Bab 5.Menemani Vania Les Balet

Pulang sekolah Raya memesan ojek online melalui aplikasi di ponsel nya.

"Ini bang uang nya."Raya memberikan selembar uang dua puluh ribuan kepada driver ojek yang mengantar nya pulang.

"Wah nggak ada kembalian neng,uang pas aja."kata si abang nya.

"Kembalian nya buat abang aja."jawab Raya sopan.

"Terimakasih neng."

"Sama-sama bang."

Raya memasuki gerbang rumah majikan sang ibu dengan langkah gontai.Hari pertama di sekolah baru membuat Raya terlihat lelah.

"Neng Raya keliatan lemes gitu,neng sakit."satpam di rumah besar itu menyapa Raya.

"Nggak kok Pak,cuma cape aja."jawab Raya.

"Oh gitu."

"Iya Pak.Saya permisi dulu pak."

"Oh iya neng."

Raya mengetuk kamar ibu nya,namun tidak ada sahutan.Mungkin saja sang ibu sedang mengerjakan pekerjaan di dalam rumah utama.Karena tadi Raya masuk melalui pintu samping jadi ia tidak melihat ibu nya.

Raya kemudian masuk ke kamar nya sendiri,meletakkan tas di tempat tidur lalu rebahan dengan kaki menjuntai ke bawah.Masih ada waktu satu jam untuk Raya istirahat.Karena pukul 3 sore nanti Raya akan menemani Vania untuk les balet.Vania semakin lengket saja pada Raya.Kemana-mana ingin Raya menemani nya.

Setelah melepas lelah Raya lalu mengambil handuk.Raya ingin segera mandi agar terlihat segar setelah seharian beraktivitas.

Tok...tok...tok...

Saat Raya memakai baju terdengar suara pintu kamar nya diketuk.Raya langsung buru-buru memakai baju,lalu membuka pintu kamar.Terlihat sang ibu memasuki kamar Raya dengan membawa sepiring makanan.

"Neng makan dulu."

"Ibu tau Raya udah pulang?"tanya Raya seraya menerima piring yang berisi nasi dan beberapa lauk pauk dari tangan sang ibu.

"Iya tadi pas neng masuk gerbang ibu lagi di lantai atas,lagi bersih-bersih."

"Oh."Raya mengangguk.

Raya melahap makanannya.Ibu yang melihat nya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.Cara makan Raya yang seperti orang kelaparan membuat ibu nya merasa lucu.

"Kelaparan neng,tadi lari-lari disekolah."seloroh sang ibu.

"Hiiiiii."Raya hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu nya.

"Yaudah abisin,kalo kurang nanti ibu ambil lagi."

"Iya bu."Raya lalu melanjutkan makan nya.

Selesai makan Raya mencuci piring di dapur kotor yang terletak di ujung kamar yang berderet itu.Selain untuk dapur kotor,dapur itu juga dipakai para pekerja di rumah besar tersebut untuk memasak apa yang mereka ingin kan.Selesai mencuci piring nya Raya lalu kembali lagi ke kamar menghampiri sang ibu.

"Udah neng?"

"Udah bu?"

"Keliatan nya laper banget neng,emang tadi di sekolah nggak jajan?"rupanya bi Tati masih tampak aneh melihat Raya yang biasa susah makan terlihat seperti orang kesetanan saat melihat makanan.

"Cuma beli es teh manis aja tadi bu."jawab Raya.

"Kenapa cuma beli es teh manis,pantas aja neng kelaparan."

"Harga nya mahal-mahal.Masa ni ya bu harga baso dua puluh lima ribu."ucap Raya sembari memperagakan dengan tangan nya."Di kampung mah cuma sepuluh ribu.Kalo Raya yang beli malah cuma delapan ribu di mang Edoy."tambah nya lagi.

Bi Tati tertawa menanggapi ucapan Raya.

"Kamu ini ada-ada aja neng."

"Besok bawa bekal aja ya bu,biar irit."

"Memang nya nggak malu ke sekolah elit bawa-bawa bekal neng."bi Tati berpikir di tempat Raya sekolah sekarang pasti murid-murid nya semua anak orang kaya.Bi Tati juga takut kalau nanti nya Raya akan menjadi bahan ledekan teman-tema nya.

"Nggak bu kenapa harus malu."

