Bab 18.Sadar Diri

Dua mobil mewah berjalan beriringan memasuki gerbang istana tuan Andrew dan nyonya Amira.Hari ini setelah menghadiri acara amal bersama beberapa rekan bisnis nya,tuan Andrew dan nyonya Amira kembali kerumah bersama besan nya.Yaitu kedua orang tua Kasandra.Mereka mengatakan jika merindukan Vania.Sudah lama Vano tidak membawa Vania mengunjungi nenek dan kakek nya tersebut.

"Ayo masuk Sar."mommy Amira menggandeng tangan mama Sarah.

"Iya Ra."mama Sarah pun mengikuti langkah mommy Amira.

Mereka semua berkumpul di ruang keluarga.Kemudian terlihat bi Tati membawakan minuman dan beberapa camilan untuk tamu majikan nya.

"Terimakasih bi."ucap nyonya Amira ramah.

""Sama-sama nyonya,saya permisi."bi Tati menunduk hormat.

"Iya silahkan."

"Nia mana Ra?"tanya mama Sarah.

"Mungkin lagi ada diruang bermain bersama Vano,kita susul aja kesana gimana?"

"Boleh-boleh."jawab mama Sarah,ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan sang cucu.

"Dad,mommy tinggal dulu ya,Mas Kusuma saya ke atas dulu."ucap mommy Amira.

"Oh iya silahkan mbak."jawab Pak Kusuma.Sedang daddy Andrew hanya mengangguk.

Mommy Amira dan mama Sarah berjalan menaiki tangga.Tempat pertama yang ia tuju adalah ruang bermain Vania.Saat membuka pintu ruangan tampak hening tidak ada siapapun disana.

"Apa mungkin mereka tidur."ucap mommy Amira,lalu ia berjalan menuju kamar Vania.Saat nyonya Amira akan membuka pintu.Mama Sarah berkata."Ra aku mau ke toilet dulu ya."mommy Amira mengiyakan lalu mama Sarah berjalan ke arah toilet yang terletak diujung ruangan lantai dua rumah tersebut.Mama Sarah sudah hafal dengan letak setiap ruangan rumah besan nya.Karena dulu mama Sarah sempat menginap beberapa kali saat kelahiran Vania.

Saat membuka pintu kamar Vania mommy Amira tampak kaget melihat pemandangan didepan matanya.Diatas tempat tidur Vania terlihat Vano sedang tidur dengan memeluk Vania dan Raya.Vano dan Raya sudah seperti sepasang suami istri dengan Vania anak nya berada ditengah-tengah mereka.

Melihat ketiga nya yang tampak pulas membuat mommy Amira tak tega untuk membangunkan nya.Namun mommy Amira tetap harus segera membangunkan nya mengingat mama Sarah akan segera datang.

"Van bangun Van."mommy Amira mengguncang tangan Vano.

"Mom."Vano tampak membuka mata namun ia belum melepaskan pelukan nya pada Vania dan Raya.

Bersamaan dengan Vano Raya pun membuka mata nya.Raya yang melihat tangan Vano melingkar pada pinggang nya pun segera menyingkirkan nya.Raya seperti ketakutan pada mommy Amira berbeda dengan Vano yang terlihat santai saja.Belum sempat Raya turun dari tempat tidur Mama Sarah sudah menyelonong masuk ke kamar Vania.Raya lalu buru-buru turun dari tempat tidur Vania,ia terus menundukkan pandangan nya.

Sedang Vano memilih duduk ditepi tempat tidur,ia pun sesaat tadi sempat kaget melihat kedatangan mama Sarah namun beruntung Vano dapat menguasai keadaan.

Mama Sarah menatap sinis kepada Raya."Dia siapa Van?"tanya mama Sarah.

"Ah itu mah dia pembantu disini."ucap Vano,jawaban Vano menyadarkan Raya akan posisi nya.Selama ini ia memang sadar akan posisi nya namun mengapa saat mendengar ucapan Vano,hati Raya merasa tercubit.Ya sekali lagi Raya memang harus mengakui kalau ia hanya seorang pembantu."Sadar diri Raya kamu itu cuma pembantu."ucap Raya dalam hati

"Ana kemana?"tanya mama Sarah lagi,ia masih tampak kesal.

"Setiap akhir pekan Ana libur Sar."jawab mommy Amira.

"Kamu harus hati-hati Van sama orang baru,jangan sampai Vania atau kamu sendiri nanti kenapa-kenapa.Mama tidak ingin itu terjadi sama kalian."ucap mama Sarah,sesekali ia melirik Raya tajam.

"Vano pastikan dia tidak akan berulah ma,Vano jamin itu."jawab Vano meyakinkan mama Sarah.Setiap kata yang diucapkan Vano seperti anak panah yang menusuk hati Raya.

"Kamu kenapa bisa memperkerjakan anak dibawah umur Ra?"

"Aku tidak memperkerjakan nya Sar,Raya anak bi Tati,karena ayah nya baru saja meninggal jadi dia sekarang ikut tinggal disini."mommy Amira menjelaskan kepada besan nya itu."Nia sangat dekat dengan nya,dia seperti mempunyai teman baru."mommy Amira memberitahu mama Sarah agar mama Sarah tidak berlebihan kepada Raya.

Mama Sarah tampak mengangguk mendengar penjelasan mommy Amira."Kamu ngapain masih disini?"tanya mama Sarah kepada Raya.

"Hmm...saya permisi Nyonya,Tuan."ucap Raya kemudian.Sesaat sebelum meninggalkan kamar Vania Raya menatap Vano namun Vano membuang muka dan terlihat tidak peduli pada nya.

Sebelum benar-benar menutup pintu kamar Vania sayup-sayup Raya mendengar.

"Kamu tuh hati-hati Van sama model pembantu yang kaya gitu,mama liat dia seperti ada mau nya sama kamu."ucap mama Sarah.

"Tenang ma,Vano juga nggak akan tertarik sama dia."jawab Vano.Hati Raya benar-benar sakit mendengar ucapan Vano.Lalu apa maksud dari sikap manis yang selalu ia tunjukkan pada Raya.Vano sudah membuat nya melayang ke atas awan lalu menghempaskan nya begitu saja.

Mendengar keramaian di kamar nya perlahan Vania membuka mata nya.Vania mengedarkan pandangan."Papa,Oma,Nenek."Vania mengabsen semua yang ada dikamar nya."Papa mana teteh Raya?"tanya Vania kemudian.

"Teteh sudah kembali ke kamar nya sayang."jawab Vano.

"Yach Nia masih mau main sama teteh."

"Besok lagi ya ini sudah sore."ucap Vano.

"Kan ada nenek sayang,Nia main sama nenek aja ya."mama Sarah lalu mendekati sang cucu."Apa Nia tidak merindukan nenek."

"Rindu,Nia rindu sekali."mama Sarah lalu memeluk sang cucu dan mencium pipi kanan dan kiri nya.

.

.

.

Di kamar Raya

Raya tampak terisak menutup muka nya dengan bantal,ia tidak ingin tangis nya didengar oleh orang-orang disana.Raya hanya sedang ingin menumpahkan rasa sesak di dada nya.Selama ini mungkin Raya salah terlalu memakai hati dengan Vano yang baru saja ia kenal.Namun siapapun wanita nya pasti akan berfikir seperti Raya.Merasa senang bahagia atau bahkan mungkin jatuh hati jika diperlakukan manis oleh Vano.

Setelah puas menangis Raya mengambil handuk yang digantung dibelakang pintu kamar nya.Ia ingin segera mandi agar pikiran nya yang kacau kembali tenang.

Saat Raya akan melangkah ke kamar mandi ponsel nya berdering.

Tuan❤️ calling....

Raya mengabaikan nya,hingga panggilan yang ketiga Raya tetap tak berniat mengangkat nya.Setelah panggilan mati.Dan beberapa saat tidak ada panggilan lagi dari Vano,Raya dengan segera mengganti nama kontak Vano di ponsel nya.

Tuan Sombong👿

Menurut nya Vano itu menyeramkan kadang bisa sangat baik dan bisa berubah menyebalkan.Mungkin seperti itu asli nya Vano menurut Raya.

Nah-nah Raya mulai kesel nih....

Lanjut besok lagi ya🥰🥰

Terpopuler

Comments

Novano Asih

Novano Asih

iiih Vano gimana sih kok bisa bilang gitu,trs apa maksudnya cium"tangan dan kening kalau nggak tertarik,aku juga mikirnya kok cepet Vano sukanya sama Raya

2023-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!