Bab 4.Sekolah Baru

Ini adalah hari pertama dimana Raya akan masuk di sekolah baru nya.Dari yang Raya ketahui biasa nya siswa yang bersekolah disekolah elit itu adalah anak-anak orang kaya.Membayangkan hal itu membuat Raya merasa enggan untuk berangkat ke sekolah.Bagaimana kalau nanti tidak ada yang menemani nya,bagaimana kalau ia tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah yang baru.Dan masih banyak lagi yang dipikirkan oleh Raya.Namun karena tidak ingin mengecewakan sang ibu dan tuan Andrew yang telah menerima disekolah milik nya..Raya berjanji akan belajar dengan giat.

Setelah menyiapkan segala keperluan sekolah nya,Raya menuju kamar Vania untuk membantu gadis kecil itu bersiap.

"Selamat pagi anak papa yang cantik."Vano diseberang sana tengah menyapa anak nya melalui panggilan video call.

"Pagi papa,,papa kapan pulang,,Nia kangen."Vania tampak sedih.Papa nya itu sudah hampir sebulan berada di Jerman dan belum ada tanda-tanda akan pulang.

"Kok sedih gitu anak papa."Vano pun seperti nya merasakan apa yang dirasakan anak nya."Lusa papa pulang sayang,nanti kita jalan-jalan ya."Vano berusaha menghibur Vania.

"Beneran pa." Bocah kecil itu langsung sumringah mendengar ucapan sang papa.

"Bener dong,nanti setelah papa pulang kita jalan-jalan.Berdua aja,gimana....Nia mau?"

Ya seperti biasa Vano selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu berdua dengan Vania disela-sela kesibukan nya.

Tok.....tok.....tok

Belum sempat Vania menjawab pertanyaan Vano terdengar pintu kamar Vania ada yang mengetuk.

Assalamualaikum....

"Walaikumsalam teteh."Vania langsung turun dari kursi meja rias nya demi menyambut Raya yang baru masuk ke kamar nya.Vania menarik tangan Raya untuk mengikuti nya.Lalu meminta ponsel yang sedari tadi di pegang oleh mbak Ana.

"Papa,kenalin ini teteh Raya,jalan-jalan nya ajak teteh Raya ya,ya Pa ya."Vania tampak merengek.

Vano tak lantas mengiyakan permintaan sang anak.Vano berusaha mengingat-ingat siapa gadis muda yang di panggil teteh oleh anak nya itu.Gadis cantik dan manis serta memakai seragam yang sama dengan nya saat sekolah dulu.

"Teteh siapa sayang."Vano bertanya kepada Vania.

"Teteh Raya Papa."Vania yang tidak mengerti maksud papa nya hanya menjelaskan sekedarnya.

"Kamu siapa."Tak puas mendapat kan jawaban dari Vania lalu Vano pun langsung bertanya kepada Raya,yang wajah nya menghiasi layar ponsel bersebelahan dengan Vania.

"Saya,saya Raya Mas eh Om."Mendengar Raya memanggil nya om Vano tampak melotot.Membuat nyali Raya tampak menciut.

"Tuan,tuan muda Raya."mbak Ana berkata tegas dan menatap Raya tajam.

"Eh iya tu..tuan maaf,saya Raya anak bi Tati."Raya tampak gugup.Gadis cantik dan pintar yang biasa terlihat percaya diri itu tampak belum terbiasa menghadapi orang-orang baru disekitar nya.Sangat berbeda sekali dengan orang-orang di kampung nya pikir Raya.

"Gimana Papa...mau ya.Jalan-jalan nya ajak teteh."Vania tampak memohon dan itu terlihat sangat menggemaskan membuat Vano yang berada jauh disana ingin segera pulang untuk memeluk dan mencium nya.

"Kita lihat nanti aja ya sayang."

"Nggak mau,jawab dulu,boleh ya?"

"Iya...iya boleh."akhirnya demi membuat Vania senang Vano pun mengiyakan permintaan Vania.

Mbak Ana yang masih berada di kamar Vania di buat iri dengan percakapan ayah dan anak itu.Kenapa bukan diri nya yang diajak jalan-jalan.Kenapa Raya,orang yang baru Vania kenal tapi sudah mampu membuat bocah kecil itu nyaman dan menyayangi nya.

"Maaf tuan,hari sudah siang non Vania harus segera berangkat ke sekolah."

"Iya mbak."Vano pun mengerti karena Vania memang harus ke sekolah,lalu Vano berbicara kepada Vania."Sayang udah dulu ya..Vania hati-hati sekolah nya.nurut sama mbak Ana."

"Iya...bye Papa."

"Bye sayang."

.

.

.

Berangkat sekolah dengan diantar mobil mewah dan berhenti tepat didepan pintu gerbang membuat Raya yang baru turun dari mobil menjadi pusat perhatian.Beberapa dari mereka mengenali kalau mobil yang ditumpangi Raya adalah mobil pemilik sekolah tersebut.

"Siapa tuh,anak baru kaya nya."

"Udah cantik tajir lagi."beberapa siswa tampak membicarakan Raya.

"Saingan lo tuh."Tiga siswi populer disekolah itu merasa tersaingi oleh kehadiran Raya.

Maaf mau tanya,ruang kepala sekolah dimana ya?"Raya menghampiri dan bertanya kepada satu siswa yang tengah berdiri seorang diri.

"Disana,ruangan paling ujung."

Raya tampak memperhatikan ruangan yang di maksud siswa tersebut."Oh disana,makasih ya."

"Mau gue antar?"

"Mm...nggak usah makasih,aku sendiri aja."tolak Raya sopan.Lalu Raya pergi menuju ruang kepala sekolah seorang diri.

"Wih siapa tuh Bar."Mat siswa yang terkenal badung tampak penasaran melihat Bara berbicara dengan siswi cantik yang datang diantar sang pemilik sekolah.

"Tau,anak baru kaya nya."Bara menjawab acuh dan meninggal kan Mat.

"Woi tungguin."Mat mengejar Bara.

Tet...tet...tet

Bel berbunyi menandakan jam pelajaran akan segera dimulai.Raya dengan diantar Bapak kepala sekolah menuju ruang kelas 11 ipa 1.Melihat nilai-nilai Raya yang bagus dan Raya juga merupakan siswa berprestasi di sekolah sebelum nya.Membuat Raya di terima di kelas unggulan.

"Selamat pagi Pak."sapa Bapak kepala sekolah kepada Bapak guru yang sedang mengajar di kelas tersebut.

"Pagi Pak,mari silahkan masuk."guru tersebut sudah mengetahui maksud kedatangan Bapak kepala sekolah.

"Ini Raya siswa baru disini Pak,Raya Bapak tinggal dulu, selamat bergabung disekolah ini dan selamat belajar."kata-kata Bapak kepala sekolah membuat seluruh penghuni kelas bertanya-tanya tentang siapa sosok Raya.Kecuali Bapak Guru yang sedang mengajar di kelas itu.Pasal nya Bapak kepala sekolah telah memberitahu nya bahwa Raya adalah kerabat tuan Andrew,pemilik sekolah elit tersebut.Ya tuan Andrew mengenalkan Raya sebagai kerabat nya.

"Raya silahkan perkenalkan diri kamu."Bapak guru mempersilahkan Raya untuk mengenalkan diri.

"Assalamualaikum teman-teman,namaku Raya Amelia."Raya menjeda ucapan nya lalu melanjutkan kembali."Teman-teman bisa panggil aku Raya."

Siswa di kelas tersebut tampak terdiam mendengar Raya berbicara.Pembawaan Raya yang santun dan tenang membuat mereka bertanya-tanya berasal dari mana gadis cantik yang sedang berdiri di depan kelas itu.

Melihat Raya tidak lagi melanjutkan ucapan nya Bapak guru lalu bertanya."Sudah Raya?"

"Sudah Pak."

"Baik,silahkan duduk."

"Terimakasih Pak."

"Ayo anak-anak kita lanjut lagi pelajaran nya."Bapak guru lalu menjelaskan materi yang akan dipelajari.Hari ini mata pelajaran matematika,mata pelajaran yang sangat di sukai oleh Raya.Disekolah sebelum nya Raya pernah menjuarai olimpiade matematika.Raya berharap di sekolah yang baru ia pun mampu mengukir lagi prestasi seperti sebelumnya.Membuat orang tua nya bangga dan bisa mewujudkan cita-cita nya untuk merubah nasib keluarga nya.

Terimakasih yang sudah baca,,tolong bantu like komen dan vote ya🙏🥰

Lanjut lagi besok............

Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!