Part 12

"Kamu kenapa Nin? Kok lesu banget hari ini?"tanya Monic.

Anindya hanya menatap sekilas pada sosok sahabatnya itu, lalu kembali menatap mie ayam di depannya yang terus ia aduk itu. Baru saja satu hari William pergi, tapi itu sudah membuat semangat Anindya berkurang.

"Ditanya malah diem bae, sudah makan tuh mie ayamnya. Nanti melar terus berubah jadi cacing, baru tahu rasa loh,"ujar Monic lagi.

Anindya hanya mencebik kan bibirnya, tetapi tangan gadis itu terlihat mulai menyuapi mie ayam ke dalam mulutnya.

Anindya dan Monic kembali menikmati mie ayam mereka, yang mereka beli pada seorang penjual di samping kantor dimana keduanya bekerja.

Saat tengah asik menikmati mie ayam mereka, seorang office girl dengan seragam persis seperti Anindya berlari ke arah mereka.

"Anin! Anin! Gawat Nin, di depan ada ibu-ibu ngamuk cariin kamu,"ujar OG itu dengan nafas tersengal.

Kening Anindya mengernyit. Ibu-ibu? Ibunya Anindya kan sudah meninggal? Lantas siapa sosok yang dikatakan oleh rekannya itu.

"Kamu nggak habis buat masalah kan Nin?"ujar Monic.

"Nggak ini, emang siapa sih?"tanya Anindya.

"Enggak tahu Nin, lebih baik kamu ke depan sekarang."

Anindya gegas meninggalkan mie ayamnya mengikuti sosok rekan kerjanya itu. Sedangkan Monic masih pergi ke paman penjual untuk membayar mie ayam miliknya dan Anindya.

Di depan gedung perkantoran cabang Bavers Group itu terlihat Yuri, Ibunya Yoga tengah berbuat ulah dengan Prita.

Wanita itu berteriak memanggil-manggil Anindya dan terus memberontak kala security berusaha menahan agar keduanya tidak masuk ke dalam kantor tersebut.

"Ck, ternyata dua mak lampir,"decap Anindya.

"Kamu kenal mereka, Nin?"tanya Monic.

"Itu yang pakai sanggul sama kebaya, namanya Bu Yuri, ibunya Mas Yoga,"ucapnya seraya menunjuk ke arah Yuri.

"Satunya itu, Kamu ingat nggak? Aku pernah cerita Mas Yoga yang ketahuan selingkuh sebelum akad. Nah, itu yang cewek itu selingkuhannya,"lanjutnya lagi.

Monic terperangah saat mendengar penjelasan Anindya tentang dua wanita yang tengah berbuat ulah itu.

Pada pernikahan Anindya, saat itu Monic izin pulang lebih dulu karena ada keperluan mendesak. Dan ketika ia kembali, tiba-tiba kabar pernikahan sang sahabat gagal karena selingkuhnya Yoga.

"Wah, nggak tahu malu sekali mereka Nin. Datang kesini,"saut Monic.

Yuri dan Prita yang tengah diliputi amarahnya saat kedua netra mereka tidak sengaja melihat sosok Anindya yang tengah berdiri di antara kerumunan para karyawan itupun. Sontak saja membuat keduanya berteriak memanggil Anindya, dan Yuri yang memiliki tubuh gempal itu mendorong security di depannya.

"Minggir! Hey Anin, sini kamu! Dasar wanita bar-bar,"pekik Yuri berjalan mendekati Anindya dan Monic.

Anindya yang tahu tubuhnya tidak akan bisa mengalahkan tubuh gempal Yuri. Pada akhirnya memilih bersembunyi dibalik tubuh Monic.

"Loh Nin, kenapa kamu sembunyi?"

"Aku nggak bakal bisa ngalahin dia, Nic. Tubuh Aku kalah jauh,"ujar Anindya.

"Nah dikira Aku bisa lawan tubuh segede gaban itu ya,"gerutu Monic.

Yuri yang telah berdiri di depan Monic berusaha menggapai tubuh kecil Anindya. Sementara Prita, terlihat wanita itu tengah berusaha menahan security perusahaan.

"Sini kamu! Jangan sembunyi. Dasar wanita bar-bar, untung anak Saya nggak jadi nikah sama kamu,"maki Yuri.

"Saya juga syukur nggak nikah sama anak ibu yang tukang selingkuh,"saut Anindya memperlihatkan kepalanya pada Yuri lalu kembali bersembunyi di balik tubuh Monic.

Monic tampak kewalahan, karena tubuhnya yang terus di geser-geser, di putar oleh Anindya agar menjadi tameng gadis itu.

"Kamu kalau sudah nikah itu jangan kegatelan. Sudah tahu Yoga punya tunangan masih saja gatel, sampai maksa jadi istri kedua."

Yuri masih berusaha meraih tubuh Anindya dengan tangan berlemaknya yang terus saja gagal menjangkau tubuh Anindya.

"Siapa yang mau jadi istri kedua?"balas Anindya.

Yuri berhenti lalu berkacak pinggang di depan tubuh Monic. Dengan demikian, tubuh Monic pun berhenti digerakkan Anindya.

"Kamu! Gadis tidak tahu malu, ngebet jadi mantu saya sampai maksa Yoga sampai dorong anak saya,"sungut Yuri.

Anindya terdiam, cerita yang Yuri katakan sepertinya melenceng jauh dari kenyataan yang ada. Mana ada seorang Anindya memaksa Yoga menjadikannya istri kedua? Yang ada, pria itulah mengemis-ngemis padanya.

Lagipula, Anindya sudah punya William yang jauh lebih tampan walaupun hanya berstatus seorang OB.

Kesalahan cerita itu, membuat Anindya tidak tahan lagi. Terlebih mulut pedas Yuri yang masih saja memakinya sebagai wanita murahan. Anindya menyingkirkan tubuh Monic dari depannya, membuat kini ia bisa melihat secara langsung wajah arogan Yuri.

"Bu Yuri, sepertinya Anda salah paham. Anak andalah yang ngemis-ngemis buat balikan dan ngajak Saya nikah, padahal sudah jelas Saya sudah menikah,"sungut Anindya dengan suara lantangnya.

Tidak ingin kalah dari Yuri, Anindya juga melakukan hal yang sama dengan berkacak pinggang. Jadilah, ibarat kata satu lidi melawan seikat lidi.

Satu lidinya Anindya yang bertubuh kurus, dan seikat lidinya Yuri yang bertubuh gempal.

"Halah, Yoga sudah menceritakan semuanya sama Saya, dasar murahan,"maki Yuri lagi.

Muak terus dihina dengn kalimat yang tak mengenakan. Anindya mendorong tubuh gempal Yuri hingga wanita itu tersungkur di atas lantai.

Semua orang terperangah melihat keberanian Anindya itu. Terlebih Monic yang tampak khawatir akan akibat jika Anindya terus lepas kontrol.

"Putra Anda itu yang murahan, suka celap-celup sana sini. Saya beritahu kebenarannya ya Bu, Mas yoga lah yang mengemis dan ingin menikahi Saya. Bahkan sebelum Saya menikah, putra ibu itu sering menunggu Saya dan mengganggu Saya,"ucap Anindya lantang.

Anindya sudah menjalani kerasnya hidup sedari kecil. Jangan kira, dia akan lemah dan diam saja ketika seseorang menghinanya.

Tidak akan, dia tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena Anindya tahu, hanya dirinyalah yang bisa membela diri sendiri.

" Kamu! Dasar anak pelacur,"seru Prita yang berlari mendekati Yuri dan hendak menolong wanita itu.

Tetapi selanjutnya justru Prita memekik kesakitan karena rambut yang baru saja ia catok ditarik Anindya membuat tubuh wanita itu tersungkur juga.

"P*lacur, kamu lah yang p*lacur,"pekik Anindya seraya menghadiahkan dua tamparan pada pipi Prita.

Monic yang melihat Anindya sudah diluar batas pun menarik tubuh gadis itu agar menjauh dari Yuri dan Prita yang meringis kesakitan itu.

"Lepasin Aku, Monic! Mereka kalau nggak dikasih pelajaran semakin jadi saja. Biar Aku sumpal mulutnya,"ucap Anindya berusaha melepaskan dirinya dari cekalan Monic.

"Stop Nin, ini di perusahaan. Nanti kamu bisa di pecat, lihat banyak orang yang melihat kamu,"ujar Monic mengingatkan sahabatnya itu.

Benar saja, saat Anindya tengah berusaha melepaskan diri dari Monic. Seorang pria berstatus manajer mendatangi kerumunan itu.

" Apa-apaan ini? Siapa mereka,"ucap manajer itu marah.

Security yang tadi menahan Prita pun maju dan menjelaskan siapa dua sosok wanita yang tengah meringis kesakitan di atas lantai itu. Dan menjelaskan kejadian yang telah terjadi.

Kedua netra manajer itu pun menatap Anindya dengan tatapan sulit dibaca.

"Kalian bereskan dua orang asing ini, dan kamu..."ujar manajer itu menunjuk Anindya.

"Ikut ke ruangan Saya,"ucap manajer itu lalu berlalu.

Dua security tadi pun gegas mengusir Yuri dan Prita dari area kantor. Sementara Anindya yang telah sadar dari kekalapannya itu pun melangkah lemas.

" Semoga Kamu tetap bisa kerja disini ya Nin,"ujar Monic.

" Semoga saja, Aku pergi ke ruangan manajer dulu ya, Mon,"balas Anindya.

***

TBC

Terpopuler

Comments

shadowone

shadowone

ibunya yoga

2023-08-16

0

الفريزة

الفريزة

waduh..dikit amat thor 😔
lama ditunggu... lanjut Thor

2023-08-01

0

ardiana dili

ardiana dili

lanjut

2023-08-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!