Bab 13 : Adu mulut dan kenyataan yang lainnya.

Tujuh tahun pernikahan.

...🍀🍀🍀...

Ibu Mumun terus menggerutu di sepanjang jalan karna kesal dengan kejadian tadi pagi, karna Nadira berhasil mempengaruhi Edgar kali ini.

''Ahhkk ... sialan! Menantu kurang ajar itu sudah berani bermain-main denganku! Awas saja jika Edgar sudah pergi, akan aku buat kamu menyesal Nadira.'' Gerutu Ibu Mumun dengan kesal, lalu duduk di bangku dan menyuapkan gorengan.

''Eh, itu 'kan si Mumun? kenapa dia marah-marah di situ, apa dia nggak takut orang lain pada tau sifat aslinya apa.'' Cici Ibu Yuyun, yang tidak sengaja melihat musuh bubuyutannya sedang menggerutu.

''Ehh Bu Mumun, sedang apa? kenapa marah marah sama gorengan ... Nanti jika orang lain lihat, di kira Ibu sudah gila.''

Ibu Mumun mendelik tidak suka melihat saingannya, ''Nggak usah ikut campur Yun, pergi sana jangan ganggu aku.''

Semakin di larang, Ibu Yuyun semakin bersemangat untuk mencampuri urusan orang lain. ''Ih, siapa yang mau ikut campur, saya 'kan hanya bertanya saja Bu ... kalau marah marah nanti cepat mati.''

Ibu Mumun berdecak sebal. ''Gemoh aku ngeladenin orang gila!''

''Bukannya Bu Mumun yaa yang udah gila, gara gara suka nyiksa menantu sendiri.''

Ibu Mumun langsung melotot. ''Jangan asal kamu ngomong! Aku itu baik yaaaa menantu saya, buktinya dia nggak bisa ngasih keturunan sama anak saya dia tetap jadi menantu saja.''

''Huhu huuu, Bu Mun. Jangan salahin Nadira terus dong, mungkin saja anakmu yang kurang perkasa! Ups.''

''Lama-lama kamu ngelunjak ya Yun!'

''Ih ... saya jadi kasian sama si Nadira, kok wanita cantik kaya Nadira mau maunya bertahan sama mertua modelan seperti kompor meleduk.''

BYUURRR ...

Bu Mumun menyiram Bu Mumun dengan air yang ada di meja, membuat Bu Mumun terkejut dan tidak terima.

''Bu Mun! apa apa Bu Mun itu nyiram saya.''

''Rasain! Makanya jangan ikut campur!''

Semua orang menghampiri kegaduhan termasuk pemilik warung yang stadbay merekam moment langka tersebut.

Sementara Yuyun yang melihat semua orang sudah berkumpul, dan Bu Mumun masih tersulut emosi langsung tersenyum dalam hatinya.

''Ohh, jadi gini sifat asli dari Bu Mumun yang di kenal baik dan alim oleh semua orang! Ternyata di balik sifat yang selalu di tunjukkan pada semua orang, rupanya ada sifat jahat di balik hati Ibu.''

Semua orang berbisik bisik.

''Saya hanya mengingatkan, kalau Ibu jangan selalu menyalahkan menantu Ibu jika belum memiliki keturunan. Anak Ibu juga perlu di pertanyakan kesuburannya! Siapa tau anak Ibu yang mandul.''

''YUYUN!''

''Apa! Benerkan apa yang saya bicarakan, dan yaa ... Ibu-Ibu di sini harus tau, jika perempuan tua ini selalu nyiksa menantunya yang baik.''

''Bohong! Dasar tukang bohong. Aku ini Hj Mumun! Awas kau yaa Yun.''

Ibu Mumun pergi dengan perasaan kesal, hari ini benar-benar hari yang sial untuknya. Sedangkan Bu Yuyun tersenyum menyeringai karna dia sudah bisa satu langkah mengalahkan saingannya.

'Rasain, emang enak!'

Di sisi lain, Nadira tengah merayu Edgar agar sang suami mengizinkan dirinya untuk ikut ke kantor.

''Dira ikut ke kantor Mas aja yaa hari ini ... Dira masih takut sama Ibu kalau nyerang tiba-tiba.''

''Ibu barusan udah pergi Dir.''

''Iya 'kan nanti Ibu datang trus kalau Ibu masih mau nyerang Dira bagaimana? Nanti tetangga pada lihat dan denger gimana kelakuan Ibu sama aku Mas ... apa mas tega kalau semua orang tau sifat Ibu yang selalu nyiksa Dira selama ini.''

'Pokonya hari ini aku harus ikut.'

Edgar terdiam sejenak, ia seperti sedang memikirkan sesuatu namun tidak lama ia mengangguk dan tersenyum. ''Yaudah hari ini ikut Mas yaaa, tapi janji sama Mas jangan di perpanjangan masalah pagi ini ya sayang.''

