Hal yang paling di sukai para siswa di sekolah adalah jam kosong atau pun pulang lebih awal karena guru akan mengadakan rapat.Seperti saat ini setelah jam istirahat pertama semua siswa disekolah Raya dipulangkan lebih awal.Karena para guru akan mengadakan rapat bulanan.Semua siswa terlihat senang,tak terkecuali empat sekawan,Raya,Cynthia,Mat dan Bara.
Setelah pengumuman tersebut mereka tak lantas meninggalkan sekolah.Selain mereka masih ada juga beberapa siswa yang masih ada di kelas.
"Kita ke cafe dulu yuk ah."ajak Cynthia.
"Gue sih ayok aja."jawab Bara.
"Mat,Ray?"tanya Cynthia.
"Boleh."jawab Mat."Ikut yuk Ray?"
"Mmmm..."Raya tak lantas mengiyakan ajakan mereka,ia tampak berfikir sejenak,lalu"Boleh deh,tapi jangan lama2 ya."pinta Raya.
"Iya nggak."jawab Cynthia senang akhirnya Raya mau pergi bersama-sama mereka.Hal yang dulu biasa dilakukan jika pulang lebih awal seperti ini.
Cynthia lalu menggandeng tangan Raya membawa nya keluar kelas."Kita tunggu didepan."ucap nya pada Mat dan Bara.
"Sip."jawab Mat.Sedang Bara berlalu menuju parkiran sekolah.
Mereka pun bersama-sama menuju cafe yang tidak jauh dari sekolah.Tempat nya sangat nyaman,cafe ini bukan hanya sebagai tempat nongkrong anak-anak muda,namun juga menyediakan tempat untuk acara keluarga atau bahkan untuk tempat berbagai pertemuan penting.
Suara gemericik air dari kolam-kolam ikan yang melingkar hampir dari setengah cafe itu membuat suasana semakin nyaman.
"Suka ga tempat nya?"tanya Mat pada Raya.
"Suka banget."jawab Raya senang.Ini adalah kali pertama Raya menginjakkan kaki nya di tempat seperti ini.Biasanya kalau di kampung jika sedang pulang lebih awal,Raya dan teman-teman nya akan nongkrong di warung mang Edoy seraya menikmati semangkuk baso.
"Mau pesen apa Ray,tenang Mat yang traktir."ucap Cynthia seraya melirik pada Mat.
"Pesen aja semua.Gue yang bayar."jawab Mat.
"Yeyyy...."Cynthia tampak bersemangat.
Mereka pun memesan berbagai makanan dan minuman yang tersedia disana.Lalu menikmati sembari mengobrol.Raya sudah semakin akrab dengan ketiga sahabat baru nya.Saat Raya sedang menikmati makanan dan minuman yang ia pesan,penglihatan nya menangkap sosok yang ia kenal,sosok yang sejak semalam mengganggu pikiran Raya.Ya dia adalah Vano,Vano baru saja keluar dari ruangan tertutup yang terletak di sudut cafe tersebut bersama beberapa rekan kerja nya.Kedua nya bersitatap,Vano menatap tajam kearah Raya.Sedang Raya sudah ketakutan,ia terus menunduk sampai Vano keluar melewati meja yang Raya tempati.Untung saja Cynthia,Mat dan Bara tidak mengetahui nya.
"Abis ini mau kemana."tanya Bara tiba-tiba sembari melirik Cynthia.
"Aku mau langsung pulang ya."jawab Raya,ia takut Vano akan memarahinya.
"Yach kok pulang sih Ray."Mat tampak kecewa.
"Kerumah gue yuk, nyokap bokap gue lagi keluar kota."ajak Cynthia.
"Kalian aja ya,aku mau pulang."ucap Raya.
"Yaudah deh gue juga balik."ucap Mat kemudian."Lo Bar?"
"Gue mau anter Cynthia."jawab Bara.
