Bab 15.Berasa ABG

Malam ini sesuai janji Vano akan membawa Raya menonton.Sebelum nya Raya sudah mengabari sang ibu bahwa ia akan pulang terlambat karena akan menemani Vano.Beruntung ibu nya tidak banyak bertanya dan langsung mengiyakan.

Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Vano wajah tampan nya terlihat berseri dan menyunggingkan senyum tipis.Hal itu tampak menarik perhatian Raya,ia sesekali melirik duda tampan yang sedang fokus mengemudikan mobil nya.

"Kalo mau liat,liat aja sini,ga usah lirik-lirik."celetuk Vano,seperti nya Vano menyadari jika raya sedang mencuri-curi pandang pada nya.

Raya yang malu lalu membuang pandangan nya keluar.Membuat Vano semakin semangat menjahilinya."Malu ya ketahuan."ucap Vano meledek.

"Tuan apa sih."Raya merengek membuat Vano semakin gemas.

"Bisa nggak sih kalo berdua gini nggak usah panggil Tuan."pinta Vano.

"Terus apa dong."

"Sayang gitu."

"Ih ngaco."Raya tampak kesal.

"Hahahahaha."seperti nya Vano memiliki hobi baru yaitu membuat Raya kesal.

"Kita ke apartemen saya dulu ya."ucap Vano kemudian.

"Mau ngapain?"

"Ya mau mandi lah ganti baju,emang kamu mau nonton bau asem gitu.Kalo saya sih ogah."

"Oh...tapi saya nggak bawa baju ganti,gimana dong?"tanya Raya.

"Ada banyak baju wanita di apartemen saya."jawab Vano santai.Ia tidak sadar jika ucapan nya mengundang kecurigaan Raya.

Raya melirik Vano tajam,ia sedang berfikir apakah Vano sering membawa wanita ke apartemen nya.Jika ia maka ia harus waspada.

Seperti nya Vano menyadari hal itu."Jangan mikir macem-macem,baju-baju di apartemen saya adalah milik almarhumah istri saya.Mama nya Vania."ucap Vano penuh penekanan membuat Raya jadi tak enak hati.

"Maaf Tuan saya sudah mikir macem -macem."

Di Apartemen

Vano menunjukkan koleksi baju milik mendiang sang istri.Ia meminta Raya memilih baju yang Raya sukai.

Raya lalu melihat-lihat koleksi baju yang tersedia disana.Baju-baju mahal dengan brand-brand terkenal itu tampak terawat.Raya jadi ragu untuk memakai salah satu dari baju tersebut.Ia takut baju itu tidak pantas untuk nya.

Sedang Vano lebih memilih untuk mandi terlebih dahulu.

Raya lalu duduk di sofa yang tersedia di kamar Vano.Ia mengedarkan pandangan dan tampak berpikir.Menurut Raya Vano selalu pulang ke rumah tapi apartemen ini terlihat sangat bersih dan terawat.Seperti ada yang menempati.Raya jadi bergidik ngeri memikirkan hal itu."Hiiiii......"Raya menggeleng-gelengkan kepala nya.Bersamaan dengan Vano yang keluar dari kamar mandi.

"Ngapain kamu."tanya Vano.

"Astagfirullah Tuan."Raya menutup mata dengan kedua telapak tangan nya saat melihat Vano hanya mengenakan handuk kimono.

Sedang Vano tampak cuek lalu melenggang santai menuju lemari untuk mencari baju yang akan ia kenakan.

"Kenapa nggak pake baju sekalian sih."

"Saya lupa bawa."jawab Vano santai lalu masuk kembali ke kamar mandi membawa baju yang telah dipilih nya.

Tidak lama Vano keluar dari kamar mandi.Vano menggosok-gosok rambut basah nya dengan handuk kecil ditangan nya,membuat Vano terlihat berkali-kali lipat lebih tampan menurut Raya.

"Ngeliatin nya ntar lagi.Sekarang mandi sana!"ucapan Vano membuyarkan lamunan Raya.

"Mana baju yang kamu pilih."tanya Vano.

"Saya belum memilih nya,saya bingung Tuan."jawab Raya.

Vano lalu membuka satu persatu pintu lemari itu lalu mulai memilih baju yang ia anggap cocok untuk Raya.Pilihan nya jatuh pada rok mini berbahan levis dan hoodie warna hitam.Baju yang senada dengan yang ia kenakan saat ini.Tidak lupa juga Vano membawa satu heels koleksi sang istri agar dipakai oleh Raya.

"Nih baju nya buruan mandi sana."titah Vano.

Raya lalu menurut,ia masuk ke kamar mandi dengan membawa baju yang telah dipilih Vano untuk nya.Tidak membutuhkan waktu lama,Raya terlihat sudah keluar dari kamar mandi.Sesaat pandangan Vano dan Raya bertemu lalu Vano memutuskan pandangan nya.Ia tidak ingin semakin jatuh pada pesona gadis abg itu.Vano tetap berusaha menjaga wibawa nya.

"Saya pinjam meja rias nya ya Tuan."pinta Raya sopan,ia ingin memoles tipis wajah nya,dengan make seadanya yang selalu tersedia di tas sekolah nya.

"Silahkan."

Raya tampak mengikat rambut nya tinggi-tinggi khas anak muda pada umumnya.

"Saya sudah siap Tuan."ucap Raya.

Vano mendekati nya."Rambut nya nggak usah diikat."Vano berkata sembari menarik tali yang mengikat rambut Raya.

"Yah berantakan lagi dong."Raya tampak cemberut pada Vano.

"Nggak...kalo kamu ikat rambut gitu bikin saya malas keluar tau nggak."ucap Vano.

"Apaan sih nggak jelas."jawab Raya yang memang tidak mengerti apa maksud dari ucapan Vano.

"Udah ayo,nih pake."ucap Vano sembari memberikan heels yang tidak terlalu tinggi.

"Saya nggak biasa pake gituan Tuan."

"Dibiasain...saya seperti jalan dengan kurcaci kalo kamu pake sepatu."ucap Vano.

"Ngeselin."walau kesal Raya tetap menurut.

.

.

.

Vano dan Raya sudah tiba di gedung bioskop.Vano tampak berada dibarisan orang-orang yang sedang mengantri tiket.Sedang Raya memilih duduk di salah satu kursi yang tersedia disana.

Sudah lama Vano tidak pergi menonton seperti ini, terakhir saat masih berpacaran dengan Kasandra.Dan setelah sekian lama Vano baru merasakan nya kembali dengan ditemani gadis muda anak pembantu nya sendiri.

Setelah mendapatkan dua tiket ditangan nya.Vano segera mendekati Raya.Mereka sepakat untuk nonton film horor.

Lalu mereka pun masuk ke dalam ruang bioskop dan segera menempati kursi sesuai nomor tiket yang Vano beli.

Tidak lama lampu pun mati,disusul dengan suara dari film horor yang sedang diputar.Raya tampak memejamkan matanya dan meremas telapak tangan Vano yang sengaja ia genggam untuk mengurangi rasa takut nya.

"Hmmm..tadi kamu yang minta nonton film horor."ucap Vano meledek."Eh tau nya ketakutan."

"Biasa nya saya nonton di tv nggak seseram ini Tuan tapi disini suara nya kenceng banget saya jadi merinding."jawab Raya.

Melihat Raya terus memejamkan matanya.Vano lalu berucap."Apa kita pulang aja.Kamu nya merem terus."

"Jangan-jangan,saya masih pengen menonton."ucap Raya memohon."Saya takut tapi saya suka."tambah nya.

Vano lalu tersenyum,kemudian ia menarik Raya lalu merangkulnya."Jangan takut ada saya."

Raya mendongak menata Vano,kemudian Vano tersenyum dan mengecup kening Raya."Udah nonton lagi."ucap Vano kemudian.

Raya tersenyum malu-malu,lalu kembali fokus menonton.

Senyum diwajah Vano tampak mengembang.Jalan bareng abg membuat nya berasa menjadi abg lagi begitu pikir nya.

Yang masih berasa abg🥰

Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!