Tujuh Tahun pernikahan.
...🍀🍀🍀...
Bu Yuyun berjalan dengan cepat setelah bertemu dengan Nadira, ia sudah tidak sabar untuk bergosip dengan Ibu Rt dan para Ibu-Ibu lainnya yang selalu nongkrong di warung langganan mereka.
Namun langkahnya terhenti ketika melihat Ibu Mumun ada di antara kerumunan Ibu-Ibu yang tengah bergosip.
'Waktu yang bagus! Aku bisa mempermalukannya.' cicit Ibu Yuyun, lalu berjalan ke arah mereka dengan santai ... seakan tidak terjadi sesuatu.
''Asalamualaikum ...''
''Walaikum'salam ...'' Jawab mereka serempak.
''Ini lagi ngobrolin apa sih Ibu-Ibu, rame benerrr.'' Ibu Yuyun duduk di sebelah Ibu Rt.
''Ini loh Jeng, kita langi ngobrolin Ibu Mumun yang baru beli emas baru. Katanya pemberian Edgar tadi pagi, enak banget yaa jadi Bu Mumun yang rezekinya selalu lancar kaya jalan tol.''
Ibu Yuyun membuang muka sambil mencibik tidak suka, namun segera ia tersenyum dan melihat Ibu Mumun yang tengah memperlihatkan gelang emas padanya.
''Hebat banget Ibu Mumun selalu bisa pakai emas ... tapi kok, saya nggak pernah ya liat menantunya pake emas.''
Ibu Mumun langsung merubah raut mukanya, namun segera ia netralkan kembali perasaannya.
''Yaa, gimana yaa ... Nadira menantu saya itu kan lagi program hamil, jadi nggak di anjurkan pake emas dulu.''
''Iya, kayanya mantu Ibu kurang beres deh Bu. Udah di periksa kedokter belum?''
Ibu Mumun hanya tersenyum, ''Sudah, tapi yaa gimana lagi Bu, walau Nadira kemungkinan besar mandul. Tapi kita kan harus menerima dan menganggap menantu itu anak sendiri ... soal anak 'kan hanya Allah yang menentukan.''
Ibu Yuyun berdecih melihat jika saingannya sudah berpura-pura baik. ''Maaf ya Ibu Mumun, tapi saya rasa jangan hanya menyelahkan Nadira saja. Umm, siapa tau jika ... anak Ibu lagi yang mandul.''
Semua orang terkejut, termasuk Ibu Mumun yang tidak menyangka kalau Yuyun akan berkata seperti itu.
''He he ... Ibu Yuyun jangan asal bicara, mana mungkin seperti itu Bu. Anak saya sehat dan bugar, nggak mungkin kalau anak saya mandul.''
''Ya, saya kan hanya nebak saja! Toh kita nggak tau bagaimana keadaan di rumah Ibu Mumun gimana, siapa tau ... di luar bak malaikat, tapi di dalam bagaikan api neraka.''
''Maksud Ibu Yuyun apa!''
''He he he ... nggak bermaksud apa apa kok, kenapa Ibu Mumun seperti kesinggung dengan perkataan saya. Saya itu lagi nyeritain tetangga kampung yang lagi geger.''
''Loh, kok saya nggak tau Ibu Yuyun. Memangnya tetangga kampung kenapa?'' Tanya Ibu Rt.
Ibu Yuyun tersenyum. ''Itu loh Bu Rt, menantu tetangga kampung yang selalu di siksa sama mertuanya ... padahal ya Bu, mertuanya itu terkenal baik, bijaksana dan rendah hati pada semua orang. Tapi ya itu, di dalam hatinya busuk! Kedoknya kebuka sendirinya jika dia selalu menyiksa menantu yang selalu berbakti padanya ... sampai-sampai ya Bu, dia tega main fisik,'' ujar Bu Yuyun dramatis, sambil melirik Ibu Mumun yang sudah kesal setengah mati.
'Apa maksudu si Yuyun ini, apa sekarang dia sedang menyindirku!' geram Ibu Mumun dalam hati.
''Tega sekali yaa.''
''Iya bener, nggak bisa di sebut manusia itu mah.''
''Titisan setan kali dia.''
''Ih, amit amit yaaa ... jangan sampai kita berteman sama manusia kejam itu.''
Semua Ibu-Ibu membicarakan Ibu mertua kejam itu, tanpa mereka tau jika mertua kejam yang mereka bicarakan itu ada di samping mereka sendiri. Bahkan ada salah satu Ibu-Ibu sampai mengutuknya hingga membuat Ibu Mumun kesal.
''Ibu-Ibu, saya pulang dulu yaa.'' Ibu Mumun langsung berdiri karna sudah merasa gerah bak di ruqiah masal.
''Mau kemana Bu, saya belum selesai bicara loh ... bahkan Ibu Mumun belum dengar kalau mertuanya itu pasti dapat karma secara kontan.''
''Karma yang pantes untuk mertua kejam seperti itu, apa jeng Yuyun.''
Bu Yuyun memandang Ibu Mumun dan mengejek di balik senyuman lebarnya.
''Tentu saja karma yang pantas untuk mertua kejam seperti itu, yaaa pasti akan jatuh miskin dan kalau dia mati ... mayatnya pasti susah untuk di kubur karna bumi nggak bakalan nerima orang yang kejam bagai binatang!'' Ucap Ibu Yuyun, yang mana membuat Ibu Mumun kesal setengah mati dan merutuki Yuyun karna sudah berani mencemoohnya hari ini.
•
...🍀🍀🍀...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
sihat dan kaya
taikkk...
2024-08-12
0
Maria Magdalena Indarti
malu deh mertua tersindir
2023-07-16
2
Tati Suwarsih Prabowi
dosa ibu2 bergosip!
2023-04-29
0