Dua mobil mewah berjalan beriringan memasuki gerbang istana tuan Andrew dan nyonya Amira.Hari ini setelah menghadiri acara amal bersama beberapa rekan bisnis nya,tuan Andrew dan nyonya Amira kembali kerumah bersama besan nya.Yaitu kedua orang tua Kasandra.Mereka mengatakan jika merindukan Vania.Sudah lama Vano tidak membawa Vania mengunjungi nenek dan kakek nya tersebut.
"Ayo masuk Sar."mommy Amira menggandeng tangan mama Sarah.
"Iya Ra."mama Sarah pun mengikuti langkah mommy Amira.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga.Kemudian terlihat bi Tati membawakan minuman dan beberapa camilan untuk tamu majikan nya.
"Terimakasih bi."ucap nyonya Amira ramah.
""Sama-sama nyonya,saya permisi."bi Tati menunduk hormat.
"Iya silahkan."
"Nia mana Ra?"tanya mama Sarah.
"Mungkin lagi ada diruang bermain bersama Vano,kita susul aja kesana gimana?"
"Boleh-boleh."jawab mama Sarah,ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan sang cucu.
"Dad,mommy tinggal dulu ya,Mas Kusuma saya ke atas dulu."ucap mommy Amira.
"Oh iya silahkan mbak."jawab Pak Kusuma.Sedang daddy Andrew hanya mengangguk.
Mommy Amira dan mama Sarah berjalan menaiki tangga.Tempat pertama yang ia tuju adalah ruang bermain Vania.Saat membuka pintu ruangan tampak hening tidak ada siapapun disana.
"Apa mungkin mereka tidur."ucap mommy Amira,lalu ia berjalan menuju kamar Vania.Saat nyonya Amira akan membuka pintu.Mama Sarah berkata."Ra aku mau ke toilet dulu ya."mommy Amira mengiyakan lalu mama Sarah berjalan ke arah toilet yang terletak diujung ruangan lantai dua rumah tersebut.Mama Sarah sudah hafal dengan letak setiap ruangan rumah besan nya.Karena dulu mama Sarah sempat menginap beberapa kali saat kelahiran Vania.
Saat membuka pintu kamar Vania mommy Amira tampak kaget melihat pemandangan didepan matanya.Diatas tempat tidur Vania terlihat Vano sedang tidur dengan memeluk Vania dan Raya.Vano dan Raya sudah seperti sepasang suami istri dengan Vania anak nya berada ditengah-tengah mereka.
Melihat ketiga nya yang tampak pulas membuat mommy Amira tak tega untuk membangunkan nya.Namun mommy Amira tetap harus segera membangunkan nya mengingat mama Sarah akan segera datang.
"Van bangun Van."mommy Amira mengguncang tangan Vano.
"Mom."Vano tampak membuka mata namun ia belum melepaskan pelukan nya pada Vania dan Raya.
Bersamaan dengan Vano Raya pun membuka mata nya.Raya yang melihat tangan Vano melingkar pada pinggang nya pun segera menyingkirkan nya.Raya seperti ketakutan pada mommy Amira berbeda dengan Vano yang terlihat santai saja.Belum sempat Raya turun dari tempat tidur Mama Sarah sudah menyelonong masuk ke kamar Vania.Raya lalu buru-buru turun dari tempat tidur Vania,ia terus menundukkan pandangan nya.
Sedang Vano memilih duduk ditepi tempat tidur,ia pun sesaat tadi sempat kaget melihat kedatangan mama Sarah namun beruntung Vano dapat menguasai keadaan.
Mama Sarah menatap sinis kepada Raya."Dia siapa Van?"tanya mama Sarah.
"Ah itu mah dia pembantu disini."ucap Vano,jawaban Vano menyadarkan Raya akan posisi nya.Selama ini ia memang sadar akan posisi nya namun mengapa saat mendengar ucapan Vano,hati Raya merasa tercubit.Ya sekali lagi Raya memang harus mengakui kalau ia hanya seorang pembantu."Sadar diri Raya kamu itu cuma pembantu."ucap Raya dalam hati
"Ana kemana?"tanya mama Sarah lagi,ia masih tampak kesal.
"Setiap akhir pekan Ana libur Sar."jawab mommy Amira.
"Kamu harus hati-hati Van sama orang baru,jangan sampai Vania atau kamu sendiri nanti kenapa-kenapa.Mama tidak ingin itu terjadi sama kalian."ucap mama Sarah,sesekali ia melirik Raya tajam.
"Vano pastikan dia tidak akan berulah ma,Vano jamin itu."jawab Vano meyakinkan mama Sarah.Setiap kata yang diucapkan Vano seperti anak panah yang menusuk hati Raya.
"Kamu kenapa bisa memperkerjakan anak dibawah umur Ra?"
"Aku tidak memperkerjakan nya Sar,Raya anak bi Tati,karena ayah nya baru saja meninggal jadi dia sekarang ikut tinggal disini."mommy Amira menjelaskan kepada besan nya itu."Nia sangat dekat dengan nya,dia seperti mempunyai teman baru."mommy Amira memberitahu mama Sarah agar mama Sarah tidak berlebihan kepada Raya.
Mama Sarah tampak mengangguk mendengar penjelasan mommy Amira."Kamu ngapain masih disini?"tanya mama Sarah kepada Raya.
"Hmm...saya permisi Nyonya,Tuan."ucap Raya kemudian.Sesaat sebelum meninggalkan kamar Vania Raya menatap Vano namun Vano membuang muka dan terlihat tidak peduli pada nya.
Sebelum benar-benar menutup pintu kamar Vania sayup-sayup Raya mendengar.
"Kamu tuh hati-hati Van sama model pembantu yang kaya gitu,mama liat dia seperti ada mau nya sama kamu."ucap mama Sarah.
"Tenang ma,Vano juga nggak akan tertarik sama dia."jawab Vano.Hati Raya benar-benar sakit mendengar ucapan Vano.Lalu apa maksud dari sikap manis yang selalu ia tunjukkan pada Raya.Vano sudah membuat nya melayang ke atas awan lalu menghempaskan nya begitu saja.
Mendengar keramaian di kamar nya perlahan Vania membuka mata nya.Vania mengedarkan pandangan."Papa,Oma,Nenek."Vania mengabsen semua yang ada dikamar nya."Papa mana teteh Raya?"tanya Vania kemudian.
"Teteh sudah kembali ke kamar nya sayang."jawab Vano.
"Yach Nia masih mau main sama teteh."
"Besok lagi ya ini sudah sore."ucap Vano.
"Kan ada nenek sayang,Nia main sama nenek aja ya."mama Sarah lalu mendekati sang cucu."Apa Nia tidak merindukan nenek."
"Rindu,Nia rindu sekali."mama Sarah lalu memeluk sang cucu dan mencium pipi kanan dan kiri nya.
.
.
.
Di kamar Raya
Raya tampak terisak menutup muka nya dengan bantal,ia tidak ingin tangis nya didengar oleh orang-orang disana.Raya hanya sedang ingin menumpahkan rasa sesak di dada nya.Selama ini mungkin Raya salah terlalu memakai hati dengan Vano yang baru saja ia kenal.Namun siapapun wanita nya pasti akan berfikir seperti Raya.Merasa senang bahagia atau bahkan mungkin jatuh hati jika diperlakukan manis oleh Vano.
Setelah puas menangis Raya mengambil handuk yang digantung dibelakang pintu kamar nya.Ia ingin segera mandi agar pikiran nya yang kacau kembali tenang.
Saat Raya akan melangkah ke kamar mandi ponsel nya berdering.
Tuan❤️ calling....
Raya mengabaikan nya,hingga panggilan yang ketiga Raya tetap tak berniat mengangkat nya.Setelah panggilan mati.Dan beberapa saat tidak ada panggilan lagi dari Vano,Raya dengan segera mengganti nama kontak Vano di ponsel nya.
Tuan Sombong👿
Menurut nya Vano itu menyeramkan kadang bisa sangat baik dan bisa berubah menyebalkan.Mungkin seperti itu asli nya Vano menurut Raya.
Nah-nah Raya mulai kesel nih....
Lanjut besok lagi ya🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Novano Asih
iiih Vano gimana sih kok bisa bilang gitu,trs apa maksudnya cium"tangan dan kening kalau nggak tertarik,aku juga mikirnya kok cepet Vano sukanya sama Raya
2023-09-25
0