Ch. 8:Rencana Mitsuki

"Kita tidak bisa biarkan mereka menculik Yawagusa."

"Percuma! Kita sudah terlambat!"

Langkah kaki Hiragaki yang terhenti menoleh ke Mitsuki yang ada di belakangnya, bingung atas maksud perkataannya.

"Mereka sudah mendapatkan Yawagusa."

Di ponsel yang ditunjukkan pada Hiragaki, sebuah foto dimana Yawagusa Reina telah diikat kedua lengan dan kakinya, ditutup mulutnya oleh tali dapat terlihat jelas yang di sekitarnya terdapat tumpukan kardus.

Hiragaki yang melihatnya, mengklik lidahnya, kesal dan benci atas dirinya yang dipermainkan oleh Shirinsa. Dia tidak habis pikir bahwa Shirinsa yang dia kenal baik, peduli terhadapnya, ramah, dan mau menolongnya telah sepenuhnya salah melainkan sebaliknya, dia adalah iblis yang ingin sekali memiliki dirinya sepenuhnya untuk selama-lamanya.

Alasan Hiragaki tahu adalah Mitsuki menjelaskan semua percakapan yang dilakukan oleh Shirinsa sebelumnya melalui panggilan, dimana dia berbicara bahwa tidak ada satupun pria yang menganggapnya sebagai rekan kerja, terkecuali Hiragaki, pria yang menurutnya menarik dan unik untuk dimiliki sepenuhnya tanpa ada satupun yang bisa menyentuhnya maupun menyukainya.

Kata-kata itu sendiri membuat Hiragaki sendiri tidak menyangka bahwa alasan dia ditegur oleh pemilik toko di kerjaan lamanya, tidak lain adalah ulah dari Shirinsa. Tidak ada satupun yang tahu tentang apa yang dikeluhkan olehnya, terkecuali Shirinsa yang seringkali membantunya, membuat Hiragaki berpikir curhat padanya adalah tindakan yang wajar.

"Apa yang harus kita lakukan?"

"Aku ada ide. Kita akan memberinya pelajaran atas apa yang telah diperbuatnya pada kami."

"Tapi, apakah kau tahu dimana Shirinsa berada?"

Menggelengkan kepalanya pada Hiragaki, Mitsuki jelas tidak tahu dimana lokasi Yawagusa berada.

Sejauh yang dia tahu, Shirinsa hanya mengirimkan foto tentang Yawagusa yang disekap di suatu ruangan yang terdapat tumpukan kardus di sekitarnya menandakan bahwa ruangan itu tidak lain adalah ruang penyimpanan atau ruangan yang sudah tidak terpakai untuk menyekap Yawagusa di dalamnya.

"Aku akan segera menutup toko!"

"Tidak perlu, kita tidak banyak waktu untuk memikirkan toko."

Bagi Mitsuki, urusan toko dan urusan kondisi Yawagusa lebih penting Yawagusa karena bagaimanapun juga toko yang mungkin akan kehilangan banyak bahan-bahan sembako, Mitsuki dapat membelinya dan menggantinya, sedangkan kondisi Yawagusa yang akan mengancam nyawanya tidak dapat diganti kembali karena itu sudah terlambat.

"Aku akan menghubungi polisi lalu seseorang yang kita yakin bisa menolong kami dalam kondisi terdesak."

"Siapa orang itu?"

"Yamaguchi Yama."

"....."

Menurut Hiragaki, Yamaguchi adalah pria yang menuntut keadilan yang tinggi melebihi orang pada umumnya. Meskipun dia tidak menyelesaikannya dengan menolong orang lemah dari tindakan pembullyan seperti Hiragaki, Yamaguchi selalu mengambil solusi menengah dengan memaafkan mereka agar mereka tidak menghalanginya dan memarahi Hiragaki.

Hiragaki tentunya ingat atas kelebihan yang dimiliki oleh Yamaguchi. Tapi kekurangannya adalah Yamaguchi memiliki sikap yang tidak bisa diandalkan, bodoh, tidak peka terhadap situasi, dan selalu menyelesaikannya dengan menjadi pihak ketiga.

Itulah alasan mengapa Hiragaki benci padanya meski dia adalah temannya.

"Tampaknya kau keberatan ya."

