Bab 14.Vano Pov

Akhir-akhir ini pikiranku selalu saja dipenuhi tentang nya.Entah mengapa aku juga selalu mengkhawatirkan dia.Setelah melihat dia dekat dengan seseorang yang menurutku tidak baik,aku pun merasa harus melindungi nya.

Mengapa aku sangat yakin menyimpulkan kalau seseorang yang sedang dekat dengan Raya itu tidak baik.Dia adalah salah satu dari gang motor yang cukup terkenal,aku dapat mengetahui nya dari jaket yang selalu ia kenakan.Mungkin Raya tidak menyadari hal itu,dan aku pun enggan untuk memberitahu nya.Meurutku perlahan Raya pasti akan tahu kebenaran nya.

Menurutku Raya gadis baik dan masih terlalu polos,aku tidak ingin terjadi sesuatu pada nya.Selain ingin melindunginya aku pun merasa nyaman bila bersama nya.Aku tidak tahu perasaan apa ini.Seperti siang ini, selesai bertemu dengan client aku merasa muak melihat kebersamaan Raya dan laki-laki itu.Melihat nya tertawa bahagia membuatku semakin kesal.Hingga aku membawa nya bersamaku.Aku pun tak sadar mengapa aku bisa melakukan hal itu.Menjadi pusat perhatian orang.Hal yang sama sekali belum pernah ku lakukan selama hidup ku.Kalau saja mommy dan daddy melihat nya pasti mereka akan menertawakan kebodohanku.Ah,,,,,aku malu sendiri mengingat nya.

Selain membuatku merasa seperti orang bodoh ternyata tindakan yang kulakukan menyakiti Raya.Aku tak tega melihat nya menangis.Tak ada yang dapat ku lakukan selain menenangkan nya.Ku biarkan ia menangis dipelukanku.Setelah tangis nya mereda ku lepaskan pelukanku lalu ku angkat dagu nya agar ia bisa menatap ku.

"Maaf."Lagi dan lagi hanya itu yang mampu ku ucapkan.Raya tak menjawab,pandangan nya kosong.Aku memilih diam dan membiarkan Raya menenangkan diri nya.

Perlahan aku melajukan mobilku,tak lama terdengar panggilan masuk di ponselku.

"Kamu dimana Van?"tanya Daddy tampak kesal.

"Masih dijalan Dad,bentar lagi sampai."

"Daddy tunggu."

"Iya Dad."

Huh aku sudah terlambat satu jam,karena gadis ini bisa-bisa nya aku mengabaikan pekerjaanku.Ku lirik dia yang masih saja terdiam.

"Ikut ke kantor dulu ya."sebisa mungkin aku berkata lembut agar tak semakin membuat nya sedih.

"Iya tuan."jawab nya pasrah.Entah mengapa aku tak menyukai cara nya memanggil ku.Ada rasa ingin lebih dekat dengan nya lebih dari sekedar majikan dan pembantu.Namun aku bingung bagaimana caraku menyampaikan,toh kenyataan nya memang aku majikan nya.

Sesampai nya di kantor aku lalu mengajak Raya menuju ruangan ku.Kali ini aku tidak ingin daddy melihat keberadaan Raya karena itu pasti akan menimbulkan kecurigaan.Mengapa aku selalu bersama nya sedang aku sama sekali tak ada keperluan dengan nya.

"Kamu tunggu disini dulu,jangan kemana-mana sampai saya kembali."titah Vano pada Raya.

"Iya Tuan."

.

.

.

"Maaf Dad menunggu lama tadi macet."Vano terpaksa memberi alasan agar sang daddy tidak banyak bertanya.

"Hmm...mana hasilnya?"tanya daddy Andrew.

Vano lalu memberikan beberapa berkas kepada daddy Andrew.

"Oke bagus,Daddy percaya padamu."ucap daddy Andrew setelah mengecek berkas yang Vano berikan."Hari ini daddy akan mengunjungi proyek kita."lanjut nya.

"Mendadak sekali Dad."tanya Vano,tidak ada jadwal kunjungan kesana mengapa tiba-tiba daddy Andrew akan mengunjungi proyek nya.

"Ada beberapa masalah,satu jam yang lalu kepala proyek menghubungi Daddy."

"Hmmm."Vano tampak mengangguk-anggukan kepala nya tanda mengerti.

"Oke daddy akan pergi sekarang,dan kamu bisa kembali ke ruangan mu."

