BAB 1 [Pertempuran]

"Oh, Calon Prajurit kiriman. Ada tujuan apa memasukki wilayah pusat Greendarea?"

"Kami ingin membeli perlengkapan obat sebagai persediaan pribadi" Jawab Ambareesh.

Bualan Ambareesh dipercaya oleh mereka. Ambareesh dan Megi, diizinkan untuk memasuki kawasan itu.

Kini Ambareesh sedang tersenyum puas.

...----------------●●●----------------...

udara dan dinding atmosfer yang berbeda dengan wilayah Greendarea bagian ujung Barat daya terasa berbeda di kerongkongan Ambareesh.

"Inikah, tekanan dari kekuasaan mutlak itu?"

Ambareesh terus bertanya pada batinnya selama di perjalanan.

Suara teriakan dan tangisan mengema di kedua telinga Elf Ambareesh dari segala penjuru. Ambareesh menutup kepalanya dengan tudung jubah miliknya.

"Kenapa?" Megi mengkhawatirkan perubahan wajah Ambareesh yang semakin berkulit pucat.

"Tidak ada apa-apa"

Teriakan itu, mengingatkan masa sulit Ambareesh di pusat penelitian itu.

Ambareesh harus bisa menghilangkan rasa ketakutan yang masih mengumpul dibenaknya. Rasa mual dan pusing itu, seolah seperti darah rendah yang sedang menyerang Ambareesh.

Ambareesh beristiharat sejenak untuk menenangkan pikirannya. Kemudian, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.

Secara tidak sengaja, Ambareesh melihat majalah dinding yang di tempeli dengan sayembara, pengumuman, penobatan, dan aturan-aturan baru.

"Ini, membuatku jijik saat membacanya" Batin Ambareesh sambil menarik satu brosur tentang pencarian guru untuk Pangeran ke-2 Akaiakuma.

Lembar lain terjatuh saat Ambareesh pergi melanjutkan perjalanannya.

Lembar itu berisi sosok yang sedang Ambareesh cari. Yakni, Belial Ken yang telah diangkat sebagai Raja Nekoma setelah menikahi Putri Mahkota Nekoma.

Andai saja Ambareesh tau dengan lembar yang tersembunyi itu, kemungkinan besar dia tidak akan pernah bertemu dengan De luce Arnold. Bahkan, bertemu dengan Aosora Alex hanyalah kemungkinan kecil.

...----------------●●●----------------...

Perjalanan itu berakhir sebelum fajar tenggelam. Rumah yang Ambareesh cari adalah rumah kosong yang telah lama tidak berpenghuni. Rumah itu, di penuhi dengan rumput dan semak belukar.

Megi merasa ada yang tidak beres dengan latar belakang Ambareesh. Dia melihat Ambareesh yang termangun seolah dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat dihadapannya saat ini.

"Ambareesh, apa kita salah alamat?" Tanya Megi dengan hati-hati.

"Tidak, kurasa rumah yang ku cari memang tidak pernah ada" Ucap Ambareesh sambil meninggalkan tempat itu.

Ambareesh memegang dadanya yang terasa sesak. Dia ingin sekali merobek seluruh bagian dirinya untuk menghilangkan rasa sakit ini.

"*Haruskah aku melarikan diri lagi?"

"Ini membuatku lelah. Aku hanya ingin merasakan kehangatan keluarga. Sulitkah 'tuk aku mendapatkan hal sesederhana itu?"

"Ah, sepertinya aku memang harus mencari laki-laki itu didalam Kerajaan Akaiakuma*"

Ambareesh kembali menemukan tujuan keduanya.

Mereka berdua kembali ke bagian Barat daya Greendarea menggunakan sihir gerbang milik Ambareesh. Sebenarnya, hal ini sangat dilarang. Namun, apa fungsi aturan bila tidak ada yang melanggarnya? *Tolong jangan ditiru bagian yang ini.

Ambareesh dan Megi dikejutkan dengan hancurnya tempat pelatihan itu. Kebakaran dimana-mana. Teman-temannya yang terluka dan tidak sadarkan diri tergeletak secara tidak beraturan di tanah yang lembab.

"Apa yang telah telah terjadi?" Tanya keduanya bersamaan.

"Lupakan tentang bertanya semacam itu. Segeralah untuk memadamkan api sebelum para Prajurit Iblis menyadarinya" Lirih Ambareesh sambil mengeleng kepalanya agar bisa berpikir secara spontan.

Api itu berhasil padam setelah 15 menit berlalu Ambareesh memadamkannya dengan sihir miliknya.

"Sialan!" Ambareesh memaki karena ini adalah tindakan seseorang yang tidak memiliki otak.

Kemudian, Ambareesh membantu Megi untuk menggunakan Heal-nya (Sihir penyembuhannya) kepada 26 orang disana yang terluka.

Kapasitas mana Ambareesh tidak terbatas. Sehingga, dia tidak akan merasa lelah meski telah mengeluarkan energi sihir dalam jumlah banyak dalam jangka yang berdekatan.

Dari 49 peserta didik. Hanya 34 orang saja yang mampu untuk menjadi prajurit untuk pelebaran wilayah Tenggara Akaiakuma.

"Ini menjengkelkan. Kenapa kau harus bertindak sejauh ini Luka?" Ambareesh sangat marah pada Luka. Dia menarik kera Luka dengan erat.

Luka tidak berani menatap balik Ambareesh. Dia menyesali dengan apa yang telah terjadi dihadapannya.

Tera masih saja membela Luka. Dia menarik lengan Ambareesh yang kuat untuk melepaskan kakaknya.

"Ambareesh! Dia hanya ingin memperjuangkan hak-hak kami saja!" Tegasnya.

"Hak?" Ambareesh bertanya sambil melihat Tera. "Hak apa yang kau bicarakan disini? Menuntut kebebasan? HAHA! Kebebasan tidak dituntun melalui suara mana yang paling banyak diantara kubu-kubu itu. Kebebasan, hanya bisa diraih melalui tindakan. Sadarilah akan fakta itu" Ucap Ambareesh.

Tera terdiam karena ucapan Ambareesh tidak salah.

Megi menepuk bahu Ambareesh. "Ambareesh, atur intonasimu. Dia perempuan" Ucap Megi.

"Apa peduliku bila dia perempuan? Saat di medan perang nanti, musuhmu tidak akan melihatmu sebagai laki-laki ataupun perempuan. Dimataku pun, seperti itu. Aku memandang segalanya itu setara. Baik wanita tua, wanita muda, wanita hamil, remaja perempuan, anak-anak, ataupun bayi. Bila memang mereka adalah musuhku, aku tidak segan untuk melesatkan pedangku ke arah mereka" Ucap Ambareesh sambil melirik Megi dengan wajahnya yang datar.

"Aku akan menilai segalanya dari sudut pandang lain. Bila musuhku membutuhkan pertolongan, aku tidak akan segan untuk menolongnya" Lanjut Ambareesh.

Ambareesh telah mengalami diskriminasi sejak kecil. Sehingga, Ambareesh membentuk keyakinan dihatinya untuk memandang semua jenis makhluk itu setara baik dari gender maupun dari ciri khas yang membedakan mereka.

Megi dan Tera melepas Ambareesh. Mereka berdua memiliki ketakutan yang sama terhadap Ambareesh yang teguh dengan pendiriannya itu.

Luka hanya bisa meminta maaf kepada Ambareesh.

"Jangan meminta maaf padaku. Aku tidak merasa kau telah berbuat salah dengan ku. Pergilah menuju tempat orang-orang yang terluka itu dan minta maaflah dengan benar. Cih, menjengkelkan sekali!"

Ambareesh melepas kera baju Luka dan segera beristirahat karena esok adalah mereka sebanyak 34 orang untuk menuju di Istana Akaiakuma sebelum keberangkatan mereka.

