Pagi menyapa,Raya sudah rapi dengan seragam sekolah nya.Kejadian kemarin tidak membuat Saya larut dalam kesedihan,ia hanya gadis remaja yang sesaat bisa merasakan kesedihan lalu sesaat kemudian bahagia.Begitupun sebalik nya.Kekesalan nya terhadap Vano tidak mempengaruhi semangat nya dalam belajar.
"Sudah siap neng?"
"Sudah bu,Raya berangkat dulu ya."Raya mencium tangan sang ibu."Assalamualaikum."
"Walaikumsalam,hati-hati neng."
"Iya bu."
Raya kemudian keluar menyusuri jalan samping rumah utama.Ia sangat hati-hati dan berusaha tidak menimbulkan kan suara.Raya berharap semoga Vano tak melihat nya.Untuk menghindari Vano,Raya memilih berangkat lebih pagi dari hari-hari biasa nya,bahkan ia sudah memesan ojek sejak masih bersiap tadi.Dan benar saja ojek yang dipesan Raya sudah terlihat didepan gerbang.Raya lalu buru-buru naik dan meminta abang ojek segera mengantar nya.
.
.
.
"Mat ini helm kamu,makasih ya dan maaf udah......"
"Santai Ray,aku nggak apa-apa kok."Mat langsung memotong begitu saja ucapan Raya karena ia tidak tega melihat Raya bersedih dan merasa bersalah pada nya.
Menurut Raya Mat begitu baik.Apa yang dilakukan Vano sudah sangat keterlaluan.Bisa saja karena kejadian itu Mat marah pada nya namun apa Mat malah terlihat biasa saja.
"Apa kakakmu memarahi mu?"tanya Mat kemudian.Ia hanya ingin memastikan kalau Raya baik-baik saja.
"Nggak,dan dia bukan kakakku Mat."Walau sudah berusia 30 tahun Vano masih terlihat sangat muda,jadi tidak salah jika selama ini Mat mengira Vano adalah kakak Raya.
"Bukan kakak,lalu?"
"Bukan siapa-siapa."jawab Raya tak santai,mengingat Vano membuat Raya seketika menjadi kesal.
Walau masih penasaran tentang siapa sosok laki-laki yang begitu posesif terhadap wanita yang ia cintai.Melihat perubahan sikap Raya,Mat memilih diam.Menurut nya ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya pada Raya,ia dapat melakukan nya lain waktu atau Mat dapat mencari tahu nya sendiri.
"Pagi Ray."sapa Cynthia yang datang dengan menggandeng tangan Bara.
"Pagi."jawab Raya lengkap dengan senyuman manis nya.
"Woi gandengan mulu mau nyebrang lo."ejek Mat.
"Paan si lo."Cynthia lalu melepaskan genggaman tangan Bara.
"Kalian?"tanya Raya pada Cynthia dan Bara.
"Iya udah jadian."Bukan Bara mau pun Cynthia yang menjawab,tapi Mat.
"Yee...selamat ya Cyn."Raya lalu memeluk Cynthia.
"Makasih Ray."
"Kita kapan Ray?"tanya Mat.
"Apa nya?"
"Jadian kaya mereka."
"Lo nembak cewek ga asyik banget sih."sela Bara.
"Lagian dia nya ga pernah ngasih kesempatan buat gue."ucap Mat sedih.
"Hahaha...si bad boy jadi sad boy."ucap Bara mengejek.
Mendengar ucapan Mat,Raya tampak biasa saja.Mungkin ini yang orang bilang cinta tidak bisa di paksakan.Apa beda nya Mat dan Vano sama-sama memperlakukan Raya dengan baik.Mereka juga sama-sama tampan.Namun dengan Vano,Raya dapat merasakan kenyamanan.Mungkin saja jika Vano meminta Raya menjadi kekasih nya,maka dengan senang hati Raya mau menerima nya.
Terdengar bel berbunyi,Raya dan teman-teman nya segera kembali ke kursi mereka masing-masing.
.
.
.
Di kantor Vano terlihat tidak fokus,bahkan saat sedang meeting bersama petinggi perusahaan Vano beberapa kali mengecek ponsel nya.Ia tidak tenang pasal nya Raya sejak semalam hingga pagi ini tidak membalas pesan nya,jangankan membalas membaca nya pun tidak.
