Tujuh tahun pernikahan.
...🍀🍀🍀...
Sandi terus memukuli Edgar untuk melampiaskan amarahnya, namun beberapa orang melerai mereka hingga membuat Sandi tambah murka.
''Bajingan kamu Edgar! Aku nggak nyangka kalau kamu bisa ngelakuin hal serendah ini!''
''LEPASKAN!'' Sandi berteriak dan memberontak.
''Apa kau sudah gila! Kau berani memukul Kakak mu, Hah! Akan aku jelaskan nanti San, tapi sekarang aku harus bertemu Nadira terlebih dahulu.''
''Persetan kau bajingan!'' Sandi ingin memberikan bogem mentah lagi pada Edgar, namun ia masih di halangi oleh beberapa orang.
''Sudah sudah, lebih baik selesaikan masalah kalian di rumah! Jangan buat keributan di sini dan mempermalukan harga diri kalian lagi.'' Ucap pak walikota dengan nada kesal.
''Mas Sandi, ayo pulang.'' Rima memegang tangan Sandi, namun Sandi menepisnya dengan kasar.
PLAAK!
''Jangan menyentuhku! Dasar wanita murahan. Kau tidak lebih dari seorang pe la cur! Bagaimana bisa kau tega melakukan hal biadab seperti ini RIMA.''
''Mas, aku jelasin tapi tidak di sini. Aku malu Mas, ayo kita pulang kerumah.''
''Kau punya malu! Tapi kenapa saat bercocok tanam dengan kakak ku kau tidak merasa malu, Hah!''
''Mass ... ayo kita pulang dan selesaikan di rumah.''
Mereka bertiga terpaksa pulang ke rumah, namun dengan pikiran dan emosi yang masih tersulut. Di mana Sandi masih ingin memberikan pelajaran pada Kakaknya, Rima yang ingin menghajar Nadira, termasuk Edgar yang ingin meminta penjelasan pada istrinya.
•
•
•
Tiga belas menit berlalu ... Mobil Edgar telah sampai di pekarangan rumah. Mereka bertiga keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah ... namun saat membuka pintu, mereka terdiam melihat Nadira yang tengah duduk disofa menunggu kedatangan mereka.
''Nadira, sayang ...''
Nadira diam dengan tatapan dingin, menatap lurus kedepan.
''Sayang ...'' Edgar berjalan menghampiri Nadira dan berlutut memegang pergelangan tangan Nadira, sambil menghapus sudut matanya. ''Nadira, teganya kau begini PADA SUAMI MU SENDIRI ...'' Teriak Edgar.
Nadira menoleh dan menatap Edgar dengan dingin, ''Kau berharap aku akan memaafkan semua perbuatan mu? Yaaa ... aku yang melakukannya dan itu pantas kau dapatkan.''
Edgar membelalakan kedua matanya, ia tidak percaya jika Nadira ternyata belum memaafkan kesalahannya. ''Isriku ...'' Ucap Edgar memegang bahu Nadira, namun Nadira segera berdiri dari duduknya dan menatap Rima.
''Kau berselingkuh dengan adik iparmu, melakukan perzinahan disetiap sudut rumah ini! Bahkan kau masih bermain perempuan di luar sana. Apa kau pikir aku tidak tau jika kau sering bermain perempuan di luar sana.''
Edgar diam dengan mata berkaca kaca. Berdiri menghampiri Nadira untuk menjelaskan semuanya, namun bibirnya seakan bisu melihat Nadira menatapnya dengan tajam.
''Ayo bantah jika perkataan ku tidak benar.'' Ucap Nadira dengan nada menekan, lalu melanjutkan perkataannya. ''Kau penasaran bagaimana aku bisa mengetahui semua perbuatan mu? Ha ha ha ... itu hal yang mudah Edgar!''
''Nadira ak--''
''KAU TIDAK AKAN TAU BETAPA SULITNYA MENAHAN DIRI SELAMA INI EDGAR!''
PRAAANGG!
Nadira membanting hiasan bunga ke lantai dengan nafas memburu, ia mengeluarkan kekesalannya yang selama ini dia pendam. Membuat Sandi dan Rima terdiam tidak percaya jika di depan mereka adalah Nadira yang selama ini penurut dan pendiam.
PLAK! Nadira menampar Edgar.
PLAAK!
''Bahkan sekarang kau hanya memikirkan citramu sebagai pejabat, dan tidak pernah memikirkan perasaan istrimu yang sudah terluka parah?''
Edgar diam memegang pipinya lalu melihat Nadira dan berkata, ''Tapi setidaknya aku masih mempertahankan pernikahan kita dan menjadikan mu istriku, tapi kau malah melakukan hal yang akan membuatku malu untuk selamanya Nadira.''
Nadira terkekeh.
''Apa yang kau pertahankan hmm ... hubungan kita? karir mu? atau keluarga mu? kau tidak bisa mempertahankan apapun, Edgar!''
''Tapi apa yang kau lakukan salah, Nadira.'' Rima menyahut.
''Lantas apa yang benar, perbuatan mu? hmm ...''
''Mbak, Ak--''
PLAAK!
PLAAK!
''Lebih baik kau diam! Jika tidak, aku akan merobek mulutmu.''
Rima yang takut langsung mundur kebelakang, lalu Nadira menoleh ke arah Edgar dan tersenyum.
''Baiklah ... biar aku perjelas, jika mulai hari ini dan seterusnya kita hanya orang asing yang tidak saling kenal. Mari berpisah, aku sudah membalas rasa sakit hatiku atas perbuatan mu, Ibu mu, dan Rima yang selalu memperlakukan ku semena mena selama tujuh tahun kita bersama.'' Ucap Nadira, menyeret kopernya keluar dari rumah.
Edgar terdiam tidak bisa berkata kata.
Nadira bahagia karna bisa pergi dari rumah dengan harga diri dan kehormatannya yang selama ini di injak injak oleh semua orang ... dan kini dia akan mencari kebahagiaan dengan caranya sendiri.
•
...🍀🍀🍀...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Hadeh.. masih panas ini hati aku thor... belum puas itu balan ke Edgar dan Rima ..pengennya bejek² itu muka mereka
2024-05-15
0
MFay
hajar mentalnya biar sakitnya g'bisa sembuh 💪, ayo bangkit Nadira
2024-01-23
1
Eliani Elly
💪💪💪💪
2023-07-29
1