Bab 3 : Merasa curiga.

Tujuh tahun pernikahan.

...🍀🍀🍀...

''Ini si Dira kemana sih? bikin teh aja lama nya minta ampun! Bikin teh aja lama, gimana ngurus anak.''

''Diraaaaaa ...''

''I-Iya bu.'' Nadira segera membawa teh yang ibu mertuanya inginkan.

Terlihat Bu Mumun sudah berkacak pinggang menunggu Dira, yang lama sekali membuat teh untuk semua orang.

''Ini Bu, teh nya.'' Dira memberikan teh pada semua orang, namun Ibu Mumun merasa tidak suka.

''Bikin Teh aja lama banget sih! Pantes aja Tuhan angkat rahim mu, kalau bikin teh aja nggak becus.''

''Bu ...'' Edgar mencoba untuk menghentikan omelan sang Ibu.

''Kenapa? apa Ibu salah ngomong, kayanya nggak deh! Si Dira ini 'kan emang wanita mandul, kalau dia nggak mandul pasti dalam tujuh tahun pernikahan kalian sudah di kasih anak. Tapi ini apa? udah lama nikah kok nggak hamil hamil, pasti ada yang ngajak beres sama dia.'' Tunjuk Ibu Mumun pada Nadira.

''Bu, cukup yaa ... apa ibu nggak kasian sama Nadira? Dia seharian nemenin ibu di rumah.'' Ucap Edgar tidak habis pikir.

''Nggak! Ibu sama sekali nggak kasian sama dia, sekarang Ibu tanya sama kamu. Apa kamu nggak kasian sama Ibu yang udah tua belum juga gendong cucu.''

''Bu, kaya nya ibu udah keterlaluan deh sama Mbak Nadira. Ibu nggak kasian apa setiap hari ibu selalu menghina Mbak.'' Ucap Sandi, yang merasa jika ibunya sudah keterlaluan terhadap Kakak iparnya yang baik.

''Mas.'' Rima mencoba menghentikan suaminya, yang ingin berdebat dengan Ibunya.

''Kamu jangan ikut campur San!''

''Bukannya Sandi mau ikut campur Bu, tapi bagaimana Mbak Nadira mau hamil jika Ibu selalu mendiskriminasi Mbak Nadira yang mana aku yakin jika kelakuan Ibu pasti membuat Mbak Nadira stres.''

''Durhaka kamu yaa! Jadi kamu nyalahin Ibu? iyaa.''

''Bukan seperti it--''

''Asal kamu tau yaa! Ibu dari dulu sudah tidak merestui Kakak mu nikah dengan wanita mandul itu, tapi Kakak mu keras kepala dan mengancam akan bunuhdiri kalau tidak menikahinya.'' Tunjuk ibu Mumun terhadap Nadira.

PLAK.

Ibu Mumun menampar pipi Nadira, membuat semua orang berdiri terkejut. Nadira yang sudah tidak tahan, lalu pegi ke kamar dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

''Kenapa Ibu selalu berkata jahat seperti itu, selama ini aku sudah baik dan menuruti perkataan Ibu ... tapi kenapa Ibu jahat.'' Ucap Nadira? di sela isak tangisnya.

Malam hari. Nadira terbangun karna ia haus, namun saat ia menoleh ia tidak menemukan suami di sampingnya. Nadira pun bangun dan bersender di belakang ranajang.

''Kemana, Mas Edgar?'' Gumamnya dalam hati.

Nadira yang teringat ia haus, ia turun dari ranjang dan berjalan ke luar kamar. Namun saat ia menutup pintu, ia di kejutkan oleh suaminya yang tiba-tiba ada di hadapannya.

''Nadira.''

''YaAllah, Mas! Ngagetin aja.'' Nadira mengelus dadanya.

''Kamu mau kemana, sayang?'' Tanya Edgar, dengan nafas sedikit tidak teratur.

''Kedapur Mas, aku haus mau ambil minum. Mas dari mana?''

''Oh, itu anu ... aku dari teras ngerokok.''