Semua yang dilakukan Vano tidak luput dari perhatian daddy Andrew.Melihat Vano gelisah membuat nya bertanya-tanya.Ada apa dengan Vano,menurut nya perusahaan saat ini sedang aman-aman saja lalu apa yang membuat Vano seperti itu.
Setelah meeting selesai,daddy Andrew tidak langsung keluar dari ruangan tersebut.Daddy Andrew menunggu semua orang keluar lalu ia akan berbicara dengan Vano.
Melihat orang-orang sudah meninggal kan ruangan Vano tampak masih diam di tempat duduk nya.Ia lalu mengacak rambut nya."Agh..."
"Ada apa Van?"suara daddy Andrew mengagetkan Vano yang sedang menatap ponsel nya.
"Iya Dad?"Vano terlihat bingung.Vano pikir sudah tidak ada orang lagi di ruangan itu.
"Kamu ada apa?"Daddy masih ada waktu jika kamu ingin bercerita?"
"Tidak Dad."
"Apa karena ucapan mertuamu?"tebak daddy Andrew."Kamu bisa menolak nya jika kamu tidak mau Van,daddy tidak ingin memaksa."
Saat makan malam bersama dengan kedua mertua nya.Mama Sarah menyampaikan ingin Vano dan Karina mengenal lebih dekat.Karina adalah adik Kasandra yang sejak kuliah hingga sekarang menetap di London.Karina juga seorang model terkenal disana.Mama Sarah sengaja meminta nya untuk pulang karena ingin menjodohkan dengan Vano.Seperti nya mama Sarah tidak rela jika Vano menikah dengan orang lain.Atau bisa jadi mama Sarah juga tidak rela jika sang sahabat,mommy Amira memiliki besan selain diri nya,mengingat keluarga Vano sangat kaya dan Vano adalah putra satu-satunya.Sudah pasti semua aset kekayaan kedua orang tua nya akan jatuh ke tangan Vano.Jika sudah tidak ada Kasandra mungkin saja Karina dapat berjodoh dengan Vano.Itu yang di ingin kan mama Sarah.
"Iya Dad,nanti Vano akan berbicara dengan mama."Vano menjawab seadanya.Beruntung daddy Andrew tidak mengetahui apa yang sedang mengganggu pikiran Vano.
"Baik lah kalau begitu daddy tinggal."
"Iya Dad."
Daddy Andrew lalu keluar dari ruang meeting.Sedang Vano masih saja betah disana dan memegang ponsel nya.Vano merasa mengapa sesakit ini diabaikan oleh Raya.Apakah ia sudah benar-benar jatuh hati pada gadis remaja itu.Sebelum Raya menjawab pesan nya Vano seperti tidak ada semangat untuk melanjutkan pekerjaan.
Sedang dengan Karina,Vano tidak ada niatan untuk menerima perjodohan itu.Ia memilih diam karena menghormati mertua nya.Vano akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan mama mertua nya.Vano sudah memiliki rencana untuk itu.
Karina adalah seorang model terkenal,ia juga hidup bebas disana.Sangat berbeda dengan Kasandra.Vano tidak ingin menikahi wanita seperti itu.Dan lagi Vano tidak ingin di jodoh-jodohkan,ia bisa mencari sendiri wanita untuk dijadikan pasangan hidup nya.
Kesabaran Vano sudah habis,ia tak lagi bisa menunggu Raya membalas pesan nya.Vano mencoba menghubungi Raya sekali lagi jika Raya tetap mengabaikan ia akan mendatangi Raya kesekolah nya.Toh sekolah itu milik nya,ia bebas datang kapan pun.
Tut.....tut.....tut
Setelah panggilan berakhir Raya tetap mengabaikan.Tidak ingin membuang waktu Vano lalu mengambil kunci mobil diruangan nya.Vano bergegas meninggalkan kantor tanpa berpamitan pada daddy Andrew.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Enung Samsiah
kamu sakit d abaikan,,, apa kabar raya di sindir smlm dngn ucapan kamu yg pedas?? rasaiinn kamuuuu,,,
2023-10-18
0
Novano Asih
rasain emang enak diabaikan
2023-09-25
0