat perbuatan Rey merasa emosi, entah mendapatkan keberanian dari mana, bocah imut itu berani membuka suara.

"Jangan maksa dong, Pak! Nggak dengar Zea bilang nggak mau?" salak Keanu dengan tatapan marah.

Rey sontak menatap tajam Keanu, membuat bocah itu menelan ludah. Tapi sudah kepalang tanggung, Keanu sudah terlanjur menabuh genderang perang dengan dosen dingin nya itu.

"Jaga sikap kamu!" pinta Rey dingin.

"Bapak yang jaga sikap, itu namanya kekerasan, Bapak bisa kena pasal 372 KUHP." ancam Keanu. Tanpa dia sadari bahwa telah salah menyebutkan pasal.

Rey menyunggingkan senyum mengejek sambil menggeleng-gelengkan kepala, mahasiswa lain yang mendengar ancaman Keanu juga ikut terkekeh meski dengan suara yang pelan.

"Keanu, salah! Itu pasal tentang penggelapan." bisik Zea.

"Loh, udah berubah ya?"

"Dari dulu juga udah itu!" ujar Zea yang kesal dengan kebodohan temannya itu.

"Saya sedang malas meladeni kamu. Tapi lain kali, saya nggak janji." tukas Rey dan segera berlalu sambil menarik lengan Zea.

"Iiiihhh, lepas!" Zea memberontak tapi Rey tak perduli dan memaksa gadis itu masuk ke mobilnya.

Keanu hanya tertunduk malu, mengutuk kebodohannya. Berniat menjadi pahlawan untuk Zea, tapi malah mempermalukan diri sendiri. Namun mendadak rasa penasaran menyerbunya demi mengingat sikap Rey tadi terhadap Zea.

"Aku harus cari tahu!"

Keanu pun bergegas masuk ke mobilnya, dan melaju cepat mengikuti mobil Rey yang sudah menjauh. Meninggalkan kerumunan mahasiswa yang masih berbisik-bisik dan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.

Kikan yang melihat kejadian itu hanya mendengus kesal.

***

Terpopuler

Comments

Wulan Dari

Wulan Dari

dasar keanu....🤣🤣🤣🤣 kan jd malu sendiri kan...😁😁✌

2021-08-01

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!