Tujuh tahun pernikahan.
...🍀🍀🍀...
''Ahhhh ...'' Nadira berteriak sekuat tenaga di area danau, ia melepaskan rasa sakit di hatinya dengan berteriak sekuat yang dia bisa agar sesak yang ada di dalam hatinya merasa berkurang.
Nadira mengingat di mana pertama kali ia berjumpa dengan suaminya, kenangan selama tujuh tahun pernikahan dan semasa mereka berpacaran masih terbayang di benak Nadira.
Edgar adalah cinta pertamanya sewaktu sma, dia tidak pernah jatuh cinta pada lelaki mana pun selain Edgar dan sekarang cinta pertamanya sudah mengkhianati dirinya. Membuat Nadira kehilangan separuh jiwanya yang selama ini selalu melekat dalam hati dan raganya, mungkin dulu ia bisa tegar saat kedua Orangtuanya pergi meninggalkan dirinya karna masih ada Edgar memenani dirinya.
Tapi sekarang, orang yang selalu menemani dirinya dalam suka mau pun duka malah memberikan luka yang teramat dalam dan mungkin tidak akan pernah ia lupakan di seumur hidupnya.
DHUK.
Nadira berlutut lemas meratapi hidupnya yang malang, ''Tidak Nadira, kau jangan lemah hanya karna seorang laki-laki ... Hiks,'' Tetap saja airmata sialan nya terus menetes tanpa bisa di komando.
''Tante ... kenapa kau menangis?'' Tanya seseorang dari arah belakang.
Nadira menoleh dan terkejut melihat jika di belakangnya ada gadis kecil yang sangat cantik dan imut, Nadira segera menghapus air matanya dan tersenyum.
''Tidak, siapa yang menangis ... Tante hanya kelilipan.''
Gadis kecil yang baru berusia enam tahun itu mengerutkan keningnya, ''Apa Tante masih kelilipan? Sini, biar Ruby tiup mata Tante. Kata Papah, kalau kelilipan harus di tiup supaya debunya hilang.'' Ucapnya dengan nada lucu.
Ruby kecil menghampiri Naidra lalu memegang pipinya dan menipu mata Nadira secara perlahan, membuat hati Nadira menghangat kala tangan kecil menyentuh pipinya.
'Ya Allah ... perasaan apa ini? Beginikah rasanya jika aku memiliki anak?'
''Apakah mata Tante sekarang sudah sembuh?''
Nadira tersenyum dan mengangguk, ''Wah ... Ruby sangat hebat bisa menyembuhkan mata Tante.''
Terlihat Ruby kecil tersenyum bahagia.
''Eh, di mana kedua Orangtua mu, Nak? Kenapa jalan-jalan sendirian.''
''Tadi Ruby bersama Suster, tapi suster sedang membelikan Ruby eskrim. Suster menyuruh Ruby untuk menunggu disini.'' Jawabnya dengan lucu, membuat Nadira gemas dan mencubit halus pipi Ruby.
''Siapa nama mu. Nak?''
''Ruby Tante.''
Nadira tersenyum, ''Tante, adalah Tante Nadira. Rumah kamu di mana?''
''Rumah Ruby tidak di sini Tante, Ruby sama Papah sedang berkunjung ke rumah eyang ...''
Nadira mengangguk, lalu tak lama seseorang berteriak memanggil nama Ruby, yang tidak lain adalah susternya.
''Non Ruby, kirain main jauh.''
''Nggak kok, Ruby di sini sama Tante Nadira.''
Nadira dan suster saling pandang dan melempar senyum.
''Lain kali jangan di tinggal jauh yaa Mbak, takut hilang Ruby nya.''
Suster itu mengangguk. ''Iya Mbak, makasih ... kalau begitu saya pergi dulu. Ayo Non.''
Sang suster mengajak Ruby kecil pergi, Nadira melambaikan tangannya dan menatap tubuh kecil Ruby dengan nanar ... jika saja dia bisa memiliki keturunan, mungkin dia tidak akan sesepi ini.
Tak lama, ponsel Nadira berdering yang tidak lain adalah mertuanya yang menelpon. Awalnya Nadira enggan untuk menjawab, namun Ibu mertuanya ini terus terusan menelpon dirinya yang mana membuat Nadira mengalah dan menjawabnya.
(Iya bu.)
(Kamu di mana!) bentaknya dari sebrang telpon.
(Di jalan, ini mau pulang)
(Nggak usah pulang ke rumah! Ibu lagi di rumahsakit. Cepat kesini urusin Ibu.)
(Memangnya Ibu kenapa sampai bisa masuk rumahsakit?)
(Nggak usah banyak tanya kamu! Semua ini gara gara kamu, pokonya sekarang sini urusin saya!)
Nadira menghela nafasnya,(Memang Rima ke mana?)
TUT.
Sambungan telpon itu terputus dengan sepihak, membuat Nadira mencibiknya dengan kesal.
''Tenang Nadira, hanya butuh beberapa langkah lagi kamu bisa terbebas.'' Gumam Nadira, lalu melangkah pergi menuju ke rumah sakit.
•
...🍀🍀🍀...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Sandisalbiah
kamu harus secepatnya keluar dari rumah itu, Nadira.. gak baik tinggal lama² dgn keluarga toxic itu
2024-05-15
1
Eliani Elly
next
2023-07-29
1
Elena Sirregar
semangat Thor ( Nad 😁)pantang mundur
2023-06-13
0