Bab 10.Dewa Penolong

"Van ayo lah kita cari hiburan,ga bosen lo kerja terus."ucap Alex teman Vano.

"Kalo udah nggak ada yang dibahas gue balik."Vano yang tampak kesal memilih membereskan berkas-berkas yang baru saja ia gunakan untuk membahas bisnis bersama Alex.Alex adalah teman sekaligus rekan bisnis Vano.Tiap kali bertemu Alex selalu saja wanita yang dibahas nya seperti tidak ada topik lain pikir Vano.

"Yaelah lo kaku amat sih."gerutu Alex.

Vano tidak menanggapi lagi ucapan Alex,ia memilih beranjak dari tempat itu."Gue duluan lex."

"Iye balik sono lu."jawab Alex kesal.Setelah membahas perihal pekerjaan Alex menawarkan akan mengenalkan salah satu rekan wanita nya pada Vano.Sedang Vano memilih cuek dan tidak tertarik sama sekali.

Vano mengendurkan dasi yang melingkar di leher nya,rasanya penat sekali.Hari sudah hampir sore namun Vano masih harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Ditengah perjalanan dari kejauhan Vano tampak melihat orang yang ia kenal.Berdiri di sisi jalan seorang diri seperti orang bingung.Vano lalu menghentikan mobil lalu menurunkan kaca mobil nya.

"Ngapain kamu disini?"tanya Vano rada ketus pada Raya.

"Tu...Tuan."Raya sudah ketakutan."Kenapa dewa penolong nya harus dia sih."rutuk Raya dalam hati.Raya sedang berharap agar ada dewa penolong yang datang menghampiri nya.Tapi kenapa harus Vano,Raya ingin sekali meralat ucapan nya.Harus nya Raya mengharapkan dewi penolong bukan dewa penolong.

"Cepat masuk."bentak Vano.

"Iya...iya Tuan."Raya lalu membuka pintu bagian belakang supir.

"Pindah ke depan,kamu kira saya supir."titah Vano kesal.

Raya menurut saja,daripada melihat dewa penolong nya semakin mengamuk.Raya pun pindah ke depan di samping Vano.

"Dari mana kamu,bukan nya sekolah kamu jauh dari tempat ini."

Raya lalu menceritakan kronologi yang ia alami.Vano sampai geleng-geleng kepala mendengar nya.

"Makanya anak sekolah itu fokus aja belajar jangan sibuk pacaran."ucap Vano.

"Saya kan udah bilang Tuan,Mat bukan pacar saya tapi......"

"Tapi calon pacar."Vano memotong ucapan Raya seenaknya.

Raya membuang nafas nya kasar,ia memilih diam.Membela diri pun percuma ia akan tetap salah di mata Vano.

"Kenapa diem,bener kan apa kata saya?"tanya Vano.

"Terserah Tuan saja."jawab Raya kesal.

"Ya memang terserah saya,kamu mau ngatur saya."

Entahlah mengapa Raya jadi sasaran kemarahan Vano.Tadi Alek yang membuat nya kesal tapi Raya yang kena imbas nya.

Raya memilih diam,ia males berdebat.Setelah tenaga nya sudah terkuras habis untuk berlari menghindari kejaran polisi kini Raya harus menghadapi kemarahan Vano.Raya memejamkan mata nya.Lalu ia tertidur di mobil Vano.

"Ka..."Vano tidak meneruskan ucapan nya saat mengetahui Raya telah tertidur."Dia malah enak-enakan tidur."ucap Vano

Melihat Raya yang tertidur dengan kepala menunduk membuat Vano merasa kasihan.Ia lalu menurunkan kursi mobil nya.Vano menatap Raya sejenak.

"Cantik juga kalo lagi tidur gini."ucap Vano dalam hati.

Setelah menghentikan mobil nya,Vano ingin segera membangun kan Raya.Namun melihat Raya tertidur pulas membuat nya tak tega.

Menunggu lima belas menit Raya tak kunjung bangun,mau tak mau Vano pun membangun kan Raya.Vano meniup pelan permukaan wajah Raya.

"Aaaaaaa......ppppppp"Vano membekap mulut Raya.

"Berisik."kata Vano.

"Tuan mau ngapain mau cium saya ya."Raya menyilangkan kedua tangan nya di dada lalu duduk mepet ke pintu mobil karena takut pada Vano.

"Geer kamu."jawab Vano ketus."Saya sedang membangunkan kamu,sudah lama kita sampai,kamu nggak bangun-bangun."

Vano biasa membangun kan Vania dengan cara seperti itu,meniup pemukaan wajah nya menurut Vano itu adalah cara ampuh untuk membangunkan seseorang.Maka ia pun melakukan hal yang sama kepada Raya.Vano mungkin lupa kalau Raya itu gadis remaja yang bukan anak kecil seperti Vania,yang bisa saja salah faham dengan apa yang ia lakukan.

Raya menatap sekeliling,ada dimana lagi ia sekarang.Melihat Raya yang kebingungan Vano lalu berkata."Ini di kantor saya,ayo turun."Vano lalu keluar dari mobil nya diikuti oleh Raya.

Kehadiran Raya menjadi pusat perhatian beberapa karyawan kantor.Raya yang berjalan dibelakang Vano tampak terus menunduk karena malu menjadi pusat perhatian.

Vano membawa ke lantai tertinggi di gedung itu,tiba di depan satu ruangan Vano lalu mengetuk pintu.

"Masuk."terdengar suara dari dalam.

"Ayo masuk."ajak Vano kepada Raya.

Raya tampak ragu namun ia tetap mengikuti langkah Vano.

"Sore Dad."sapa Vano pada sang daddy.

""Raya....?"bukan menjawab sapaan Vano daddy Andrew malah menanyakan Raya.Daddy Andrew tampak kaget mengapa anak pembantu nya bisa bersama Vano.

"Tadi Vano ketemu dijalan Dad,dia kehabisan ongkos saat pulang sekolah.Yasudah Vano bawa dia kesini,biar nanti bisa pulang bersama Vano."

Daddy Andrew hanya tertawa mendengar ucapan Vano."Lain kali kalo butuh uang kamu bilang saya."ucap tuan Andrew pada Raya.

"Iya Tuan."Raya tersenyum malu-malu pada Tuan Andrew.Untung saja Vano tidak menceritakan yang sebenarnya kepada Tuan Andrew.

"Kamu tunggu disana dulu."ucap Vano pada Raya sambil menunjuk pada sofa di sudut ruangan itu.

"Iya Tuan."jawab Raya patuh.

Raya dan Vano kembali ke rumah saat hari sudah petang.Sebelum nya Raya sudah mengirim kan pesan pada sang ibu,agar ibu nya tidak khawatir.Itu pun Vano yang mengingatkan.Kejadian tadi yang ia alami membuat nya benar-benar linglung,seperti orang bingung.Raya hanya menurut saja dengan apa yang Vano katakan.

"Makasih ya Tuan untuk hari ini."ucap Raya pada Vano saat mereka berdua sedang berada di dalam mobil.

"Hmmm...lain kali jangan seperti itu lagi.Saya bisa saja mengeluarkan kamu dari sekolah kalau kelakuan kamu masih seperti itu."Vano tidak sungguh-sungguh dengan ucapan nya.Vano hanya tidak ingin Raya salah pergaulan saja

Namun hal itu ditanggapi berbeda oleh Raya,ia tampak ketakutan."Saya janji Tuan saya tidak akan seperti itu lagi."ucap Raya sembari menunduk.

Vano melirik Raya sekilas,sikap Raya membuat Vano menarik sudut bibir nya.

"Buktikan saja."jawab Vano cuek.

Terpopuler

Comments

RistaRia

RistaRia

semakin penasaran ajja nich Thor bacanya

2023-08-27

0

Junhies

Junhies

lanjut kak.....😍

2023-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!