Dengan terus menggandeng tangan mungil sang anak Vano berjalan menuruni tangga menuju meja makan.Disana sudah terlihat mommy Amira dan daddy Andrew sedang menunggu kedatangan mereka.
"Selamat pagi sayang."sapa mommy Amira pada anak dan cucu nya.
"Selamat pagi oma."jawab Vania.
Sedang Vano hanya tersenyum.Mereka semua menikmati sarapan pagi dengan tenang.Tidak ada suara disana.Daddy Andrew lah yang membuat peraturan itu.Tidak boleh ada yang bersuara ketika makan.
"Udah sayang."tanya mommy Amira pada Vania.
"Udah oma."jawab Vania."Oma hari ini sepulang sekolah Nia akan jalan-jalan bersama Papa."
"Oh ya."
"Iya."jawab Vania senang.
"Hati-hati ya sayang."
"Iya Oma."
"Mom,Dad Vano nggak ke kantor dulu ya hari ini,Vano akan pergi berdua dengan Nia."Vano meminta izin kepada Daddy nya.Walau ia adalah pewaris tunggal perusahaan sang daddy tapi Vano tidak pernah berbuat seenaknya.Vano akan tetap profesional dalam urusan pekerjaan.
"Oke boy,nikmati waktumu bersama Vania."jawab daddy Andrew.
"Makasih Dad."
"Mmm."daddy hanya berdehem lalu tersenyum.
.
.
.
Kemana mbak Ana.Baby sitter yang selalu siap siaga untuk Vania itu hari ini sedang absen dari pekerjaan nya.Biasa nya ia hanya libur di hari Minggu.Tapi karena satu bulan kemarin ia tidak mendapatkan jatah libur nya maka Vano memberikan libur kepada mbak Ana di hari ini.Untuk hari ini Vano lah yang akan mengurus dan menemani sang anak.
Seperti yang Vano katanya,ia benar-benar ingin menikmati waktu berdua dengan sang anak.Saat tadi mommy Amira meminta supir untuk mengantarkan nya dan Vania ke sekolah,Vano menolak.Mommy Amira hanya khawatir Vano lelah setelah menempuh perjalanan panjang.
Sepanjang perjalanan Vania bernyanyi mengikuti irama musik yang Vano putar.Seperti biasa lagu anak-anak yang selalu menemani kebersamaan ayah dan anak itu.
"Udah sampai."kata Vano.
"Yei...."Vania terlihat bersemangat.
Vano segera turun dan memutari mobil,lalu ia membukakan pintu untuk Vania.
"Silahkan turun tuan putri."
"Terimakasih Papa."
Vano lalu menggandeng tangan Vania dan membawa nya masuk ke dalam sekolah.Paras Vano yang tampan selalu menarik perhatian dimanapun ia berada.Seperti saat ini sepanjang koridor sekolah beberapa ibu-ibu yang sama-sama sedang mengantar anak nya,menyempatkan untuk melihat Vano.Dan tidak sedikit dari mereka yang berbasa-basi menyapa Vano.Dengan ramah Vano pun membalas sapaan mereka semua.Semua dibuat meleleh dengan senyuman Vano.Dupan,julukan itu seperti nya pantas ditujukan untuk Vano,duda tampan.
"Selamat pagi Vania."sampai di depan kelas Vania sudah di sambut oleh guru nya."Selamat pagi Pak Vano."sapa guru Vania pada Vano.
"Selamat Pagi Miss.Clara."jawab Vania dan Vano berbarengan.
"Papa pulang dulu ya sayang."kata Vano pada sang anak.
"Iya Papa."jawab Vania
"Saya titip Vania Miss."
"Baik Pak Vano."
.
.
.
Vano segera meninggalkan sekolah Vania dan menuju suatu tempat.Sudah sebulan lama nya ia tidak berkunjung ke tempat tersebut.Biasanya Vano akan datang satu atau dua minggu sekali hanya untuk melepas rindu.
Disini lah Vano,disamping pusara sang istri.Sebelum datang ke makam Vano terlebih dahulu mampir ke toko bunga untuk membeli satu buket bunga mawar putih.Bunga kesukaan Kasandra istri Vano yang telah tiada.
Seperti biasa Vano akan bercerita panjang lebar tentang ia dan Vania.Vano sadar istri nya itu tidak mendengar apa yang ia katakan.Tapi dengan begitu rasa sesak di dada nya akan sedikit terobati dengan ia bercerita di pusara sang istri.
Setengah merasa lega Vano pun beranjak dari duduk nya meninggal kan area pemakaman.
Mengingat jam pulang sekolah Vania masih lama dan ia pun enggan untuk kembali ke rumah,Vano tampak berpikir sejenak,akhinya Vano memutuskan akan mengunjungi butik mama mertua nya.Sudah lama juga Vano tidak menemui sang mertua.Walau istri nya telah tiada.Keluarga Vano dan keluarga mediang istri nya masih menjalin hubungan baik.Terlebih mommy Amira yang memang bersahabat dengan mama mertua Vano.
Tiba di butik Vano harus menunggu,pasalnya mama mertua Vano sedang ada tamu.
"Lama nunggu ya Van."mama mertua Vano tampak tak enak hati.
"Nggak kq ma."Vano lalu mencium tangan dan pipi mama mertua nya.
"Yuk ngobrol di ruangan mama aja."
Vano pun mengikuti mama mertua nya masuk ke dalam.
"Nia kenapa ga diajak?mama kangen."kata mama Sarah.
"Nia masih sekolah ma,ini tadi Vano dari makam Sandra langsung kesini."
Mama Sarah tampak menghela nafas."Kamu sebaik nya sudah mulai berfikir untuk mencari pendamping lagi Van,Vania juga butuh seorang ibu."
"Vano belum bisa ma."
"Ayo lah Van,mama sudah ikhlas,mama juga ingin kamu bahagia."mama Sarah mencoba meyakin kan Vano.
"Atau mau mama cariin nih."mama Sarah mencoba mencair kan suasana.
"Biar nanti Vano cari sendiri."jawab Vano.
"Beneran ya mama tunggu."
Vano hanya tersenyum.Vano berfikir apakah ia bisa mencari pengganti Kasandra,sedang dihati dan fikiran nya selalu ada nama sang istri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments