Sesuai janji bi Tati kepada nyonya Amira dan tuan Andrew setelah 7 hari meninggal nya sang suami bi Tati akan kembali bekerja.Bi Tati dan Raya naik kendaraan umum berangkat menuju kediaman majikan nya.Tidak lagi dia antar oleh Rifan karena setelah tiga hari meninggal nya sang ayah Rifan sudah harus kembali bekerja,di karenakan masa cuti nya sudah habis.Bi Tati yang memang sering bepergian kemana-mana sendiri tidak mempermasalahkan hal itu.
Saat telah memasuki gerbang yang menjulang tinggi dan dijaga ketat oleh satpam dan beberapa bodyguard.Raya dibuat kagum setelah melihat rumah mewah bak istana di hadapan nya.
"MasyaAllah ini teh rumah apa istana bu,bagus ini buat foto-foto."Raya lalu mengeluarkan ponsel nya hendak melakukan foto selfie.
Buru-buru bi Tati mencegah apa yang hendak dilakukan Raya."Neng jangan,nggak sopan ah."
"Masa cuma mau foto aja nggak boleh bu."Raya tampak cemberut.
"Ih lain kitu neng,nggak sopan ah ini rumah orang."bi Tati mencoba menjelaskan kan biar pun sang majikan sudah sangat baik,bukan berarti kita bisa seenaknya.
Raya pun akhirnya mengerti dengan penjelasan ibu nya.Raya cukup aktif di media sosial paras nya yang cantik dan fotogenik membuat hasil foto selfie nya terlihat sempurna dan banyak orang yang menyukai nya.Terlihat pengikut media sosial Raya juga banyak.
Melihat spot foto yang bagus membuat Raya tidak ingin menyia-nyiakan hal itu.Raya sudah bosan dengan foto-foto sebelum nya yang ia ambil dengan pemandangan hamparan sawah yang luas atau jembatan irigasi yang ada dikampung nya.
"Ayo neng buruan,malah bengong."suara bi Tati mengagetkan Raya rupa nya Raya masih belum beranjak dari tempat nya,sedang sang ibu sudah berdiri di depan pintu utama.
"I...iya bu."Raya setengah berlari menghampiri ibu nya.
Kemudian bi Tati menekan bel,tidak lama ada seseorang yang membuka kan pintu rumah,bi Ratih sesama pembantu yang tinggal dan bekerja di rumah itu.Usia nya lebih muda dari bi Tati.Bi Tati juga cukup dekat dengan bi Ratih.Di rumah besar itu bi Tati di tugas kan oleh nyonya Amira sebagai kepala pembantu.yang diberikan kepercayaan oleh sang majikan untuk mengatur segala keperluan dapur dan kebersihan rumah.
"Assalamualaikum......."
"Walaikumsalam bi,eh bibi sudah sampai,mana saya bantu bawa tas nya."bi Ratih ingin meraih tas di tangan bi Tati.
"Nggak usah biar saya saja,ini nggak berat Rat."bi Tati menolak nya."Rat kenalkan ini Raya anak saya."lanjut nya.
"Eh neng cantik,ayo-ayo masuk."
"Iya bi."Raya kemudian mengikuti bi Ratih dan ibu nya menuju ruang belakang.
Dibelakang bangunan rumah utama ada beberapa kamar yang berderet yang sengaja disiapkan oleh pemilik rumah untuk orang-orang yang bekerja dirumah nya.Saat bi Tati membuka pintu kamar nya,bi Ratih kemudian membuka pintu di samping kamar bi Tati.
"Nah ini kamar untuk neng Raya."kata bi Ratih.
"Rat,bukannya ini kamar mbak Ana?"tanya bi Tati.Kamar disamping bi Tati memang kamar mbak Ana baby sitter Vania tapi karena mbak Ana sering menemani Vania tidur jadi kamar itu sering kosong.
"Si Ana kamar nya didalem sekarang bi,dan nyonya kemarin meminta saya untuk membersihkan kamar ini agar bisa langsung ditempati neng Raya saat neng Raya sudah sampai.
"Oh begitu."bi Tati tampak mengangguk mendengar penjelasan bi Ratih.
"Makasih ya bi sudah repot-repot membersihkan kamar untuk Raya."ucap Raya.
"Sama-sama neng jangan sungkan sama bibi,yaudah saya tinggal dulu ya bi."bi Ratih hendak melanjutkan pekerjaan nya.
"Iya Rat makasih."ucap bi Tati kemudian.
"Ayo neng ditata dulu baju- baju nya,nanti setelah itu bantu ibu memasak."perintah bi Tati kepada anak nya.
Jika di rumah nya sendiri bi Tati tidak pernah meminta anak nya untuk membantu nya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah.Namun beruntung nya semua anak-anak nya pengertian dan tidak manja.Mereka sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah dan menyiapkan segala keperluan mereka sendiri.Namun berbeda dengan saat ini karena sedang tinggal di rumah majikan nya maka bi Tati harus mengarahkan Raya untuk bisa bantu-bantu.Bi Tati tidak ingin kalau anak nya itu berbuat seenak nya di rumah orang.
"Bibi sudah sampai,mana teteh."suara cempreng dan manja itu langsung menanyakan Raya setelah melihat keberadaan bi Tati.Sejak kemarin Vania terus menanyakan tentang Raya yang tak kunjung datang ke rumah nya.
"Teteh lagi cuci piring non."jawab bi Tati.
"Nia mau disuapin sama teteh."Vania merengek lagi.Ketika berkunjung ke rumah bi Tati pun Vania disuapi oleh Raya.Siapa sangka moment yang hanya sekali Vania rasakan itu selalu diingat nya dan membuat nya ingin mengulangi nya lagi.
"Disuapi mbak Ana aja ya sayang."bukan bi Tati yang menjawab itu tapi Ana sang baby sitter.
"Nggak mau.mau nya sama teteh."Vania semakin merengek.
Bi Tati tampak tak enak hati,disana ada mbak Ana tapi Vania malah ingin Raya menyuapi nya
Bukan rahasia lagi untuk pekerja di rumah besar itu.Ana sang baby sitter Vania sangat menjaga jarak dengan mereka semua.Hal itu juga yang membuat bi Tati tidak langsung menuruti kemauan Vania.Semata-mata bi Tati hanya ingin menjaga perasaan Ana.
Melihat Vania sudah seperti mau menangis.Ana mau tidak mau harus meminta Raya untuk menyuapi Vania.Kemudian Raya pun datang untuk menyuapi Vania.
Mbak Ana tampak tidak suka melihat pemandangan didepan nya itu.Anak yang sejak kecil ia rawat dan ia jaga kini malah lebih dekat dengan orang yang baru dikenal nya.
Ana bekerja menjadi baby sitter Vania atas rekomendasi dari keluarga Kasandra .Kasandra adalah istri Vano yang telah meninggal.Maka mau tidak mau nyonya Amira pun menerima rekomendasi dari besan nya tersebut.Selama ini Ana memang mengurus keperluan Vania dengan baik,selain itu Ana juga sedang berusaha menarik simpati Vano papa nya Vania.Bukan Vano tidak tau akan hal itu tapi menurut nya tidak perlu menanggapi hal-hal yang tidak penting,termasuk Ana.
Melihat kedekatan Raya dan Vania.Ana semakin panas.
"Aku tidak akan membiarkan anak kampung itu menggantikan posisi ku,lihat saja nanti aku tidak akan tinggal diam."kata Ana dalam hati.
Sampai sini dulu ya lanjut besok.
Terimakasih yang sudah baca,,jangan lupa like dan komen🙏🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments