"Mau makan dimana?"ketika selesai menonton Raya mengatakan kalau ia lapar,maka saat ini Vano membawa Raya untuk mencari makanan yang Raya mau.Namun sepanjang perjalanan Raya hanya diam dan tidak lekas menentukan pilihan nya.
"Hmmm...kalau pecel ayam mau nggak?"tanya Raya pada akhirnya.
"Terserah kamu saja."Vano tidak tau jenis makanan apa itu.Ia hanya ingin menuruti kemauan Raya.
"Nah itu tu."Raya menunjuk gerai pecel ayam yang sedang ramai pengunjung.Vano belum pernah sebelum nya datang ke tempat seperti itu.Namun untuk menuruti keinginan Raya maka ia menurut saja.Vano lalu membelokkan mobil nya ke gerai tersebut.
Kedatangan Kedua nya menjadi pusat perhatian disana.Bagaimana tidak Vano datang ke tempat seperti itu dengan menggunakan mobil mewah milik nya.Saat kedua nya turun dari mobil semua mata memandangnya.
Raya lalu mendekat pada penjual pecel ayam dan memesan dua porsi untuk diri nya dan Vano.Lalu mereka mencari tempat duduk yang masih kosong.Vano hanya mengekor saja,mengikuti kemana Raya pergi.
Tepat di bagian pojok ada satu tempat lesehan yang masih kosong.
"Disini aja ya."ucap Raya.
"Hmmm...."Vano menjawab singkat.Ia lalu duduk lesehan disamping Raya.Tempat yang hanya beralaskan karpet tipis itu membuat nya tidak nyaman.Namun Vano tidak berkomentar.Vano duduk dengan memeluk kedua kakinya yang ditekuk.
Melihat Vano diam saja membuat Raya jadi merasa bersalah."Tuan nggak nyaman ya disini."tanya Raya.
"Biasa saja."jawab Vano singkat tanpa memandang Raya.
Raya lalu memegang satu tangan Vano."Kalo nggak nyaman kita pulang aja yuk,makanan nya bisa di bungkus."ucap Raya.
"Jangan khawatir saya baik-baik saja."ucap Vano sembari mengusap pipi Raya.
Tidak lama pesanan Raya pun datang,dua porsi pecel ayam lengkap dengan dua gelas teh tawar anget.Vano hanya memutar piring rotan yang berisi makanan dihadapan nya.
"Sendok nya mana?"tanya Vano kemudian.
"Kalo disini makan nya nggak pake sendok,pake tangan aja."jawab Raya."Nih cuci dulu tangan nya disini."ucap Raya sembari menunjuk kan air kobokan yang juga tersedia disana.
Melihat itu Vano tampak bergidik,seumur hidup nya ia belum pernah melakukan itu.Kalau tidak memakai sendok biasanya ia memakai sumpit untuk makan.Belum lagi ia harus minum menggunakan gelas bekas orang banyak disana.Ia ingin berterus terang pada Raya namun ia tidak tega.Takut kalau ucapan nya nanti menyakiti gadis itu.
"Tuan nggak bisa ya makan pake tangan?"tanya Raya.Vano menggeleng."Yaudah saya suapi aja ya."tanya Raya.Vano lalu mengangguk.Ini bukan pertama kali nya ia menyuapi Vano.Sudah biasa menurut nya.
Raya lalu menyuapi Vano bergantian dengan diri nya.Vano terus menerima tiap suapan yang diberikan oleh Raya.Seperti ia menikmati,diam-diam Raya tersenyum melihat Vano.
"Enak Tuan?"
"Hmmm....enak tapi pedes."dahi Vano sudah mulai berkeringat.Melihat Vano berkeringat Raya menjadi tak tega.Raya kemudian mengusap dahi Vano dengan tisu yang ia bawa.
"Manis gini kok pedes sih."ucap Raya kemudian.
"Mana ada sambel manis."ucap Vano sewot.
Untuk Raya yang pecinta pedas sambel seperti ini tergolong tidak berasa maka ia mengatakan manis."Minum dulu nih."Raya lalu memberikan gelas berisi teh tawar hangat kepada Vano.Vano tampak ragu menerima nya namun karena mulut nya terasa pedas mau tak mau ia menerima nya.
