Tujuh tahun pernikahan.
...🌷🌷🌷...
''Ibu sama Sandi mau pergi, pulang besok! Ingat yaa, jangan macam macam selagi Ibu pergi.'' Tunjuk sang mertua pada Nadira penuh ancaman.
Namun Nadira hanya mengangguk dan menjawab ''Iya, Ibu.''
''Rima menantu kesayanganku akan tinggal di sini bersama kalian! Awas saja kalau kamu tidak kasih makan dia,'' ujar Ibu mertua sambil melototkan kedua matanya. ''Ini, ini uang belanja selama Ibu pergi! Jangan boros-boros.''
''Makasih Bu.''
Rima pun mengantar kepergian mertuanya yang akan pergi ke rumah kerabat agak sedikit jauh dari kampung mereka. Rima menantu kesayangannya tidak di ajak, karna Rima beralasan sedang datang bulan agar dia tidak ikut bersama Ibu.
Setelah melihat mobil yang di tumpangi Ibu mertuanya pergi, Nadira tersenyum lebar dan menghirup udara sedalam dalamnya ... ia merasa bebas walau hanya sementara.
Nadira mengambil ponselnya untuk melihat pesan yang belum ia baca, dan ada salahsatu pesan dari sahabat baiknya yang mengabari jika penjualan snack online mereka laku keras di pasaran hingga menghasilkan puluhan juta rupiah.
Iya ... Nadira dan sahabat baiknya tengah mengelola usaha Online yang sekarang marak di gemari oleh masyarakat. Nadira menjual baso aci, basreng, keripik pisang dan lain-lain, tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Edgar.
Dan hasil penjualannya sengaja Nadira simpan di tempat yang aman, ia tidak pernah mengambil sepeserpun uang hasil penjualannya untuk foya-foya ... karna Nadira bercita cita ingin memiliki rumah impian yang bisa ia tinggali bersama suaminya kelak, bahkan Nadira sudah berangan angan akan umroh berdua.
(Dir, sekali kali makan di luar yuu ... kangen nih.) Sebuah pesan masuk, yang mana membuat Nadira diam, tidak ada salahnya jika kali ini dia pergi bukan? Toh mertuanya kali ini tidak ada di rumah.
Nadira pun menyetujui sahabat baiknya untuk bertemu di salah satu restoran, dan Nadira pun segera mengirimkan pesan pada suaminya meminta izin untuk pergi menemui Mela sahabat baiknya.
(Pergilah sayang, hati-hati dijalan.)
Edgar mengirim balasan, yang membuat Nadira senang dan langsung berlari ke kamar mandi untuk bersiap siap.
Tidak berapa lama ... Nadira pergi dari rumah dan tidak lupa untuk mengunci pintu. Hingga dua puluh menit kemudian Nadira sampai di restoran cepat saji yang sudah di sepakati untuk bertemu.
"Mel." Teriak Nadira yang senang bertemu sahabat baiknya. Mereka berdua berpelukan, melepaskan rindu satu sama lain dan duduk mengobrol bersama.
''Makanlah, aku tau jika kau sudah lama tidak makan yang enak.'' Mela menyodorkan makanan yang sudah ia pesan sebelum Nadira sampai.
''Ummm ... kamu memang sahabat baikku.''
''Kenapa sih Dir, kamu sama Edgar nggak ngontrak aja. Dari pada batin kamu di siksa mertua melulu.''
''Aku nggak bisa Mel ... Ibu selalu ngancem bunuh diri kalau kami keluar dari rumah.''
''Idih, ada mertua kaya begitu! Seharusnya dia senang kalau anak dan menantunya belajar mandiri, ini malah ngancem yang aneh aneh.''
''Nggak apa apa kok, aku baik baik aja.'' Nadira menggenggam tangan Mela yang mengepal.
''Nggak apa apa bagaimana! Apa kamu di rumah nggak ngaca sebelum kesini? Tujuh tahun terakhir ini badan mu semakin menyusut Dir, aku sakit tau melihat nasib mu seperti ini.'' Mela menghapus air matanya yang tiba-tiba keluar tanpa di komando.
Nadira yang melihat kepedulian sahabatnya merasa senang, karna di dunia ini masih ada Mela dan suaminya yang perduli padanya ... karna Nadira hanya sebatang kara dan tidak memiliki siapapun selain Edgar. Membuat Nadira langsung mengalihkan pembicaraan ke arah lain, hingga mereka berdua pun membicarakan banyak hal tentang bisnis yang ingin mereka kembangkan.
Tidak terasa sudah dua jam Nadira dan Mela mengobrol, hingga Nadira berpamitan untuk pulang sebelum Rima pulang terlebih dahulu.
Awalnya Mela ingin mengantar Nadira pulang, tapi Nadira menolak karna ia akan mampir ke rumah makan di mana ia akan membeli lauk untuk suaminya.
Rumah makan sunda, di mana rumah makan ini adalah tempat favorit dirinya dan Edgar jika makan di luar. Dan kali ini Nadira teringat lauk kesukaan suaminya dan akan membeli beberapa potong untuk makan malam nanti.
Nadira turun dari angkot dan masuk kedalam rumah makan tersebut, namun netra matanya tidak sengaja melihat sang suami yang tengah mengobrol bersama teman temannya.
'Itukan Mas Edgar.'
Nadira tersenyum dan ingin menghampiri suaminya, namun langkahnya terhenti saat ia mendengar obrolan antara suami dan teman-temannya.
DEG.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Acel𓅂
astaga 7 tahun🤔
2023-10-26
2
Acel𓅂
ancaman tak benar sekali
2023-10-26
0
Eliani Elly
lanjut
2023-07-29
0