...----------------●●●----------------...

Sebelum Fajar terbit, sebanyak 34 òrang itu telah dikumpulkan disatu titik untuk bertemu dengan pasukan yang lainnya.

Pasukan pemuda sejumlah 34 orang itu dan beberapa pasukan muda dari prajurit-prajurit baru hingga kini berjumlah 50 orang, diwajibkan untuk berada di garda terdepan untuk penyerangan.

"SUDAH KUKAKATAN! KITA INI! HANYA DIJADIKAN UMP-Diam" Ambareesh menggunakan sihir pengucapannya untuk mendiamkan Luka.

Ambareesh menepuk punggung Luka dan mendekatkan bibirnya pada telinga Luka. "Tenanglah, Kalian berempat tidak akan mati selama ada aku disekitar kalian" Ucap Ambareesh.

Hanya 34 orang itu yang tidak memakai Zirah pelindung. Keberhasilan mereka untuk kembali dengan selamat, hanya sedikit peluangnya.

Dihadapan Mereka adalah pasukan terbaik Kerajaan Heraklesh. Kerajaan Heraklesh adalah kerajaan tertua bangsa Siluman ras serigala. Bangsa siluman ras ini, adalah bangsa siluman terkuat kedua setelah ras rubah putih.

"PASUKAN GARDA TERDEPAN! MAJULAH! HINGGA DARAH PENGHABISAN UNTUK AKAIAKUMA DAN RAJA DE LUCE!!!!" Ucap komandan mereka.

"Raja Akaiakuma sialan, Dia ternyata selicik ini untuk memperkecil populasi kami sebagai Bangsa Non-Iblis"

Semua orang yang berada dibarisan depan berlari untuk melakukan penyerangan.

Pasukan Kerajaan Heraklesh bagian terdepan, melesatkan anak panah mereka yang beracun.

Ambareesh berjalan dengan santai dan berusaha untuk tidak terburu. Dia menengadahkan salah satu tangannya ke langit.

"Sihir ledakan, **Angin"

"WOSH! BWOSH**!"

Ambareesh mengeluarkan sihirnya di udara dan membuat arah anak panah yang melesat itu berantakan dan jatuh ke tanah begitu saja.

Sosok Iblis yang selalu memantau Ambareesh, menyeringai lebar dari kejauhan sambil duduk diatas dahan pohon besar.

"Haha, Alfarellza jalan kehidupanmu sangatlah mulus dan sangat teratur. Itu tidak diragukan lagi karena jiwamu itu, diciptakan atas sifat kesempurnaan yang sempurna. Ah~ Bila seperti ini terus, aku bisa kalah darimu untuk mendapatkan Aosora Arthur" Iblis itu, tertawa sambil menutup mata dengan tangan kirinya. Dia menarik rambutnya kebelakang dan warna iris matanya berbeda satu sama lain.

