"Cantik ntr gue anter lagi ya."Mat menghampiri Raya yang baru saja datang dan menaruh tas nya.
Belum sempat Raya menjawab Bara menghampiri Mat"Wih ada yang udah main anter-anter aja nih."
"Iya nih.gue aja yang udah temenan dari jaman firaun belum pernah Ray dia anterin pulang."kata Cynthia menyela.Cynthia adalah satu-satunya siswi disana yang mau dekat dengan Raya.
"Ye lo kan punya nya si Bar-bar,ya minta dia lah buat anter."jawab Mat.Bukan rahasia lagi kalau Bara sudah lama menyukai Cynthia tapi selama ini Cynthia hanya menganggap Bara teman.
Cynthia hanya tersenyum menanggapi ucapan Mat.
"Ye elu..."Bara malah mendorong bahu Mat.
"Gimana cantik,mau kan aku anter pulang?"tanya Mat lagi.
"Nggak usah ya,aku pulang sendiri saja."Raya menolak ajakan Mat karena takut Vano sang majikan marah.Padahal lumayan pikir nya kalo diantar Mat bisa mengirit ongkos.
"Kenapa si,lo takut sama abang lo?"Mat mengira kalau Vano adalah abang Raya.
"Nggak gitu."Raya pun seperti enggan menjelaskan siapa Vano.Tidak penting menurut nya.
"Yaudah gue anterin,ga ada penolakan."Mat tampak memaksa.
Raya hanya diam menolak pun percuma menurut nya.Tidak lama bel berbunyi,semua murid lalu duduk di kursi masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak."Sapa Pak Anton.
"Selamat pagi Pak."jawab anak-anak serentak.
"Hari ini saya ada keperluan,saya ingin kalian membuat kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang tiap kelompok nya."Pak Anton menjeda ucapan nya."Tugas nya adalah tiap kelompok membuat satu lagu dan dipresentasikan minggu depan."lanjut Pak Anton.
"Paham?"tanya Pak Anton.
"Paham Pak."jawab anak -anak.
"Ada pertanyaan?"tanya Pak Anton lagi.
"Tema lagu nya apa ya Pak?"tanya Raya.
"Bebas,saya tidak membatasi kreativitas kalian.Tapi tetap harus menggunakan bahasa yang baik dan benar."jawab Pak Anton.
"Ada lagi yang mau bertanya?"tanya Pak Anton kemudian.
Kelas hening."Baik lah kalau tidak ada.Bapak tinggal dulu.Ingat jangan ada yang keluar kelas sebelah jam istirahat."pesan Pak Anton sebelum meninggalkan kelas.
"Baik Pak."jawab anak-anak.
Setelah Pak Anton meninggalkan kelas tampak Sheila mendekati Mat."Gue sama Mita bareng lo ya Mat."kata Sheila pada Mat.
"Kita udah pas nih,lo cari yang lain aja."Mat berkata sembari menunjuk Bara,Raya dan Cynthia.
"Ih biasa nya juga kita satu kelompok."kata Sheila tak terima.
"Lain kali aja Shel,lo sama yang lain dulu."jawab Mat.
"His nyebelin."Sheila pun kesal dan berlalu dari hadapan Mat.
"Kok lo tolak dia Mat,dia kan suara nya bagus."kata Cynthia berbisik pada Mat.Sedang Raya dan hanya menyimak.
"Males gue,berisik."jawab Mat.
"Hmmm...."Cynthia tampak berpikir."Eh lo bisa nyanyi nggak Ray?"tanya Raya pada Cynthia.
"Mmm bisa sih tapi suara aku nggak bagus-bagus banget."jawab Raya ragu.
"Nggak apa-apa lah yang penting bisa aja dulu,ntr kan bisa latihan,lo duet sama gue."kata Bara.
Raya pun bersedia, kemudian mereka segera membuat lagu.Mat banyak menyumbang kan ide disana.Walau terkenal sebagai siswa badung tapi Mat juga cukup pandai.Raya diam-diam mengamati bagaimana cara Mat menyampaikan ide-ide nya untuk karya mereka.Raya tidak menyangka Mat yang terlihat urakan di luar ternyata pandai sekali.
.
.
.
"Tunggu gue depan jangan kemana-mana."Mat memberitahu Raya yang sedang bersiap akan pulang."Gue ambil motor dulu."
"Iyaaa..."jawab Raya.
"Lo gue anter ya Cyn."tawar Bara Cynthia.
"Iya deh,gue nunggu didepan bareng Raya."jawab Cynthia.
"Oke,gue ambil mobil dulu."jawab Bara.Ia dan Mat bersahabat tapi soal selera mereka berbeda.Kalau Mat lebih suka mengendarai motor sedang Bara lebih suka membawa mobil.Lebih nyaman menurut nya.
"Cieee,yang mau pulang bareng doi."Raya sedang menggoda Cynthia.
"Apaan sih Ray."Cynthia tampak malu-malu."Yuk ah buruan ntr mereka nungguin."
"Iya...iya..."jawab Raya.
Raya dan Cynthia pun berpisah di depan gerbang.Raya bersama Mat sedang Cynthia bersama Bara.
.
.
.
Ditengah perjalanan Raya tersadar bahwa jalan yang dilalui Mat bukan jalan biasa yang ia lalui.Raya pun memberanikan diri untuk bertanya."Mat kita mau kemana?".
"Temenin aku bentar ya."
"Iya temenin kemana?"perasaan Raya sudah tak enak.
"Ntar juga kamu tau."
Raya mencoba tenang walau dalam hati nya sudah dag dig dug tak karuan.Tapi mengingat sikap Mat yang selalu baik,Raya tidak yakin kalau Mat akan berbuat jahat pada nya.
Motor Mat semakin jauh meninggalkan keramaian hanya terlihat semak di sisi kanan dan kiri jalan.Raya sudah ingin menangis.Hingga akhirnya motor yang dikendarai Mat berhenti di segerombolan anak-anak geng motor.
"Turun Ray kita udah sampe."kata Mat pada Raya.
"Kita mau ngapain kesini Mat?"tanya Raya,terlihat raut wajah Raya yang ketakutan.
"Aku mau balapan bentar,kamu tunggu disana ya."Mat memberitahu Raya lalu menunjuk sekumpulan anak-anak cewek yang berdiri di pinggir jalan area balap.
Raya tercengang mendengarkan penjelasan Mat.Ia tak habis pikir bisa -bisa nya Mat membawa nya ke tempat seperti ini.Karena kesal Raya tak berbicara apapun lalu meninggalkan Mat.Kalau saja tempat ini tidak jauh dari kota ia sudah pulang meninggalkan Mat.
Mat dan beberapa teman nya bersiap akan melakukan balap liar.Ia sengaja membawa Raya ke tempat ini tujuan nya agar Raya melihat kemahiran nya menunggangi kuda besi miliknya.Namun bukan kagum Raya malah membenci nya.
"Satu...dua...tiga...go...!"Satu wanita cantik memberi aba-aba.Kemudian ada lima motor yang melesat kencang dan salah satu dari mereka adalah Mat.
"Polisi...polisi...polisi..."anak berambut pirang memberitahu semua yang ada disana lalu berlari meninggalkan area balap liar itu.
Raya pun panik,ia bingung akan lari kemana.Hingga ada satu orang menarik tangan nya."Ayo lari jangan diam aja."ajak nya.
Raya tak mengenal siapa dia,namun ia tak ada pilihan lain.Lalu ia berlari mengikuti orang itu.Tak peduli akan dibawa kemana yang terpenting saat ini polisi tak menemukan nya.
Sedang Mat yang sudah melesat jauh meninggalkan area itu dibuat kaget saat ada yang memberitahu nya bahwa area balap liar kedatangan polisi.
"Udah ayo,ngapain lo berenti."kata orang yang tadi memberitahu Mat.
Raya,Raya bagaimana itu yang dipikirkan Mat.Ia lalu merogoh saku celana nya untuk mengambil ponselnya.Mat lalu menghubungi Raya.
Tut...tut...tut....
Hingga lima panggilan tetap tidak ada jawaban dari Raya.Mat panik,bagaimana kalau Raya.......
"Aagggggghhhhhhhh......"Mat takut memikirkan hal itu.
Lanjut besok ya.......
jangan lupa like komen dan vote..terimakasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments