Tujuh tahun pernikahan.
...🌷🌷🌷...
Di sebuah rumah makan ternama, ada sekumpulan lelaki tengah mengobrol riang dan tertawa di salah satu meja pojok ruang makan.
"Gila, Lu bener bener hebat Ed." Ucap seorang laki-laki, menepuk kedua tangannya dengan bangga.
"Bener, gue acungi jempol buat Lu karna sampai saat ini bini Lu nggak tau kalau Lu punya selingkuhan."
"Ha ha ha ha ..."
Semua lelaki itu tertawa secara bersamaan, entah apa yang terlihat lucu bagi mereka ... namun sepertinya mereka tengah membuka aib rumah tangga mereka masing-masing.
Terlihat jika Edgar Sanjaya menyunggingkan bibirnya. Bukannya merasa bersalah ... dia malah merasa bangga karna memiliki hubungan di belakang istrinya.
Namun ... dari ke empat pria yang sedang berkumpul, hanya satu orang yang diam dengan pandangan ke arah depan. Di mana dia melihat seorang wanita berdiri tak jauh dari meja mereka.
"Ed, sepertinya Lu mati kali ini." Ucapnya tanpa melihat Edgar.
"Hah?" Edgar terlihat bingung.
"Itu ..." Tunjuk nya ke arah wanita cantik yang tidak lain adalah Nadira.
Edgar dan teman-teman nya refleks menoleh ke arah yang di tunjuk. Betapa kagetnya semua orang termasuk Edgar, melihat istrinya berdiri tak jauh dari arah mereka.
'Mampus Gue!'
Edgar langsung berdiri untuk menghampiri istrinya, namun Nadira langsung berlari dengan cepat. Ia tidak menyangka jika suaminya benar-benar memiliki selingkuhan di belakangnya.
Berarti kecurigaan yang selama ini benar adanya, suami yang dia cintai menduakan cinta suci yang dia miliki bahkan pengabdian nya di ludahi begitu saja.
“Nadira, tunggu.”
“Nadira, kita harus bicara.” Edgar, mencoba menghentikan istrinya yang terus saja berjalan tanpa mau memperdulikan panggilan darinya.
"Nadira."
Nadira menepis tangannya dengan kasar. "LEPASKAN!"
"Bicara tentang apa, hah? Tentang mu yang menipuku tanpa berkedip! Atau tentangmu yang tidak tau malu mengejekku tanpa rasa bersalah?”
Terlihat jika Nadira menahan amarah yang selama ini dia pendam, hingga perkataannya tegas namun bergetar menahan air mata yang sejak tadi ingin di keluarkan namun ia tahan sebisa mungkin.
“Nadira ...” Pria itu mencoba untuk memegang tangan istrinya lagi, namun langsung di tepis dengan kasar.
“Apa belum cukup kamu dan teman-teman mu menghina diriku, Hah? Belum cukup kah menertawakan diriku selama ini!”
“Tidak Nadira, ini tidak seperti apa yang kamu dengar. Nadira ... aku dan teman-teman hanya bercanda.” Ucap Edgar mencoba untuk menenangkan istrinya.
Nadira menggertakkan giginya.
"Bercanda? Ha haha ha ... benarkah?" Tanya Nadira, namun dengan nada meremeh. ''Tapi yang aku lihat kau tidak sedang bercanda ... bahkan aku melihat kau begitu bangga saat teman-teman mu memuji kehebatan mu yang selingkuh di belakangku.''
"Sayang ... jangan salah paham, aku sangat mencintaimu."
"Cih, kau menjijikkan Mas! Kau pikir aku tidak tau jika selama ini kau berselingkuh di belakangku. Dan teman-teman mu sengaja menyembunyikan perselingkuhan mu? Mereka dengan bangga menertawakan diriku dengan rasa tidak bersalah."
Edgar terdiam dan tidak bergeming.
“Kau tau, kau sangat menjijikkan Mas! Karna tindakan mu yang menjijikkan, kau buat tujuh tahun pernikahan kita menjadi mimpi buruk bagiku! Setiap tingkah laku mu, keluarga mu, dan teman-teman mu membuat ku muak dan sesak! Itu menyiksa bagiku!”
Edgar membuang pandangannya lalu menunduk sejenak, menatap kembali pada istrinya dengan tatapan memelas.
“Maafkan aku.” Pada akhirnya ia meminta maaf, karna ia memang salah.
Nadira diam menatap tajam pria yang sudah menemani dirinya selama tujuh tahun lebih, lalu berkata.
“Mas Edgar, akan aku tunjukkan bagaimana rasanya kehilangan semuanya. Ayo, ayo kita masuk kedalam lubang neraka bersama sama dan menerima siksaan tanpa akhir.”
Setelah mengatakan itu, Nadira pergi dengan tergesa-gesa sambil menghapus air matanya.
Sementara Edgar diam mematung di tempat, Ia tidak menyangka kecerobohannya dan candaannya bisa membuat segalanya rusak.
"Arrgh ... sialan!" Edgar mengacak rambutnya prustasi, lalu berlari menyusul istrinya lagi.
•
•
•
BRAAAK!!
Nadira membuka pintu rumah dengan kencang, ia melihat sekeliling rumah yang sudah ia tempati selama tujuh tahun bersama suaminya.
Ia melihat bayangan kenangan antara dirinya dan suaminya, terasa indah dan damai. Namun saat ia ingat jika suaminya sudah berselingkuh bersama wanita lain, membuatnya marah dan kesal. Apa lagi perlakuan mertuanya yang selalu menyulitkan dirinya setiap waktu, membuat Nadira menggeram marah.
"Aaahh ..."
PRAAANGG. PRAAANGG.
Nadira melempar semua benda yang ada di depannya penuh dengan amarah, bahkan Nadira melempar pas bunga ke arah kaca yang ada di dinding hingga kaca itu remuk tidak berbentuk.
"Hisk ... kenapa Mas, kenapa kamu hancurkan pernikahan kita," Lirih Nadira. Tubuhnya merosot ke lantai dan menangis tersedu sedu.
CEKLEK.
"Nadira." Panggil panggil Rima yang baru saja datang, namun
alangkah terkejutnya ia saat melihat penampakan rumah yang sangat berantakan.
Hisk ...
"Ya ampun, Nadira!" Teriaknya, lalu berlari memeriksa Nadira yang masih menangis tiada henti.
"Kamu kenapa, Dira."
"Rim ... Hisk ... Rima, mas Edgar Ma..." Nadira memeluk adik iparnya dengan erat.
"Ada apa dengan Edgar? Apa yang sudah dia lakukan padamu."
"Mas Edgar selingkuh, Rim."
DEG.
"Nggak mungkin, Nadira. Kamu tau dari mana?"
"A-aku denger dia dan teman teman nya bicara, hatiku sakit Rim ..."
"Jangan gegabah, mungkin itu salah paham saja ..." Ucap Rima mencoba menenangkan Nadira.
Rima menuntun Nadira untuk masuk ke kamar, ia mencoba untuk menenangkan Nadira yang terus menangis. Setelah cukup lama menenangkan Nadira, ia pun keluar dari kamar untuk membiarkan Nadira istirahat.
"Ya ampun, lihatlah rumah ini." Keluhnya menggelengkan kepala.
Tak lama, Edgar masuk kedalam rumah dan memanggil Nadira.
"Ssttt ... Nadira tidur, Mas."
Edgar diam, namun ia juga melihat rumahnya berantakan. Sudah di pastikan jika istrinya mengamuk.
"Aku mau bicara, ikut aku." Rima mengajak Edgar ke arah dapur.
Edgar mengangguk dan mengikuti adik iparnya.
Setelah di dapur, Rima melipat kedua tangan nya di dada.
"Apa yang terjadi?"
Edgar menghela nafasnya, memijat keningnya yang terasa pening. "Dia mendengar obrolan ku dan teman teman di rumah makan."
"Kenapa kau bisa ceroboh? Apa Nadira tau jika aku yang menjadi selingkuhan mu."
Duuuaarrr!
Terdengar ada petir di luar.
Edgar menggeleng, yang mana membuat Rima menyunggingkan bibirnya.
"Haaah ... syukurlah." Ucap nya menghela nafas, lalu tersenyum pada Edgar.
"Aku merindukan mu." Bisiknya memeluk Edgar dengan rindu.
"Jangan sekarang, aku takut jika Nadira tau."
"Dia sudah tidur pulas." Bisiknya dengan nada sensual, "Aku sudah memberikan nya obat tidur, jadi dia tidak akan bangun untuk dua jam kedepan."
Edgar menyunggingkan bibirnya, lalu dengan rakus mencium bibir adik iparnya sendiri dan mendorongnya ke arah dinding.
Entah apa yang ada di pikiran mereka, yang jelas itu bukan hal yang baik di lakukan antara adik ipar dan Kakak ipar. Sungguh, akal sehat mereka sudah tidak di pergunakan lagi ... bagaimana jika Nadira tau bahwa selingkuhan dari suami yang sangat dia cintai adalah adik iparnya sendiri.
Benar kata pepatah orangtua dulu, jika ipar adalah maut dalam pernikahan.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
guntur 1609
ia lah kau pasti bela Edgar. biar gak ketahuan kalian selingkuhnya
2024-12-11
0
guntur 1609
dasar bodat kau Edgar. mampus kau sm mamamu... menderita lah kalian
2024-12-11
0
Sandisalbiah
pasangan lucnut... gak ada kebahagiaan buat para penghianat yg menjalin hubungan dgn menyakiti perasaan org lain.. jika pun ada itu hanya sementara..
2024-05-15
1