Episodes
1 BAB 1 PROLOG [Kematian]
2 BAB 1 [Malaikat Berdarah Dingin]
3 BAB 1 [Penghianatan Dan Kebusukan]
4 BAB 1 [Objek 227]
5 BAB 1 [Neraka Dan Keinginan]
6 BAB 1 [Keberuntungan]
7 BAB 1 [Guru]
8 BAB 1 [Alba Bianca]
9 BAB 1 [Rasa Yang Paling Ditakuti]
10 BAB 1 [Sosok Yang Sama]
11 BAB 1 [Perjuangan Tulus]
12 BAB 1 [Awal Dari Kehidupan Barunya]
13 BAB 1 [Teman Dan Penghianat]
14 BAB 1 [Penyimpangan Sosial]
15 Bab 1 [Akademi]
16 BAB 1 [Masa Orientasi]
17 BAB 1 [Pelatihan Dan Kabar]
18 BAB 1 [Pertempuran]
19 BAB 1 [AKHIR PERTEMPURAN DAN PERTEMUAN]
20 BAB 1 [Pekerjaan Baru]
21 BAB 1 [De luce Arnold]
22 BAB 1 [Kagum Atau Suka]
23 BAB 1 [Tenggelam]
24 BAB 1 [Cerberus Dan Serigala Sihir]
25 BAB 1 [Tentang De luce Arnold]
26 BAB 1 [Rencana Berikutnya]
27 BAB 1 [Permulaan]
28 BAB 1 [Rasa Asing Dan Kerinduan]
29 BAB 1 [Ingin Memelukmu]
30 BAB 1 [Markas Para Bandit Aokuma]
31 BAB 1 [Ketemu Lagi]
32 BAB 1 [Kelemahannya]
33 BAB 1 [Posisi Ha nashi]
34 BAB 1 [Hubungan]
35 BAB 1 [Persaudaraan]
36 BAB 1 [Hanya Untukmu]
37 BAB 1 [Pemaksaan]
38 BAB 1 [Tujuan Akhir]
39 BAB 1 [Misi Terakhir]
40 BAB 1 EPILOG [Kematian & Kutukan]
41 BAB 2 PROLOG [Aosora Arthur]
42 BAB 2 [Kehidupan Baru]
43 BAB 2 [Harta Terbesar]
44 BAB 2 [Rahasia Marsyal]
45 BAB 2 [Ingatan]
46 BAB 2 [Orang Tidak Normal]
47 BAB 2 [Naomy Xilea]
48 BAB 2 [Kebenaran 1]
49 BAB 2 EPILOG [Kebangkitan]
50 BAB 3 PROLOG [Pertemuan dan Tugas]
51 BAB 3 [Serpihan Ingatan]
52 BAB 3 [Kemiripan]
53 BAB 3 [Pulang]
54 BAB 3 [Naluri]
55 BAB 3 [Kebencian]
56 BAB 3 [Nyasar]
57 BAB 3 [Kegigihan Aosora Arthur]
58 BAB 3 [Taruhan]
59 BAB 3 [Artl Kyzen]
60 BAB 3 [Percobaan]
61 BAB 3 [Firasat]
62 BAB 3 [Dua Titisan Dan Ruri]
63 BAB 3 [Penerimaan]
64 BAB 3 [Kegilaan]
65 BAB 3 [Anggota Baru]
66 BAB 3 [Aoelabi Darla]
67 Bab 3 [Sosok Aosora Arthur]
68 BAB 3 [Tubuh]
69 BAB 3 EPILOG [Kesadaran]
70 BAB 4 PROLOG [Ilusi]
71 BAB 4 [Kepulangan]
72 BAB 4 [Kemampuan]
73 BAB 4 [Kedatangan Alba ve Ranu]
74 BAB 4 [Pertemuan Yang Tidak Direncanakan]
75 BAB 4 [DI LEMA]
76 BAB 4 [Istirahat]
77 BAB 4 [Berbaikkan]
78 BAB 4 [Razel]
79 Bab 4 [Hal Baru]
80 BAB 4 [Pengubah Alur]
81 BAB 4 [Kabar Baik]
82 BAB 4 [Gangguan]
83 BAB 4 [Percayalah]
84 BAB 5 PROLOG [Deklarasi I]
85 BAB 5 [Pertama]
86 BAB 5 [Luciel Sang Malaikat Jatuh]
87 BAB 5 [Kesadaran]
88 BAB 5 [Harta Terpenting]
89 BAB 5 [Kebangkitan Gairah]
90 BAB 5 [Sosok Yang Mencintai]
91 BAB 5 [Ketahuan]
92 BAB 5 [Perubahan Berskala]
93 BAB 5 [Genderang]
94 BAB 5 [Pembebasan]
95 BAB 5 [Kerinduan]
96 BAB 5 [Sistem Monarki]
97 BAB 5 [Penculikan Dua Orang Besar]
98 BAB 5 [Kompasku]
99 BAB 5 [Nakal Dikit, Gak Ngaruh]
100 BAB 5 [Napas Buatan]
101 BAB 5 [Sosok Yang Dicari]
102 BAB 5 [Keraguan]
103 BAB 5 [Saingan]
104 BAB 5 [Hobi Daeva?]
105 BAB 5 [Alasan Takdir Harus Di Rahasiakan]
106 BAB 5 [Waspada]
107 BAB 5 [Jangan Meninggalkannya]
108 BAB 5 [Elf Tanpa Marga-1]
109 BAB 5 [Elf Tanpa Marga-2]
110 BAB 5 [Elf Tanpa Marga-3_Selesai]
111 BAB 5 [Artl Kyzen 2]
112 BAB 5 [Artl Kyzen-3_Selesai]
113 BAB 5 [Kambuh]
114 BAB 5 [Kesalahan Besar]
115 BAB 5 [De luce Arnold_Selesai]
116 BAB 5 [Kebangkitan dan Pemulihan]
117 Bab 5 Epilog [Kembali]
118 BAB 6 [Kedatangannya Dalam Fisik Lain]
119 BAB 6 [Mengeluarkan]
120 BAB 6 [Ketidaksadaran Alter]
121 BAB 6 [Tipu Muslihat]
122 BAB 6 [Keraguan Alder]
123 BAB 6 (Rencana)
124 BAB 6 (Doa dan Diam)
125 BAB 6 [Protagonis Lain]
126 BAB 6 (Perbedaan Keduanya)
127 BAB 6 [Sisi Tak Aman]
128 BAB 6 [Pengusik]
129 BAB 6 [Sisi Lain]
130 BAB 6 [Kesadaran]
131 BAB 6 [Tekad Untuk Hidup]
132 BAB 6 [Jalan Hidup]
133 BAB 6 [Pertemuan Yang Tak Disengaja]
134 BAB 6 [Kesinisan]
135 BAB 6 [Makan Malam]
136 BAB 6 [Janji Mati dan Permintaan Akhir]
137 BAB 6 [Serangan Dalam]
138 BAB 6 [Kehilangan]
139 BAB 6 [Perpisahan]
140 BAB 6 [Pembebasan Archie II]
141 BAB 6 [OVT]
142 BAB 6 [Rencana Penghianatan Luciel]
143 BAB 6 [Keinginan]
144 BAB 6 [Pemulaan Rencana Luciel]
145 BAB 6 [Perasaan Tersembunyi]
146 BAB 6 [Ketetapan Tekad Luciel]
147 BAB 6 [Menuju Rencana Luciel]
148 BAB 6 [Misi Di Aokuma-1]
149 BAB 6 [Misi Yang Terganggu]
150 BAB 6 [Pilih Yang Mana]
151 BAB 6 [Keaslian]
152 BAB 6 [Pertunjukan Atas Namamu]
153 BAB 6 [Permainan Akhir]
154 BAB 6 [Pertengahan Rencana Luciel]
155 BAB 6 [Keberuntungan]
156 BAB 6 [Mending Gak Tanya]
157 BAB 6 [Di Lema II]
158 BAB 6 [Buat Aku Penasaran]
159 BAB 6 [Saling Memanfaatkan]
160 BAB 6 [Pertunjukkan Terakhir Luciel-Penyerangan]
161 BAB 6 [Akhir Dari Rencana Luciel]
162 BAB 6 [Awal dari Akhir]
163 EPILOG [TAMAT]
Episodes

Updated 163 Episodes

1
BAB 1 PROLOG [Kematian]
2
BAB 1 [Malaikat Berdarah Dingin]
3
BAB 1 [Penghianatan Dan Kebusukan]
4
BAB 1 [Objek 227]
5
BAB 1 [Neraka Dan Keinginan]
6
BAB 1 [Keberuntungan]
7
BAB 1 [Guru]
8
BAB 1 [Alba Bianca]
9
BAB 1 [Rasa Yang Paling Ditakuti]
10
BAB 1 [Sosok Yang Sama]
11
BAB 1 [Perjuangan Tulus]
12
BAB 1 [Awal Dari Kehidupan Barunya]
13
BAB 1 [Teman Dan Penghianat]
14
BAB 1 [Penyimpangan Sosial]
15
Bab 1 [Akademi]
16
BAB 1 [Masa Orientasi]
17
BAB 1 [Pelatihan Dan Kabar]
18
BAB 1 [Pertempuran]
19
BAB 1 [AKHIR PERTEMPURAN DAN PERTEMUAN]
20
BAB 1 [Pekerjaan Baru]
21
BAB 1 [De luce Arnold]
22
BAB 1 [Kagum Atau Suka]
23
BAB 1 [Tenggelam]
24
BAB 1 [Cerberus Dan Serigala Sihir]
25
BAB 1 [Tentang De luce Arnold]
26
BAB 1 [Rencana Berikutnya]
27
BAB 1 [Permulaan]
28
BAB 1 [Rasa Asing Dan Kerinduan]
29
BAB 1 [Ingin Memelukmu]
30
BAB 1 [Markas Para Bandit Aokuma]
31
BAB 1 [Ketemu Lagi]
32
BAB 1 [Kelemahannya]
33
BAB 1 [Posisi Ha nashi]
34
BAB 1 [Hubungan]
35
BAB 1 [Persaudaraan]
36
BAB 1 [Hanya Untukmu]
37
BAB 1 [Pemaksaan]
38
BAB 1 [Tujuan Akhir]
39
BAB 1 [Misi Terakhir]
40
BAB 1 EPILOG [Kematian & Kutukan]
41
BAB 2 PROLOG [Aosora Arthur]
42
BAB 2 [Kehidupan Baru]
43
BAB 2 [Harta Terbesar]
44
BAB 2 [Rahasia Marsyal]
45
BAB 2 [Ingatan]
46
BAB 2 [Orang Tidak Normal]
47
BAB 2 [Naomy Xilea]
48
BAB 2 [Kebenaran 1]
49
BAB 2 EPILOG [Kebangkitan]
50
BAB 3 PROLOG [Pertemuan dan Tugas]
51
BAB 3 [Serpihan Ingatan]
52
BAB 3 [Kemiripan]
53
BAB 3 [Pulang]
54
BAB 3 [Naluri]
55
BAB 3 [Kebencian]
56
BAB 3 [Nyasar]
57
BAB 3 [Kegigihan Aosora Arthur]
58
BAB 3 [Taruhan]
59
BAB 3 [Artl Kyzen]
60
BAB 3 [Percobaan]
61
BAB 3 [Firasat]
62
BAB 3 [Dua Titisan Dan Ruri]
63
BAB 3 [Penerimaan]
64
BAB 3 [Kegilaan]
65
BAB 3 [Anggota Baru]
66
BAB 3 [Aoelabi Darla]
67
Bab 3 [Sosok Aosora Arthur]
68
BAB 3 [Tubuh]
69
BAB 3 EPILOG [Kesadaran]
70
BAB 4 PROLOG [Ilusi]
71
BAB 4 [Kepulangan]
72
BAB 4 [Kemampuan]
73
BAB 4 [Kedatangan Alba ve Ranu]
74
BAB 4 [Pertemuan Yang Tidak Direncanakan]
75
BAB 4 [DI LEMA]
76
BAB 4 [Istirahat]
77
BAB 4 [Berbaikkan]
78
BAB 4 [Razel]
79
Bab 4 [Hal Baru]
80
BAB 4 [Pengubah Alur]
81
BAB 4 [Kabar Baik]
82
BAB 4 [Gangguan]
83
BAB 4 [Percayalah]
84
BAB 5 PROLOG [Deklarasi I]
85
BAB 5 [Pertama]
86
BAB 5 [Luciel Sang Malaikat Jatuh]
