Tujuh tahun pernikahan.
...🍀🍀🍀...
Nadira melangkah jauh dari rumah Ibu mertuanya untuk menghirup udara segar, sesekali ia membuang nafas dengan kesal sambil membuang dedaunan yang dia petik tadi. Namun langkahnya terhenti ketika ia tidak sengaja melihat wanita paruh baya yang seumuran dengan mertuanya, yang tidak lain adalah Ibu Yuyun yang sedang berjalan ke arahnya sambil menelepon seseorang.
''Itukan musuhnya Ibu, kebetulan sekali aku sudah punya rencana.'' Ucap Nadira yang sudah memiliki ide cemerlang untuk memberikan pelajaran pada Ibu mertuanya.
''Hiks ...'' Nadira pura-pura menangis sambil berlari dan sengaja menubruk Ibu Yuyun.
''Aduh ... kamu nggak liat apa kalau jalan!'' Bentak Ibu Yuyun.
''Maaf, Bu ... sa-saya tidak sengaja.'' Nadira pura-pura menghapus airmatanya di depan Ibu Yuyun, yang mana Ibu Yuyun jadi salah fokus.
''Dira, kamu kenapa?'' Tanya Ibu Yuyun yang kepo.
Dira menggeleng dan berpura-pura sedikit takut, agar Ibu Yuyun bertambah penasaran dengan apa yang dia alami. ''Ti-tidak Bu, aku tidak apa apa.''
'Mencurigakan! Kenapa dengan menantu si Mumun ini, dia bisa aku mamfaatkan agar aku bisa mempermalukan si Mumun yang sok baik dan bijak sana itu.'
''Duduk dulu Dira, ayoo ... jangan seperti ini.'' Bu Yuyun menuntun Nadira untuk duduk di pos ronda sisi jalan, lalu memberikan minum pada Nadira.
Tubuh Nadira pura-pura bergetar saat mengambil air minum dari Ibu Yuyun, membuat Ibu Yuyun merasa kasihan pada Nadira.
''Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu, Dira. Ibu lihat kamu ketakutan.''
Nadira yang sudah meneguk air, langsung menangis dan menceritakan perlakuan Ibu mertuanya selama ini ... membuat Ibu Yuyun terkejut sekaligus senang mendapatkan jekpot yang pasti akan menguntungkan dirinya.
''Kamu nggak lagi bohong 'kan Nadira, eh maksud saya 'kan mertua kamu itu terkenal baik dan bijak sana oleh orang-orang kampung. Masa sih, mertua kamu begitu kejam?''
Nadira menyeka airmatanya lalu memperlihatkan luka di telapak tangannya, ''Ini adalah salah satu contoh agar Ibu percaya, aku tidak sengaja memecahkan piring dan Ibu mertuaku langsung menginjak tangan ku di atas pecahan kaca, bukan cuma itu saja ... aku selalu di hina wanita mandul yang tidak memiliki rahim, padahal bisa saja mas Edgar yang mandul.''
Ibu Yuyun menutup mulutnya terkejut. ''Ya ampun Nadira, jadi selama ini kamu tersiksa hidup satu atap sama mertua mu.''
Nadira mengangguk, ''Tapi Bu ... Nadira mohon jangan bilang bilang ke orang yaaa, Nadira takut jika Ibu mertua Dira tau dan nyiksa Dira lagi.'' Ucap Nadira, namun dalam hati ia sangat yakin jika Ibu Yuyun akan bergosip tentang hal ini pada semua orang.
''Kamu tenang aja Dira, Ibu nggak bakalan bilang sama siapa siapa.'' Ucapnya, namun dalam hati ia berkata, 'Mana mungkin aku tidak menyebarkan gosip yang akan membuat si Mumun malu! Tentu saja ini akan menjadi senjataku melawan si Mumun.'
''Kamu yang sabar ya Dira ... sudah aku duga jika Mertua mu itu memiliki dua topeng! Yang satu topeng kebaikan yang selalu di perlihatkan pada semua orang, dan satu topeng lagi yang dia pakai hanya untuk mu. Astagfirullah ... kok ada ya manusia kejam seperti itu.''
''Bu, bagaimana yaa caranya supaya aku hamil cepat. Agar mertuaku mau menerima ku dan sayang sama aku.''
''Kamu yakin jika mertua mu yang kejam itu akan nerima kamu setelah kamu memiliki anak? Kaya nya sih nggak! Lebih baik kamu Run Nadira ... Run!''
Nadira diam lalu mengangguk. ''Kalau begitu aku pergi dulu Bu, Dira ada urusan sebentar.''
''Iya, hati-hati.''
Nadira berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dengan menyunggingkan bibirnya ... ia yakin jika sebentar lagi pasti Ibu Yuyun akan beradu mulut dengan mertuanya.
•
...🍀🍀🍀...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Sandisalbiah
cerdas juga si Nadira memanfaatkan mulut julid emak² buat memukul mental mertuanya..good job
2024-05-15
2
Eliani Elly
lanjut
2023-07-29
1
Elena Sirregar
bagus kamu Dira pintar lawan aja itu mak lampir
2023-06-13
0