"Hah panas."teriak Vano.Membuat semua orang memperhatikan nya,sedang Vano yang menjadi pusat perhatian hanya cuek saja.
"Saya beli minum dulu."ucap Vano lirih lalu pergi meninggalkan Raya.Vano menyebrang jalan menuju minimarket diseberang sana.
Tidak lama Vano kembali dengan membawa tiga botol air mineral dingin,satu sudah terbuka.Seperti nya Vano sudah tidak tahan karena kepedasan.
"Masih ada makanan nya?"tanya Vano kemudian.Vano tampak masih ingin melanjutkan makan nya.
"Hah...mau lagi?"Raya pikir Vano sudah tidak ingin makan lagi untung saja tadi ia tidak menghabiskan semua nya.Kalau sampai itu terjadi ia akan malu untuk kesekian kali nya terhadap Vano.
.
.
.
"Kenapa senyum-senyum?"tanya Vano.Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil dan akan segera pulang.
"Saya seneng hari ini,makasih ya Tuan."ucap Raya tulus.
Vano lalu menggenggam tangan Raya, kemudian ia kecup punggung tangan nya.Membuat Raya semakin salah tingkah.Sadar kah Vano dengan apa yang ia lakukan.Ia sedang memberikan harapan kepada seorang gadis.
Raya menyandarkan kepala di bahu Vano,diperlakukan seperti itu membuat Raya jadi tak sungkan lagi pada Vano.
"Tidur saja kalo ngantuk,nanti saya bangunkan."ucap Vano.
Ini adalah pertama kali nya Vano jalan berdua dengan seorang gadis setelah kepergian Kasandra.Vano tidak memungkiri kalau ia pun bahagia bisa berduaan bersama Raya.Bahkan Vano ingin terus berlama-lama dengan gadis itu.
"Sudah sampai."Vano mengusap Pipi Raya yang masih bersandar di bahu nya.
"Egh..."perlahan Raya lalu membuka matanya.
"Udah sampai ya?"tanya Raya sembari mengucek mata nya.
"Udah baby."ucap Vano gemas lalu mencubit pipi Raya.
Raya lalu tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari Vano.Kemudian Vano menatap Raya lalu menggenggam kedua tangan nya.
"Saya masih pengen sama kamu,tapi udah malem."ucap Vano.
"Sama."
Mendengar jawaban Raya,Vano tersenyum senang.Lalu ia mengecup tangan Raya berulang kali.
"Yuk turun."ajak Vano kemudian,ia keluar terlebih dulu lalu membukakan pintu untuk Raya.
"Saya antar ke kamar kamu."ucap Vano.
Raya tidak menjawab ia menurut saja.Bisa berlama-lama dengan duda tampan seperti Vano membuat Raya terlihat bahagia.Maka ia lebih memilih mengiyakan saja agar bisa lebih lama bersama Vano.
Tanpa Vano sadari kebersamaan mereka disaksikan oleh daddy Andrew.Mendengar kedatangan mobil Vano daddy Andrew segera melihat sang anak melalui jendela kamar nya.Selama ini Vano sudah jarang sekali pulang malam.Vano sesekali telat pulang hanya karena pekerjaan.Namun kali ini daddy Andrew dibuat kaget melihat Vano pulang larut malam bersama Raya.
"Lihat siapa Dad?"tanya mommy Amira yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Vano mom,baru pulang dia."
"Apa Daddy memberikan banyak pekerjaan untuk nya?"
"Ah iya maafkan Daddy."ucap daddy Andrew berbohong.
"hhgg...Daddy kebiasaan."
Daddy Andrew memilih berbohong dan membiarkan sang istri menyalahkan nya daripada Vano yang akan menerima kemarahan jika ia berkata jujur.
Baik banget ya Daddy 🥰
Terimakasih yang udah baca jangan lupa like komen dan vote😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Enung Samsiah
vano lngsung bucin ya, asyiiik,,, tpi rada rada takut nih
2023-10-18
0