Bab 9.Balap Liar

"Cantik ntr gue anter lagi ya."Mat menghampiri Raya yang baru saja datang dan menaruh tas nya.

Belum sempat Raya menjawab Bara menghampiri Mat"Wih ada yang udah main anter-anter aja nih."

"Iya nih.gue aja yang udah temenan dari jaman firaun belum pernah Ray dia anterin pulang."kata Cynthia menyela.Cynthia adalah satu-satunya siswi disana yang mau dekat dengan Raya.

"Ye lo kan punya nya si Bar-bar,ya minta dia lah buat anter."jawab Mat.Bukan rahasia lagi kalau Bara sudah lama menyukai Cynthia tapi selama ini Cynthia hanya menganggap Bara teman.

Cynthia hanya tersenyum menanggapi ucapan Mat.

"Ye elu..."Bara malah mendorong bahu Mat.

"Gimana cantik,mau kan aku anter pulang?"tanya Mat lagi.

"Nggak usah ya,aku pulang sendiri saja."Raya menolak ajakan Mat karena takut Vano sang majikan marah.Padahal lumayan pikir nya kalo diantar Mat bisa mengirit ongkos.

"Kenapa si,lo takut sama abang lo?"Mat mengira kalau Vano adalah abang Raya.

"Nggak gitu."Raya pun seperti enggan menjelaskan siapa Vano.Tidak penting menurut nya.

"Yaudah gue anterin,ga ada penolakan."Mat tampak memaksa.

Raya hanya diam menolak pun percuma menurut nya.Tidak lama bel berbunyi,semua murid lalu duduk di kursi masing-masing.

"Selamat pagi anak-anak."Sapa Pak Anton.

"Selamat pagi Pak."jawab anak-anak serentak.

"Hari ini saya ada keperluan,saya ingin kalian membuat kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang tiap kelompok nya."Pak Anton menjeda ucapan nya."Tugas nya adalah tiap kelompok membuat satu lagu dan dipresentasikan minggu depan."lanjut Pak Anton.

"Paham?"tanya Pak Anton.

"Paham Pak."jawab anak -anak.

"Ada pertanyaan?"tanya Pak Anton lagi.

"Tema lagu nya apa ya Pak?"tanya Raya.

"Bebas,saya tidak membatasi kreativitas kalian.Tapi tetap harus menggunakan bahasa yang baik dan benar."jawab Pak Anton.

"Ada lagi yang mau bertanya?"tanya Pak Anton kemudian.

Kelas hening."Baik lah kalau tidak ada.Bapak tinggal dulu.Ingat jangan ada yang keluar kelas sebelah jam istirahat."pesan Pak Anton sebelum meninggalkan kelas.

"Baik Pak."jawab anak-anak.

Setelah Pak Anton meninggalkan kelas tampak Sheila mendekati Mat."Gue sama Mita bareng lo ya Mat."kata Sheila pada Mat.

"Kita udah pas nih,lo cari yang lain aja."Mat berkata sembari menunjuk Bara,Raya dan Cynthia.

"Ih biasa nya juga kita satu kelompok."kata Sheila tak terima.

"Lain kali aja Shel,lo sama yang lain dulu."jawab Mat.

"His nyebelin."Sheila pun kesal dan berlalu dari hadapan Mat.

"Kok lo tolak dia Mat,dia kan suara nya bagus."kata Cynthia berbisik pada Mat.Sedang Raya dan hanya menyimak.

"Males gue,berisik."jawab Mat.

"Hmmm...."Cynthia tampak berpikir."Eh lo bisa nyanyi nggak Ray?"tanya Raya pada Cynthia.

"Mmm bisa sih tapi suara aku nggak bagus-bagus banget."jawab Raya ragu.

"Nggak apa-apa lah yang penting bisa aja dulu,ntr kan bisa latihan,lo duet sama gue."kata Bara.

Raya pun bersedia, kemudian mereka segera membuat lagu.Mat banyak menyumbang kan ide disana.Walau terkenal sebagai siswa badung tapi Mat juga cukup pandai.Raya diam-diam mengamati bagaimana cara Mat menyampaikan ide-ide nya untuk karya mereka.Raya tidak menyangka Mat yang terlihat urakan di luar ternyata pandai sekali.

.

.