"Huh modus lo."Mat meledek sahabat nya itu,sedang Bara hanya cuek saja.
"Yaudah yuk pulang."ajak Raya kemudian.
"Yuk gue anter."ucap Mat.
"Kita duluan ya."ucap Raya lalu meninggalkan Cynthia dan Bara.
"Iya Ray,hati-hati."jawab Cynthia sembari melambaikan tangan nya.
.
.
.
Mat memasangkan helm untuk Raya setelah itu Mat menghidupkan mesin motor nya kemudian Mat meminta Raya untuk naik.Sepeti biasa Raya hanya berpegangan pada jaket yang Mat kenakan.Lalu Mat menarik tangan Raya dan menengokkan wajah nya ke belakang seraya berkata."Gini aja biar aman."Mat berkata sangat lembut membuat Raya tak segan untuk menuruti nya,toh menurut Raya mereka sudah bersahabat jadi apa salah nya.Berbeda dengan Mat melihat Raya yang sudah semakin dekat membuat Mat yakin kalau Raya pun memiliki perasaan yang sama dengan diri nya.
Sedang tidak jauh dari sana,tepat nya di dalam mobil ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.Sedari tadi Vano belum meninggalkan cafe tersebut.Ia ingin menunggu Raya sampai pulang, beruntung tidak lama Raya terlihat keluar.Namun Vano dibuat kesal dengan pemandangan yang baru saja ia lihat.Kemesraan antara Mat dan Raya membuat Vano muak.Ia terlihat mencekram kuat kemudi mobil nya.
Melihat motor yang membawa Raya sudah meninggal kan cafe Vano pun segera mengikuti nya.Mobil Vano berada tepat di samping motor Mat.Vano semakin muak melihat Raya yang tertawa bahagia bersama Mat.Hingga mereka sama-sama berhenti karena lampu merah.Vano yang sudah tak tahan lagi akhirnya keluar dari mobil menghampiri ke duanya.
"Turun."Vano membentak Raya dan mencekram kuat tangan nya.
Raya tampak kaget,mau tak mau Raya turun dari motor dan mengikuti langkah Vano.Mat tidak bisa berbuat apa-apa,karena jalanan penuh ia tetap diam diatas motor nya.Apa yang dilakukan Vano menjadi pusat perhatian semua orang disana.Hingga Mat pun membiarkan nya karena ia enggan membuat keributan.
Suara klakson bersahutan menunggu Vano menjalankan mobil nya.Setelah membukakan pintu untuk Raya,Vano pun menyusul masuk ke dalam mobil.Saat Vano sudah menjalankan mobil nya suara sorak-sorai terdengar meneriaki nya."Huuuuuuuuuu."Vano tidak peduli ia terus mengemudikan mobil nya.
"Kenapa nggak langsung pulang?"suara datar Vano membuat Raya semakin ketakutan.Raya tak menjawab dan hanya menunduk saja membuat Vano semakin kesal.
Vano melirik Raya,melihat Raya yang masih mengenakan helm membuat nya ingin tertawa.Vano lalu menepikan mobil nya.
"Ini dibuka,mana ada orang naik mobil pakai helm."Vano lalu membuka helm yang dipakai Raya.Saat helm sudah terbuka Vano melihat mata Raya yang sudah sembab karena menangis.Seketika Vano merasa bersalah lalu ia membawa Raya kedalam dekapan nya."Maaf."ucap nya lirih.Raya semakin terisak dalam pelukan Vano membuat Vano semakin merasa bersalah.
Ga bosen-bosen buat minta like komen dan vote nya
terimakasih 🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Enung Samsiah
gini amat punya majikan, bikin tiap hri jantungan wkwkwk
2023-10-18
0
Enung Samsiah
hadeeehhh,, vano lngsung posesif amat sih pdhl kan blm ada status apapun
2023-10-18
0
RistaRia
🤣🤣🤣 kalo kayak gini kan gak tegang bacanya
2023-08-27
0