Bab 1 [Akademi]

"....apa kau menginginkan hal itu?" Mata Ayah Luka kembali bergetar.

"Hal itu apa yang kau maks-"

"Cup!" Ayah Luka mencium celana Ambareesh bagian depan.

"-sud?"

...----------------●●●----------------...

"DAGH!!!"

Ambareesh menyikut keras leher Ayah Luka dengan lutut kanannya.

Ayah Luka terjatuh. Ambareesh mundur kebelakang.

"Sialan! Apa yang kau lakukan?!"

Marah dan jijik dirasakan Ambareesh menjadi satu.

Ayah Luka terbatuk-batuk dan dia kesulitan bernapas karena sikutan Ambareesh itu tepat di jakunnya.

Malam telah berlalu.

Ambareesh kembali bersikap biasa di pagi hari. Dia melakukan aktivitas sehari-harinya dengan berlatih sihir bersama dengan Luka dan adiknya bernama Tera. Tera hanya selisih 2 tahun dengan Luka. Sehingga usia Tera kini mengijak 15 tahun.

Kembali ke topik utama.

Ambareesh menghindari kontak fisik dengan Ayahnya Luka dan dia selalu berjaga dalam kondisi tidurnya. Walau begitu, dia masih mau belajar sihir darinya.

Hari demi hari berlalu. Ayahnya Luka mulai mengajarkan sihir teleportasi yang bisa digunakan untuk masal. Sihir itu adalah sihir gerbang teleportasi.

Di sela itu, Ambareesh diajarkan sihir pengucapan oleh Iblis yang selalu menolongnya itu.

"Sihir pengucapan itu, sebenarnya sihir yang sederhana mekanismenya. Alfarellza, kau hanya perlu menyelipkan manamu dalam setiap ucapan yang kau keluarkan" Ucap Iblis itu.

Ambareesh menggaruk tengkuknya.

"Berhenti memanggilku Alfarellza" Ambareesh menghela napas dan mulai mempraktekkan sihir yang di arahkan oleh Iblis itu.

"Aku akan tetap memanggilmu dengan nama itu. Dan, apa kau percaya dengan sosok titisan?" Tanya Iblis itu.

Ambareesh melihat Iblis itu dengan kesal. "Aku tidak percaya karena mereka tidak pernah ada untuk menolongku" Jawab Ambareesh.

Iblis itu terkekeh ringan.

"Itu karena prioritas mereka adalah orang lain. Hingga, terkadang mereka melupakan masalah mereka sendiri. Yang merupakan, sumber dari segala kehancuran di Negri ini" Ucapnya.

"Apa maksudmu, Titisan itu musuh yang sebenarnya?" Tanya Ambareesh.

Iblis itu, sekejap terlihat membelalakkan matanya. Kemudian, dia terkekeh kembali.

"Aku tidak mengatakannya~" Ucap Iblis itu dengan nada.

Memang tidak aneh. Seseorang yang memiliki pangkat, terkadang melupakan dirinya sendiri. Mereka terlalu fokus dengan hal-hal yang terjadi di depannya.

Ambareesh, tidak menyadari bila dirinya adalah seorang Titisan.

Hari demi hari berlalu dengan cepat. Iblis itu, tidak pernah muncul lagi di depan Ambareesh setelah Ambareesh berhasil menguasai sihir pengucapan.

Ayah Luka mendapatkan undangan untuk pelatihan akademi sihir di Desa Greendarea. Desa Greendarea adalah desa yang mayoritas penduduknya adalah keturunan Elf.

Dia menunjukkan surat undangan itu pada Luka, Tera, dan Ambareesh.

Desa Greendarea adalah Desa tujuan Ambareesh. Siur burung tentang keberadaan Iblis bertanduk satu mulai hilang. Untuk berjaga-jaga, Ambareesh tetap melatih dirinya untuk menghilangkan tanduk itu.

Dia sangat membenci.

Perjalanan mereka menuju Desa Greendarea dimulai pada awal musim dingin.

Kepribadian Ambareesh yang angkuh karena lingkungannya saat bersama Wandlle, tidak sedikit membuat Luka dan Tera merasa tidak nyaman dengannya.

Ambareesh, lebih banyak menghindari percakapan dengan kakak beradik itu.

"Hei, Ambareesh ikan gorengnya sudah matang. Mari makan" Tawar Tera.