"Baik Dad."Vano lalu keluar dari ruangan sang daddy dan kembali keruangan nya.

.

.

.

Tiba di ruangan nya Vano terkejut dengan apa yang ia lihat,Raya tertidur dengan posisi menyamping dengan posisi kaki nya menjuntai ke bawah membuat rok yang ia kenakan sedikit terangkat.

"Astaga ini anak."Vano lalu membenarkan posisi tidur Raya dan melepaskan jas nya untuk menutupi kaki Raya.

Vano segera melanjutkan pekerjaan nya,ia kembali fokus pada laptop yang ada dihadapan nya.Sesekali Vano melirik Raya,sedang Raya masih terlelap.Sepertinya Raya lupa dimana ia berada,hanya beralaskan sofa kantor tidur Raya terlihat nyenyak.Membuat Vano diam-diam menyunggingkan senyum nya.

"Eghhhh...."perlahan Raya membuka mata lalu mengedarkan pandangan nya.

"Sudah bangun?"suara lembut Vano menyadarkan Raya.

"Ma....maaf Tuan,saya ketiduran."

"Ketiduran itu kalo cuma sebentar,lah ini dua jam."Vano terkekeh melihat tingkah Raya.

"Kenapa Tuan tidak membangunkan saya?"tanya Raya.

"Saya tidak tega kamu tidur sangat nyenyak."ucap Vano.

"Kamu pasti lapar kan,ayo kita makan."Sebenarnya kalo mau jujur Vano lah yang lapar,karena menunggu Raya ia melewatkan makan siang nya.

"Saya boleh ke toilet dulu nggak Tuan?"

"Boleh,mau saya temani?"tanya Vano santai.

"Hissss."

"Hahahaha..."Vano tertawa melihat Raya kesal."Toilet nya ada disana."tunjuk Vano.

Setelah Raya keluar dari toilet Vano beranjak dari kursi nya menuju sofa yang di tempati Raya.Saat Raya tertidur tadi Vano sudah memesan tiga porsi makanan.Satu untuk diri nya dan dua untuk Raya.Ayam goreng krispi lengkap dengan nasi nya.Vano teringat ketika membawa Raya dan Vania jalan-jalan tempo hari,Raya begitu lahap menyantap makanan nya.Maka saat ini Vano berinisiatif memesan dua porsi untuk Raya.

"Kok ada tiga Tuan,satu lagi untuk siapa?"

"Untuk kamu."jawab Vano seraya tersenyum meledek.

"Ih nyebelin."

"Udah ayo makan jangan kesel terus ntr malah kamu yang saya makan."ucap Vano santai.

Raya tidak mengerti apa yang di ucapkan Vano.Ia menganggap Vano sedang ngelantur saja maka Raya pun memilih diam tak menanggapi.

"Suapi saya ya,saya masih banyak kerjaan."pinta Vano sembari memperlihatkan laptop yang berada di depan nya.

Raya tak menolak dan langsung menuruti perintah Vano.Raya seolah terkesan pasrah dan selalu mengiyakan yang Vano kata kan.Karena menurut Raya memang seperti itu seharusnya.Bukan hanya kepada Vano,Raya pun selalu menurut dengan perintah nyonya Amira,tuan Andrew dan juga Vania.Ia sadar akan posisi nya.

Raya bergantian menyuapi Vano dan diri nya sendiri.Seperti biasa jika sedang duduk dekat seperti ini Raya selalu terkesima melihat wajah tampan Vano.Tanpa sadar Raya pun tersenyum.

"Saya tau saya tampan,tapi ga usah senyum-senyum gitu saya jadi takut."ucap Vano asal.

"Hiss.."karena kesal Raya mencubit lengan Vano.

"Au...au...au"teriak Vano lebay.

Raya lalu melepaskan kan cubitan nya."Maaf Tuan saya tidak sengaja."ucap Raya takut-takut.

"Udah mulai berani ya,beneran saya makan loh ntr kamu."

"Apaan sih dari tadi makan-makan mulu."Raya yang tadi merasa bersalah pun seketika merasa kesal.

"Hahahaha."lagi-lagi Vano tertawa melihat Raya kesal menurut nya itu sangat lucu.

"Sebentar lagi kerjaan saya selesai,nanti kita jalan yuk."ajak Vano.

"Kemana?"tanya Raya.

"Nonton mau?"tanya Vano

"Boleh."Raya menjawab antusias.

Vano mengusap pucuk kepala Raya,gemas sekali.Vano merasa sedang berbicara dengan Vania versi abg.

Udahan dulu,,,,,

Terimakasih yang udah baca jangan lupa like komen dan vote😘😘

Terpopuler

Comments

Enung Samsiah

Enung Samsiah

iiihhh,,,, ngpain lgi bawa-bawa kekantor sgla,,

2023-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kabar Duka
2 Bab 2.Pindah Sekolah
3 Bab 3.Rumah Apa Istana
4 Bab 4.Sekolah Baru
5 Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6 Bab 6.Terpana
7 Bab 7.Mencari Pengganti
8 Bab 8.Jalan-jalan
9 Bab 9.Balap Liar
10 Bab 10.Dewa Penolong
11 Bab 11.Jemput Raya
12 Bab 12.Menerka-nerka
13 Bab 13.Merasa Bersalah
14 Bab 14.Vano Pov
15 Bab 15.Berasa ABG
16 Bab 16.Ketahuan
17 Bab 17.Temenin Bobo
18 Bab 18.Sadar Diri
19 Bab 19.Diabaikan
20 Bab 20.Serangan Mendadak
21 Bab 21.Semakin Dekat
22 Bab 22.Salah Paham
23 Bab 23.Menolak
24 Bab 24.Yang Pertama
25 Bab 25.Ada Apa
26 Bab 26.Sahabat
27 Bab 27.Cemburu
28 Bab 28.Tugas Keluar Kota
29 Bab 29.Pernyataan Cinta
30 Bab 30.Tamu Tak Diundang
31 Bab 31.Aku Rindu
32 Bab 32.Alex dan Karina
33 Bab 33.Kemarahan Vano
34 Bab 34.Raya Sakit
35 Bab 35.Serba Salah
36 Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37 Bab 37.Nasehat Rifan
38 Bab 38.Perkara Seblak
39 Bab 39.Menemani Mat
40 Bab 40.Uji Nyali
41 Bab 41.Bingung
42 Bab 42.Hamil
43 Bab 43.Kecewa
44 Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45 Bab 45.Tidak Salah
46 Bab 46.Janji Vano
47 Bab 47.Gadis Sederhana
48 Bab 48.Aneh
49 Bab 49.Butuh Waktu
50 Bab 50.Dibuat Iri
51 Bab 51.Anniversary
52 Bab 52.Ada Apa Ini
53 Bab 53.Kejauhan
54 Bab 54.Terserah Kamu
55 Bab 55.Sudah Tua
56 Bab 56.Nyonya Vano
57 Bab 57.Perpisahan
58 Bab 58.Salah Terus
59 Bab 59.Curiga
60 Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61 Bab 61.Teman Lama
62 Bab 62.Cantik
63 Bab 63.Bohong
64 Bab 64.Memohon
65 Bab 65.Peringatan
66 Bab 66.Menahan Rindu
67 Bab 67.Selingkuh
68 Bab 68.Marah
69 Bab 69.Permintaan Vano
70 Bab 70.Rapuh
71 Bab 71.Merasa Bersalah
72 Bab 72.Melepaskan
73 Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74 Bab 74.Ingin Melupakan
75 Bab 75.Rindu
76 Bab 76.Tak Percaya
77 Bab 77.Undangan Pernikahan
78 Bab 78.Kedatangan Mat
79 Bab 79.Salah Alamat
80 Bab 80.Putus Asa
81 Bab 81.Sadar
82 Bab 82.Kisah Masa Lalu
83 Bab 83.Bertemu Vania
84 Bab 84.Bertemu Kembali
85 Bab 85.Malu
86 Bab 86.Kembali Harmonis
87 Bab 87.Pacaran
88 Bab 88.Melamar
89 Bab 89.Pengganggu
90 Bab 90.Nggak Sabar
91 Bab 91.Fitting Baju
92 Bab 92.Perawatan
93 Bab 93.Hari Bahagia
94 Bab 94.Istriku
95 Bab 95.Pengantin Baru
96 Bab 96.Papa Muda
97 Bab 97.Ibu Sambung
98 Bab 98.Berbeda
99 Bab 99.Impian Raya
100 Bab 100.Dibandingkan
101 Bab 101.Membenci Vano
102 Bab 102.Raya Aneh
103 Bab 103.Perhatian Mertua
104 Bab 104.Jurus jitu
105 Bab 105.Istri Pintar
106 Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107 Bab 107.Ditemani Vania
108 Bab 108.Manja
109 Bab 109.Bayi Laki-laki
110 Bab 110.Bahagia
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1.Kabar Duka
2
Bab 2.Pindah Sekolah
3
Bab 3.Rumah Apa Istana
4
Bab 4.Sekolah Baru
5
Bab 5.Menemani Vania Les Balet
6
Bab 6.Terpana
7
Bab 7.Mencari Pengganti
8
Bab 8.Jalan-jalan
9
Bab 9.Balap Liar
10
Bab 10.Dewa Penolong
11
Bab 11.Jemput Raya
12
Bab 12.Menerka-nerka
13
Bab 13.Merasa Bersalah
14
Bab 14.Vano Pov
15
Bab 15.Berasa ABG
16
Bab 16.Ketahuan
17
Bab 17.Temenin Bobo
18
Bab 18.Sadar Diri
19
Bab 19.Diabaikan
20
Bab 20.Serangan Mendadak
21
Bab 21.Semakin Dekat
22
Bab 22.Salah Paham
23
Bab 23.Menolak
24
Bab 24.Yang Pertama
25
Bab 25.Ada Apa
26
Bab 26.Sahabat
27
Bab 27.Cemburu
28
Bab 28.Tugas Keluar Kota
29
Bab 29.Pernyataan Cinta
30
Bab 30.Tamu Tak Diundang
31
Bab 31.Aku Rindu
32
Bab 32.Alex dan Karina
33
Bab 33.Kemarahan Vano
34
Bab 34.Raya Sakit
35
Bab 35.Serba Salah
36
Bab 36.Kesal Tapi Cinta
37
Bab 37.Nasehat Rifan
38
Bab 38.Perkara Seblak
39
Bab 39.Menemani Mat
40
Bab 40.Uji Nyali
41
Bab 41.Bingung
42
Bab 42.Hamil
43
Bab 43.Kecewa
44
Bab 44.Tak Ingin Kehilangan
45
Bab 45.Tidak Salah
46
Bab 46.Janji Vano
47
Bab 47.Gadis Sederhana
48
Bab 48.Aneh
49
Bab 49.Butuh Waktu
50
Bab 50.Dibuat Iri
51
Bab 51.Anniversary
52
Bab 52.Ada Apa Ini
53
Bab 53.Kejauhan
54
Bab 54.Terserah Kamu
55
Bab 55.Sudah Tua
56
Bab 56.Nyonya Vano
57
Bab 57.Perpisahan
58
Bab 58.Salah Terus
59
Bab 59.Curiga
60
Bab 60.Tidak Ada Kesempatan
61
Bab 61.Teman Lama
62
Bab 62.Cantik
63
Bab 63.Bohong
64
Bab 64.Memohon
65
Bab 65.Peringatan
66
Bab 66.Menahan Rindu
67
Bab 67.Selingkuh
68
Bab 68.Marah
69
Bab 69.Permintaan Vano
70
Bab 70.Rapuh
71
Bab 71.Merasa Bersalah
72
Bab 72.Melepaskan
73
Bab 73.Perpisahan Yang Tak Diinginkan
74
Bab 74.Ingin Melupakan
75
Bab 75.Rindu
76
Bab 76.Tak Percaya
77
Bab 77.Undangan Pernikahan
78
Bab 78.Kedatangan Mat
79
Bab 79.Salah Alamat
80
Bab 80.Putus Asa
81
Bab 81.Sadar
82
Bab 82.Kisah Masa Lalu
83
Bab 83.Bertemu Vania
84
Bab 84.Bertemu Kembali
85
Bab 85.Malu
86
Bab 86.Kembali Harmonis
87
Bab 87.Pacaran
88
Bab 88.Melamar
89
Bab 89.Pengganggu
90
Bab 90.Nggak Sabar
91
Bab 91.Fitting Baju
92
Bab 92.Perawatan
93
Bab 93.Hari Bahagia
94
Bab 94.Istriku
95
Bab 95.Pengantin Baru
96
Bab 96.Papa Muda
97
Bab 97.Ibu Sambung
98
Bab 98.Berbeda
99
Bab 99.Impian Raya
100
Bab 100.Dibandingkan
101
Bab 101.Membenci Vano
102
Bab 102.Raya Aneh
103
Bab 103.Perhatian Mertua
104
Bab 104.Jurus jitu
105
Bab 105.Istri Pintar
106
Bab 106.Lagi-lagi Mama Sarah
107
Bab 107.Ditemani Vania
108
Bab 108.Manja
109
Bab 109.Bayi Laki-laki
110
Bab 110.Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!