Nadira tersenyum dan mengangguk, ''Iya Mas, Dira maklumin Ibu kok.''

'Enak aja! Kali ini aku nggak akan ngalah dan akan membuat kalian hancur sehancur hancurnya.'

Edgar pun menyalakan mobilnya dan pergi dari rumah bersama Nadira menuju kantornya. Nadira cukup senang karna suaminya sama sekali tidak mencurigai apa yang akan dia melakukan.

Setelah lima belas menit di perjalanan, akhirnya mobil Edgar sampai di kantor dan mereka keluar dari dalam mobil bersama sama.

''Mas mau ke ruang rapat dulu sebentar, kamu tunggu di ruangan Mas dulu yaa.''

Nadira mengangguk lalu masuk ke ruangan di mana suaminya bekerja selama ini. Nadira melihat kanan kiri, sambil berpikir di mana ia akan menyembunyikan kamera kecil yang dia bawa.

''Ah, di sini saja.'' Nadira melihat kanan kiri, lalu memasang kamera itu di vas bunga yang tepat mengarah ke meja kerja Edgar. Nadira segera menutupi kamera tersembunyi itu dan berpura-pura tidak terjadi sesuatu.

''Mas Edgar kok lama banget yaa.''

Nadira keluar dari ruangan Edgar untuk mencari suaminya, namun ketika ia sudah mencari tapi Edgar tidak ada di tempat.

''Eh, Permisi Pak. Bapak tau di mana suami saya?''

''Pak Edgar?''

Nadira mengangguk. ''Tadi katanya mau ke ruang rapat.''

''Ouh, rapatnya hari ini nggak jadi Bu. Tadi saya liat Pak Edgar masuk ke ruangan Ibu Indah.'' Tunjuknya ke arah ruangan yang tertutup.

''Oh, makasih Pak.''

Nadira dengan perlahan melangkah ke ruangan ujung, ia akan berpamitan untuk pergi ke rumah sahabatnya ... namun ia tidak sengaja mendegar suara di lorong, yang membuat Nadira penasaran dan mengikuti asal suara itu.

''Ahh, jangan seperti ini di sini Mas! Nanti kalau orang lain lihat bagaimana?''

''Kamu cantik banget sih Ndah, hari ini ... bikin aku gemes.''

''Mas! Di ruangan kamu ada istri kamu, nanti dia curiga lagi.''

''Nanti kalau nggak ada istri aku, dateng ya ke ruangan aku.''

Lagi dan lagi Nadira merasa terkejut mendapati fakta bahwa suaminya kini suka bermain perempuan. Ia kira suaminya hanya bermain dengan Rima saja, tapi nyata nya ia bermain dengan teman kantornya sendiri.

'Astagfirullah Mas, belum cukup kamu menoreh luka di hatiku! Ini bukan khilaf Mas, tapi sudah menjadi penyakit.' Lirih Nadira dalam hati, sambil membekap mulutnya.

Nadira segera pergi sebelum Edgar mengetahuinya, lalu berlari ketika ia sudah di luar.

''Loh, Mabk. mau kemana? sudah ketemu sama Pak Edgar nya?''

Nadira berdehem dan mengangguk. ''Su-sudah Pak, kalau begitu saya pamit.'' Nadira segera pergi sebelum airmatanya jatuh dan semua orang melihatnya.

...🍀🍀🍀...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Hadeh.. suami kek si Edgar nih dikasihani kopi sianida aja.. buat mati perlahan

