Tujuh tahun pernikahan.
...🍀🍀🍀...
Setelah beberapa hari rumah terasa sepi bagi Nadira, tapi tidak hari ini di saat Ibu mertuanya sudah kembali dari rumah sakit. Teriakan teriakan dari Ibu Mumun yang memanggil nama Nadira terus menggema di dalam rumah, membuat Nadira bosan saat mendengarnya.
''Nadira ... mana teh saya!'' Teriak Ibu Mumun dari dalam kamarnya.
''Iya, Bu ... ini lagi di buatkan.'' Jawab Nadira.
Nadira segera menuangkan air panas kedalam cangir dan memasukan gula seperti biasa, Nadira menoleh kebelakang dan mengambil sesuatu dalam sakunya lalu diam diam mencampurkan sebuk itu kedalam minuman Ibu mertuanya. Setelah selesai, Nadira mengaduk teh itu dan membawanya.
''Ini Bu, teh nya.''
''Lama banget sih!'' Sentak Ibu Mumun, lalu meminum teh itu tanpa curiga. Sedangkan sudut bibir Nadira menyunggingkan bibirnya.
Setelah memastikan Ibu mertuanya meminum teh itu ... Nadira kembali ke dapur untuk menaruh nampan, namun baru saja Nadira meletakkannya ia mendengar suara teriakan ketakutan Ibu mertuanya dan bergegas berlari menghampiri Ibu Mumun.
''Nadira ... ada ular! Tolong ...''
''Astagfirullah, Bu ada apa?''
''Nadira, di situ ada ular banyak! Aahhh ular banyak.'' Tunjuknya ke arah lantai.
Nadira melihat ke arah lantai, namun tidak ada ular satu pun di lantai membuat Nadira bingung.
''Bu, nggak ada ular.''
''Ahhkk ... itu, itu ular besar di jendela aahhh ... tidak! Jangan makan saya, makan Nadira saja! Dia menantu tidak berguna di rumah ini! Ahhhkkk ...''
''Ada apa ini?'' Tanya Rima dan Sandi, yang baru saja pulang dan langsung berlari saat mendengar Ibunya berteriak.
''Nggak tau San, Ibu tiba-tiba berteriak ada ular! Tapi di lantai nggak ada ular sama sekali.''
Sandi dan Rima saling pandang, lalu Sandi mengajak Nadira untuk pergi dan menutup pintu kamar Ibu Mumun.
''Ada apa, San? Bukannya kamu tenangin Ibu, kok malah bawa mbak kesini.''
''Gini Mbak, kaya nya Ibu sudah ada tanda-tanda steres.''
''Jangan gila kamu San.''
''Bener Mbak, malah selama Sandi dan Rima di rumah sakit jagain Ibu ... Ibu selalu teriak teriak nggak jelas kaya gitu.''
''Iya, bikin malu.'' timpal Rima.
Nadira terdiam lalu berkata, ''Trus gimana cara ngasih tau sama mas Edgar?''
Sandi dan Rima terdiam, mereka juga bingung bagaimana harus mengatakannya pada Edgar bahwa Ibu mereka mengalami gangguan jiwa.
''Ya, bicara aja barengan. Trus kalau Ibu lagi kambuh teriak teriak nggak jelas langsung bilang aja sama Mas Edgar,'' ujar Rima.
''Asalamualaikum ...'' Ucap Edgar yang baru pulang dari kantor, membuat semua orang memandang kepulangannya.
'Panjang umur.'
''Mas, kamu sudah pulang?'' Tanya Nadira, lalu menghampiri suaminya.
''Iya, Mas mau--- eh, kenapa Ibu teriak teriak di kamar?'' Tanya Edgar yang mendengar rintihan sang Ibu di dalam kamar.
Semua orang diam, membuat Edgar mengerutkan keningnya lalu berlari ke kamar sang Ibu dengan cepat.
''Astagfirullah, Ibu.'' Edgar bergegas menghampiri sang Ibu yang tengah meringkuk memeluk lututnya ketakutan.
''Edgar ... Edgar, tolong Ibu Nak. Ta-tadi ada ular banyak, trus semua ular itu mau makan Ibu. Hiks, Ibu takut.'' Ucap Ibu Mumun, memeluk anaknya.
Edgar terdiam lalu menoleh ke arah istri dan adiknya.
••••
Setelah menenangkan sang Ibu, Edgar keluar dari kamar, lalu duduk bersama adik dan istrinya. Edgar bertanya apa yang sudah terjadi pada Ibunya.
Rima dan Nadira memandang Sandi secara bersamaan, membuat Sandi menghela nafas lalu mengatakan semua yang dia tau jika akhir akhir ini sang Ibu selalu berteriak yang tidak tidak, malah di rumah sakit sang Ibu berteriak sambil berlari layaknya orang gila.
Edgar yang mendengarnya merasa terkejut, bagaimana bisa sang Ibu yang awalnya sehat sehat saja tapi kini kehilangan jiwanya?
''Mas, kalau di biarkan nanti tambah parah.'' Ucap Rima, yang di angguki oleh Sandi.
Edgar terdiam ... namun tak lama Ibu Mumun berteriak keluar kamar, membuat ke empat orang itu langsung berdiri karna terkejut.
''Edgar ... tolong! Di kamar Ibu ada bapa mu yang mau bawa Ibu.'' Teriak Ibu Mumun ketakutan.
''Ibu.'' Edgar akan memeluk sang Ibu, namun Ibu Mumun langsung mendorong Edgar karna ia berhalusinasi jika Edgar adalah mending suaminya yang sudah meninggal.
''Ahhkk ... jangan! Jangan mendekat.'' Teriak Ibu Mumun berlari keluar rumah.
''Sandi! Kejar Ibu.'' Teriak Nadira.
Sandi langsung mengangguk dan mengejar sang Ibu yang sudah berlari jauh, begitu pun Nadira yang ikut keluar dari rumah dan melihat ada beberapa tetangga yang terkejut melihat Ibu Mumun yang berteriak sambil berlari.
''Dira ada apa?''
''It-itu ... nggak ada apa apa kok, Ibu-Ibu.''
Nadira masih bingung apa yang mau dia katakan pada semua orang, namun nampaknya semua orang sudah tau apa yang terjadi walau Nadira tidak mengatakan apapun.
Sedangkan Edgar yang masih terduduk di lantai, ia begitu shock melihat perlakuan ibunya yang benar-benar di luar dugaannya.
''Mas.'' Rima memegang pundak Edgar, lalu memeluknya dan berkata. ''Aku tau Mas terkejut melihat perubahan Ibu yang drastis, tapi seperti itulah sikap Ibu selama beberapa hari ini. Begitu pun saat Ibu di rawat di rumah sakit.''
''Apa yang harus aku lakukan, Rima?''
''Kirim Ibu ke rumah sakit jiwa, ini semua demi kebaikannya. Siapa tau Ibu bisa sembuh dengan cepat.''
Mereka berdua yang tidak tau malu dan tidak tau tempat, tanpa di sadari jika Nadira melihat dan mendengar semuanya dari balik pintu luar. Tapi kali ini Nadira tidak sakit hati melihat suaminya berpelukan dengan adik iparnya ... melainkan Nadira tersenyum karna tanpa ia suruh, Rima sudah berinisiatif untuk menjebloskan Ibu Mertuanya ke rumah sakit jiwa.
''Ini hanya awal Mas.'' Gumam Nadira dalam hati.
Karna tanpa sepengetahuan siapapun. Nadira lah dalang di balik Ibu mertuanya yang selalu berhalusinasi setiap saat, karna selama beberapa hari dirumah sakit, Nadira selalu menambahkan obat kedalam makanan dan minuman yang Rima bawa untuk Ibu mertuanya. Bahkan tadi Nadira menambahkan obat itu kedalam teh yang di minum oleh Ibu mertuanya.
•
...🍀🍀🍀...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Sandisalbiah
kenapa gak sekalian dlm minuman dan makanan Edgar..
2024-05-15
1
Eliani Elly
lanjut thor
2023-07-29
2
Shuci_12ka
👍👍👍👍👍 Good thor
2023-03-30
0