''Ouh, ya sudah sana istirahat Mas, besok harus kerja.''

''Ah, iya.''

Edgar pun masuk kedalam kamar, namun baru saja Edgar menutup pintu kamar. Nadira tidak sengaja melihat Rima yang baru saja masuk kedalam kamarnya.

'Eh, habis dari mana di Rima.'

Nadira menoleh ke arah kamarnya dan ke arah kamar Rima secara bergantian, ada sedikit rasa curiga dalam hatinya namun Nadira menepis kecurigaan tersebut dan mengira mungkin Rima dari kamar mandi. Nadira pun bergegas pergi ke dapur untuk mengambil air minum.

Ketika Nadira duduk untuk meneguk minuman, ia tidak sengaja melihat ke arah lantai, di mana ada sebuah benda yang tidak asing ia lihat.

''Kenapa ada kon do m tergeletak di lantai?'' cicit Nadira yang jijik melihat benda itu.

DEG.

Entah kenapa, hati Nadira tiba-tiba tidak enak saat memikirkan suaminya dan adik iparnya yang barusan bersamaan masuk kedalam kamar.

''Astagfirullah, kok aku jadi soudzon yaa.'' Nadira menggelengkan kepalanya, lalu bergegas membuang ko do m itu dengan sapu walau ia merasa jijik.

Setelah selesai, Nadira mencuci kedua tangannya dan bergegas masuk kedalam kamar. Di mana suaminya sudah terlelap tidur. Nadira berbaring di sebelah suaminya sambil menatap wajah Edgar yang lumayan tampan, lalu netra matanya melihat ponsel suaminya yang menyala tanpa suara.

Rasa penasaran membuat Nadira ingin memeriksa ponsel suaminya, namun ia urungkan karna bagi Dira itu tidak sopan. Tapi, hatinya tidak tenang ... dengan penuh tekad akhirnya Nadira mengambil ponsel suaminya.

Nadira menyalakan ponsel suaminya, namun sayangnya terkunci. Nadira pun tidak tau password nya apa. Nadira tidak sengaja melihat notifikasi di atas layar ponsel dan mengusapnya.

Nadira melihat pesan dari seseorang yang bertuliskan.

'Terimakasih untuk malam ini, kau sangat hebat Edgar. Aku sangat mencintaimu.'

DEG.

Jantung Nadira terasa di tusuk oleh sebuah belah pisau tajam yang langsung menembus ulu hatinya. Bahkan Nadira tidak bisa menelan ludahnya sendiri karna shock mendapati kenyataan jika suami yang dia banggakan ternyata memiliki kekasih lain di luar sana.

'Tenang Dira ... Kau belum tau kebenarannya, siapa tau ini hanya salah kirim.' Nadira berperang dalam hatinya, untuk menepis segala pikiran buruk tentang suaminya.

Nadira bergegas menaruh kembali ponsel suaminya lalu bergegas tidur. Ia akan menanyakan kembali masalah ini langsung pada Mas Edgar di bandingkan ia memiliki prasangka buruk terhadap suaminya.

Esok pagi ... Seperti biasa, Nadira bangun jam lima subuh dan bergegas untuk menunaikan kewajibannya. Setelah selesai, Nadira bergegas untuk membuat makanan untuk semua orang dan bersih bersih rumah seperti biasa.

Nadira pun menyiapkan baju dinas suaminya, dan membuat teh kesukaan Mas Edgar lalu membangunkannya.

''Mas, bangun udah siang.'' Nadira menepuk pundak suaminya.

''Hmm ...''

''Bangun Mas, Dira udah siapin sarapan dan baju Mas.''

Edgar bangun sambil mengucek kedua matanya, lalu tersenyum melihat Nadira dan menarik tangannya. ''Istriku pagi-pagi gini udah cantik aja.''

CUP.

Edgar mengecup pipi Nadira, yang mana membuat Nadira tersenyum senang. Membuat Nadira mengurungkan pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada suaminya, karna melihat Mas Edgar yang masih memperlakukannya dengan baik.

''Kau ini Mas, Dira belum mandi loh.''

Edgar memeluk Nadira dengan erat, ''Jangan tinggalin aku, aku nggak bisa hidup tanpa mu Dira.''

''Ih, Mas ini ngaco! Dira nggak bakalan ninggalin Mas kok, terkecuali kalau Mas yang meminta Dira pergi.''

Kedua orang itu saling tersenyum menatap satu sama lain, hingga pandangan mereka buyar saat Bu Mumun memanggil Dira dan masuk begitu saja ke dalam kamar.

''Dira!''

''Ibu.'' Dira terkejut dan langsung berdiri.

Inilah yang Nadira tidak suka, mertuanya ini tidak tau sopan santun. Yang mana datang ke kamarnya tanpa mengetuk pintu dan main selonong saja.

''Kamu itu bisa nggak sih bersihin rumah! Lihat tuh masih banyak debu. Masih pagi udah masuk kamar aja.'' cetus Bu Mumun, mendelik tidak suka.

''Bu ... Nadira baru saja membangunkan aku.''

''Yasudah! cepat kamu mandi Ed, nanti telat masuk kantor. Dan kamu Dira, cepat ikut ibu.

Nadira mengangguk lalu mengikuti mertuanya, sedangkan Edgar turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi.

...🍀🍀🍀...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

Terpopuler

Comments

murni l.toruan

murni l.toruan

menantu itu bukan pembantu, Edgar punya gajikan.... buat gaji ART tidak mampu? Mak dan anaknya tidak punya otak

2025-01-14

0

Maggie Toth Lim

Maggie Toth Lim

anak sepa la Nadira tu otak ngak cukup jadi perempuan.mau berlaki tapi otak nol

2025-01-14

0

guntur 1609

guntur 1609

jangan blng rima dan Edgar selingkuh

2024-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Mertua dan menantu.
2 Bab 2 : Tidak adil.
3 Bab 3 : Merasa curiga.
4 Bab 4 : Bertemu sahabat.
5 Bab 5 : Kenyataan.
6 Bab 6 : Mertua macam apa.
7 Bab 7 : Kesempatan kedua? apa kau yakin.
8 Bab 8 : Hari pertama melawan.
9 Bab 9 : Musuh Ibu mertua.
10 Bab 10 : Ibu Yuyun bergosip.
11 Bab 11 : Aku bukan pembantu.
12 Bab 12 : Langkah pertama.
13 Bab 13 : Adu mulut dan kenyataan yang lainnya.
14 Bab 14 : Bertemu anak kecil.
15 Bab 15 : Ternyata banyak pria tampan selain Edgar.
16 Bab 16 : Kehilangan jiwa.
17 Bab 17 : Sudah mendapatkan balasan.
18 Bab 18 : Hampir saja.
19 Bab 19 : Hoboh.
20 Bab 20 : Pergi dengan harga diri dan kehormatan.
21 Bab 21 : Terkejut.
22 Bab 22 : Kabur...
23 Bab 23 : Edgar yang tidak tau malu.
24 Bab 24 : Nasib Ibu Mumun.
25 Bab 25 : Katakanlah ia jahat.
26 Bab 26 : Kamar hotel.
27 Bab 27 : Salah kamar.
28 Bab 28 : Pekerjaan.
29 Bab 29 : Bertemu pria itu lagi.
30 Bab 30 : Rumah mewah.
31 Bab 31 : Rasa yang di rindukan.
32 Bab 32 : Terjebak kontrak kerja.
33 Bab 33 : Dua kehidupan yang berbeda.
34 Bab 34 : Memangnya siapa kau!
35 Bab 35 : Restu.
36 Bab 36 : Kedatangan seseorang.
37 Bab 37 : Mengajak berlibur.
38 Bab 38 : Ceroboh.
39 Bab 39 : Pepet terus.
40 Bab 40 : Kelakuan Susan.
41 Bab 41 : Dia ...
42 Bab 42 : Tidak tau diri.
43 Bab 43 : Rencana si Mantan.
44 Bab 44 : Harusnya aku yang disana ...
45 Bab 45 : Alam bawah sadar.
46 Bab 46 : Susan terkejut.
47 Bab 47 : Sesuatu yang hilang.
48 Bab 48 : Nadira bertekad.
49 Bab 49 : Perdebatan.
50 Bab 50 : Perdebatan yang tidak ada habisnya.
51 Bab 51 : Mengobrol.
52 Bab 52 : Operasi.
53 Bab 53 : Yang sakit sebelah mana?
54 Bab 54 : Susan membocorkan rahasianya.
55 Bab 55 : Susan sudah di ujung tanduk.
56 Bab 56 : Tamatlah riwayat Susan.
57 Bab 57 : Akhirnya ...
58 Bab 58 : Tidak kuat.
59 Bab 59 : Siang malam gas Full
60 Bab 60 : Akhir yang di harapkan.
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1 : Mertua dan menantu.
2
Bab 2 : Tidak adil.
3
Bab 3 : Merasa curiga.
4
Bab 4 : Bertemu sahabat.
5
Bab 5 : Kenyataan.
6
Bab 6 : Mertua macam apa.
7
Bab 7 : Kesempatan kedua? apa kau yakin.
8
Bab 8 : Hari pertama melawan.
9
Bab 9 : Musuh Ibu mertua.
10
Bab 10 : Ibu Yuyun bergosip.
11
Bab 11 : Aku bukan pembantu.
12
Bab 12 : Langkah pertama.
13
Bab 13 : Adu mulut dan kenyataan yang lainnya.
14
Bab 14 : Bertemu anak kecil.
15
Bab 15 : Ternyata banyak pria tampan selain Edgar.
16
Bab 16 : Kehilangan jiwa.
17
Bab 17 : Sudah mendapatkan balasan.
18
Bab 18 : Hampir saja.
19
Bab 19 : Hoboh.
20
Bab 20 : Pergi dengan harga diri dan kehormatan.
21
Bab 21 : Terkejut.
22
Bab 22 : Kabur...
23
Bab 23 : Edgar yang tidak tau malu.
24
Bab 24 : Nasib Ibu Mumun.
25
Bab 25 : Katakanlah ia jahat.
26
Bab 26 : Kamar hotel.
27
Bab 27 : Salah kamar.
28
Bab 28 : Pekerjaan.
29
Bab 29 : Bertemu pria itu lagi.
30
Bab 30 : Rumah mewah.
31
Bab 31 : Rasa yang di rindukan.
32
Bab 32 : Terjebak kontrak kerja.
33
Bab 33 : Dua kehidupan yang berbeda.
34
Bab 34 : Memangnya siapa kau!
35
Bab 35 : Restu.
36
Bab 36 : Kedatangan seseorang.
37
Bab 37 : Mengajak berlibur.
38
Bab 38 : Ceroboh.
39
Bab 39 : Pepet terus.
40
Bab 40 : Kelakuan Susan.
41
Bab 41 : Dia ...
42
Bab 42 : Tidak tau diri.
43
Bab 43 : Rencana si Mantan.
44
Bab 44 : Harusnya aku yang disana ...
45
Bab 45 : Alam bawah sadar.
46
Bab 46 : Susan terkejut.
47
Bab 47 : Sesuatu yang hilang.
48
Bab 48 : Nadira bertekad.
49
Bab 49 : Perdebatan.
50
Bab 50 : Perdebatan yang tidak ada habisnya.
51
Bab 51 : Mengobrol.
52
Bab 52 : Operasi.
53
Bab 53 : Yang sakit sebelah mana?
54
Bab 54 : Susan membocorkan rahasianya.
55
Bab 55 : Susan sudah di ujung tanduk.
56
Bab 56 : Tamatlah riwayat Susan.
57
Bab 57 : Akhirnya ...
58
Bab 58 : Tidak kuat.
59
Bab 59 : Siang malam gas Full
60
Bab 60 : Akhir yang di harapkan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!