.

"Tunggu gue depan jangan kemana-mana."Mat memberitahu Raya yang sedang bersiap akan pulang."Gue ambil motor dulu."

"Iyaaa..."jawab Raya.

"Lo gue anter ya Cyn."tawar Bara Cynthia.

"Iya deh,gue nunggu didepan bareng Raya."jawab Cynthia.

"Oke,gue ambil mobil dulu."jawab Bara.Ia dan Mat bersahabat tapi soal selera mereka berbeda.Kalau Mat lebih suka mengendarai motor sedang Bara lebih suka membawa mobil.Lebih nyaman menurut nya.

"Cieee,yang mau pulang bareng doi."Raya sedang menggoda Cynthia.

"Apaan sih Ray."Cynthia tampak malu-malu."Yuk ah buruan ntr mereka nungguin."

"Iya...iya..."jawab Raya.

Raya dan Cynthia pun berpisah di depan gerbang.Raya bersama Mat sedang Cynthia bersama Bara.

.

.

.

Ditengah perjalanan Raya tersadar bahwa jalan yang dilalui Mat bukan jalan biasa yang ia lalui.Raya pun memberanikan diri untuk bertanya."Mat kita mau kemana?".

"Temenin aku bentar ya."

"Iya temenin kemana?"perasaan Raya sudah tak enak.

"Ntar juga kamu tau."

Raya mencoba tenang walau dalam hati nya sudah dag dig dug tak karuan.Tapi mengingat sikap Mat yang selalu baik,Raya tidak yakin kalau Mat akan berbuat jahat pada nya.

Motor Mat semakin jauh meninggalkan keramaian hanya terlihat semak di sisi kanan dan kiri jalan.Raya sudah ingin menangis.Hingga akhirnya motor yang dikendarai Mat berhenti di segerombolan anak-anak geng motor.

"Turun Ray kita udah sampe."kata Mat pada Raya.

"Kita mau ngapain kesini Mat?"tanya Raya,terlihat raut wajah Raya yang ketakutan.

"Aku mau balapan bentar,kamu tunggu disana ya."Mat memberitahu Raya lalu menunjuk sekumpulan anak-anak cewek yang berdiri di pinggir jalan area balap.

Raya tercengang mendengarkan penjelasan Mat.Ia tak habis pikir bisa -bisa nya Mat membawa nya ke tempat seperti ini.Karena kesal Raya tak berbicara apapun lalu meninggalkan Mat.Kalau saja tempat ini tidak jauh dari kota ia sudah pulang meninggalkan Mat.

Mat dan beberapa teman nya bersiap akan melakukan balap liar.Ia sengaja membawa Raya ke tempat ini tujuan nya agar Raya melihat kemahiran nya menunggangi kuda besi miliknya.Namun bukan kagum Raya malah membenci nya.

"Satu...dua...tiga...go...!"Satu wanita cantik memberi aba-aba.Kemudian ada lima motor yang melesat kencang dan salah satu dari mereka adalah Mat.

"Polisi...polisi...polisi..."anak berambut pirang memberitahu semua yang ada disana lalu berlari meninggalkan area balap liar itu.

Raya pun panik,ia bingung akan lari kemana.Hingga ada satu orang menarik tangan nya."Ayo lari jangan diam aja."ajak nya.

Raya tak mengenal siapa dia,namun ia tak ada pilihan lain.Lalu ia berlari mengikuti orang itu.Tak peduli akan dibawa kemana yang terpenting saat ini polisi tak menemukan nya.

Sedang Mat yang sudah melesat jauh meninggalkan area itu dibuat kaget saat ada yang memberitahu nya bahwa area balap liar kedatangan polisi.

"Udah ayo,ngapain lo berenti."kata orang yang tadi memberitahu Mat.

Raya,Raya bagaimana itu yang dipikirkan Mat.Ia lalu merogoh saku celana nya untuk mengambil ponselnya.Mat lalu menghubungi Raya.

Tut...tut...tut....

Hingga lima panggilan tetap tidak ada jawaban dari Raya.Mat panik,bagaimana kalau Raya.......

"Aagggggghhhhhhhh......"Mat takut memikirkan hal itu.

Lanjut besok ya.......

jangan lupa like komen dan vote..terimakasih 🙏🥰

Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!