"Tentu. Kau sendiri menyadarinya bukan? Orang itu... dia tidak becus dalam menangani aku karena dia orang yang selalu mengutamakan keadilan dan mementingkan untuk mengambil keputusan menengah tanpa memihak pada siapapun."

"Kau benar. Tapi, bukan itu yang aku maksud untuk menyerahkan urusannya pada Yamaguchi."

"Eh... apakah ada rencana lainnya?"

"Ya."

Salah satu lengannya yang melambaikan tangannya pada Hiragaki menyuruhnya untuk mendekatinya agar Mitsuki bisa membisikkan tentang rencana yang dia pikirkan.

Hiragaki yang menyadari lambaian tangannya, berjalan mendekatinya, mendekatkan telinganya agar Mitsuki membisikkan sesuatu tentang rencana apa yang ingin digunakannya.

"Apakah kau paham?"

"Kedengarannya bagus. Baiklah, aku setuju."

Tersenyum atas persetujuan Hiragaki, Mitsuki segera menghubungi polisi lalu Yamaguchi secara bergantian. Selama beberapa menit mereka menunggu, mobil polisi tiba di depan rumahnya, begitupun dengan Yamaguchi yang telah membawa seluruh rekan-rekannya yang dikenalnya selama ini.

"Baiklah. Waktunya untuk memulai rencana."

Tersenyum percaya diri atas keberhasilannya, Mitsuki tahu ini akan menjadi tanda untuk memulai peperangan.

Semua yang berawal dari Shirinsa, Mitsuki akan membalikkan agar dia dapat merasakan akibat atas tindakannya yang telah mempermainkan Mitsuki, Hiragaki, dan Yawagusa dalam kehidupannya agar dia lebih jera dari sebelumnya dan menyesal dibalik jeruji besi.

•••••

Seluruh orang berkumpul di rumah Mitsuki, masing-masing duduk di halaman depan, ruang tamu, dan bahkan ada yang duduk di beberapa mobil yang dibawa oleh polisi, total perorang yang datang adalah 40 orang yang terdiri dari; 20 orang yang dibawa oleh Yamaguchi dan 20 orang polisi sedang berkumpul.

"Apakah kau yakin ini akan berhasil?"

"Ya, percayakan padaku!"

Menunjukkan ponselnya yang telah dibuka penanda gps yang dipasangkan sebelumnya, ada pancaran merah yang letaknya tidak terlalu jauh.

Sebenarnya Mitsuki telah memasangkan alat pelacak kecil saat dirinya dijebak di pintu beserta penyadap suara, dan alat pelacak yang diletakkan di jam tangan Yawagusa membuat Mitsuki dapat mengetahui lokasi dimana mereka berada.

"Baiklah. Mari kita pergi."

Yamaguchi dan grupnya berdiri dan mulai meninggalkan ruang tamu yang megah dan luas.

"Tunggu!"

"Ada apa? Apakah ada lagi yang kau ragukan?"

"Ya."

Bangun dari duduknya mendekati Yamaguchi, Mitsuki menatapnya dengan tajam atas apa yang akan terjadi nantinya.

"Apakah kau siap untuk membantu kami dalam keadilan yang kau miliki atau kau ingin membelanya?"

"I-itu..."

Kata-kata Yamaguchi yang terlihat ragu terdengar oleh Mitsuki yang ada di depannya, dan Hiragaki yang sedang duduk juga memperhatikannya, begitupun dengan kepalanya yang digantungkan Yamaguchi membuat mereka berdua yakin kalau mereka tidak akan membuat Shirinsa babak belur dan jera atas masalah yang dibuatnya.

Menghela nafas panjang, Mitsuki mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto yang ada di pesan surel yang dikirimkan ke Hiragaki.

"Ini adalah orang yang melakukannya, Shirinsa Nao. Aku tahu kau pasti sulit untuk mempercayainya bukan?"

"Ya, aku sedikit kurang yakin, tapi aku tahu bahwa kau tidak mungkin melakukannya terhadap wanita manapun bukan?"

"Tepat sekali."

Tampaknya Yamaguchi yang telah memahami bahwa ketertarikan Mitsuki hanya pada anime sebagai hobinya, bukan pada para gadis yang menyukainya, Yamaguchi juga memahaminya karena dia selalu mengenal temannya lebih dari apapun.

"Itu sebabnya..."

Menepuk kedua pundaknya, senyuman ringan dipancarkan di wajah Mitsuki, ekspresi yang terlihat menyerahkan urusan ini pada Yamaguchi dan grupnya membuat dia terkejut.

"Aku mengandalkan dirimu, Sobat."

"Baiklah."

Menurunkan kedua tangan temannya, Yamaguchi bersama grupnya yang terdiri dari 19 orang, beserta Yamaguchi yang menjadi pemimpin mulai keluar dari kediaman keluarga Mitsuki untuk segera memulai aksinya.

Hiragaki yang sedari tadi terdiam memperhatikannya, bangun dari sofa dan mendekati Mitsuki.

"Apakah mereka bisa diandalkan?"

"Tentu. Mereka adalah pion yang berguna untuk itu."

Pion ya.

Mendengar kata-katanya yang kejam pada sahabatnya sendiri, Hiragaki tertawa dalam batinnya yang merasa bersalah bahwa Mitsuki mengganggap bantuan Yamaguchi dijadikan sebagai pengalihan untuk sementara waktu.

"Baiklah. Sekarang..."

Mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, Hiragaki terdiam menyaksikannya hingga ponsel ditutup oleh Mitsuki.

"Siapa yang kau hubungi?"

"Ini adalah tentara yang selalu bekerja di negara kita, aku ingin mereka membantunya."

"Tentara!?"

Terkejut atas tindakan yang dilakukan Mitsuki terlalu berlebihan, Hiragaki jadi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya padanya, membuat Mitsuki tersenyum kecil saat mengetahuinya.

"Kita akan kerahkan semuanya dalam satu kali gerakan!"

"Baiklah."

Setelah berhasil menenangkan diri, Hiragaki ragu atas apa yang akan terjadi pada Yawagusa yang ditahan, dan Shirinsa, rekan kerja sialan yang telah mengkhianatinya sejak lama atas perbuatannya nanti, dia yakin bahwa gadis itu akan mendapat hukuman setimpal melebihi penjara.

•••••

Seluruh pasukan tentara telah mengepung salah satu bangunan yang diduga sebagai tempat dimana Yawagusa diculik. Masing-masing dari mereka memegang persenjataan lengkap, begitupun polisinya yang telah memegang pistol di barisan belakang, menyembunyikan tubuhnya di mobil dan menyisakan kepala dan kedua tangannya yang membidik di arah pintu masuk.

"Apakah kalian siap?"

"Ya."

"....."

Mendengar aba-aba dari Mitsuki, seorang pria dengan pakaian loreng-loreng, berkulit putih , berambut pirang menggerakkan tangannya untuk menyuruh mereka masuk.

Aku harap semuanya berjalan lancar ya.

Hiragaki yang jantungnya berdebar-debar merasa tidak yakin apakah situasi ini bisa dikatakan akurat atau tidak, dia masih meragukannya.

Beberapa saat yang lalu.

"Dengarkan aku, Hiragaki, aku ingin kau menganggap bahwa Yamaguchi Yama akan menjadi orang yang menarik perhatian terlebih dahulu."

"Menarik perhatian?"

"Ya."

Secara keseluruhan, Mitsuki menjelaskan bahwa Yamaguchi bersama grupnya akan langsung menerjang masuk ke dalam saat seluruh tentara dan polisi mengeksekusi mereka di tempat, Mitsuki gunakan itu sebagai rencana pertama.

Setelah berhasil memasuki ruangan, Yamaguchi dan grupnya akan segera membebaskan Yawagusa. Ketika Yawagusa berhasil dibebaskan, Hiragaki bisa masuk untuk memberinya pelajaran terhadap Shirinsa atas kesalahannya pada dia dan Mitsuki, setidaknya itulah yang direncanakan sepenuhnya oleh Mitsuki.

"Bagaimana?"

"Aku mengerti. Tapi, seberapa besar peluang keberhasilannya?"

"80:20."

"Luar biasa."

Mitsuki sendiri yakin bahwa musuhnya, Shirinsa tidak akan berkutik apapun jika sebagian tentara dikerahkan oleh Mitsuki, begitupun polisi yang berjaga-jaga yang siap meringkus mereka di tempatnya berada.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!