"Yasudah kalo gitu,besok ibu siapin bekal untuk dibawa ke sekolah.Sekarang siap -siap sana katanya mau menemani non Vania."

"Oh iya."karena keasyikan mengobrol Raya sampai lupa akan janji nya pada Vania.

Bi Tati keluar dari kamar Raya untuk melanjutkan pekerjaan nya.

Raya sudah memoles wajah nya dengan make up tipis.Dengan memakai dress berwarna putih bermotif kan bunga-bunga membuat Raya semakin cantik.Kulitnya yang bersih namun tidak terlalu putih membuat Raya terlihat manis.

.

.

.

Didepan rumah sudah terparkir mobil mewah yang akan mengantar Vania.Terlihat mbak Ana dan Vania sudah duduk di kursi belakang supir.Raya lalu menghampiri Vania.

"Maaf sayang teteh lama ya."Raya berbicara disamping pintu mobil menghadap ke arah Vania yang sudah duduk di dalam.

"Nggak kok ga lama,ayo teteh masuk."Vania lalu menarik tangan Raya.

"Mbak Ana pindah kebelakang ya,Nia mau duduk deket teteh."pinta Vania kepada baby sitter nya.

"Iya non."sebelum pindah ke kursi belakang mbak Ana menatap tajam ke arah Raya lalu kembali tersenyum saat Vania melihat nya.

Raya tampak tidak enak hati kepada mbak Ana.Tapi ini semua permintaan Vania.Sesuai instruksi nyonya Amira semua yang bekerja di rumah nya harus menuruti apa yang dipinta oleh Vania selagi itu baik.Kalau tidak baik atau membahayakan Vania maka boleh di tolak dengan cara memberikan pengertian.Semua itu dilakukan nyonya Amira agar sang cucu tetap merasa bahagia.

Tiba di tempat les balet,Vania lalu masuk ke ruang kelas.Mbak Ana dan Raya hanya di perbolehkan menunggu di ruang tunggu yang telah di sediakan.Duduk bersebelahan,Mbak Ana tampak cuek dan sibuk dengan ponsel nya.

Melihat mbak Ana mendiamkan nya,membuat Raya tidak nyaman.

"Mm.....maaf buat yang tadi ya mbak."Raya memberanikan diri untuk meminta maaf.

"Maaf untuk apa,saya biasa aja kok."Mbak Ana melirik Raya sekilas lalu menatap ponselnya kembali.

"Biasa aja tapi muka nya asem gitu."kata Raya dalam hati.

Hening,tidak ada lagi obrolan diantara mereka.Raya pun enggan untuk memulai karena mbak Ana juga tampak tidak bersahabat kepada nya.Lalu Raya pun sibuk dengan ponsel nya.Ia sudah bergabung di grup kelas.Sedang terjadi obrolan seru digrup tersebut namun Raya hanya menyimak dan tidak berniat ikut bergabung.Karena Raya belum mengenal mereka semua,hanya beberapa saja yang ia sudah ketahui nama nya.

Kring....kring....kring....

Suara ponsel mbak Ana memecah keheningan.

"Iya Nyonya."

"Baik Nyonya."

Selesai mbak Ana menutup ponsel nya Raya yang tampak penasaran pun akhirnya bertanya.

"Nyonya ya Mbak,ada apa mbak?"

"Papa nya non Vania akan jemput kesini."

"Oh yang katanya masih diluar negeri itu ya."

"Mm."mbak Ana hanya menjawab singkat seperti nya ia malas terlibat obrolan dengan Raya.

"His orang ditanya baik-baik juga."Raya ngedumel di dalam hati.

Lagi-lagi hening,setelah berkali-kali Raya dibuat kesal sama sikap mbak Ana,akhirnya Raya memilih diam.Tidak lama setelah itu Vania keluar dari ruang kelas nya.

"Teteh...."teriak Vania.

"Udah sayang."Tanya Raya saat Vania menghampiri nya.

Vania mengangguk,lalu menarik tangan mbak Ana.

"Ayo mbak pulang."ajak Vania.

"Sebentar ya sayang,tunggu Papa dulu."jawab mbak Ana lembut.

"Papa udah pulang?"tanya Vania lagi.

"Udah."jawab mbak Ana.

"Yei..."Vania terlihat bahagia akan dijemput Papa nya.

Terimakasih yang sudah baca jangan lupa like dan komen ya🙏🥰

Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!