Mat merasa frustasi,sejak pagi hingga jam istirahat ini Raya masih saja mendiamkan nya.Sudah tak terhitung kata maaf yang di ucapkan nya namun Raya tetap diam tak menanggapi.
Seperti sekarang ini Raya,Mat,Bara dan Cynthia sedang berada di kantin sekolah.Raya dengan santai nya menikmati semangkuk baso bersama Cynthia.Tidak memperdulikan Mat yang berada dihadapan nya.Mat duduk menopang dagu dengan mata memandang lurus ke arah Raya.
Cynthia merasa lucu melihat Mat,selama satu sekolah bersama Mat belum pernah ia melihat nya seperti ini.Mat yang terkenal badboy di buat tak berdaya karena seorang wanita.
"Udah ih,,jelek lo tau ga."ucap Cynthia.
Mat tak merespon.Sedang Bara hanya melirik sekilas lalu fokus pada ponsel nya.
"Aku udah maafin kamu."ucap Raya kemudian,walau ia masih kesal tapi melihat Mat yang seperti itu membuat nya tak tega.
"Hah...."Mat yang sedari tadi melamun tampak kaget mendengar ucapan Raya.
"Bener Ray,kamu udah maafin aku."tanya Mat.
"Jia.....aku kamu....wueeeek....."seloroh Bara.
"Hahahaha."tawa Cynthia dan Bara pun akhirnya pecah.Membuat mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin.Sedang Raya hanya tersenyum.
"Sumpah lo nggak pantes banget kaya gitu Mat."ucap Cynthia.
"Kesambet demit mana lo,jadi kalem gini."sindir Bara.
"Ckkk..."Mat melirik malas pada kedua sahabat nya.Lalu tangan nya terulur untuk menggapai tangan Raya."Aku bener-bener minta maaf Ray,janji ga akan ajak kamu ke tempat kaya gitu lagi."ucap Mat penuh keyakinan.
Perlahan Raya melepaskan genggaman tangan Mat.Ia tak ingin menjadi pusat perhatian."Lagian aku juga nggak mau bareng kamu lagi."ucap Raya kemudian.
"Yah jangan gitu dong."pinta Mat memelas.
"Udah yuk Cyn."ajak Raya pada Cynthia,ia tak menanggapi lagi ucapan Mat dan memilih beranjak dari kantin.
"Yuk..."Cynthia mengikuti langkah Raya.
Buru-buru Mat dan Bara mengikuti kedua nya.Mat meraih tangan Raya,Raya ingin melepaskan nya namun Mat menahan nya.
"Malu diliat orang Mat."ucap Raya.
"Nanti aku anter pulang ya janji aku langsung anter kerumah."ucap Mat meyakinkan Raya.
"Lain kali aja ya."
"Please Ray."
"Iya lah terserah."jawab Raya pasrah.
"Makasih ya Ray."ucap Mat kemudian.
"Hmmm.....lepasin ini tangan nya."pinta Raya
"Eh iya maaf."Mat lalu melepaskan genggaman tangan nya.
Raya lalu berjalan duluan bersama Cynthia meninggal Bara dan Mat.
"Heran gue lo bisa gitu sama cewe,biasa nya lo bodo amat."ucap Bara.
"Gue suka sama dia."jawab Mat.
"Serius lo, secepat itu?"tanya Bara tak percaya.
"Serius,ini cewek beda Bar."jawab Mat.
"Jadi yang kaya gitu yang lo cari selama ini?"
"Mungkin."jawab Mat,ia pun tak percaya mengapa bisa secepat itu menyukai seseorang.Walau terkenal badboy Mat itu tampan dan berasal dari keluarga kaya.Banyak cewek-cewek yang mendekati nya namun Mat tak pernah tertarik berbeda kepada Raya.Rasa-rasa nya Mat ingin terus berada di dekat Raya.
.
.
.
Sedang di kantor Vano sedang serius dengan pekerjaan nya.Ada beberapa berkas yang harus ia revisi karena terdapat beberapa kesalahan.Disela-sela kesibukan nya Vano tampak menggeleng-gelenkan kepala nya.
