Menjelang sore keluarga tuan Andrew segera berpamitan.
"Kami tunggu kedatangan Bibi dan Raya,kami pamit pulang dulu."
"Baik nyonya,terimakasih."bi Tati sangat bersyukur majikan nya mau mengizinkan nya membawa Raya.
Ya tuan Andrew telah mengizinkan bi Tati untuk membawa serta anak nya.Tidak hanya itu tuan Andrew juga berjanji akan menerima Raya di sekolah milik nya.Bi Tati sempat menolak untuk mendaftarkan Raya di sekolah majikan nya itu.Namun tuan Andrew mengatakan tidak ingin menerima penolakan.Maka akhirnya bi Tati pun menyetujui nya.
Entah kebaikan apa yang telah dilakukan oleh keluarga bi Tati hingga ia bisa dipertemukan dengan orang yang sangat baik,seperti tuan Andrew dan nyonya Amira.Tidak hanya menerima Raya untuk tinggal di rumah nya.Tuan Andrew juga menerima Raya disekolah nya dan di bebaskan dari segala biaya.
Setelah tujuh hari meninggal nya sang suami bi Tati akan kembali lagi bekerja.Nyonya Amira meminta untuk tidak terburu-buru dan jangan memikirkan masalah pekerjaan.Bahkan beliau meminta bi Tati untuk menyelesaikan segala urusan nya terlebih dulu.Tapi bi Tati merasa tidak enak hati jika harus berlama-lama tidak bekerja.Menurut nya majikan nya sudah terlalu baik.Maka bi Tati pun tidak ingin berbuat seenak nya.Dan lagi rumah yang ditempati nya sudah harus segera dikosongkan..Karena rencana nya sang pemilik rumah baru akan segera menempati rumah itu.
"Teteh bareng Nia aja yuk."setelah mengetahui bahwa Raya akan tinggal dirumah nya Vania tampak enggan berpisah dengan Raya,Vania terus merengek agar Raya ikut bersama nya.
"Nanti ya sayang,nanti teteh nyusul."Raya lalu mengantarkan Vania masuk ke dalam mobil.
"Yaudah deh Nia pulang besok aja bareng teteh."Vania tampak merajuk.
"Nia kan harus sekolah sayang."kali ini nyonya Amira yang memberikan pengertian kepada cucu nya.
"Oke deh."Vania tampak pasrah membuat semua orang gemas kepada nya."Tapi teteh janji ya jangan lama-lama datang ke rumah Nia."tambahnya.
"Iya sayang teteh janji."jawab Raya.
Raya memang penyayang sekali,terlebih kepada anak-anak.Terbukti baru beberapa jam saja Vania mengenal Raya ia sudah merasa nyaman dan tidak ingin berpisah dari Raya.Keras nya hidup yang dijalani oleh keluarga nya membuat Raya lebih dewasa dari anak seusianya.
Setelah drama perpisahan Vania dan Raya,pada akhirnya Vania mau dibujuk untuk pulang.Sepanjang perjalanan bocah cantik itu tertidur pulas.Sepertinya Vania kelelahan setelah bermain bersama Raya.
.
.
.
Keesokan pagi nya Raya datang kesekolah ditemani ibu nya,sesuai rencana mereka akan mengurus kepindahan sekolah Raya.Setiba disekolah ibu langsung menemui wali kelas Raya,kemudian beliau diantar untuk bertemu dengan kepala sekolah.
Berbeda dengan Raya ia pamit kepada ibu nya untuk menemui teman-teman nya.Waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi,masih ada waktu 30 menit sebelum bel masuk.Raya masih bisa untuk berpamitan dengan teman satu kelas nya.Mereka satu persatu menyalami dan memeluk Raya.
"Jangan lupa sama kita-kita ya Ray."kata teman Raya.Semalampun Raya sudah berpamitan digrup kelas nya tapi rasanya belum puas jika tidak bertemu langsung.
Ada dua sahabat Raya yaitu Nana dan Maya,keduanya seolah enggan melepas kan pelukan nya kepada Raya.
Tet...tet...tet
Terdengar bel masuk berbunyi.Sebelum Raya keluar meninggalkan kelas.Nana berkata"Nanti sepulang sekolah kita ke rumah kamu Ray."
Raya menjawab"Oke,aku tunggu,yaudah atuh ya aku pulang dulu."kemudian Raya bergegas meninggalkan kelas.
Setelah itu Raya menuju ruang guru untuk berpamitan kepada guru-guru nya.Banyak guru yang menyayangkan atas kepindahan Raya,pasalnya Raya adalah salah satu siswi yang cerdas.Tidak jarang Raya menjuarai lomba dan mengharumkan nama sekolah.Raya juga menyandang predikat juara umum di sekolah nya.Hebat bukan,selain cerdas paras nya juga cantik.Jadi sudah pasti banyak guru dan murid yang kagum pada nya.Tapi apa hendak dikata semua ini bukan kehendak nya semua sudah suratan takdir.Dimana ia dan keluarganya harus pindah dari kampung kelahiran nya untuk berjuang menata hidup agar lebih baik.
.
.
.
Sesuai janji sore ini kedua sahabat Raya datang ke rumah.Tidak hanya berdua,terlihat Alan teman satu kelas juga dengan mereka ikut datang.Alan sudah lama menaruh hati kepada Raya.Dan beberapa kali juga membantu kesulitan Raya.Selama ini Alan selalu berusaha mendekati Raya dan selalu berusaha ada untuk Raya disaat Raya kesulitan,tapi Alan merasa usaha nya tampak sia-sia Raya terus saja menjaga jarak dari nya.
Bukan,bukan Raya membenci nya.Raya hanya ingin fokus kepada keluarga nya.Sekolah serta menjaga dan mengurus ayah yang sedang sakit sudah sangat menguras waktu tenaga dan pikiran nya.
"Kok pada diem,sakit gigi apa,,,hahaha."Raya tampak mencairkan suasana.
"Kita tuh sedih tau Ray,gimana kalo kita kangen,"Nana terlihat sedih.
"Iya kalo kita pengen curhat gimana."Maya menambahi.
"Atuh aku kan juga pindah nya cuma deket,nanti juga aku akan sering datang kesini untuk mengunjungi makam ayah,udah ah jangan sedih-sedih."Raya berusaha menghibur teman-teman nya.Ya walaupun ia sendiri juga sedih harus berpisah dengan teman-teman nya."Yuk makan yuk,pasti pada laper kan."kemudian Raya menata piring untuk teman-teman nya.
Alan terus memperhatikan Raya,Alan menatap dalam kepada Raya.Seolah ia sedang mengungkapkan semua yang ia rasakan melalui tatapan matanya.
"Apa sih Lan liat nya gitu banget."seperti biasa Raya menanggapi Alan dengan candaan atau bahkan Raya lebih memilih menghindari nya.
Selesai makan Nana dan Maya membantu membereskan bekas makan mereka.Lalu Nana dan Maya memilih tinggal di dapur untuk membantu ibu Raya menyiapkan jamuan untuk tahlilan nanti malam.Selain itu mereka juga ingin memberikan waktu untuk Raya dan Alan untuk berbicara berdua.Karena sesuai permintaan Alan tadi sepulang sekolah.Alan ingin mengungkapkan perasaan nya kepada Raya sebelum Raya meninggalkan kampung nya.Ini bukan ungkapan cinta yang pertama yang Alan akan sampaikan.Sudah beberapa kali Alan menyampaikan tapi jawaban Raya tetap sama.Hanya ingin berteman saja dengan nya.
Duduk diruang tamu berdua.Alan mendekati Raya lalu kemudian Alan menggenggam tangan Raya.Raya merasa tidak nyaman dan ingin melepaskan nya,namun Alan menahan nya.
"Ray,mungkin kamu bosen denger ini,tapi aku nggak akan pernah bosen buat ngomong sama kamu."Alan berhenti sejenak dan tampak mengatur nafas nya."Aku masih cinta sama kamu Ray."lanjut nya.
Raya sudah terbiasa mendengar Alan mengucapkan itu,tapi kali ini ia bingung jawaban apa yang tepat yang akan ia berikan kepada Alan.Raya pun sama mencintai nya tapi untuk saat ini Raya tidak ingin berpacaran dulu.Raya lebih memilih fokus pada sekolah nya.
"Sama Lan aku juga cinta sama kamu...."belum selesai Raya berbicara Alan sudah memotong nya.
"Terus.....mau kan jadi pacar aku."Alan tampak tak sabaran.
"Aku blm mau mikirin itu Lan,kita temenan aja dulu ya."
Alan terlihat lemas mendengar jawaban Raya,lalu Alan melepaskan genggaman tangan nya.
"Kalo kita jodoh pasti nanti kita ketemu lagi."Raya lalu mengusap tangan Alan.Alan hanya menatap nya dalam.
"Aku nanti kuliah disana,tunggu aku Ray."
Raya hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Alan.
***Nanti Raya sama siapa ya jadi nya🤭🤭ikuti terus ceritanya nya!!
Terimakasih yang sudah baca jangan lupa untuk like dan komen🙏🥰lanjut besok ya***..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Julia Juliawati
mampir
2025-04-04
0
RistaRia
kayaknya seru nich cerita..moga ajja gak banyak drama yang bikin DT.
2023-08-27
0