Ambareesh melihat ikan berwarna kecokelatan yang masih panas itu. "Makan saja sendiri" Ambareesh teringat dengan sosok ayahnya.

Luka mengkernyitkan keningnya sambil melihat Ambareesh. "Apa yang salah denganmu?!"

"Hah?" Ambareesh melihat Luka seperti tidak punya salah sedikitpun. Namun, karena wajahnya yang cenderung datar, Luka melihat Ambareesh seperti sedang menatapnya dengan ekspresi yang dingin.

Karena melihat ekspresi itu dari wajah Ambareesh, Luka terbawa emosi.

"Tidak bisakah kau berterima kasih sedikit saja pada Tera?! Dia sudah manawarimu baik-baik!" Tegas Luka.

Lagi-lagi, Ambareesh tidak peduli.

"Lalu?" Tanya Ambareesh sambil membaca buku tentang teknik sihir.

"Cih! GREP!"

Luka berdiri dan dia menarik syal biru milik Ambareesh. Ambareesh melihat mata Luka yang berwarna Hazel cenderung ke abu-abu-cokelat.

"Sobek sedikit saja syal ini, kau akan ku banting" Ancam Ambareesh.

Tera beranjak untuk memisahkan ke duanya. "Kak! Sudah!" Sebab, Tera tau serangan Ambareesh lebih kuat dibanding Kakaknya ataupun Ayahnya.

Bila Ambareesh menyerang Luka, ini hanya akan menghambat perjalanan mereka menuju Desa Greendarea.

Tera memeluk erat kakaknya. "Kak! Hiks! Ayah sudah hiks. . . berpesan untuk tidak bertengkar!" Tera menangis di bahu Luka.

Ambareesh memutar pandangannya. "Perempuan sama saja. Hanya bisa menangis"

Sebenarnya, Ambareesh tidak bermaksud merendahkan perempuan. Dia hanya teringat dengan Bianca dan Elvry yang menangis. Ambareesh, hanya tidak mampu untuk mengatur kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Tentunya, ucapan Ambareesh tadi menjadi sebuah kesalahpahaman bagi Luka.

"DUUAAAAGHHH!"

Luka adalah sosok kakak yang sangat menyayangi adiknya. Tidak ada yang boleh menyakiti hati adiknya sedikitpun. Dia tidak peduli itu orang lain, seorang guru, ataupun kerabatnya sendiri.

Pipi kiri Ambareesh, menerima pukulan keras dari Luka. Ambareesh terjatuh setelah menerima pukulan itu.

Seringaian muncul dari wajah Ambareesh saat kepalanya menunduk ke sisi kanan.

Ambareesh meludah darah. Dia membuka mulutnya dan menunjukkannya pada Luka.

"Aku ingin tau, reaksi ayahmu setelah mendengar kabarmu. TEP! DUAGGHHH!!!!" Ambareesh menumpukan telapak tangannya di tanah. Dia melesatkan punggung kakinya pada dagu Luka.

Luka kehilangan keseimbangannya dan di tangkap oleh Tera.

"Ambareesh! Hentikan! Kakakku! Tidak bisa menang bila melawanmu!" Tegas Tera sambil menunjukkan pedang mana putihnya pada Ambareesh.

Ambareesh melihat Tera dan selalu terbayang wajah Bianca. Bianca selalu melakukan hal yang sama saat Ive terlalu keras pada Ambareesh.

"Apa ini yang dinamakan kesal?" Batin Ambareesh sambil mengosok tengkuknya.

Luka tidak sadar setelah menerima tendangan itu. Ambareesh harus bertanggung jawab untuk bengkak yang ada di dagu Luka.

"Hah~ Dagunya, seperti habis mencium tembok yang keras" Lirih Ambareesh dengan nada yang datar.

Mulut Ambareesh yang terluka sembuh seketika karena bakatnya sebagai seorang Titisan. Ambareesh tak kunjung menyadarinya.

Seminggu setelah perjalanan mereka, akhirnya mereka sampai di akademi yang diadakan secara cuma-cuma itu.

Akademi itu, menyediakan asrama bagi mereka yang mau berlatih. Asrama itu, memiliki sekitar 10 kamar dan calon siswanya berjumlah 49 orang.

Mereka menempatkan calon siswanya sesuai dengan no urut kedatangan mereka tanpa membedakan jenis kelamin, ataupun usia, bahkan penyakit yang menjangkit siswanya.

Ambareesh ditempatkan di kamar no 10 dengan 4 anggota; Tera, Luka, Ambareesh, dan Megi.

Megi adalah putra dari salah satu relawan yang menjadi pembimbing mereka disana.

Apel pagi untuk memulai akademi telah berlangsung.

Ambareesh berada dibarisan belakang karena malu dengan tanduknya.

"Sekarang mari lakukan perkenalan satu persatu. Kalian maju sesuai nomor urut kalian"

Ambareesh hanya bisa membatin satu kata. "Sialan!" Itu adalah umpatannya.

Episodes
1 BAB 1 PROLOG [Kematian]
2 BAB 1 [Malaikat Berdarah Dingin]
3 BAB 1 [Penghianatan Dan Kebusukan]
4 BAB 1 [Objek 227]
5 BAB 1 [Neraka Dan Keinginan]
6 BAB 1 [Keberuntungan]
7 BAB 1 [Guru]
8 BAB 1 [Alba Bianca]
9 BAB 1 [Rasa Yang Paling Ditakuti]
10 BAB 1 [Sosok Yang Sama]
11 BAB 1 [Perjuangan Tulus]
12 BAB 1 [Awal Dari Kehidupan Barunya]
13 BAB 1 [Teman Dan Penghianat]
14 BAB 1 [Penyimpangan Sosial]
15 Bab 1 [Akademi]
16 BAB 1 [Masa Orientasi]
17 BAB 1 [Pelatihan Dan Kabar]
18 BAB 1 [Pertempuran]
19 BAB 1 [AKHIR PERTEMPURAN DAN PERTEMUAN]
20 BAB 1 [Pekerjaan Baru]
21 BAB 1 [De luce Arnold]
22 BAB 1 [Kagum Atau Suka]
23 BAB 1 [Tenggelam]
24 BAB 1 [Cerberus Dan Serigala Sihir]
25 BAB 1 [Tentang De luce Arnold]
26 BAB 1 [Rencana Berikutnya]
27 BAB 1 [Permulaan]
28 BAB 1 [Rasa Asing Dan Kerinduan]
29 BAB 1 [Ingin Memelukmu]
30 BAB 1 [Markas Para Bandit Aokuma]
31 BAB 1 [Ketemu Lagi]
32 BAB 1 [Kelemahannya]
33 BAB 1 [Posisi Ha nashi]
34 BAB 1 [Hubungan]
35 BAB 1 [Persaudaraan]
36 BAB 1 [Hanya Untukmu]
37 BAB 1 [Pemaksaan]
38 BAB 1 [Tujuan Akhir]
39 BAB 1 [Misi Terakhir]
40 BAB 1 EPILOG [Kematian & Kutukan]
41 BAB 2 PROLOG [Aosora Arthur]
42 BAB 2 [Kehidupan Baru]
43 BAB 2 [Harta Terbesar]
44 BAB 2 [Rahasia Marsyal]
45 BAB 2 [Ingatan]
46 BAB 2 [Orang Tidak Normal]
47 BAB 2 [Naomy Xilea]
48 BAB 2 [Kebenaran 1]
49 BAB 2 EPILOG [Kebangkitan]
50 BAB 3 PROLOG [Pertemuan dan Tugas]
51 BAB 3 [Serpihan Ingatan]
52 BAB 3 [Kemiripan]
53 BAB 3 [Pulang]
54 BAB 3 [Naluri]
55 BAB 3 [Kebencian]
56 BAB 3 [Nyasar]
57 BAB 3 [Kegigihan Aosora Arthur]
58 BAB 3 [Taruhan]
59 BAB 3 [Artl Kyzen]
60 BAB 3 [Percobaan]
61 BAB 3 [Firasat]
62 BAB 3 [Dua Titisan Dan Ruri]
63 BAB 3 [Penerimaan]
64 BAB 3 [Kegilaan]
65 BAB 3 [Anggota Baru]
66 BAB 3 [Aoelabi Darla]
67 Bab 3 [Sosok Aosora Arthur]
68 BAB 3 [Tubuh]
69 BAB 3 EPILOG [Kesadaran]
70 BAB 4 PROLOG [Ilusi]
71 BAB 4 [Kepulangan]
72 BAB 4 [Kemampuan]
73 BAB 4 [Kedatangan Alba ve Ranu]
74 BAB 4 [Pertemuan Yang Tidak Direncanakan]
75 BAB 4 [DI LEMA]
76 BAB 4 [Istirahat]
77 BAB 4 [Berbaikkan]
78 BAB 4 [Razel]
79 Bab 4 [Hal Baru]
80 BAB 4 [Pengubah Alur]
81 BAB 4 [Kabar Baik]
82 BAB 4 [Gangguan]
83 BAB 4 [Percayalah]
84 BAB 5 PROLOG [Deklarasi I]
85 BAB 5 [Pertama]
86 BAB 5 [Luciel Sang Malaikat Jatuh]
87 BAB 5 [Kesadaran]
88 BAB 5 [Harta Terpenting]
89 BAB 5 [Kebangkitan Gairah]
90 BAB 5 [Sosok Yang Mencintai]
91 BAB 5 [Ketahuan]
92 BAB 5 [Perubahan Berskala]
93 BAB 5 [Genderang]
94 BAB 5 [Pembebasan]
95 BAB 5 [Kerinduan]
96 BAB 5 [Sistem Monarki]
97 BAB 5 [Penculikan Dua Orang Besar]
98 BAB 5 [Kompasku]
99 BAB 5 [Nakal Dikit, Gak Ngaruh]
100 BAB 5 [Napas Buatan]
101 BAB 5 [Sosok Yang Dicari]
102 BAB 5 [Keraguan]
103 BAB 5 [Saingan]
104 BAB 5 [Hobi Daeva?]
105 BAB 5 [Alasan Takdir Harus Di Rahasiakan]
106 BAB 5 [Waspada]
107 BAB 5 [Jangan Meninggalkannya]
108 BAB 5 [Elf Tanpa Marga-1]
109 BAB 5 [Elf Tanpa Marga-2]
110 BAB 5 [Elf Tanpa Marga-3_Selesai]
111 BAB 5 [Artl Kyzen 2]
112 BAB 5 [Artl Kyzen-3_Selesai]
113 BAB 5 [Kambuh]
114 BAB 5 [Kesalahan Besar]
115 BAB 5 [De luce Arnold_Selesai]
116 BAB 5 [Kebangkitan dan Pemulihan]
117 Bab 5 Epilog [Kembali]
118 BAB 6 [Kedatangannya Dalam Fisik Lain]
119 BAB 6 [Mengeluarkan]
120 BAB 6 [Ketidaksadaran Alter]
121 BAB 6 [Tipu Muslihat]
122 BAB 6 [Keraguan Alder]
123 BAB 6 (Rencana)
124 BAB 6 (Doa dan Diam)
125 BAB 6 [Protagonis Lain]
126 BAB 6 (Perbedaan Keduanya)
127 BAB 6 [Sisi Tak Aman]
128 BAB 6 [Pengusik]
129 BAB 6 [Sisi Lain]
130 BAB 6 [Kesadaran]
131 BAB 6 [Tekad Untuk Hidup]
132 BAB 6 [Jalan Hidup]
133 BAB 6 [Pertemuan Yang Tak Disengaja]
134 BAB 6 [Kesinisan]
135 BAB 6 [Makan Malam]
136 BAB 6 [Janji Mati dan Permintaan Akhir]
137 BAB 6 [Serangan Dalam]
138 BAB 6 [Kehilangan]
139 BAB 6 [Perpisahan]
140 BAB 6 [Pembebasan Archie II]
141 BAB 6 [OVT]
142 BAB 6 [Rencana Penghianatan Luciel]
143 BAB 6 [Keinginan]
144 BAB 6 [Pemulaan Rencana Luciel]
145 BAB 6 [Perasaan Tersembunyi]
146 BAB 6 [Ketetapan Tekad Luciel]
147 BAB 6 [Menuju Rencana Luciel]
148 BAB 6 [Misi Di Aokuma-1]
149 BAB 6 [Misi Yang Terganggu]
150 BAB 6 [Pilih Yang Mana]
151 BAB 6 [Keaslian]
152 BAB 6 [Pertunjukan Atas Namamu]
153 BAB 6 [Permainan Akhir]
154 BAB 6 [Pertengahan Rencana Luciel]
155 BAB 6 [Keberuntungan]
156 BAB 6 [Mending Gak Tanya]
157 BAB 6 [Di Lema II]
158 BAB 6 [Buat Aku Penasaran]
159 BAB 6 [Saling Memanfaatkan]
160 BAB 6 [Pertunjukkan Terakhir Luciel-Penyerangan]
161 BAB 6 [Akhir Dari Rencana Luciel]
162 BAB 6 [Awal dari Akhir]
163 EPILOG [TAMAT]
Episodes

Updated 163 Episodes

1
BAB 1 PROLOG [Kematian]
2
BAB 1 [Malaikat Berdarah Dingin]
3
BAB 1 [Penghianatan Dan Kebusukan]
4
BAB 1 [Objek 227]
5
BAB 1 [Neraka Dan Keinginan]
6
BAB 1 [Keberuntungan]
7
BAB 1 [Guru]
8
BAB 1 [Alba Bianca]
9
BAB 1 [Rasa Yang Paling Ditakuti]
10
BAB 1 [Sosok Yang Sama]
11
BAB 1 [Perjuangan Tulus]
12
BAB 1 [Awal Dari Kehidupan Barunya]
13
BAB 1 [Teman Dan Penghianat]
14
BAB 1 [Penyimpangan Sosial]
15
Bab 1 [Akademi]
16
BAB 1 [Masa Orientasi]
17
BAB 1 [Pelatihan Dan Kabar]
18
BAB 1 [Pertempuran]
19
BAB 1 [AKHIR PERTEMPURAN DAN PERTEMUAN]
20
BAB 1 [Pekerjaan Baru]
21
BAB 1 [De luce Arnold]
22
BAB 1 [Kagum Atau Suka]
23
BAB 1 [Tenggelam]
24
BAB 1 [Cerberus Dan Serigala Sihir]
25
BAB 1 [Tentang De luce Arnold]
26
BAB 1 [Rencana Berikutnya]
27
BAB 1 [Permulaan]
28
BAB 1 [Rasa Asing Dan Kerinduan]
29
BAB 1 [Ingin Memelukmu]
30
BAB 1 [Markas Para Bandit Aokuma]
31
BAB 1 [Ketemu Lagi]
32
BAB 1 [Kelemahannya]
33
BAB 1 [Posisi Ha nashi]
34
BAB 1 [Hubungan]
35
BAB 1 [Persaudaraan]
36
BAB 1 [Hanya Untukmu]
37
BAB 1 [Pemaksaan]
38
BAB 1 [Tujuan Akhir]
39
BAB 1 [Misi Terakhir]
40
BAB 1 EPILOG [Kematian & Kutukan]
41
BAB 2 PROLOG [Aosora Arthur]
42
BAB 2 [Kehidupan Baru]
43
BAB 2 [Harta Terbesar]
44
BAB 2 [Rahasia Marsyal]
45
BAB 2 [Ingatan]
46
BAB 2 [Orang Tidak Normal]
47
BAB 2 [Naomy Xilea]
48
BAB 2 [Kebenaran 1]
49
BAB 2 EPILOG [Kebangkitan]
50
BAB 3 PROLOG [Pertemuan dan Tugas]
51
BAB 3 [Serpihan Ingatan]
52
BAB 3 [Kemiripan]
53
BAB 3 [Pulang]
54
BAB 3 [Naluri]
55
BAB 3 [Kebencian]
56
BAB 3 [Nyasar]
57
BAB 3 [Kegigihan Aosora Arthur]
58
BAB 3 [Taruhan]
59
BAB 3 [Artl Kyzen]
60
BAB 3 [Percobaan]
61
BAB 3 [Firasat]
62
BAB 3 [Dua Titisan Dan Ruri]
63
BAB 3 [Penerimaan]
64
BAB 3 [Kegilaan]
65
BAB 3 [Anggota Baru]
66
BAB 3 [Aoelabi Darla]
67
Bab 3 [Sosok Aosora Arthur]
68
BAB 3 [Tubuh]
69
BAB 3 EPILOG [Kesadaran]
70
BAB 4 PROLOG [Ilusi]
71
BAB 4 [Kepulangan]
72
BAB 4 [Kemampuan]
73
BAB 4 [Kedatangan Alba ve Ranu]
74
BAB 4 [Pertemuan Yang Tidak Direncanakan]
75
BAB 4 [DI LEMA]
76
BAB 4 [Istirahat]
77
BAB 4 [Berbaikkan]
78
BAB 4 [Razel]
79
Bab 4 [Hal Baru]
80
BAB 4 [Pengubah Alur]
81
BAB 4 [Kabar Baik]
82
BAB 4 [Gangguan]
83
BAB 4 [Percayalah]
84
BAB 5 PROLOG [Deklarasi I]
85
BAB 5 [Pertama]
86
BAB 5 [Luciel Sang Malaikat Jatuh]
87
BAB 5 [Kesadaran]
88
BAB 5 [Harta Terpenting]
89
BAB 5 [Kebangkitan Gairah]
90
BAB 5 [Sosok Yang Mencintai]
91
BAB 5 [Ketahuan]
92
BAB 5 [Perubahan Berskala]
93
BAB 5 [Genderang]
94
BAB 5 [Pembebasan]
95
BAB 5 [Kerinduan]
96
BAB 5 [Sistem Monarki]
97
BAB 5 [Penculikan Dua Orang Besar]
98
BAB 5 [Kompasku]
99
BAB 5 [Nakal Dikit, Gak Ngaruh]
100
BAB 5 [Napas Buatan]
101
BAB 5 [Sosok Yang Dicari]
102
BAB 5 [Keraguan]
103
BAB 5 [Saingan]
104
BAB 5 [Hobi Daeva?]
105
BAB 5 [Alasan Takdir Harus Di Rahasiakan]
106
BAB 5 [Waspada]
107
BAB 5 [Jangan Meninggalkannya]
108
BAB 5 [Elf Tanpa Marga-1]
109
BAB 5 [Elf Tanpa Marga-2]
110
BAB 5 [Elf Tanpa Marga-3_Selesai]
111
BAB 5 [Artl Kyzen 2]
112
BAB 5 [Artl Kyzen-3_Selesai]
113
BAB 5 [Kambuh]
114
BAB 5 [Kesalahan Besar]
115
BAB 5 [De luce Arnold_Selesai]
116
BAB 5 [Kebangkitan dan Pemulihan]
117
Bab 5 Epilog [Kembali]
118
BAB 6 [Kedatangannya Dalam Fisik Lain]
119
BAB 6 [Mengeluarkan]
120
BAB 6 [Ketidaksadaran Alter]
121
BAB 6 [Tipu Muslihat]
122
BAB 6 [Keraguan Alder]
123
BAB 6 (Rencana)
124
BAB 6 (Doa dan Diam)
125
BAB 6 [Protagonis Lain]
126
BAB 6 (Perbedaan Keduanya)
127
BAB 6 [Sisi Tak Aman]
128
BAB 6 [Pengusik]
129
BAB 6 [Sisi Lain]
130
BAB 6 [Kesadaran]
131
BAB 6 [Tekad Untuk Hidup]
132
BAB 6 [Jalan Hidup]
133
BAB 6 [Pertemuan Yang Tak Disengaja]
134
BAB 6 [Kesinisan]
135
BAB 6 [Makan Malam]
136
BAB 6 [Janji Mati dan Permintaan Akhir]
137
BAB 6 [Serangan Dalam]
138
BAB 6 [Kehilangan]
139
BAB 6 [Perpisahan]
140
BAB 6 [Pembebasan Archie II]
141
BAB 6 [OVT]
142
BAB 6 [Rencana Penghianatan Luciel]
143
BAB 6 [Keinginan]
144
BAB 6 [Pemulaan Rencana Luciel]
145
BAB 6 [Perasaan Tersembunyi]
146
BAB 6 [Ketetapan Tekad Luciel]
147
BAB 6 [Menuju Rencana Luciel]
148
BAB 6 [Misi Di Aokuma-1]
149
BAB 6 [Misi Yang Terganggu]
150
BAB 6 [Pilih Yang Mana]
151
BAB 6 [Keaslian]
152
BAB 6 [Pertunjukan Atas Namamu]
153
BAB 6 [Permainan Akhir]
154
BAB 6 [Pertengahan Rencana Luciel]
155
BAB 6 [Keberuntungan]
156
BAB 6 [Mending Gak Tanya]
157
BAB 6 [Di Lema II]
158
BAB 6 [Buat Aku Penasaran]
159
BAB 6 [Saling Memanfaatkan]
160
BAB 6 [Pertunjukkan Terakhir Luciel-Penyerangan]
161
BAB 6 [Akhir Dari Rencana Luciel]
162
BAB 6 [Awal dari Akhir]
163
EPILOG [TAMAT]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!