2024-05-15

1

Eliani Elly

Eliani Elly

😟😟😟

2023-07-29

1

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

edgar emang bejad

2023-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Mertua dan menantu.
2 Bab 2 : Tidak adil.
3 Bab 3 : Merasa curiga.
4 Bab 4 : Bertemu sahabat.
5 Bab 5 : Kenyataan.
6 Bab 6 : Mertua macam apa.
7 Bab 7 : Kesempatan kedua? apa kau yakin.
8 Bab 8 : Hari pertama melawan.
9 Bab 9 : Musuh Ibu mertua.
10 Bab 10 : Ibu Yuyun bergosip.
11 Bab 11 : Aku bukan pembantu.
12 Bab 12 : Langkah pertama.
13 Bab 13 : Adu mulut dan kenyataan yang lainnya.
14 Bab 14 : Bertemu anak kecil.
15 Bab 15 : Ternyata banyak pria tampan selain Edgar.
16 Bab 16 : Kehilangan jiwa.
17 Bab 17 : Sudah mendapatkan balasan.
18 Bab 18 : Hampir saja.
19 Bab 19 : Hoboh.
20 Bab 20 : Pergi dengan harga diri dan kehormatan.
21 Bab 21 : Terkejut.
22 Bab 22 : Kabur...
23 Bab 23 : Edgar yang tidak tau malu.
24 Bab 24 : Nasib Ibu Mumun.
25 Bab 25 : Katakanlah ia jahat.
26 Bab 26 : Kamar hotel.
27 Bab 27 : Salah kamar.
28 Bab 28 : Pekerjaan.
29 Bab 29 : Bertemu pria itu lagi.
30 Bab 30 : Rumah mewah.
31 Bab 31 : Rasa yang di rindukan.
32 Bab 32 : Terjebak kontrak kerja.
33 Bab 33 : Dua kehidupan yang berbeda.
34 Bab 34 : Memangnya siapa kau!
35 Bab 35 : Restu.
36 Bab 36 : Kedatangan seseorang.
37 Bab 37 : Mengajak berlibur.
38 Bab 38 : Ceroboh.
39 Bab 39 : Pepet terus.
40 Bab 40 : Kelakuan Susan.
41 Bab 41 : Dia ...
42 Bab 42 : Tidak tau diri.
43 Bab 43 : Rencana si Mantan.
44 Bab 44 : Harusnya aku yang disana ...
45 Bab 45 : Alam bawah sadar.
46 Bab 46 : Susan terkejut.
47 Bab 47 : Sesuatu yang hilang.
48 Bab 48 : Nadira bertekad.
49 Bab 49 : Perdebatan.
50 Bab 50 : Perdebatan yang tidak ada habisnya.
51 Bab 51 : Mengobrol.
52 Bab 52 : Operasi.
53 Bab 53 : Yang sakit sebelah mana?
54 Bab 54 : Susan membocorkan rahasianya.
55 Bab 55 : Susan sudah di ujung tanduk.
56 Bab 56 : Tamatlah riwayat Susan.
57 Bab 57 : Akhirnya ...
58 Bab 58 : Tidak kuat.
59 Bab 59 : Siang malam gas Full
60 Bab 60 : Akhir yang di harapkan.
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1 : Mertua dan menantu.
2
Bab 2 : Tidak adil.
3
Bab 3 : Merasa curiga.
4
Bab 4 : Bertemu sahabat.
5
Bab 5 : Kenyataan.
6
Bab 6 : Mertua macam apa.
7
Bab 7 : Kesempatan kedua? apa kau yakin.
8
Bab 8 : Hari pertama melawan.
9
Bab 9 : Musuh Ibu mertua.
10
Bab 10 : Ibu Yuyun bergosip.
11
Bab 11 : Aku bukan pembantu.
12
Bab 12 : Langkah pertama.
13
Bab 13 : Adu mulut dan kenyataan yang lainnya.
14
Bab 14 : Bertemu anak kecil.
15
Bab 15 : Ternyata banyak pria tampan selain Edgar.
16
Bab 16 : Kehilangan jiwa.
17
Bab 17 : Sudah mendapatkan balasan.
18
Bab 18 : Hampir saja.
19
Bab 19 : Hoboh.
20
Bab 20 : Pergi dengan harga diri dan kehormatan.
21
Bab 21 : Terkejut.
22
Bab 22 : Kabur...
23
Bab 23 : Edgar yang tidak tau malu.
24
Bab 24 : Nasib Ibu Mumun.
25
Bab 25 : Katakanlah ia jahat.
26
Bab 26 : Kamar hotel.
27
Bab 27 : Salah kamar.
28
Bab 28 : Pekerjaan.
29
Bab 29 : Bertemu pria itu lagi.
30
Bab 30 : Rumah mewah.
31
Bab 31 : Rasa yang di rindukan.
32
Bab 32 : Terjebak kontrak kerja.
33
Bab 33 : Dua kehidupan yang berbeda.
34
Bab 34 : Memangnya siapa kau!
35
Bab 35 : Restu.
36
Bab 36 : Kedatangan seseorang.
37
Bab 37 : Mengajak berlibur.
38
Bab 38 : Ceroboh.
39
Bab 39 : Pepet terus.
40
Bab 40 : Kelakuan Susan.
41
Bab 41 : Dia ...
42
Bab 42 : Tidak tau diri.
43
Bab 43 : Rencana si Mantan.
44
Bab 44 : Harusnya aku yang disana ...
45
Bab 45 : Alam bawah sadar.
46
Bab 46 : Susan terkejut.
47
Bab 47 : Sesuatu yang hilang.
48
Bab 48 : Nadira bertekad.
49
Bab 49 : Perdebatan.
50
Bab 50 : Perdebatan yang tidak ada habisnya.
51
Bab 51 : Mengobrol.
52
Bab 52 : Operasi.
53
Bab 53 : Yang sakit sebelah mana?
54
Bab 54 : Susan membocorkan rahasianya.
55
Bab 55 : Susan sudah di ujung tanduk.
56
Bab 56 : Tamatlah riwayat Susan.
57
Bab 57 : Akhirnya ...
58
Bab 58 : Tidak kuat.
59
Bab 59 : Siang malam gas Full
60
Bab 60 : Akhir yang di harapkan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!