87
BAB 5 [Kesadaran]
88
BAB 5 [Harta Terpenting]
89
BAB 5 [Kebangkitan Gairah]
90
BAB 5 [Sosok Yang Mencintai]
91
BAB 5 [Ketahuan]
92
BAB 5 [Perubahan Berskala]
93
BAB 5 [Genderang]
94
BAB 5 [Pembebasan]
95
BAB 5 [Kerinduan]
96
BAB 5 [Sistem Monarki]
97
BAB 5 [Penculikan Dua Orang Besar]
98
BAB 5 [Kompasku]
99
BAB 5 [Nakal Dikit, Gak Ngaruh]
100
BAB 5 [Napas Buatan]
101
BAB 5 [Sosok Yang Dicari]
102
BAB 5 [Keraguan]
103
BAB 5 [Saingan]
104
BAB 5 [Hobi Daeva?]
105
BAB 5 [Alasan Takdir Harus Di Rahasiakan]
106
BAB 5 [Waspada]
107
BAB 5 [Jangan Meninggalkannya]
108
BAB 5 [Elf Tanpa Marga-1]
109
BAB 5 [Elf Tanpa Marga-2]
110
BAB 5 [Elf Tanpa Marga-3_Selesai]
111
BAB 5 [Artl Kyzen 2]
112
BAB 5 [Artl Kyzen-3_Selesai]
113
BAB 5 [Kambuh]
114
BAB 5 [Kesalahan Besar]
115
BAB 5 [De luce Arnold_Selesai]
116
BAB 5 [Kebangkitan dan Pemulihan]
117
Bab 5 Epilog [Kembali]
118
BAB 6 [Kedatangannya Dalam Fisik Lain]
119
BAB 6 [Mengeluarkan]
120
BAB 6 [Ketidaksadaran Alter]
121
BAB 6 [Tipu Muslihat]
122
BAB 6 [Keraguan Alder]
123
BAB 6 (Rencana)
124
BAB 6 (Doa dan Diam)
125
BAB 6 [Protagonis Lain]
126
BAB 6 (Perbedaan Keduanya)
127
BAB 6 [Sisi Tak Aman]
128
BAB 6 [Pengusik]
129
BAB 6 [Sisi Lain]
130
BAB 6 [Kesadaran]
131
BAB 6 [Tekad Untuk Hidup]
132
BAB 6 [Jalan Hidup]
133
BAB 6 [Pertemuan Yang Tak Disengaja]
134
BAB 6 [Kesinisan]
135
BAB 6 [Makan Malam]
136
BAB 6 [Janji Mati dan Permintaan Akhir]
137
BAB 6 [Serangan Dalam]
138
BAB 6 [Kehilangan]
139
BAB 6 [Perpisahan]
140
BAB 6 [Pembebasan Archie II]
141
BAB 6 [OVT]
142
BAB 6 [Rencana Penghianatan Luciel]
143
BAB 6 [Keinginan]
144
BAB 6 [Pemulaan Rencana Luciel]
145
BAB 6 [Perasaan Tersembunyi]
146
BAB 6 [Ketetapan Tekad Luciel]
147
BAB 6 [Menuju Rencana Luciel]
148
BAB 6 [Misi Di Aokuma-1]
149
BAB 6 [Misi Yang Terganggu]
150
BAB 6 [Pilih Yang Mana]
151
BAB 6 [Keaslian]
152
BAB 6 [Pertunjukan Atas Namamu]
153
BAB 6 [Permainan Akhir]
154
BAB 6 [Pertengahan Rencana Luciel]
155
BAB 6 [Keberuntungan]
156
BAB 6 [Mending Gak Tanya]
157
BAB 6 [Di Lema II]
158
BAB 6 [Buat Aku Penasaran]
159
BAB 6 [Saling Memanfaatkan]
160
BAB 6 [Pertunjukkan Terakhir Luciel-Penyerangan]
161
BAB 6 [Akhir Dari Rencana Luciel]
162
BAB 6 [Awal dari Akhir]
163
EPILOG [TAMAT]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!