Setelah menempuh perjalanan panjang melalui udara, akhirnya Vano tiba di tanah air.Pria tampan berkulit putih itu berjalan santai menuju mobil yang telah menjemput nya.
Vano sama sekali tidak terlihat lelah.Dengan di antar oleh supir pribadi nya Vano menuju ke tempat les sang anak.Sudah hampir satu bulan Vano meninggalkan anak nya itu untuk mengurus beberapa bisnis keluarga nya di luar negeri.Perjalanan dari bandara menuju tempat les Vania cukup memakan waktu lama.Mengingat ini adalah jam pulang kerja.Jadi jalanan dimana-mana terlihat macet.
"Masih lama Mang?"tanya Vano tak sabar.
"Sebentar lagi Tuan."jawab sang supir.
"Mm."Lalu Vano fokus kembali pada ponsel nya.
Benar saja tidak lama mobil yang membawa Vano memasuki gedung tempat les Vania.Terlihat Vania,Raya dan Mbak Ana sudah menunggu di lobby.
Vania dan Raya tampak bermain berputar-putar sembari berpegangan tangan.Vania terus tertawa bahagia dan Vano pun dapat melihat jelas walau dari kejauhan.Sudut bibir Vano terangkat melihat tawa sang anak.Ada perasaan haru yang menyelimuti hati nya.
Mobil berhenti tepat didepan lobby.Tak ingin membuang waktu lama Vano pun segera membuka pintu mobil dan keluar menghampiri Vania.
Raya yang tengah berdiri disamping Vania dibuat terpana oleh pria tampan yang sedang berjalan ke arah nya.Memiliki tubuh atletis dan kulit putih bersih Vano terlihat mempesona walau hanya mengenakan celana jeans dan kaos putih dibalut jaket yang pas di tubuh nya.
Vano berjongkok mensejajarkan diri nya dengan Vania dan membawa Vania dalam dekapan nya."Papa kangen sayang."ucap Vano.
"Nia juga kangen,Papa lama sekali pergi nya."mendengar suara Vania yang tengah merajuk Vano pun melepaskan pelukan nya.
"Maaf ya."kata Vano
"Iya deh dimaafin tapi ada syaratnya."jawab Vania.
"Apa itu."Vano tampak penasaran.
"Papa harus beliin Nia es krim."
"Ok deh."jawab Vano."Tapi besok sekalian Papa ajak Nia jalan-jalan,gimana?"tawar Vano."Sebentar lagi gelap sayang,oma akan marah kalo kita terlambat pulang."Vano berusaha menjelaskan pada saat melihat Vania cemberut.
"Mm,,yaudah deh."Vania pun menurut.
"Papa kenalin ini teteh Raya."Vania lalu mengenalkan Raya yang masih berdiri mematung disamping nya kepada Vano.
Vano hanya menatap sekilas dan tersenyum samar.Raya pun balas tersenyum.
Vano segera menggendong Vania ke dalam mobil.
"Ayo mbak Ana."ajak Vano pada baby sitter sang anak tapi tidak kepada Raya.
"Iya Tuan."jawab mbak Ana.
Vano duduk di belakang supir dengan Vania dipangkuan nya,seperti nya Vania sangat merindukan sang Papa sampai-sampai ia terus menempel dan tidak mau duduk di kursi lain.Mbak Ana duduk disebelah Vano sedangkan Raya di kursi depan samping supir.
Sepanjang perjalanan pulang suasana didalam mobil tampak ramai di hiasi celotehan Vania,ia terus menceritakan semua kegiatan nya kepada sang papa.
"Sebentar lagi Nia ada pentas balet Papa,nanti Papa,Oma,Opa dan Teteh harus nonton."kata Vania.
"Mbak Ana nggak diajak nih?"seloroh mbak Ana.
Vania yang tadi duduk membelakangi mbak Ana lalu berputar menghadap nya."Eh iya...Mbak Ana juga harus nonton."jawab Vania kemudian.
Semua hanya tersenyum mendengar Vania berbicara.Walau usia nya baru lima tahun Vania sudah pandai sekali berbicara.Hal itu juga yang selalu membuat Vano rindu jika harus berjauhan dengan sang anak.
.
.
.
Masuk ke dalam kamar,Raya lalu tidur telungkup menyembunyikan wajah nya di kasur.Jantung nya di buat dag dig dug tak karuan.Raya tidak menyangka kalau duda beranak satu itu masih muda dan sangat tampan.Raya memang sudah melihat nya sekilas saat video call beberapa waktu lalu tapi itu tidak terlalu jelas.
"Neng bangun neng."bi Tati mengguncang tubuh Raya yang tertidur pulas.
"Egh...jam berapa bu?"Raya kemudian terbangun.
"Udah magrib neng.Udah sholat belum?"
"YaAllah belum,neng ketiduran bu."Raya buru-buru menarik handuk di gantungan belakang pintu."Neng mandi dulu bu."
Bi Tati hanya geleng-geleng kepala melihat anak nya.
"Hii...dingin bu,Raya lalu mencari baju ganti dan membawa nya lagi ke kamar mandi dan memakainya.
"Sholat dulu neng terus makan keburu abis nanti waktu nya."titah sang ibu.
"Iya bu."
Selesai sholat,bi Tati sudah tidak ada di kamar Raya.Biasa nya di jam-jam ini bi Tati sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk majikan nya.
Merasakan perut nya yang sudah berdendang Raya lalu segera menyantap makanan yang telah disediakan oleh ibu nya.Selesai makan Raya kemudian belajar dan menyiapkan segala keperluan yang akan dibawa ke sekolah esok hari.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam,Raya yang sudah puas tidur tadi sore belum merasa mengantuk.Raya kemudian melihat ponsel nya,terlihat ada beberapa pesan dari nomor baru.Lalu Raya pun membuka nya.
Pesan yang sudah terkirim sejak dua jam yang lalu itu ternyata dari Mat.Teman satu kelas nya.
"Hai cantik lagi ngapain?"satu pesan dari Mat.
"Ini gue Mat."
"Kok nggak bales,udah tidur ya?"
Raya menghela nafas lalu berfikir."Di bales nggak ya."
Ga bosen-bosen buat minta like,komen dan vote nya ya.Terimakasih🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments