Ch. 12,2:Pelatihan Bagaikan Neraka

Gerald POV

Tuan Hiragaki Shirenzo, dia adalah seorang pahlawan yang Kerajaan Hando panggil sebelumnya, yang merupakan seorang pria dengan rambut biru tua, bertubuh sedang, berpenampilan biasa, dan terlihat sangat standar dalam usianya yang masih muda tidak jauh dari diriku.

Kriteria yang dapat aku perhatikan dari Tuan Shirenzo adalah kecepatan (D), stamina (D), kepintaran (A), pantang menyerah (A) adalah hal-hal yang bisa aku ketahui saat melihatnya bertarung melawan Forest Boar.

Forest Board, monster tingkat rendah yang dapat dijumpai di Beginning Forest yang mudah untuk dikalahkan, bahkan untuk seorang petualang tingkat rendah, Bronze mampu melakukannya tanpa kesulitan sedikitpun.

Kemampuan dari Forest Boar ada dua yaitu Hard Hit dan Cloning Boar, keduanya berada di tingkat rendah yang tidak bisa dibandingkan dengan Hound yang berada di Dungeon Bukuwa di dalam hutan ini yang tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada Forest Boar.

Akan tetapi, Tuan Shirenzo mampu menghindari serangan dari Hard Hit, serudukan culanya yang diarahkan langsung padanya namun dia tidak memiliki apapun untuk menyerangnya. Apalagi dengan posisi Forest Boar yang terdiam, bersuara dan menatap penuh kemarahan, Tuan Shirenzo dalam bahaya.

Ada dua Forest Boar secara bersamaan, keduanya bergerak ke arah Tuan Shirenzo dengan mencoba menyeruduk tubuhnya namun gagal karena dia mampu menghindarinya.

"Whoa!"

Sudah kuduga dia akan terjatuh seperti ini.

Terlihat dari cara dia bergerak untuk menghindari serudukan dari Forest Boar, dia dengan tidak memperhatikan langkah kakinya terjatuh oleh sesuatu yang membuat dia akan mengalami patah tulang ringan akibat serudukan dari Forest Boar.

Aku tidak bisa membiarkan dia mengalami cidera parah jadi aku berniat untuk membantunya.

"Tuan, ambillah pedang ini!"

Di tanganku yang terdapat pedang angin berwarna hijau muda yang terang, aku lemparkan padanya dan dia menerimanya saat pedang itu jatuh di permukaan dekat dengan dirinya yang sedang duduk.

"Terimakasih, Gerald!"

Dia bangkit dari duduknya, mengulurkan pedangnya ke depan, dan tersenyum.

"Hiyaaaa!"

Dengan satu kali tebasan yang dilakukannya, kepala Forest Boar terpotong dengan mudah. Darah mengalir deras dari lehernya, kepalanya yang terjatuh benar-benar membuat kemenangan perdana bagi Tuan Shirenzo dalam mengatasi kesulitannya.

Hasilnya seperti yang aku perkirakan, Forest Boar yang asli yang telah dikalahkan, Cloning Boar akan lenyap seperti butiran debu yang tidak diketahui apakah monster itu ada sebelumnya atau tidak.

"Apakah anda baik-baik saja, Tuan Shirenzo?"

"Ya, aku baik-baik saja."

Dia memandang pedang pemberian dariku, tersenyum dan menyerahkannya padaku.

"Ini, ambillah kembali, Gerald! Berkatmu, aku dapat memotongnya dengan mudah."

Tentu.

Pedang yang aku berikan bukanlah pedang sihir angin, tapi juga pedang yang mampu menyesuaikan pada tingkat si pengguna dalam menyesuaikannya agar dia dapat diangkat dengan mudah.

Jika orang yang mengangkatnya adalah Gold Adventure, pedang sihir angin itu akan jauh lebih berat dengan kekuatan dan serangannya yang lebih kuat, sebaliknya, jika pedang itu dipegang oleh Tuan Shirenzo, itu hanya akan ringan, mudah digunakan, dan kekuatan tebasan terbilang cukup untuk mengalahkan seekor monster Forest Boar dengan mudah.

Itu sebabnya aku memberikannya karena aku percaya diri bahwa dia dapat melakukannya.

"Kurasa kita cukup untuk latihannya dalam menguji dirimu."

"Benarkah?"

"Ya."

Terlihat dari tubuhnya yang kotor akibat menghindar dari Hard Hit dari Forest Boar, luka-luka yang dideritanya ringan, begitupun pakaiannya yang ternoda tanah benar-benar pemandangan yang buruk untuk dilihat bagi seorang pahlawan sepertinya.

"Bersihkan dia, Clean Water!"

Di tanganku, gumpalan air yang menembakkan dengan deras mengenai tubuhnya, membasahinya dan membuat dia bersih dalam sekejap namun dengan kondisi basah.

"Keringkan dia, Wind Dryer!"

Angin kencang mampu menghilangkan basah jadi aman untukku dan dia kembali ke istana tanpa disadari oleh semua orang.

"Sebelum kita kembali, saya ingin melakukan sesuatu pada anda, Tuan."

•••••

"Apa yang ingin kau lakukan padaku, Gerald?"

Gerald yang sedari tadi terdiam, dia tidak mengatakan apapun melainkan tetap memunggungi Hiragaki yang terlihat kebingungan atas kesunyian yang ada di sekitar mereka.

"Bisakah anda untuk tidak memberitahukan ini pada Yang Mulia?"

"....."

Dengan sekali wajahnya menoleh, Hiragaki paham atas ekspresi yang diperlihatkannya adalah intimidasi langsung pada dirinya.

Aura membunuh yang kuat, sihir yang dikeluarkan di sekitar tubuhnya terasa sesak untuk dirasakan, dan tatapannya yang menyala menandakan bahwa Gerald akan melakukan sesuatu padanya.

Alih-alih Hiragaki tenang, tubuhnya berkeringat, wajahnya panik dan takut, serta kedua tangannya gemetar atas tatapan yang diarahkan Gerald padanya.

"Maaf jika saya lancang pada anda, Tuan..."

"Tapi, saya ingin mengetes sejauh mana anda mampu menahannya."

"Ap–"

Secara tiba-tiba Gerald yang menghilang dan muncul di belakang Hiragaki, dia menoleh dan langsung ditendang oleh kaki kanannya membuat tubuh Hiragaki terpental jauh, menabrak beberapa pohon lalu tersungkur ke tanah dengan pergelangan tangan kanannya yang mendarat terlebih dahulu menyebabkannya patah.

"Sial. Apa yang kau lakukan padaku!?"

Tidak menjawab apapun atas kekesalan Hiragaki, Gerald kembali menghilang dan muncul di belakangnya.

Kali ini dia menggerakkan tinjunya yang mengenai perutnya membuat Hiragaki mengeluarkan darah, terpental jauh, menghantam beberapa pohon, dan tersungkur di tanah.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Gerald kembali muncul di dekatnya, menginjakkan kakinya ke kaki kiri Hiragaki dengan kuat menyebabkan patah pada pergelangan kaki Hiragaki.

"Kuh..."

Tidak dapat menahan rasa sakit yang dialaminya, muntah darah terus-menerus dilakukan oleh mulutnya, meskipun ekspresi kesal dan benci terlihat jelas diarahkan pada Gerald yang sengaja melakukannya demi membunuh dirinya.

"Ini adalah akhirnya, Tuan Shirenzo!"

Di tangan kanannya yang terdapat pedang berwarna perak yang bercahaya, pedang itu menusukkan langsung tepat di jantung Hiragaki membuat dia terkejut atas apa yang dilakukan oleh Gerald padanya sebelum dia menyadari bahwa dia telah dikhianati olehnya.

Apakah aku akan tiada? Sial. Kenapa aku harus mengalami hal serupa seperti ini di dunia lain?

Hatinya yang menjerit karena ketidakberdayaannya dalam melawan Gerald, berteriak putus asa atas nasibnya yang sama sekali tidak berubah bahkan saat di dunia lain, dunia fantasi pedang dan sihir.

Mencabut pedangnya dari jantungnya, Hiragaki terjatuh ke tanah dengan kedua matanya yang terpejam, tak berdaya dan tidak bernafas sedikitpun.

"Aku benar-benar melakukannya ya."

Menghela nafas panjang, Gerald berjongkok dan mengarahkan lengannya pada jantung Hiragaki, merapalkan mantra sihir yang panjang lalu menyudahinya saat cahaya hijau muda menyelimuti jantung yang sobek akibat tebasan pedang peraknya kembali menyatu dengan kulitnya seolah-olah tebasan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Alasan Gerald melakukan gerakan tak sengaja dan sulit diprediksi adalah dia yakin bahwa seseorang yang dalam kondisi terdesak biasanya akan mengeluarkan seluruh kekuatan dan kemampuannya di ambang kematian, tapi sepertinya perkiraannya salah.

Alih-alih dia ingin Hiragaki menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang pahlawan, Gerald justru malah berakhir melenyapkannya yang tidak sesuai dengan prinsipnya sehari-hari.

"Maafkan saya, Tuan, saya akan berikan ini pada anda ketika anda sadar nanti."

Membopong dengan menggendongnya di belakang punggungnya, Gerald menunjukkan lehernya yang terdapat sebuah kalung perak yang liontin bukan liontin hias, tapi sebuah kunci yang hanya dua dengan tulisan yang terukir di tubuh kuncinya.

•••••

Hiragaki POV

Tidak... jangan mendekat....

"Tiiiiidaaaaaak!"

Hanya mimpi? Tidak, kurasa itu bukanlah mimpi.

Kenapa aku bisa berada di kamar? Bukankah sebelumnya aku berada di hutan bersama Gerald, pria sialan yang telah membunuhku sebelumnya.

"Itu...."

Sebuah kunci perak yang tergeletak di atas rak baju membuatku penasaran atas apa yang ada di sana.

Setahuku, tidak ada kunci sebelumnya di atas rak baju yang artinya seseorang sengaja meletakkannya karena dia ingin aku mengeceknya.

Baiklah. Mari lihat terlebih dahulu.

"Ini...."

Sebuah kertas bertuliskan bahasa lain dari bahasa asal dari duniaku, aku memang terkejut saat mengetahuinya namun entah bagaimana aku bisa membacanya dengan mudah.

Mungkinkah karena aku sudah memiliki fitur auto translate di kepalaku, memudahkan aku untuk menerjemahkan bahasa lain mereka ke dalam bahasa aku dengan mudah ataukah aku ditakdirkan sebagai pahlawan yang dapat menterjemahkan bahasa mereka berkat kemampuan khusus?

Lupakanlah.

Akan lebih baik jika aku berasumsi bahwa aku memiliki fitur auto translate daripada aku harus di PHP-in oleh kemampuan khusus seorang pahlawan, aku mungkin akan kecewa dan kesal atas diriku sendiri.

"Maaf atas kesalahan yang pernah aku buat sebelumnya, Tuan. Aku, Gerald memutuskan untuk memberikan anda kemudahan dalam menggunakan kelemahan anda sebagai kekuatan dan kemampuan yang dapat anda gunakan."

Memanfaatkan kelemahan untuk dijadikan kekuatan ya.

Melirik ke arah kunci yang ada di atas rak baju, itu bertuliskan "Kunci Laboratorium Sains" yang tertera di kertas yang ditimpa oleh tubuh kunci.

"Baiklah. Mari manfaatkan dan maafkan Gerald demi kepentingan aku."

Mengambil kuncinya, aku juga mengambil selembar kertas di bawahnya yang berisikan struktur bangunan yang ada di Kerajaan Hando.

Aku tidak tahu atas apa yang ingin dilakukannya padaku, tapi aku yakin dia adalah pria yang baik yang peduli terhadapku atas kelemahan yang kumiliki untuk bisa dijadikan sebagai kekuatan untukku.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!