"Van ayo lah kita cari hiburan,ga bosen lo kerja terus."ucap Alex teman Vano.
"Kalo udah nggak ada yang dibahas gue balik."Vano yang tampak kesal memilih membereskan berkas-berkas yang baru saja ia gunakan untuk membahas bisnis bersama Alex.Alex adalah teman sekaligus rekan bisnis Vano.Tiap kali bertemu Alex selalu saja wanita yang dibahas nya seperti tidak ada topik lain pikir Vano.
"Yaelah lo kaku amat sih."gerutu Alex.
Vano tidak menanggapi lagi ucapan Alex,ia memilih beranjak dari tempat itu."Gue duluan lex."
"Iye balik sono lu."jawab Alex kesal.Setelah membahas perihal pekerjaan Alex menawarkan akan mengenalkan salah satu rekan wanita nya pada Vano.Sedang Vano memilih cuek dan tidak tertarik sama sekali.
Vano mengendurkan dasi yang melingkar di leher nya,rasanya penat sekali.Hari sudah hampir sore namun Vano masih harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.
Ditengah perjalanan dari kejauhan Vano tampak melihat orang yang ia kenal.Berdiri di sisi jalan seorang diri seperti orang bingung.Vano lalu menghentikan mobil lalu menurunkan kaca mobil nya.
"Ngapain kamu disini?"tanya Vano rada ketus pada Raya.
"Tu...Tuan."Raya sudah ketakutan."Kenapa dewa penolong nya harus dia sih."rutuk Raya dalam hati.Raya sedang berharap agar ada dewa penolong yang datang menghampiri nya.Tapi kenapa harus Vano,Raya ingin sekali meralat ucapan nya.Harus nya Raya mengharapkan dewi penolong bukan dewa penolong.
"Cepat masuk."bentak Vano.
"Iya...iya Tuan."Raya lalu membuka pintu bagian belakang supir.
"Pindah ke depan,kamu kira saya supir."titah Vano kesal.
Raya menurut saja,daripada melihat dewa penolong nya semakin mengamuk.Raya pun pindah ke depan di samping Vano.
"Dari mana kamu,bukan nya sekolah kamu jauh dari tempat ini."
Raya lalu menceritakan kronologi yang ia alami.Vano sampai geleng-geleng kepala mendengar nya.
"Makanya anak sekolah itu fokus aja belajar jangan sibuk pacaran."ucap Vano.
"Saya kan udah bilang Tuan,Mat bukan pacar saya tapi......"
"Tapi calon pacar."Vano memotong ucapan Raya seenaknya.
Raya membuang nafas nya kasar,ia memilih diam.Membela diri pun percuma ia akan tetap salah di mata Vano.
"Kenapa diem,bener kan apa kata saya?"tanya Vano.
"Terserah Tuan saja."jawab Raya kesal.
"Ya memang terserah saya,kamu mau ngatur saya."
Entahlah mengapa Raya jadi sasaran kemarahan Vano.Tadi Alek yang membuat nya kesal tapi Raya yang kena imbas nya.
Raya memilih diam,ia males berdebat.Setelah tenaga nya sudah terkuras habis untuk berlari menghindari kejaran polisi kini Raya harus menghadapi kemarahan Vano.Raya memejamkan mata nya.Lalu ia tertidur di mobil Vano.
"Ka..."Vano tidak meneruskan ucapan nya saat mengetahui Raya telah tertidur."Dia malah enak-enakan tidur."ucap Vano
Melihat Raya yang tertidur dengan kepala menunduk membuat Vano merasa kasihan.Ia lalu menurunkan kursi mobil nya.Vano menatap Raya sejenak.
"Cantik juga kalo lagi tidur gini."ucap Vano dalam hati.
Setelah menghentikan mobil nya,Vano ingin segera membangun kan Raya.Namun melihat Raya tertidur pulas membuat nya tak tega.
Menunggu lima belas menit Raya tak kunjung bangun,mau tak mau Vano pun membangun kan Raya.Vano meniup pelan permukaan wajah Raya.
"Aaaaaaa......ppppppp"Vano membekap mulut Raya.
"Berisik."kata Vano.
"Tuan mau ngapain mau cium saya ya."Raya menyilangkan kedua tangan nya di dada lalu duduk mepet ke pintu mobil karena takut pada Vano.
"Geer kamu."jawab Vano ketus."Saya sedang membangunkan kamu,sudah lama kita sampai,kamu nggak bangun-bangun."
Vano biasa membangun kan Vania dengan cara seperti itu,meniup pemukaan wajah nya menurut Vano itu adalah cara ampuh untuk membangunkan seseorang.Maka ia pun melakukan hal yang sama kepada Raya.Vano mungkin lupa kalau Raya itu gadis remaja yang bukan anak kecil seperti Vania,yang bisa saja salah faham dengan apa yang ia lakukan.
Raya menatap sekeliling,ada dimana lagi ia sekarang.Melihat Raya yang kebingungan Vano lalu berkata."Ini di kantor saya,ayo turun."Vano lalu keluar dari mobil nya diikuti oleh Raya.
Kehadiran Raya menjadi pusat perhatian beberapa karyawan kantor.Raya yang berjalan dibelakang Vano tampak terus menunduk karena malu menjadi pusat perhatian.
Vano membawa ke lantai tertinggi di gedung itu,tiba di depan satu ruangan Vano lalu mengetuk pintu.
"Masuk."terdengar suara dari dalam.
"Ayo masuk."ajak Vano kepada Raya.
Raya tampak ragu namun ia tetap mengikuti langkah Vano.
"Sore Dad."sapa Vano pada sang daddy.
""Raya....?"bukan menjawab sapaan Vano daddy Andrew malah menanyakan Raya.Daddy Andrew tampak kaget mengapa anak pembantu nya bisa bersama Vano.
"Tadi Vano ketemu dijalan Dad,dia kehabisan ongkos saat pulang sekolah.Yasudah Vano bawa dia kesini,biar nanti bisa pulang bersama Vano."
Daddy Andrew hanya tertawa mendengar ucapan Vano."Lain kali kalo butuh uang kamu bilang saya."ucap tuan Andrew pada Raya.
"Iya Tuan."Raya tersenyum malu-malu pada Tuan Andrew.Untung saja Vano tidak menceritakan yang sebenarnya kepada Tuan Andrew.
"Kamu tunggu disana dulu."ucap Vano pada Raya sambil menunjuk pada sofa di sudut ruangan itu.
"Iya Tuan."jawab Raya patuh.
Raya dan Vano kembali ke rumah saat hari sudah petang.Sebelum nya Raya sudah mengirim kan pesan pada sang ibu,agar ibu nya tidak khawatir.Itu pun Vano yang mengingatkan.Kejadian tadi yang ia alami membuat nya benar-benar linglung,seperti orang bingung.Raya hanya menurut saja dengan apa yang Vano katakan.
"Makasih ya Tuan untuk hari ini."ucap Raya pada Vano saat mereka berdua sedang berada di dalam mobil.
"Hmmm...lain kali jangan seperti itu lagi.Saya bisa saja mengeluarkan kamu dari sekolah kalau kelakuan kamu masih seperti itu."Vano tidak sungguh-sungguh dengan ucapan nya.Vano hanya tidak ingin Raya salah pergaulan saja
Namun hal itu ditanggapi berbeda oleh Raya,ia tampak ketakutan."Saya janji Tuan saya tidak akan seperti itu lagi."ucap Raya sembari menunduk.
Vano melirik Raya sekilas,sikap Raya membuat Vano menarik sudut bibir nya.
"Buktikan saja."jawab Vano cuek.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
RistaRia
semakin penasaran ajja nich Thor bacanya
2023-08-27
0
Junhies
lanjut kak.....😍
2023-03-07
1