20

Yumna dan Duta sudah sampai di rumah besar Duta. Bunda Duta sudah memasak banyak makanan kesukaan Yumna. Kebetulan hari ini, Bunda Duta ketempatan untuk arisan mamah muda. Rencananya, Bunda Duta mau mengenalkan Yumna pada semua rekan arisannya. Kalau ia memiliki calon menantu yang sanagt cantik sekali dan calon arsitektur.

"Bunda ...." sapa Yumna yang sudah masuk ke dalam rumah lebih dulu dibandingkan Duta.

"Hai Yumna ... Apa kabar, Sayang? Sudah makan siang belum?" tanya Bunda Duta pada Yumna saat bertemu Yumna di ruang tamu. Bunda Yumna memeluk Yumna dan merangkul Yumna, membawa calon menantunya itu ke dapur untuk mencicipi makanan yang telah ia masak untuk makan siang dan sajian acara arisan nanti sore.

"Ada acara apa sih, Bun? Kok tumben banget masak banyak?" tanya Yumna lirih.

"Ekhemm ... Bunda itu mau ketempatan arisan. Nah, rencananya, Yumna mau Bunda ajak kenalan ke semua teman arisan Bunda, kalau Yumna sekarang kan sudah beneran jadi anak Bunda. Biar mereka tahu, kalau Bunda juga bisa punya anak perempuan yang cantik banget," ucap Bunda Duta dengan penuh semangat dan kedua mata berbinar senang.

Duta ikut masuk ke dalam dapur sambil mendengarkan percakapan dua wanita bebeda usia kesayangannya itu. Ya, Bundanya dan Yumna adalah dua wanita yang amat ia sayangi. Mungkin kalau di suruh memilih, tentu Duta tidak akan bisa memilih. Tapi yang jelas keduanya bisa di ganti dnegan nyawanya kalau perlu.

Satu hal lagi, Duta diam -diam hobby mengutak atik sistem. Sampai suatu hari ia di suruh Sang Ayah untuk membuat sebuah sistem keamanan di perusahaan Sang Ayah agar tidak mudah di bobol.

Duta membuka kulkas dan mengambil sebuah minuman kaleng namun bukan jenis minuman bersoda ringan. Duta lebih menyukai minuman cincau, rumput laut atau jenih buah. Ia mengambil gelas dan menumpahkan isi kaleng itu ke dalam gelas. Kedua matanya memang fokus menumpahkan isian dari dalam kaleng minumannya. Tapi, kedua telinganya tetap fokus mendengar ucapan Bundanya.

"Ekhemmm .... Jadi mau pamer? Tahu gitu, Duta gak bawa Yumna kesini. Sudah beberapa kali Duta bilang, Duta gak suka kalau Duta atau Yumna dan hubungan ini di publikasikan Bunda. Bukan masalah publikasikannya, terkadang niatkita baik saja, bisa di salah artikan tidak baik oleh orang lain. Apalagi memang yang kita lakukan ada hubungannya dengan riya dan penuh kesombongan dengan maksud untu membuat iri orang lain. Tentu bisa menjadi boonerang bagi kita sendiri. Bunda tahu, gak smeuanya orang itu baik, ada kalanya mereka itu hanya ingin memanfaatkan kita atau situasi yang ada demi suatu keuntungan pribadi mereka atau untuk kepengingan mereka sendiri," titah Duta panjang lebar.

Duta duduk di salah satu kursi makan dan mengambil bakwan udang buatan Sang Bunda lalu menikmati dengan tenang bersma minuman dingin itu.

Bunda Duta hanya diam dan tak membalas ucapan Duta yang semuanya itu adalah benar.

Yumna sendiri menghamiri Duta dan duduk di smaping Duta.

"Kok Kak Duta bilangnya gitu sih," ucap Yumna pelan.

Duta meneguk minumannya setelah mengunyah bakwan udang itu dan tersenyum pada gadisnya.

"Memang Kak Duta harus bagaimana? Kak Duta hanya bilang hal yang wajar. Itu adalah sifat manusia jaman sekarang, penuh kesombongan, iri, dan serakah. Tiga sifat dasar manusia yang tidak bisa saling di pisahkan," titah Duta tegas.

Yumna menoleh ke arah Bunda Duta yang membalikkan tubhnya dan melanjutkan masak membiarkan kedua putra putrinya bicara.

"Yumna mau ke kamar Kak Duta sebentar boleh?" tanya Yumna pelan.

"Boleh. Masuk saja," jawab Duta singkat.

Yumna bangkit dari duudknya dan naik ke lantai atas. Ini sudah sangat sering ia lakukan dan sudah menjadi terbiasa. Langkah kaki Yumna pelan menaiki anak tangga menuju lantai dua dan membuka kamar Duta. Kamar lelaki yang selalu wangi khas parfumnya berbau aqua atau alam. Kamar yang selalu bersih dan rapi pada setiap detailnya. Duta paling tidak suka kamarnya di acak -acak. Mkaanya beberapa sahabatnya tidak pernah di perbolehkan masuk ke kamarnya kecuali Yumna.

Ada hal yang menarik di akmar Duta. Sampai sekarang teka -teki misteri itu yak pernah bisa Yumna pecahkan selama ia menjalin hubungan dengan Duta. Ada satu lemari yang ukurannay lebih kecil dari lemari pakaiannya. Letaknya juga bersebelahan dengan lemari pakaiannya dan selalu tertutup bahkan terkunci. Yuman memnag penasaran tapi tak sedikit pun bertanya pada Duta. Ada rahasia apa yang tersembunyi di dalamnya.

Yumna menatap meja belajar Duta. Meja belajar yang selalu unik dan selalu Yumna suka. Ada foto mereka berdua dan kini pajangan foto itu bertambah. Ada foto keduanya saat tunangan kemarin, dan foto saat Duta memasangkan cincin tunangan pada Yumna.

"So sweet sekali," lirih Yumna berucap. Ia suka sekali melihat foto itu.

Yumna niatnya ingin mencari buku komik lama tapi tergiur dengan kasur Duta yang memajngkan dua bantal kecil dengan foto mereka.

Yumna berlari ke arah tempat tidur dan memeluk dua bantal itu bersamaan lalu di ajak bicara. Mirip seperti gadis yang sakit jiwa.

Tubuhnya di rebahkan di kasur empuk yang membuatnya nyaman. Dua bantal itu dalam dekapannya dan kedua matanya mulai terpejam.

Di bawah, di ruang makan, Duta mengingatkan Sang BUnda untuk tidak melakukan hal aneh itu.

"Bunda percaya pada Duta. Dari sekian banyak teman Bunda pasti setengahnya adalah orang yang tak suka pada Bunda. Karena mereka iri," ucap Duta pelan.

"Kamu tahu soal teman -teman Bunda?" tanya Bunda Duta.

"Di ruang tamu sudah Duta pasang kamera tersembunyi. Nanti bisa kita lihat dan kita buktika. kalau benar, Bunda harus keluar dari gruparisan ini. Gimana? Setuju?" tanya Duta dengan tegas.

Sejujurnya, Duta tak suka jika Bundanya ikut pengaruh buruk. Ikut grup arisan mamah muda dengan istri -istri para suami yang beekrja di perusahaan miliki Ayahnya.

Bunda Duta nampak sedang menimbang dan belum memutuskan. Akhirnya ...

"Bunda setuju. Bunda mau. Kalau terbukti, Bunda akan keluar dari grup arisan dan fokus sama anak kesyanagan Bunda. Yumna mana? Padahal Bunda mau ajak makan bersama," tanya Bunda Duta pelan.

"Hemm ... Kalau sudah selama ini, itu tandanya Yumna pasti tertidur," ucap Duta pelan dan menggelengkan kepalanya cepat.

Bunda Duta hanya mengulum senyum. Ini adalah awal dari hubungan mereka yang lebih serius.

Duta menaiki anaktangga dan menatap Yumna yang pulas sambil memeluk dua bantal mungil itu.

Duta meletakkan tasnya dan membuka laptp muali mengecek email yang masuk.

Tepat sekali ucapan Yumna tadi. Duta malah sibuk dengan laptopnya dan zoometing bersama yang lainnya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!