"Hiss,,,kenapa mikirin dia terus sih."Vano yang seharusnya fokus bekerja dibikin pusing sama pikiran nya sendiri.Bayangan Raya terus melintas dibenak nya.
Tiba-tiba Vano meraih ponsel nya.
Tut....tut....tut....
Vano tampak melakukan panggilan,hingga panggilan nya berakhir orang yang dihubungi nya tak kunjung menjawab.Hingga Vano mencoba nya kembali.
Tut....tut....tut....
"Halo."sapa orang diseberang sana.
"Yes diangkat."batin Vano girang.
"Hmmm."Vano menetralkan keadaan nya.
"Kamu lagi ngapain,maksudnya saya kamu dimana..ehg."Vano dibuat salah tingkah oleh sikap nya sendiri.
"Tuan ada apa?"Raya sudah ketar-ketir saja.Ada apa sampai-sampai Vano menghubungi nya.Taku-takut ia membuat kesalahan dan Vano akan memarahinya.
"Jawab aja kamu lagi dimana?"ketus Vano.
"Tuhkan dia ketus lagi,perasaan aku belum buat kesalahan deh hari ini,ketemu juga nggak."ucap Raya dalam hati.
"Kok diem,kamu dimana?"tanya Vano lagi.
"Eh iya Tuan,saya masih disekolah ini mau pulang."jawab Raya.
"Sama siapa?"
"Mmmm......"Raya tampak ragu untuk menjawab.
"Sama bocah berandal yang kemaren?"tebak Vano.
"I...iya."jawab Raya jujur.
"Tunggu saya,jangan kemana-mana."ucap Vano lalu mematikan posel nya.Vano menyambar kunci mobil nya lalu keluar meninggalkan kantor.
"Hahhhhh."Raya tampak bingung.Harus kah ia menunggu Vano.Raya berfikir demi kedamaian dalam hidup nya ia lebih memilih mengikuti perintah Vano.
"Kamu duluan aja ya Mat,aku dijemput."ucap Raya pada Mat saat Mat menghampiri nya.
"Yach kok gitu,kan udah janji aku yang anter."ucap Mat.
"Iya tapi aku sekarang mau dijemput,lain kali ya."ucap Raya memohon.
"Yaudah deh,tapi aku tungguin ya sampe yang jemput kamu datang."pinta Mat.
"Jangaaan..."raut wajah Raya yang terlihat panik membuat Mat terheran.
"Kenapa?"
"Nggak papa....udah sana pulang."
Mat akhirnya menurut karena ia takut Raya kembali mendiamkan nya.Kemudian ia melajukan motor nya meninggal kan Raya.
Hingga sekolah terlihat sepi Vano tak kunjung datang.Terlihat seorang satpam mendekati Raya."Neng kok ga pulang."
"Sebentar Pak...saya nunggu di jemput."jawab Raya.
"Oh gitu.Iya neng "ucap Pak satpam.
Tak berapa lama tampak mobil sedan mewah berhenti di depan gerbang sekolah.
"Maaf nunggu lama."ucap Vano pada Raya.
"Selamat siang Pak Vano."Sapa Pak satpam pada Vano.
"Siang Pak."jawab Vano sopan.
"Yuk..."Vano menarik tangan Raya,lalu membukakan pintu untuk Raya.Kemudian Vano ikut masuk ke dalam mobil.
"Mari Pak,saya pulang dulu."pamit Vano pada Pak satpam sebelum meninggalkan sekolah.
"Oh iya,hati-hati Pak."jawab Pak satpam.
Vano lalu tersenyum kemudian melajukan mobil nya meninggal kan sekolah.Sedang Raya hanya diam saja,ia tak ingin bertanya.Raya takut salah bicara dan malah membuat Vano marah pada nya.
Kira-kira Raya mau dibawa kemana ya........
Terimakasih yang udah baca jangan lupa like komen dan vote ya🙏🥰
Lanjut besok.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments