Ini adalah hari pertama dimana Raya akan masuk di sekolah baru nya.Dari yang Raya ketahui biasa nya siswa yang bersekolah disekolah elit itu adalah anak-anak orang kaya.Membayangkan hal itu membuat Raya merasa enggan untuk berangkat ke sekolah.Bagaimana kalau nanti tidak ada yang menemani nya,bagaimana kalau ia tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah yang baru.Dan masih banyak lagi yang dipikirkan oleh Raya.Namun karena tidak ingin mengecewakan sang ibu dan tuan Andrew yang telah menerima disekolah milik nya..Raya berjanji akan belajar dengan giat.
Setelah menyiapkan segala keperluan sekolah nya,Raya menuju kamar Vania untuk membantu gadis kecil itu bersiap.
"Selamat pagi anak papa yang cantik."Vano diseberang sana tengah menyapa anak nya melalui panggilan video call.
"Pagi papa,,papa kapan pulang,,Nia kangen."Vania tampak sedih.Papa nya itu sudah hampir sebulan berada di Jerman dan belum ada tanda-tanda akan pulang.
"Kok sedih gitu anak papa."Vano pun seperti nya merasakan apa yang dirasakan anak nya."Lusa papa pulang sayang,nanti kita jalan-jalan ya."Vano berusaha menghibur Vania.
"Beneran pa." Bocah kecil itu langsung sumringah mendengar ucapan sang papa.
"Bener dong,nanti setelah papa pulang kita jalan-jalan.Berdua aja,gimana....Nia mau?"
Ya seperti biasa Vano selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu berdua dengan Vania disela-sela kesibukan nya.
Tok.....tok.....tok
Belum sempat Vania menjawab pertanyaan Vano terdengar pintu kamar Vania ada yang mengetuk.
Assalamualaikum....
"Walaikumsalam teteh."Vania langsung turun dari kursi meja rias nya demi menyambut Raya yang baru masuk ke kamar nya.Vania menarik tangan Raya untuk mengikuti nya.Lalu meminta ponsel yang sedari tadi di pegang oleh mbak Ana.
"Papa,kenalin ini teteh Raya,jalan-jalan nya ajak teteh Raya ya,ya Pa ya."Vania tampak merengek.
Vano tak lantas mengiyakan permintaan sang anak.Vano berusaha mengingat-ingat siapa gadis muda yang di panggil teteh oleh anak nya itu.Gadis cantik dan manis serta memakai seragam yang sama dengan nya saat sekolah dulu.
"Teteh siapa sayang."Vano bertanya kepada Vania.
"Teteh Raya Papa."Vania yang tidak mengerti maksud papa nya hanya menjelaskan sekedarnya.
"Kamu siapa."Tak puas mendapat kan jawaban dari Vania lalu Vano pun langsung bertanya kepada Raya,yang wajah nya menghiasi layar ponsel bersebelahan dengan Vania.
"Saya,saya Raya Mas eh Om."Mendengar Raya memanggil nya om Vano tampak melotot.Membuat nyali Raya tampak menciut.
"Tuan,tuan muda Raya."mbak Ana berkata tegas dan menatap Raya tajam.
"Eh iya tu..tuan maaf,saya Raya anak bi Tati."Raya tampak gugup.Gadis cantik dan pintar yang biasa terlihat percaya diri itu tampak belum terbiasa menghadapi orang-orang baru disekitar nya.Sangat berbeda sekali dengan orang-orang di kampung nya pikir Raya.
"Gimana Papa...mau ya.Jalan-jalan nya ajak teteh."Vania tampak memohon dan itu terlihat sangat menggemaskan membuat Vano yang berada jauh disana ingin segera pulang untuk memeluk dan mencium nya.
"Kita lihat nanti aja ya sayang."
"Nggak mau,jawab dulu,boleh ya?"
"Iya...iya boleh."akhirnya demi membuat Vania senang Vano pun mengiyakan permintaan Vania.
Mbak Ana yang masih berada di kamar Vania di buat iri dengan percakapan ayah dan anak itu.Kenapa bukan diri nya yang diajak jalan-jalan.Kenapa Raya,orang yang baru Vania kenal tapi sudah mampu membuat bocah kecil itu nyaman dan menyayangi nya.
"Maaf tuan,hari sudah siang non Vania harus segera berangkat ke sekolah."
"Iya mbak."Vano pun mengerti karena Vania memang harus ke sekolah,lalu Vano berbicara kepada Vania."Sayang udah dulu ya..Vania hati-hati sekolah nya.nurut sama mbak Ana."
"Iya...bye Papa."
"Bye sayang."
.
.
.
Berangkat sekolah dengan diantar mobil mewah dan berhenti tepat didepan pintu gerbang membuat Raya yang baru turun dari mobil menjadi pusat perhatian.Beberapa dari mereka mengenali kalau mobil yang ditumpangi Raya adalah mobil pemilik sekolah tersebut.
"Siapa tuh,anak baru kaya nya."
"Udah cantik tajir lagi."beberapa siswa tampak membicarakan Raya.
"Saingan lo tuh."Tiga siswi populer disekolah itu merasa tersaingi oleh kehadiran Raya.
Maaf mau tanya,ruang kepala sekolah dimana ya?"Raya menghampiri dan bertanya kepada satu siswa yang tengah berdiri seorang diri.
"Disana,ruangan paling ujung."
Raya tampak memperhatikan ruangan yang di maksud siswa tersebut."Oh disana,makasih ya."
"Mau gue antar?"
"Mm...nggak usah makasih,aku sendiri aja."tolak Raya sopan.Lalu Raya pergi menuju ruang kepala sekolah seorang diri.
"Wih siapa tuh Bar."Mat siswa yang terkenal badung tampak penasaran melihat Bara berbicara dengan siswi cantik yang datang diantar sang pemilik sekolah.
"Tau,anak baru kaya nya."Bara menjawab acuh dan meninggal kan Mat.
"Woi tungguin."Mat mengejar Bara.
Tet...tet...tet
Bel berbunyi menandakan jam pelajaran akan segera dimulai.Raya dengan diantar Bapak kepala sekolah menuju ruang kelas 11 ipa 1.Melihat nilai-nilai Raya yang bagus dan Raya juga merupakan siswa berprestasi di sekolah sebelum nya.Membuat Raya di terima di kelas unggulan.
"Selamat pagi Pak."sapa Bapak kepala sekolah kepada Bapak guru yang sedang mengajar di kelas tersebut.
"Pagi Pak,mari silahkan masuk."guru tersebut sudah mengetahui maksud kedatangan Bapak kepala sekolah.
"Ini Raya siswa baru disini Pak,Raya Bapak tinggal dulu, selamat bergabung disekolah ini dan selamat belajar."kata-kata Bapak kepala sekolah membuat seluruh penghuni kelas bertanya-tanya tentang siapa sosok Raya.Kecuali Bapak Guru yang sedang mengajar di kelas itu.Pasal nya Bapak kepala sekolah telah memberitahu nya bahwa Raya adalah kerabat tuan Andrew,pemilik sekolah elit tersebut.Ya tuan Andrew mengenalkan Raya sebagai kerabat nya.
"Raya silahkan perkenalkan diri kamu."Bapak guru mempersilahkan Raya untuk mengenalkan diri.
"Assalamualaikum teman-teman,namaku Raya Amelia."Raya menjeda ucapan nya lalu melanjutkan kembali."Teman-teman bisa panggil aku Raya."
Siswa di kelas tersebut tampak terdiam mendengar Raya berbicara.Pembawaan Raya yang santun dan tenang membuat mereka bertanya-tanya berasal dari mana gadis cantik yang sedang berdiri di depan kelas itu.
Melihat Raya tidak lagi melanjutkan ucapan nya Bapak guru lalu bertanya."Sudah Raya?"
"Sudah Pak."
"Baik,silahkan duduk."
"Terimakasih Pak."
"Ayo anak-anak kita lanjut lagi pelajaran nya."Bapak guru lalu menjelaskan materi yang akan dipelajari.Hari ini mata pelajaran matematika,mata pelajaran yang sangat di sukai oleh Raya.Disekolah sebelum nya Raya pernah menjuarai olimpiade matematika.Raya berharap di sekolah yang baru ia pun mampu mengukir lagi prestasi seperti sebelumnya.Membuat orang tua nya bangga dan bisa mewujudkan cita-cita nya untuk merubah nasib keluarga nya.
Terimakasih yang sudah baca,,tolong bantu like komen dan vote ya🙏🥰
Lanjut lagi besok............
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments