Pulang sekolah Raya memesan ojek online melalui aplikasi di ponsel nya.
"Ini bang uang nya."Raya memberikan selembar uang dua puluh ribuan kepada driver ojek yang mengantar nya pulang.
"Wah nggak ada kembalian neng,uang pas aja."kata si abang nya.
"Kembalian nya buat abang aja."jawab Raya sopan.
"Terimakasih neng."
"Sama-sama bang."
Raya memasuki gerbang rumah majikan sang ibu dengan langkah gontai.Hari pertama di sekolah baru membuat Raya terlihat lelah.
"Neng Raya keliatan lemes gitu,neng sakit."satpam di rumah besar itu menyapa Raya.
"Nggak kok Pak,cuma cape aja."jawab Raya.
"Oh gitu."
"Iya Pak.Saya permisi dulu pak."
"Oh iya neng."
Raya mengetuk kamar ibu nya,namun tidak ada sahutan.Mungkin saja sang ibu sedang mengerjakan pekerjaan di dalam rumah utama.Karena tadi Raya masuk melalui pintu samping jadi ia tidak melihat ibu nya.
Raya kemudian masuk ke kamar nya sendiri,meletakkan tas di tempat tidur lalu rebahan dengan kaki menjuntai ke bawah.Masih ada waktu satu jam untuk Raya istirahat.Karena pukul 3 sore nanti Raya akan menemani Vania untuk les balet.Vania semakin lengket saja pada Raya.Kemana-mana ingin Raya menemani nya.
Setelah melepas lelah Raya lalu mengambil handuk.Raya ingin segera mandi agar terlihat segar setelah seharian beraktivitas.
Tok...tok...tok...
Saat Raya memakai baju terdengar suara pintu kamar nya diketuk.Raya langsung buru-buru memakai baju,lalu membuka pintu kamar.Terlihat sang ibu memasuki kamar Raya dengan membawa sepiring makanan.
"Neng makan dulu."
"Ibu tau Raya udah pulang?"tanya Raya seraya menerima piring yang berisi nasi dan beberapa lauk pauk dari tangan sang ibu.
"Iya tadi pas neng masuk gerbang ibu lagi di lantai atas,lagi bersih-bersih."
"Oh."Raya mengangguk.
Raya melahap makanannya.Ibu yang melihat nya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.Cara makan Raya yang seperti orang kelaparan membuat ibu nya merasa lucu.
"Kelaparan neng,tadi lari-lari disekolah."seloroh sang ibu.
"Hiiiiii."Raya hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu nya.
"Yaudah abisin,kalo kurang nanti ibu ambil lagi."
"Iya bu."Raya lalu melanjutkan makan nya.
Selesai makan Raya mencuci piring di dapur kotor yang terletak di ujung kamar yang berderet itu.Selain untuk dapur kotor,dapur itu juga dipakai para pekerja di rumah besar tersebut untuk memasak apa yang mereka ingin kan.Selesai mencuci piring nya Raya lalu kembali lagi ke kamar menghampiri sang ibu.
"Udah neng?"
"Udah bu?"
"Keliatan nya laper banget neng,emang tadi di sekolah nggak jajan?"rupanya bi Tati masih tampak aneh melihat Raya yang biasa susah makan terlihat seperti orang kesetanan saat melihat makanan.
"Cuma beli es teh manis aja tadi bu."jawab Raya.
"Kenapa cuma beli es teh manis,pantas aja neng kelaparan."
"Harga nya mahal-mahal.Masa ni ya bu harga baso dua puluh lima ribu."ucap Raya sembari memperagakan dengan tangan nya."Di kampung mah cuma sepuluh ribu.Kalo Raya yang beli malah cuma delapan ribu di mang Edoy."tambah nya lagi.
Bi Tati tertawa menanggapi ucapan Raya.
"Kamu ini ada-ada aja neng."
"Besok bawa bekal aja ya bu,biar irit."
"Memang nya nggak malu ke sekolah elit bawa-bawa bekal neng."bi Tati berpikir di tempat Raya sekolah sekarang pasti murid-murid nya semua anak orang kaya.Bi Tati juga takut kalau nanti nya Raya akan menjadi bahan ledekan teman-tema nya.
"Nggak bu kenapa harus malu."
