Bab 19.Diabaikan

Pagi menyapa,Raya sudah rapi dengan seragam sekolah nya.Kejadian kemarin tidak membuat Saya larut dalam kesedihan,ia hanya gadis remaja yang sesaat bisa merasakan kesedihan lalu sesaat kemudian bahagia.Begitupun sebalik nya.Kekesalan nya terhadap Vano tidak mempengaruhi semangat nya dalam belajar.

"Sudah siap neng?"

"Sudah bu,Raya berangkat dulu ya."Raya mencium tangan sang ibu."Assalamualaikum."

"Walaikumsalam,hati-hati neng."

"Iya bu."

Raya kemudian keluar menyusuri jalan samping rumah utama.Ia sangat hati-hati dan berusaha tidak menimbulkan kan suara.Raya berharap semoga Vano tak melihat nya.Untuk menghindari Vano,Raya memilih berangkat lebih pagi dari hari-hari biasa nya,bahkan ia sudah memesan ojek sejak masih bersiap tadi.Dan benar saja ojek yang dipesan Raya sudah terlihat didepan gerbang.Raya lalu buru-buru naik dan meminta abang ojek segera mengantar nya.

.

.

.

"Mat ini helm kamu,makasih ya dan maaf udah......"

"Santai Ray,aku nggak apa-apa kok."Mat langsung memotong begitu saja ucapan Raya karena ia tidak tega melihat Raya bersedih dan merasa bersalah pada nya.

Menurut Raya Mat begitu baik.Apa yang dilakukan Vano sudah sangat keterlaluan.Bisa saja karena kejadian itu Mat marah pada nya namun apa Mat malah terlihat biasa saja.

"Apa kakakmu memarahi mu?"tanya Mat kemudian.Ia hanya ingin memastikan kalau Raya baik-baik saja.

"Nggak,dan dia bukan kakakku Mat."Walau sudah berusia 30 tahun Vano masih terlihat sangat muda,jadi tidak salah jika selama ini Mat mengira Vano adalah kakak Raya.

"Bukan kakak,lalu?"

"Bukan siapa-siapa."jawab Raya tak santai,mengingat Vano membuat Raya seketika menjadi kesal.

Walau masih penasaran tentang siapa sosok laki-laki yang begitu posesif terhadap wanita yang ia cintai.Melihat perubahan sikap Raya,Mat memilih diam.Menurut nya ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya pada Raya,ia dapat melakukan nya lain waktu atau Mat dapat mencari tahu nya sendiri.

"Pagi Ray."sapa Cynthia yang datang dengan menggandeng tangan Bara.

"Pagi."jawab Raya lengkap dengan senyuman manis nya.

"Woi gandengan mulu mau nyebrang lo."ejek Mat.

"Paan si lo."Cynthia lalu melepaskan genggaman tangan Bara.

"Kalian?"tanya Raya pada Cynthia dan Bara.

"Iya udah jadian."Bukan Bara mau pun Cynthia yang menjawab,tapi Mat.

"Yee...selamat ya Cyn."Raya lalu memeluk Cynthia.

"Makasih Ray."

"Kita kapan Ray?"tanya Mat.

"Apa nya?"

"Jadian kaya mereka."

"Lo nembak cewek ga asyik banget sih."sela Bara.

"Lagian dia nya ga pernah ngasih kesempatan buat gue."ucap Mat sedih.

"Hahaha...si bad boy jadi sad boy."ucap Bara mengejek.

Mendengar ucapan Mat,Raya tampak biasa saja.Mungkin ini yang orang bilang cinta tidak bisa di paksakan.Apa beda nya Mat dan Vano sama-sama memperlakukan Raya dengan baik.Mereka juga sama-sama tampan.Namun dengan Vano,Raya dapat merasakan kenyamanan.Mungkin saja jika Vano meminta Raya menjadi kekasih nya,maka dengan senang hati Raya mau menerima nya.

Terdengar bel berbunyi,Raya dan teman-teman nya segera kembali ke kursi mereka masing-masing.

.

.

.

Di kantor Vano terlihat tidak fokus,bahkan saat sedang meeting bersama petinggi perusahaan Vano beberapa kali mengecek ponsel nya.Ia tidak tenang pasal nya Raya sejak semalam hingga pagi ini tidak membalas pesan nya,jangankan membalas membaca nya pun tidak.

Semua yang dilakukan Vano tidak luput dari perhatian daddy Andrew.Melihat Vano gelisah membuat nya bertanya-tanya.Ada apa dengan Vano,menurut nya perusahaan saat ini sedang aman-aman saja lalu apa yang membuat Vano seperti itu.

Setelah meeting selesai,daddy Andrew tidak langsung keluar dari ruangan tersebut.Daddy Andrew menunggu semua orang keluar lalu ia akan berbicara dengan Vano.

Melihat orang-orang sudah meninggal kan ruangan Vano tampak masih diam di tempat duduk nya.Ia lalu mengacak rambut nya."Agh..."

"Ada apa Van?"suara daddy Andrew mengagetkan Vano yang sedang menatap ponsel nya.

"Iya Dad?"Vano terlihat bingung.Vano pikir sudah tidak ada orang lagi di ruangan itu.

"Kamu ada apa?"Daddy masih ada waktu jika kamu ingin bercerita?"

"Tidak Dad."

"Apa karena ucapan mertuamu?"tebak daddy Andrew."Kamu bisa menolak nya jika kamu tidak mau Van,daddy tidak ingin memaksa."

Saat makan malam bersama dengan kedua mertua nya.Mama Sarah menyampaikan ingin Vano dan Karina mengenal lebih dekat.Karina adalah adik Kasandra yang sejak kuliah hingga sekarang menetap di London.Karina juga seorang model terkenal disana.Mama Sarah sengaja meminta nya untuk pulang karena ingin menjodohkan dengan Vano.Seperti nya mama Sarah tidak rela jika Vano menikah dengan orang lain.Atau bisa jadi mama Sarah juga tidak rela jika sang sahabat,mommy Amira memiliki besan selain diri nya,mengingat keluarga Vano sangat kaya dan Vano adalah putra satu-satunya.Sudah pasti semua aset kekayaan kedua orang tua nya akan jatuh ke tangan Vano.Jika sudah tidak ada Kasandra mungkin saja Karina dapat berjodoh dengan Vano.Itu yang di ingin kan mama Sarah.

"Iya Dad,nanti Vano akan berbicara dengan mama."Vano menjawab seadanya.Beruntung daddy Andrew tidak mengetahui apa yang sedang mengganggu pikiran Vano.

"Baik lah kalau begitu daddy tinggal."

"Iya Dad."

Daddy Andrew lalu keluar dari ruang meeting.Sedang Vano masih saja betah disana dan memegang ponsel nya.Vano merasa mengapa sesakit ini diabaikan oleh Raya.Apakah ia sudah benar-benar jatuh hati pada gadis remaja itu.Sebelum Raya menjawab pesan nya Vano seperti tidak ada semangat untuk melanjutkan pekerjaan.

Sedang dengan Karina,Vano tidak ada niatan untuk menerima perjodohan itu.Ia memilih diam karena menghormati mertua nya.Vano akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan mama mertua nya.Vano sudah memiliki rencana untuk itu.

Karina adalah seorang model terkenal,ia juga hidup bebas disana.Sangat berbeda dengan Kasandra.Vano tidak ingin menikahi wanita seperti itu.Dan lagi Vano tidak ingin di jodoh-jodohkan,ia bisa mencari sendiri wanita untuk dijadikan pasangan hidup nya.

Kesabaran Vano sudah habis,ia tak lagi bisa menunggu Raya membalas pesan nya.Vano mencoba menghubungi Raya sekali lagi jika Raya tetap mengabaikan ia akan mendatangi Raya kesekolah nya.Toh sekolah itu milik nya,ia bebas datang kapan pun.

Tut.....tut.....tut

Setelah panggilan berakhir Raya tetap mengabaikan.Tidak ingin membuang waktu Vano lalu mengambil kunci mobil diruangan nya.Vano bergegas meninggalkan kantor tanpa berpamitan pada daddy Andrew.

Terpopuler

Comments

Enung Samsiah

Enung Samsiah

kamu sakit d abaikan,,, apa kabar raya di sindir smlm dngn ucapan kamu yg pedas?? rasaiinn kamuuuu,,,

2023-10-18

0

Novano Asih

Novano Asih

rasain emang enak diabaikan

2023-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!