"Yasudah kalo gitu,besok ibu siapin bekal untuk dibawa ke sekolah.Sekarang siap -siap sana katanya mau menemani non Vania."
"Oh iya."karena keasyikan mengobrol Raya sampai lupa akan janji nya pada Vania.
Bi Tati keluar dari kamar Raya untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Raya sudah memoles wajah nya dengan make up tipis.Dengan memakai dress berwarna putih bermotif kan bunga-bunga membuat Raya semakin cantik.Kulitnya yang bersih namun tidak terlalu putih membuat Raya terlihat manis.
.
.
.
Didepan rumah sudah terparkir mobil mewah yang akan mengantar Vania.Terlihat mbak Ana dan Vania sudah duduk di kursi belakang supir.Raya lalu menghampiri Vania.
"Maaf sayang teteh lama ya."Raya berbicara disamping pintu mobil menghadap ke arah Vania yang sudah duduk di dalam.
"Nggak kok ga lama,ayo teteh masuk."Vania lalu menarik tangan Raya.
"Mbak Ana pindah kebelakang ya,Nia mau duduk deket teteh."pinta Vania kepada baby sitter nya.
"Iya non."sebelum pindah ke kursi belakang mbak Ana menatap tajam ke arah Raya lalu kembali tersenyum saat Vania melihat nya.
Raya tampak tidak enak hati kepada mbak Ana.Tapi ini semua permintaan Vania.Sesuai instruksi nyonya Amira semua yang bekerja di rumah nya harus menuruti apa yang dipinta oleh Vania selagi itu baik.Kalau tidak baik atau membahayakan Vania maka boleh di tolak dengan cara memberikan pengertian.Semua itu dilakukan nyonya Amira agar sang cucu tetap merasa bahagia.
Tiba di tempat les balet,Vania lalu masuk ke ruang kelas.Mbak Ana dan Raya hanya di perbolehkan menunggu di ruang tunggu yang telah di sediakan.Duduk bersebelahan,Mbak Ana tampak cuek dan sibuk dengan ponsel nya.
Melihat mbak Ana mendiamkan nya,membuat Raya tidak nyaman.
"Mm.....maaf buat yang tadi ya mbak."Raya memberanikan diri untuk meminta maaf.
"Maaf untuk apa,saya biasa aja kok."Mbak Ana melirik Raya sekilas lalu menatap ponselnya kembali.
"Biasa aja tapi muka nya asem gitu."kata Raya dalam hati.
Hening,tidak ada lagi obrolan diantara mereka.Raya pun enggan untuk memulai karena mbak Ana juga tampak tidak bersahabat kepada nya.Lalu Raya pun sibuk dengan ponsel nya.Ia sudah bergabung di grup kelas.Sedang terjadi obrolan seru digrup tersebut namun Raya hanya menyimak dan tidak berniat ikut bergabung.Karena Raya belum mengenal mereka semua,hanya beberapa saja yang ia sudah ketahui nama nya.
Kring....kring....kring....
Suara ponsel mbak Ana memecah keheningan.
"Iya Nyonya."
"Baik Nyonya."
Selesai mbak Ana menutup ponsel nya Raya yang tampak penasaran pun akhirnya bertanya.
"Nyonya ya Mbak,ada apa mbak?"
"Papa nya non Vania akan jemput kesini."
"Oh yang katanya masih diluar negeri itu ya."
"Mm."mbak Ana hanya menjawab singkat seperti nya ia malas terlibat obrolan dengan Raya.
"His orang ditanya baik-baik juga."Raya ngedumel di dalam hati.
Lagi-lagi hening,setelah berkali-kali Raya dibuat kesal sama sikap mbak Ana,akhirnya Raya memilih diam.Tidak lama setelah itu Vania keluar dari ruang kelas nya.
"Teteh...."teriak Vania.
"Udah sayang."Tanya Raya saat Vania menghampiri nya.
Vania mengangguk,lalu menarik tangan mbak Ana.
"Ayo mbak pulang."ajak Vania.
"Sebentar ya sayang,tunggu Papa dulu."jawab mbak Ana lembut.
"Papa udah pulang?"tanya Vania lagi.
"Udah."jawab mbak Ana.
"Yei..."Vania terlihat bahagia akan dijemput Papa nya.
Terimakasih yang sudah baca jangan lupa like dan komen ya🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments